Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Pria Tua Berperut Buncit


Zhou Tian menatap perubahan wujud Naga Kegelapan, yang sekarang memiliki wujud manusia.


Naga Kegelapan memang sudah memiliki tubuh manusianya, tapi aura kegelapan masih terdapat di sekeliling tubuhnya, membuat orang lain akan merasa tidak nyaman berada di dekatnya.


“Sistem, apa tidak masalah jika aku mengirim dia ke Dunia Jiwa untuk berkumpul dengan yang lainnya, sekalian biar mereka bisa mengajarinya cara menyegel aura?” Zhou Tian bertanya pada sistem.


[Tidak masalah jika Tuan ingin memasukkan dia ke Dunia Jiwa, tapi aku sarankan Tuan terlebih dahulu memberinya nama]


“Memberinya nama? Kebetulan aku sudah memikirkan nama yang tepat untuknya.”


“Bangkitlah dan mulai sekarang aku akan memanggilmu Zhou Huang!”


Binatang Spiritual seperti Naga Hitam, meski dia berasal dari ras Naga, tapi dia terlahir tanpa nama, dan hanya Tuan yang telah menjalin kontrak dengannya, yang berhak memberinya nama.


Naga Hitam tak berhak menolak nama pemberian Tuannya sekalipun dia tidak menyukainya, dan beruntungnya dia karena nama yang diberikan Tuannya tak seburuk seperti bayangannya.


Dia sempat mengira akan diberikan nama aneh oleh tuannya, tapi nyatanya dia menyukai nama pemberian Tuannya.


“Zhou Huang, apa kamu bisa menyembunyikan aura kegelapan milikmu? Auramu memang tak masalah untukku ataupun untuk Ying’er, tapi orang lain pasti merasa kurang nyaman dengan auramu!” ucap Zhou Tian.


“Maaf Tuan, saya benar-benar tidak tahu bagaimana menyembunyikan aura ini,” jawab Zhou Huang.


Mendengarnya Zhou Tian hanya menganggukkan kepala, lalu dia membuka gerbang menuju Dunia Jiwa.


“Zhou Huang, masuk ke dalam sana dan temui saudara kamu! Mereka juga binatang kontrakku sama sepertimu, dan mereka yang nantinya mengajarkan padamu cara menyegel aura milikmu!” ucap Zhou Tian.


Zhou Huang yang dapat merasakan aura kuat di balik gerbang yang muncul tak jauh darinya, dan setelah apa yang dia dengar dari Zhou Tian, dia hanya menganggukkan kepala.


Di sisi lain Zhou Tian telah mengirimkan pesan telepati pada ketiga binatang kontraknya yang sudah lebih dulu menempati Dunia Jiwa, dan melewati hari-hari mereka di tempat itu dengan berlatih.


Dalam pesannya, dia memberitahu mereka kalau ada saudara baru, yang akan ikut bersama mereka tinggal di Dunia Jiwa, dan ketiganya ditugaskan Zhou Tian untuk mengajari saudara mereka cara menyegel aura miliknya.


Mereka jelas menyambut baik kedatangan seorang saudara, dengan senang hati akan mengajari cara menyegel aura miliknya.


“Kamu bisa masuk! Mereka sudah menunggumu di dalam sana,” ucap Zhou Tian, dan Zhou Huang langsung saja masuk ke dalam Dunia Jiwa, melalui gerbang Dunia Jiwa.


Setelah Zhou Huang masuk ke Dunia Jiwa dan menutup gerbang menuju tempat itu, Zhou Tian segera menghampiri Zhu Ying yang sedari tadi hanya diam di tempatnya.


“Ying’er, apa kamu juga ingin pergi ke Dunia Jiwa dan berlatih di tempat itu?” tanya Zhou Tian saat dia sudah berada di hadapan Zhu Ying.


Mendengarnya, Zhu Ying menggelengkan kepala dan berkata, “Sebenarnya aku cukup penasaran dengan keadaan di dalam Dunia Jiwa milik Gege, tapi aku lebih suka pergi kemana-mana bersama Gege.”


“Kita selesaikan dulu apa yang harus kita selesaikan di tempat ini, baru setelahnya aku akan membawamu melihat seperti apa keadaan Dunia Jiwa!” ucap Zhou Tian sambil tersenyum.


Melihat senyum Zhou Tian, Zhu Ying ikut tersenyum dan setelahnya mereka kembali melanjutkan perjalanannya mengelilingi wilayah selatan Benua Barat.


Tentang Dunia Jiwa, Zhou Tian jauh-jauh hari sudah menceritakan keberadaan Dunia Jiwa miliknya pada Zhu Ying dan keempat saudaranya, tapi belum ada kesempatan bagi mereka untuk melihat seperti apa Dunia Jiwa milik Zhou Tian.


Melanjutkan perjalanannya, Zhou Tian dan Zhu Ying akhirnya tiba di sebuah kota, yang terdekat dengan tempat tinggal Naga Kegelapan.


Sebuah kota kecil yang tidak terlalu ramai, tapi keadaan kota terlihat sangat damai meski terletak tak begitu jauh dari tempat tinggal Naga Hitam.


Memasuki kota setelah membayar beberapa koin emas, keberadaan Zhou Tian dan Zhu Ying di tengah kota, membuat banyak orang mengarahkan perhatiannya ke arah mereka.


Penampilan mereka yang sangat tampan dan terlalu cantik untuk ukuran wanita, membuat banyak pria ataupun wanita tak bosan memandangi wajah mereka.


Di tempat lain, di sebuah bangunan berlantai tiga yang tepat berada di pusat kota, pria tua berperut buncit yang sedang bersantai, tak sengaja kedua matanya melihat keindahan yang sedang melintas di jalanan.


Matanya tak berkedip melihat sesuatu yang sangat indah, dan dia ingin keindahan itu menjadi miliknya.


Memanggil orang kepercayaannya, pria tua itu berkata, “Bawa wanita itu padaku, dan jual ke pasar budak pria yang bersamanya! Kalian punya waktu sampai tengah malam ini untuk melakukannya!”


Orang kepercayaan pria tua hanya mengangguk, lalu secara tiba-tiba sosok orang itu menghilang bagaikan bayang-bayang.


“Semua keindahan hanya pasti menjadi milikku selama dia memasuki kota ini! Bagaimanapun juga aku adalah orang terkuat dan paling berkuasa di kota ini,” gumamnya.


Tanpa di sadari olehnya, niat buruknya dapat dirasakan oleh dua orang yang akan menjadi korban niat buruknya, siapa lagi mereka jika buka Zhou Tian dan Zhu Ying yang kebetulan sedang berjalan-jalan menikmati keindahan kota sambil mencari keberadaan pasar budak.


“Gege, sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita,” ucap Zhu Ying tak suka dengan orang-orang yang terus mengikutinya dari balik bayang-bayang.


“Apa Ying’er ingin langsung menghabisi mereka?” tanya Zhou Tian yang sebenarnya juga merasakan, apa yang dirasakan Zhu Ying.


“Mereka benar-benar mengganggu karena terus mengawasi kita. Gege, aku sangat ingin menghabisi mereka yang benar-benar sangat mengganggu!” ucap Zhu Ying dan dia terlihat tak ingin ada bantahan.


“Kita pergi ke gang paling sepi, dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan pada mereka!” ucap Zhou Tian sambil menunjukkan senyuman tulus pada Zhu Ying.


Zhu Ying sendiri tersenyum membalas senyuman Zhou Tian, lalu dia terus saja mengikuti langkah kaki Zhou Tian.


Tak lama mereka sampai di gang yang sangat sepi, terlihat dari tak ada satupun orang yang melintasi tempat mereka saat ini.


Berada di tengah-tengah gang sepi, belasan orang tiba-tiba muncul dari bayang-bayang dan menghadang jalan mereka. Semua orang yang datang menggunakan topeng penutup wajah, membuat Zhou Tian dan Zhu Ying tak bisa melihat wajah mereka secara langsung.


Orang-orang yang datang memiliki kekuatan ranah Nirwana tingkat Puncak, dan ada salah satu dari mereka memiliki kekuatan di ranah Saint tingkat Awal.


“Gege, jangan bilang kalau hanya sekumpulan sampah ini yang sedari tadi terus mengikuti kita?” tanya Zhu Ying pada Zhou Tian yang hanya mengangguk.


“Hah, kenapa juga kita selalu dihadapkan pada sekumpulan sampah yang tak tahu dimana seharusnya mereka diletakkan? Sampah seharusnya di musnahkan, tapi sekumpulan sampah ini justru terus mengikuti kita.”


“Gege, biarkan aku memusnahkan mereka beserta orang yang menyuruh mereka!”


Alhasil, setelah Zhu Ying memutuskan maju memusnahkan mereka, tak satupun orang-orang bertopeng yang selamat dari kematian, termasuk pemimpin mereka.


Pemimpin orang-orang bertopeng tidak menyangka jika wanita yang menjadi targetnya sangat kuat, bahkan dirinya bukan lawan sepadan untuknya.


Kekuatan ranah Saint benar-benar tak berguna saat dia dihadapkan pada wanita yang sangat kuat. Dia benar-benar menyesal karena menuruti keinginan pria tua yang memberi bayaran mahal padanya, untuk senantiasa mengikuti perintahnya.


Penyesalan memang selalu datang di akhir, dan dia harus merelakan hidupnya berakhir di tangan wanita yang menjadi targetnya.


“Sangat lemah!” gumam Zhu Ying sebelum membakar mayat semua musuhnya menjadi abu.


Selesai memastikan seluruh musuhnya musnah, Zhu Ying kembali ke sisi Zhou Tian. “Gege, sekalian saja kita musnahkan orang yang menyuruh mereka!” ucapnya.


“Kita pasti memusnahkan orang itu, tapi sebelum itu, lebih baik sekarang kita cari pasar budak yang ada di kota ini, baru setelahnya kita bereskan orang itu!”


Zhu Ying hanya menganggukkan kepala, lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan mencari keberadaan pasar budak.


Tak lama mencari, keduanya akhirnya menemukan apa yang sedari tadi mereka cari.


Menemukan keberadaan pasar budak yang ternyata berada di bagian kota paling sepi, keduanya langsung saja masuk ke dalam pasar budak.


Tujuan mereka tentu saja budak yang berasal dari ras iblis, dan begitu menemukan penjara tempat ditahannya ribuan iblis yang diperjualbelikan sebagai budak, Zhou Tian langsung membebaskan mereka.


Dia tak membeli mereka, tapi dia memilih membunuh seluruh penjaga dan pemilik pasar budak, baru setelahnya dia mengirim para iblis yang telah dibebaskan ke Dunia Jiwa.


Tiba-tiba dari arah gerbang masuk pasar budak, pria tua berperut buncit memasuki pasar budak, bersama puluhan pengawalnya.


“Malam ini aku akan membawa puluhan gadis iblis untuk memberi kepuasan padaku,” ucap pria tua berperut buncit yang tak sadar jika dia sedang berjalan menghampiri Dewa Kematiannya.


Beberapa langkah memasuki pasar budak, dia merasa ada yang aneh karena keadaan pasar budak tak seramai biasanya. Bukan hanya tak ramai, tapi keadaan ini benar-benar sepi seolah dia pergi ke tempat tak berpenghuni, yang hanya dihuni serangga malam.


Melihat sekeliling, kedua matanya terbuka sempurna saat dia melihat tumpukan mayat, yang dari pakaiannya dia tahu tumpukan mayat itu adalah para penjaga pasar budak.


Sadar ada sesuatu yang tidak beres dan merasa hidupnya akan terancam jika masih tinggal di pasar budak, dia segera berbalik arah dan secepatnya ingin pergi meninggalkan pasar budak.


Namun, dia sudah terlambat. Baru juga membalikkan tubuh ingin berbalik arah, perhatiannya segera tertuju pada dua orang yang beberapa waktu lalu sukses menarik perhatiannya.


Wanita bercadar dengan tubuh indah yang membuat dia ingin menikmati keindahan itu seorang diri, serta pemuda tampan yang dia yakin dapat menghasilkan jutaan koin emas, jika menjual pemuda itu ke pasar budak milik saudaranya.


Namun, bukannya tertarik seperti sebelumnya, saat ini dia justru merasakan bahaya dari sosok keduanya.


“Siapa kalian, dan apa yang kalian lakukan di tempat ini?” tanya pria tua berperut buncit pada dua sosok yang tak lain adalah Zhou Tian dan Zhu Ying.


“Kau tidak perlu tahu siapa kami, yang perlu kamu tahu kami adalah Dewa Kematianmu!” ucap Zhu Ying yang tak sabar menghabisi pria tua menjijikkan di hadapannya.


Biasanya pria tua itu akan menganggap ucapan Zhu Ying sebagai gertakan, tapi kali ini dia merasa ucapan itu akan menjadi kenyataan jika dirinya tidak segera pergi.


Di sisi lain, tahu pria tua menjijikkan memiliki niat pergi, Zhu Ying tak memberi kesempatan pada orang itu pergi dari kematian yang sudah ditakdirkan untuknya.


Tak membuang waktu, dia langsung saja menyerang pria itu, meski harus lebih dulu berharap dengan para pengawalnya.


Para pengawal yang kekuatannya berada di tanah Nirwana tingkat Awal, mereka bukanlah lawan sepadan untuk Zhu Ying, dan hanya dalam satu tarikan napas mereka semua mati.


Puluhan pengawal pria tua mati hanya dalam satu kali tarikan napas, dan itu sangat mengejutkan pria tua.


Pergi melarikan diri tanpa menoleh ke belakang, tiba-tiba saja dia jatuh tersungkur dan mengerang kesakitan saat kedua kalinya terpotong oleh sesuatu yang menyerangnya dari arah belakang.


“Jangan harap bisa pergi saat aku sudah menandaimu!” Zhu Ying tiba-tiba saja muncul di hadapan pria tua yang masih mengerang kesakitan.


Dia benar-benar tidak menyangka jika wanita yang diinginkannya bukan hanya kuat, tapi juga sangat kejam.


Mengambil tiga langkah maju, Zhu Ying tepat berdiri di hadapan pria tua berperut buncit yang tak lagi memiliki kaki untuk melarikan diri.


“Ucapkan selamat tinggal pada kehidupanmu yang sebelumnya selalu berjalan seperti keinginanmu! Mulai malam ini, kau akan menjalani kehidupan dengan penuh penderitaan!”


Zhu Ying tidak membunuh pria itu, tapi dia akan membuat pria itu merasakan kehidupan yang penuh dengan penderitaan.


Selain kehilangan kedua kalinya, dia juga harus kehilangan kedua tangannya, dan untuk kekuatannya yang selama ini dia bangga-banggakan, Zhu Ying tidak menghancurkannya tapi cuma menyegel kekuatannya.


Menghancurkan kultivasi orang itu hanya akan membuatnya mati lebih cepat, tapi dengan menyegel kekuatannya, dia akan mengalami penderitaan di sisa hidupnya.


Api berwarna kuning keemasan muncul di tangan Zhu Ying, dan dia langsung menyerang pria tua berperut buncit sebagai salam perpisahan.


Tanpa tangan, tanpa kaki, serta tanpa kekuatan, pria tua itu tak bisa melakukan apa-apa saat Zhu Ying melayangkan pukulan ke arahnya.


Terpental akibat pukulan Zhu Ying, pria itu memuntahkan darah, sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya.


“Gege, aku sudah selesai dengannya!” ucap Zhu Ying puas menyiksa pria tua berperut buncit, dan baru saja dia selesai membakar seluruh mayat pengawal pria tua berperut buncit, serta tumpukan mayat penjaga pasar budak.


Zhou Tian sendiri sedari dulu tahu kalau Zhu Ying akan bersikap kejam pada musuh, tapi dia baru kali ini melihat Zhu Ying benar-benar kejam. Dia memilih tak membunuh musuh utamanya di tempat ini, tapi dia justru menyiksa orang itu yang jelas lebih menginginkan kematian daripada siksaan.


Setelah memastikan tak ada orang lain di pasar budak, Zhou Tian membawa Zhu Ying pergu meninggalkan pasar budak. Namun, sebelum pergi jauh, dia menyempatkan diri membakar keberadaan pasar budak.


...----------------...


Bersambung.