Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Sampai Di Benua Tengah


Zhou Tian kembali pergi melanjutkan perjalanannya, sedangkan mereka yang berada di kapal raksasa, mereka masih tidak menyangka jika sosok iblis yang sebelumnya mereka lihat, bisa keluar dengan selamat setelah melakukan pertarungan di lautan melawan monster laut, yang kekuatannya setara kultivator ranah Kaisar Dewa Surgawi tingkat Awal. Keluarnya iblis itu dari lautan, menunjukkan jika ia berhasil memenangkan pertarungan.


Namun, sekarang mereka dibuat bingung oleh sosok iblis, yang sebelumnya mereka anggap sebagai iblis air, yang menjalani kehidupan di bawah permukaan air. Akan tetapi, jika itu iblis air yang hidup di bawah permukaan air, kenapa ia keluar dari bawah permukaan air dan terbang entah kemana. Melihat apa yang baru saja terjadi, mereka ragu jika iblis barusan adalah iblis air, dan seumur hidup mereka juga belum pernah mendengar kabar adanya iblis air.


Merasa keberadaan iblis itu sangat misterius begitu juga dengan kekuatannya, mereka akan menanyakan perihal iblis itu pada orang yang mengerti sejarah ras iblis, begitu sampai di daratan Benua Tengah, yang menjadi tujuan perjalanan mereka.


Untuk monster laut yang sebelumnya mencoba menenggelamkan kapal raksasa, semua orang tidak lagi merasakan keberadaan para monster laut, dan mereka yakin jika seluruh monster laut telah mati di tangan iblis, yang keberadaannya tidak lagi ada yang mengetahuinya.


Setelah keluar dari bawah permukaan air dan terbang dengan kecepatan tinggi, hanya dalam kurun waktu yang begitu singkat mereka tidak lagi menemukan keberadaan iblis itu, bahkan mereka yang peka terhadap aura keberadaan iblis, sejauh apa yang ia rasa, ia tidak menemukan aura keberadaan iblis banyaknya diantara aura yang dirasakannya.


Sementara itu, Zhou Tian sama sekali tidak tahu jika orang-orang di kapal raksasa sangat penasaran akan dirinya. Ia bukan cuma tidak tahu, tapi ia sama sekali tidak peduli dengan keberadaan orang-orang di kapal raksasa. Ia hanya menganggap mereka beruntung karena bertemu dengannya.


Saat ini Zhou Tian sudah kembali duduk di atas tubuh rajawali perak yang terbang menyeberangi luasnya lautan. Dengan kecepatan terbang rajawali perak yang kekuatannya telah meningkatkan ke tanah Dewa Surgawi tingkat Puncak, dibutuhkan waktu satu hari satu malam untuk sampai di daratan Benua Tengah.


Memanfaatkan waktu yang ada, Zhou Tian memilih memulihkan kekuatannya, dan sesekali ia berkunjung ke Dunia Jiwa miliknya, untuk bertemu dengan para istrinya, dan juga mereka yang tinggal di Dunia Jiwa miliknya. Semua orang yang tinggi di Dunia Jiwa telah berhasil meningkatkan kekuatannya, dikarenakan hari-hari di Dunia Jiwa mereka lalui dengan berlatih dan terus-terusan berlatih.


Keadaan yang seperti itu, membuat mereka bisa tumbuh semakin kuat sepuluh kali lebih cepat, dibandingkan berlatih di luar Dunia Jiwa.


Satu hari berlalu. Zhou Tian yang sudah kembali ke atas tubuh rajawali perak, dari tempatnya ia sudah bisa melihat daratan di kejauhan, dan ia yakin itu adalah daratan Benua Tengah, tempat yang menjadi tujuannya.


Mencoba merasakan energi spiritual di daratan Benua Tengah, Zhou Tian dapat merasakan jika energi spiritual di Benua Tengah jauh lebih baik dari yang ada di Benua Selatan. “Kelihatannya Benua Tengah Alam Dewa menjadi tempat terbaik yang ada di Alam ini!” ucapnya, dan ia segera menyuruh rajawali perak kembali ke Dunia Jiwa, lalu ia akan melanjutkan perjalanan dengan terbang.


Zhou Tian tersenyum tipis saat akhirnya ia sampai di daratan Benua Tengah Alam Dewa, yang menurutnya tempatnya saat ini adalah tempat terbaik yang pernah dikunjunginya. “Tempat ini memang kaya akan energi spiritual, tapi tempat ini juga kaya akan musuh!” ucapnya begitu melihat prajurit suci ras manusia, yang keberadaan mereka bisa dilihat di manapun ia mengarahkan pandangan.


Di pelabuhan, di jalan-jalan sekitar pelabuhan, bahkan di menara pengawas, ia bisa melihat keberadaan prajurit suci ras manusia. Melihat keberadaan mereka dimana-mana, Zhou Tian bingung harus mendarat di mana.


Zhou Tian menarik napas panjang saat tidak melihat keberadaan tempat, yang tidak dijaga oleh prajurit suci ras manusia. Pada akhirnya ia pergi ke bukit yang cukup jauh dari pelabuhan, dan ia kendarar di tempat itu. “Benua Tengah merupakan tempat berkumpulnya sebagian besar kekuatan ras manusia, wajar saja jika di tempat ini aku bisa melihat keberadaan banyak prajurit suci ras manusia!”


Berjalan menuruni bukit, Zhou Tian merasa jika di sekelilingnya terdapat banyak binatang buas, tapi dengan teknik mata emas, ia bisa melihat jika terdapat banyak pemuda dari ras manusia sedang berburu binatang buas. “Sepertinya manusia menjadikan tempat ini sebagai tempat perburuan binatang buasa!” gumamnya, dan terus saja ia melangkahkan kaki, melanjutkan perjalanan.


Dengan teknik mata emas yang masih aktif, Zhou Tian senantiasa menghindari keberadaan para pemuda dari ras manusia, yang sedang melakukan perburuan. “Sebenarnya bisa saja aku membunuh mereka jika mencari masalah denganku, tapi apa yang aku lakukan bisa saja memancing keributan yang lebih besar, apalagi jika sudah berdatangan prajurit suci, bisa-bisa aku akan dikeroyok oleh jutaan prajurit suci!”


Terus berjalan, akhirnya Zhou Tian berhasil meninggalkan bukit yang menjadi tempat perburuan binatang buas. Ia melanjutkan perjalanan menuju wilayah kekuasaan ras Dewa yang berada di sisi utara Benua Tengah. Memanfaatkan petunjuk dari sistem, dalam dua hari ia yakin dapat sampai di tempat itu.


Saat sedang menikmati perjalanannya, Zhou Tian yang masih belum tahu menahu keadaan kehidupan di Benua Tengah, ia dikejutkan dengan kedatangan sekelompok orang yang menghadang perjalanannya. Orang-orang yang menghadang Zhou Tian, mereka menggunakan kain untuk menutupi wajah, dan hanya menyisakan lubang untuk kedua mata mereka. Melihat penampilan mereka, Zhou Tian yakin jika orang-orang yang menghadang perjalanannya adalah bandit.


“Serahkan seluruh barang berharga yang kau miliki jika ingin selamat melewati tempat ini!” ucap salah satu orang yang menghadang perjalanan Zhou Tian, sambil mengarahkan golok tepat di depan wajah Zhou Tian.


Zhou Tian sangat tidak senang saat ada yang berani mengarahkan senjata apapun ke arah wajahnya, apalagi dalam jarak dekat. Siapapun yang berani melakukan itu padanya, sudah bisa dipastikan jika ia akan mengalami nasib sangat buruk, yang tidak lain adalah kematian.


Selain orang yang mengarahkan golok tepat dihadapan wajah Zhou Tian terkejut, melihat apa yang baru saja terjadi. Sebuah gerakan yang sangat cepat dan mematikan. Sedangkan, kenapa orang yang mengarahkan golok ke arah wajah Zhou Tian tidak terkejut seperti teman-temannya? Orang itu jelas tidak terkejut dikarenakan sudah lebih dulu mati di tangan Zhou Tian.


Gerakan cepat dan mematikan yang membuat terkejut banyak orang, gerakan itu terlihat saat Zhou Tian membunuh seseorang yang berani mengarahkan golok tepat dihadapannya. “Sekarang kalian ingin menyingkir secara baik-baik, atau kalian ingin bernasib seperti orang ini yang sudah lebih dulu mati di tanganku? Kalau kalian ingin mati, aku tidak keberatan melakukannya!” ucap Zhou Tian, dan ia terkekeh pelan.


Kelompok bandit yang menghadang Zhou Tian bimbang memikirkan apa yang menjadi keputusan mereka, tapi tidak lama kemudian terdengar seruan salah seorang dari mereka, “Orang itu cuma seorang diri, sedangkan kita unggul jumlah. Serang bersama-sama, dan kita pasti menang!”


Semua anggota kelompok bandit setuju dengan seruan salah satu dari mereka, dan bersama-sama mereka maju menyerang Zhou Tian. Dengan menggunakan berbagai jenis senjata, mereka maju menyerang tanpa rasa takut karena merasa memiliki keunggulan dalam jumlah.


“Kalian ini hanya sekumpulan bandit bodoh yang datang untuk mati!” ucap Zhou Tian, dan hanya menggunakan tamgan kosong, ia bergerak maju menyambut serangan puluhan bandit, yang mempersenjatai diri mereka menggunakan berbagai jenis senjata.


Meski hanya menggunakan tangan kosong sedangkan musuhnya menggunakan berbagai jenis senjata, nyatanya dengan tangan kosong ia sama sekali tidak mengalami kesulitan, saat berhadapan dengan orang-orang yang menggunakan berbagai jenis senjata. Dengan tinju dan tendangan, ia membunuh satu-persatu anggota kelompok bandit, dan hanya dalam kurun waktu yang sangat singkat, seluruh anggota komplotan bandit mati di tangannya.


......................


Zhou Tian telah bergerak sangat jauh dari tempat dimana ia membunuh puluhan orang anggota kelompok bandit. Namun, lagi-lagi perjalanannya harus terhambat, dikarenakan saat ini ia sedang menjadi penonton pertarungan dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok prajurit yang mengawal sebuah kereta kuda mewah, sedangkan kelompok satunya merupakan kelompok bandit.


Awalnya kedua kelompok bertarung berimbang, tapi anggota kelompok bandit yang terus berdatangan, membuat kelompok prajurit yang mengawal kereta kuda mulai kewalahan, bahkan salah satu dari mereka telah kehilangan salah satu lengan tangannya. Keadaan kelompok prajurit yang mengawal kereta kuda mewah semakin terdesak, dan jika tidak ada yang datang membantu, bisa dipastikan mereka semua akan mati.


Zhou Tian yang merasa asing dengan aura kelompok prajurit, ia akhirnya memutuskan membantu kelompok prajurit.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Bergerak cepat melayangkan pukulan ke tubuh anggota kelompok bandit, dalam waktu yang begitu singkat ia berhasil membunuh banyak anggota bandit, dan kini hanya tersisa belasan anggota bandit.


“Pergi jika tidak ingin mati!” ucap Zhou Tian pada anggota kelompok bandit, yang mana mereka semua langsung pergi melarikan diri, dikarenakan mereka yakin tidak akan bisa mengalahkan sosok sekuat Zhou Tian.


Setelah kepergian mereka, Zhou Tian juga ikut pergi karena ia sedang terburu-buru, bahkan ia mengabaikan keberadaan kelompok prajurit yang ingin berterimakasih padanya.


‘Pemuda yang kuat, dan aku bisa merasakan kebaikan murni dari dalam tubuhnya, dan firasatku mengatakan jika tidak lama lagi aku akan bertemu kembali dengannya,’ ucap dalam hati wanita yang berada di dalam kereta kuda.


......................


Di wilayah ras Dewa.


Semakin mendekati hari berlangsungnya kompetisi untuk menjadi suami Putri Dewa Agung, wilayah ras Dewa semakin ramai. Banyak generasi muda dari ras manusia ataupun ras siluman yang berdatangan di wilayah ras Dewa. Kompetisi hanya boleh diikuti generasi muda yang masih berusia di bawah lima puluh tahun.


Jika sudah memiliki usia lebih dari lima puluh tahun, siapapun itu, ia dinyatakan tidak memenuhi syarat, dan tentu saja tidak diizinkan mengikuti kompetisi. Jika memaksa mengikuti kompetisi, mereka akan menerima hukuman, yaitu hukuman mati.


Aturan di wilayah ras Dewa sangat tegas, dan semua orang yang berada di wilayah Dewa harus mengikuti peraturan yang berlaku. Barang siapa yang melanggar aturan, mereka akan menerima hukuman, dan hanya dua hukuman yang berlaku di wilayah ras Dewa, yaitu hukuman mati dan hukuman melumpuhkan kultivasi. Melumpuhkan kultivasi sama hanya dengan kematian bagi seorang kultivator, jadi sebenarnya dua hukuman yang berlaku di wilayah ras Dewa, keduanya sama-sama mengarah pada kematian.


Saat ini di wilayah ras Dewa dibuat gempar oleh kedatangan kedua putra Dewa ras manusia. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti kompetisi, dan mereka berdua menjadi salah satu unggulan untuk menjadi jawara dalam kompetisi yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.


Dengan kekuatan berada di ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Menengah, dan tingkat Puncak, banyak orang yang menjagokan keduanya lolos sampai babak final. Namun keberadaan putra Dewa ras siluman yang ternyata juga ikut kompetisi, membuat persaingan pemenang semakin ketat, apalagi juga tersiar kabar jika pihak istana Dewa Agung juga memberikan undangan pada sosok iblis misterius, dan ia akan menjadi satu-satunya perwakilan, yang berasal dari ras iblis.


Ras Dewa tidak pernah bermasalah dengan keberadaan ras iblis, dan beberapa waktu terakhir giliran ras siluman yang tidak lagi ingin terlibat masalah dengan ras iblis. Satu-satunya ras yang masih saja memusuhi ras iblis, hanyalah ras manusia. Meski sudah gagal di Alam Fana dan Alam Langit, mereka tidak akan gagal mencegah kebangkitan ras iblis di Alam Dewa.


Mereka yang akan mengikuti kompetisi telah ditempatkan di kediaman khusus. Kediaman peserta dari ras manusia berada bersebelahan dengan kediaman peserta dari ras siluman, juga bersebelahan dengan peserta dari ras Dewa dan ras Peri. Untuk satu-satunya peserta kompetisi yang berasal dari ras iblis, ia ditempatkan di kediaman yang dekat dengan kediaman peserta dari ras siluman, dan jauh dari kediaman peserta dari ras manusia.


Setengah dari keseluruhan jumlah peserta sudah datang, dan sisanya sudah dalam perjalanan. Kemungkinan dalam dua hari seluruh peserta bakalan datang, tapi tidak ada yang tahu kapan datangnya peserta dari ras iblis. Bahkan banyak yang yakin jika peserta dari ras iblis tidak akan pernah datang, dikarenakan sudah lebih dulu mati ditangan prajurit suci ras manusia.


Sementara itu, Zhou Tian yang dalam perjalanan menuju wilayah ras Dewa, ia harus menghindari keberadaan banyak prajurit suci ras manusia, yang sepertinya keberadaan mereka adalah untuk menghambat perjalanannya, dan jika memungkinkan mereka akan mencoba mengakhiri hidupnya.


‘Jumlah mereka memang banyak dan tersebar dimana-mana, tapi dengan informasi sistem dan teknik mata emas, keberadaan mereka sama sekali bukan hambatan, dan mereka juga tidak akan bisa mengetahui keberadaanku,’ ucap Zhou Tian dalam hati.


Memanfaatkan celah sempit diantara kelompok prajurit suci ras manusia, Zhou Tian dengan mudah melewati keberadaan prajurit suci, dan jika semua lancar, esok hari ia akan sampai di wilayah ras Dewa, dan di tempat itu ia tidak akan diganggu oleh prajurit suci ras manusia, ataupun para manusia yang kebetulan ada di wilayah ras Dewa.


...----------------...


Bersambung.