Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Keempat Penguasa Menginginkan Peperangan


Guan Juzi, Ye Wuming, Yu Xuan, serta Zhang Jiangsu, bukannya pergi setelah mendengar ancaman Zhou Tian, mereka justru memanggil ratusan ribu prajurit dari pulau melayang milik mereka masing-masing.


Shen Yiren yang tidak memanggil prajuritnya, ia terkejut dengan keputusan yang diambil Guan Juzi dan tiga orang lainnya. Menurutnya, mereka sangatlah keterlaluan karena ingin mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, hanya karena sesuatu itu lebih baik dari apa yang mereka miliki.


Sedangkan keempatnya yang melihat Shen Yiren tidak melakukan seperti apa yang mereka lakukan, tidak ada yang terkejut dengan sikap Shen Yiren, dikarenakan mereka sudah tahu jika Shen Yiren tidak tertarik dengan apa yang sedang mereka perebutkan.


“Setidaknya pinjamkan kekuatan prajurit milikmu untuk membantu kami mengalahkan pemilik pulau itu, jika kamu tidak ingin membantu kami dengan kekuatanmu!” ucap Ye Wuming pada Shen Yiren.


Mendengarnya, Shen Yiren mengangkat sebelah alisnya, dan berkata, “Aku tidak ingin ikut campur ataupun memberi bantuan pada kalian, jadi jangan harap aku memneri bantuan pada kalian walau itu hanya bantuan setetes air!” Ia tegas menolak memberi bantuan pada meraka.


“Cih! Sudah cukup selama ini kau selalu berada di sisi yang beda dengan kami. Begitu urusan kita berempat dengan pemilik pulau itu selesai, giliran kamu yang akan menjadi mainan kami!” teriak Yu Xuan dengan wajah memerah karena marah.


Shen Yiren yang merasa teriakan Yu Xuan adalah tantangan terbuka untuknya dari mereka berempat, bukannya takut dan memilih pergi menjauh, ia justru tersenyum, dan dengan santainya berkata, “Daripada aku nantinya berjuang seorang diri menghadapi kalian, disaat sekarang aku bisa bekerjasama dengan pemilik itu, tidak ada salahnya aku bekerjasama dengannya untuk melawan kalian!”


Guan Juzi dan tiga orang lainnya terkejut dengan keputusan yang diambil Shen Yiren, terutama Yu Xuan. Sebelumnya ia mengira ancamannya membuat Shen Yiren bersedia memberi bantuan, tapi nyatanya ia justru menganggap mereka berempat menjadi musuhnya.


Meraka yang tahu kekuatan penuh Shen Yiren dan pasukannya, mereka jelas akan mendapatkan kerugian jika harus berperang dengan Shen Yiren, apalagi masih ada musuh misterius yang belum menunjukkan wujudnya.


Belum usai keterkejutan mereka, tiba-tiba saja meraka semua dapat merasakan aura kuat baru saja keluar dari pulau melayang yang ingin mereka rebut kepemilikannya, dan saat melihat ke arah pulau itu, mereka dapat melihat ribuan binatang spiritual muncul, dengan aura yang tidak main-main.


Seluruh binatang spiritual yang muncul memiliki kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Menengah sampai tingkat Puncak, bahkan ada yang sudah berada di tingkat Sempurna ranah Dewa Bumi.


Empat binatang spiritual lainnya muncul, dengan aura yang jauh lebih kuat, dan keberadaan mereka semakin mengejutkan Guan Juzi beserta tiga orang lainnya.


Meraka jelas saja terkejut karena empat sosok binatang spiritual yang muncul telah memiliki kekuatan di ranah Dewa Langit tingkat Awal, dan lagi keempatnya bukanlah binatang spiritual, melainkan binatang suci.


Zhu Meili, Zhu Binghua, Zhou Yonggan, serta Zhou Huang, meraka belum lama ini akhirnya dapat menerobos ranah Dewa Langit tingkat awal, dan karena pondasi kekuatan mereka yang sudah kuat, mereka tidak perlu menyempurnakan pondasi kekuatan begitu berhasil menerobos.


Mereka juga tidak perlu melewati kesengsaraan petir surgawi setelah menerobos ranah Dewa Langit, dikarenakan petir itu biasanya akan muncul hanya pada kultivator ras iblis, ras manusia, dan ras siluman.


Selain ketiga ras itu, tidak akan ada yang dapat mengundang datangnya kesengsaraan petir surgawi, meski menerobos ke ranah Dewa Langit, atau ranah yang lebih tinggi.


“Sebelumnya aku sudah sangat baik menyuruh kalian pergi, tapi sepertinya kalian ingin melakukan peperangan terbuka denganku!” Zhou Tian muncul bersama dengan Zhu Ying yang wajahnya tertutup cadar.


Guan Juzi dan yang lainnya segera mengarahkan pandangan pada Zhou Tian, dan saat mereka memandang Zhou Tian, tiba-tiba mereka merasakan tekanan, yang membuat tubuh mereka gemetaran.


Shen Yiren sendiri yang yakin jika sosok pemuda yang baru keluar dari pulau kecil itu adalah pemilik pulau yang menjadi incaran para penguasa, merasakan auranya, ia merasa tidak asing dengan aura yang dirasakannya, dan entah kenapa ia merasa senang hanya dengan merasakan aura kekuatannya.


Aura yang dirasakannya seolah mengisi sesuatu yang kurang lengkap di tubuhnya, dan sekarang ia merasa kekosongan itu sudah diisi sesuatu yang sangat tepat.


Keempat penguasa utama Alam Langit yang melihat kemunculan Zhou Tian, mereka segera menargetkannya sebagai sosok yang harus mereka bunuh secepatnya, dan mereka sangat yakin dapat melakukan itu, apalagi ada sosok Guan Juzi di sisi mereka.


Ditambah mereka memiliki ratusan ribu prajurit, berbanding terbalik dengan lawan mereka yang hanya memiliki ribuan pasukan, dan semua berasal dari ras binatang buas. Sebuah ras, yang mana di masa lalu ras itu tidak ikut perang karena larangan dari Dewa Iblis.


Zhou Tian yang melihat ke-empat penguasa utama Alam Langit tidak merespom ucapannya dan mereka justru bersiap mengangkat senjata, ia menghela napas sambil menggelengkan kepala pelan.


“Diantara mereka berempat hanya Guan Juzi yang perlu aku waspadai, sedangkan tiga orang sisanya, tidak terlalu sulit berhadapan dengan mereka!” gumam Zhou Tian sangat pelan.


Setelah mengatur siapa melawan siapa, Zhou Tian dikejutkan dengan keputusan Shen Yiren yang memilih berada di kubu yang sama dengannya.


Belum juga ia bertanya kenapa Shen Yiren memilih berada di kubunya, wanita itu lebih dulu mengatakan alasannya, “Mereka akan menjadikanku mainan, seandainya mereka berhasil mengalahkanmu! Daripada aku diam melihat mereka melakukan pertarungan denganmu, tidak ada salahnya aku memilih lebih dulu berada di kubu yang sama denganmu, dikarenakan saat ini kita memiliki musuh yang sama!”


“Bukannya kalian sama-sama penguasa utama di Alam ini, bagaimana mungkin sekarang kalian justru saling bermusuhan?” tanya Zhou Tian pada Shen Yiren.


“Sebenarnya pikiranku tidak pernah sejalan dengan pikiran mereka, dan puncaknya adalah hari ini. Saat aku tidak mau memberi bantuan pada mereka yang ingin melawanmu, mereka justru menganggapku sebagai musuh, dan karena kita sama-sama musuh mereka, alangkah baiknya jika kita saling bekerjasama!” ujar Shen Yiren.


Shen Yiren saat ini menggunakan cadar seperti Zhu Ying, tapi meskipun ia menggunakan cadar, Zhou Tian tetap melihat jelas senyuman yang baru ditunjukkan Shen Yiren di balik cadarnya.


Zhou Tian yang tidak melihat adanya kerugian jika ia bekerjasama dengan Shen Yiren, ia tidak keberatan bekerjasama dengannya, begitu juga dengan Zhu Ying, yang mana sejak ia melihat Shen Yiren, ia merasa tidak asing dengan sosoknya.


Ia bahkan merasa sudah sangat lama mengenali Shen Yiren, meski ini kali pertama ia bertemu dengannya. ‘Entah kenapa aku senang hanya dengan melihatnya, selayaknya sast aku melihat Feng Gege, dan saudari Zhu Meili.’


Zhu Ying terus saja memperhatikan Shen Yiren, begitu juga dengan wanita itu, dan mereka sama-sama tersenyum saat sadar jika sedang saling memperhatikan satu sama lain.


Marah dengan keputusan Shen Yiren dan tidak terima karena keberadaan mereka diabaikan oleh orang-orang yang telah dianggap sebagai musuh, Guan Juzi dan tiga orang lainnya memerintahkan seluruh prajurit mereka menyerang musuh, dan mereka tidak perlu segan membunuh musuh yang justru keluar dari pelindung pulau, disaat mereka bingung bagaimana menghancurkan pelindung pulau.


Ratusan prajurit yang sudah membentuk barusan, mereka segera menyerang ribuan binatang spiritual, dan puluhan ribu prajurit terkuat yang dimiliki Shen Yiren.


Zhu Ying ditugaskan Zhou Tian memimpin ribuan binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang miliknya, dan membiarkan Zhu Ai bersama dua harimau putih menjadi pelindung di sisi Zhu Ying. Kawanan kera emas ekor panjang juga akan melindungi Zhu Ying , sambil melawan musuh.


Saat Ye Wuming ingin maju menyerang Zhu Ying yang ia anggap sebagai titik lemah pemilik pulau melayang, Zhou Yonggan, rubah hitam berekor sembilan muncul, dan ia adalah lawannya.


Yu Xuan, ia juga telah menemukan lawan yang sepada untuknya, yaitu Zhu Meili dan Zhu Binghua. Zhang Jiangsu juga mendapatkan lawan sepadan saat Zhou Huang memutuskan menjadi lawannya, dan kini hanya menyisakan Zhou Tian dan Shen Yiren, yang saling berhadap-hadapan dengan Guan Juzi.


Guan Juzi yang dihadapkan pada dua musuh, ia sama sekali tidak gentar, tapi ia langsung memberi tatapan remeh setelah mendengar apa yang dikatakan Zhou Tian pada Shen Yiren.


“Nona Shen Yiren, izinkan aku seorang diri yang melawan pria itu, sedangkan kamu mungkin bisa membantu istriku melawan prajurit musuh! Jujur saja, aku ingin menguji kekuatan baruku dengan melawan orang kuat seperti dia!” Zhou Tian menunjuk Guan Juzi.


“Kalau itu yang kamu inginkan, lakukan saja sesuai keinginanmu!” ucap Shen Yiren begitu tenang, tapi dalam hati entah kenapa ia mengkhawatirkan Zhou Tian, dan ia sangat berharap Zhou Tian memenangkan pertarungannya, meski ia sendiri sekalipun belum pernah bisa mengalahkan Guan Juzi dalam pertarungan satu lawan satu.


“Pergilah, dan aku akan mengalahkannya!” ucap Zhou Tian sambil menatap raut wajah Shen Yiren, yang nampak menunjukkan raut wajah khawatir, tapi wajah itu kembali terlihat tenang seusai ia berkata akan mengalahkan Guan Juzi.


“Kalahkan dia dan bawa kemenangan untuk kubu kita!” ucap Shen Yiren lalu ia segera pergi meninggalkan Zhou Tian, meski sebenarnya tubuhnya tidak rela pergi menjauh dari pria yang hanya dilihatnya saja sudah membuatnya senang.


Setelah kepergian Shen Yiren yang kini membantu Zhu Ying mengalahkan prajurit musuh, Zhou Tian langsung mengarahkan pandangannya pada sosok Guan Juzi yang sedikitpun belum bergerak dari tempatnya, dan ia bisa melihat tatapan meremehkan yang ditujukan pria itu untuknya.


Baik Zhou Tian maupun Guan Juzi, mereka sama-sama tidak saling melontarkan ucapan hanya untuk sekedar berbasa-basi sebelum pertarungan, tapi keduanya langsung saja mempersiapkan diri untuk melakukan pertarungan, dan membuktikan siapa yang lebih kuat diantara mereka.


...----------------...


Bersambung.