
Jutaan prajurit yang dipimpin empat sosok yang memiliki ekspresi jelek di wajahnya, mereka semua bergerak cepat menuju tempat yang sebelumnya terjadi pertempuran besar di tempat itu.
Dengan kecepatan yang sangat cepat, tidak lama kemudian mereka akhirnya sampai, ditempat yang menjadi tujuan akhir perjalanan mereka.
“I-Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa aku kehilangan aura keberadaan Tuan Guan Juzi?” ujar pria berjubah putih, yang mana ia adalah Raja Kerajaan Es di utara.
“Bukan hanya kehilangan aura keberadaannya, tapi aku juga kehilangan aura kehidupan milik Tuan Guan Juzi!” ucap pria berjubah hitam, Raja Kerajaan Kegelapan di barat.
“Dari aura para penguasa utama, aku hanya bisa merasakan sisa-sisa aura kehidupan milik Nona Shen Yiren, tapi itu sangat tipis.” kali ini Raja Kerajaan api yang berbicara, dan ia merupakan Raja yang berkuasa di wilayah selatan Alam Langit.
Berbeda dengan ketiga Raja yang hanya berfokus pada aura para penguasa, Raja Kerajaan Matahari justru fokus pada keberadaan aura yang ia yakini sebagai aura iblis.
Aura iblis yang tersisa sangat tipis, tapi tubuhnya gemetaran ketakutan saat merasakan aura yang sangat kuat, bahkan aura kekuatan itu jauh melampaui kekuatan Tuannya, dan ia yakin aura kekuatan itu berasal dari aura kekuatan iblis yang dirasakannya.
Mereka memasuki pulau melayang milik Guan Juzi dan tiga orang lainnya, tapi mereka tidak menemukan apapun di ke-empat pulau melayang, termasuk istana di masing-masing pulau melayang.
Melihat itu mereka terus saja berkeliling melihat keadaan pulau melayang, berharap menemukan sesuatu yang berharga, yang mungkin dapat mereka manfaatkan untuk menaikkan kekuatan.
Raja Kerajaan Matahari yang lebih dulu meninggalkan pulau melayang milik Guan Juzi, ia melihat ratusan ribu mayat di permukaan tanah, tepat di bawah ke-empat pulau melayang. Melihat zirah yang dipakai seluruh mayat, ia bisa mengenali mayat-mayat itu merupakan prajurit empat penguasa utama Alam Langit.
“Tidak ada mayat dari prajurit milik Nona Shen Yiren,” ucapnya yang tidak melihat adanya prajurit Shen Yiren.
Ia mulai berpikir jika apa yang terjadi pada prajurit empat penguasa utama Alam Dewa, ada hubungannya dengan sosok Shen Yiren, tapi ia sangat yakin Shen Yiren seorang diri tidak mungkin dapat mengalahkan kekuatan besar ke-empat penguasa utama.
Jangankan bisa mengalahkan kekuatan besar empat penguasa utama, menghadapi kekuatan besar seorang Guan Juzi saja, Shen Yiren belum pernah sekalipun menang saat melakukan pertarungan satu lawan satu dengannya.
Namun, saat ini ia benar-benar tidak menemukan petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi pada empat penguasa yang ia yakini telah mati. “Apa mungkin aura kuat milik iblis yang sebelumnya aku rasakan adalah milik seorang iblis, yang telah membunuh ke-empat penguasa utama?”
“Ada kemungkinan Nona Shen Yiren tidak ikut dalam pembunuhan ke-empat penguasa, tapi ia berhasil dilumpuhkan oleh iblis itu, dan saat ini menjadi tawanan ras iblis karena ia satu-satunya yang tersisa dari lima penguasa Alam Langit!” pikir Raja Kerajaan Matahari, dan ia yakin jika apa yang dipikirkannya benar adanya.
Ketika tiga Raja muncul di dekatnya, ia mulai menunjukkan keberadaan ratusan ribu mayat para penguasa utama, dan ia menceritakan tentang aura kuat yang berasal dari ras iblis, yang sebelumnya pernah ia rasakan.
Mendengar semua informasi yang diberikan Raja Kerajaan Matahari, ketiga Raja lainnya, mereka memiliki keyakinan jika kematian tiga penguasa utama memang berhubungan dengan kekuatan iblis, tapi mereka sama-sama bingung, sejak kapan ada iblis sekuat itu?
Jika kekuatan iblis itu saja dapat mengalahkan ke-empat penguasa utama yang kekuatannya telah jauh melampaui mereka, terutama kekuatan Guan Juzi, lalu apa mungkin mereka dapat mengalahkan iblis itu?
Mereka yang mulai merasakan ketakutan pada kekuatan iblis yang telah membunuh ke-empat penguasa utama Alam Langit, dan menangkap Shen Yiren, mereka memutuskan kembali ke wilayah Kerajaan masing-masing, dan mulai bersiap menghadapi kekuatan yang mungkin tidak bisa mereka kalahkan.
...----------------...
Zhou Tian yang masih berada di dalam dunia jiwa, ia menyempurnakan pembangunan di dunia jiwa miliknya, dan ia membeli banyak telur binatang spiritual dari toko sistem, yang nantinya mereka semua akan menjadi penghuni tetap dunia jiwa miliknya.
Ia membeli seratus telur binatang spiritual, dan ia meletakkan telur-telur itu di tempat yang telah ia persiapkan untuk mempercepat penetasan telur. Setidaknya dibutuhkan waktu seratus hari sebelum telur-telur itu menetas.
Waktu seratus hari terasa sangat lama bagi Zhou Tian, tapi waktu seratus hari adalah waktu paling singkat untuk telur binatang spiritual menetas.
Jika di alam bebas tanpa tempat yang dipersiapkan secara khusus, telur binatang spiritual baru akan menetas paling cepat sekitar seribu tahun, bahkan ada yang mencapai puluhan ribu tahun baru telur-telur itu menetas.
Selesai menata telur-telur binatang spiritual supaya tidak menggelinding, Zhou Tian mendengar ada suara yang begitu merdu memanggil namanya, dan ia bisa menebak secara pasti siapa pemilik suara itu. Lagi pula hanya satu orang yang memanggilnya Gege.
“Ying’er,” ucapnya begitu kesadarannya keluar dari dunia jiwa.
Sebagai pemilik dunia jiwa, Zhou Tian hanya bisa mengirim kesadarannya memasuki dunia jiwa. Bagaimanapun juga dunia jiwa menyatu dengan raganya, jadi tidak mungkin baginya membawa raganya ke dunia jiwa.
Sementara itu, Zhu Ying tersenyum lembut membalas sapaan Zhou Tian, kemudian ia begitu saja melompat ke dalam pelukan Zhou Tian dengan perasaan senang.
Zhu Ying memeluk erat tubuh Zhou Tian, begitu juga Zhou Tian yang membalas erat pelukan Zhu Ying. Keduanya cukup lama berpelukan, dan sama sekali tidak peduli jika ada orang lain yang melihat mereka sedang berpelukan, meski nyatanya tidak ada orang lain yang saat ini melihat kelakuan mereka.
Zhu Ying menyuruh duduk di dekatnya, sedangkan dua wanita lainnya duduk tepat di depan mereka. Hanya ada meja yang menjadi pembatas Zhou Tian dengan Zhu Meili dan Shen Yiren.
Menikmati makan malam yang disajikan para pelayan yang berasal dari istana milik Shen Yiren, malam ini mereka makan bersama penuh canda tawa dari para wanita, sedangkan Zhou Tian hanya menyumbangkan senyuman melihat tingkah tiga wanita yang begitu ceria.
Meski tersenyum dan ikut senang seperti yang dirasakan ketiga wanita di dekatnya, Zhou Tian tetap waspada pada apa saja yang berada di sekitaran pulau melayanh miliknya dan juga milik Shen Yiren.
Apalagi setelah ia memutuskan pergi ke wilayah timur Alam Langit, ia diperingati sistem jika saat ini ada kekuatan besar yang tidak lama lagi akan menyusul pergerakan pulau melayang miliknya dan milik Shen Yiren. Sistem memang mengatakan kekuatan besar itu tidak sulit dikalahkan, tapi ia tetap saja waspada pada kekuatan itu.
Setelah selesai makan malam yang sebenarnya sudah selesai beberapa waktu yang lalu, Zhu Ying mengantarkan Zhu Meili dan Shen Yiren ke kamar yang akan mereka tempati, lalu ia pergi menyusul Zhou Tian yang sudah lebih dulu pergi ke kamar mereka.
Sebenarnya ia ingin satu kamar dengan Zhu Meili dan Shen Yiren, tapi ia adalah seorang istri, jadi kewajibannya adalah istirahat bersama sang suami.
Pagi harinya.
Seperti hari-hari sebelumnya, pagi ini Zhou Tian lebih dulu bangun dibandingkan Zhu Ying yang masih terlelap tidur, setelah semalam mereka melakukan pertarungan menyenangkan di atas ranjang.
[Tuan, sebentar lagi kita akan sampai di wilayah Kerajaan Matahari, sebaiknya Tuan meletakkan pulau melayang di luar wilayah Kerajaan Matahari, dan memasuki Kerajaan itu selayaknya orang-orang yang berkunjung ke wilayah kerajaan. Aku sarankan Tuan tidak tampil terlalu mencolok saat memasuki wilayah Kerajaan Matahari]
Mendengar itu, Zhou Tian segera bersiap untuk pergi ke wilayah Kerajaan Matahari, dan ia tidak tahu siapa-siapa yang akan dia ajak pergi.
Ia menghentikan pergerakan pulau melayang tidak begitu jauh dari perbatasan wilayah Kerajaan Matahari. Sebelumnya ia telah melakukan telepati dengan Shen Yiren, memberitahunya supaya segera menghentikan pergerakan pulau melayang miliknya.
Setelah kedua pulau melayang berhenti, Zhou Tian membuat formasi array untuk memperkuat perlindungan kedua pulau melayang, dan sekarang mustahil bagi orang-orang dengan kekuatan di bawah ranah Raja Dewa untuk melihat keberadaan kedua pulau melayang.
...----------------...
Wilayah Kerajaan Matahari.
Zhou Tian akhirnya pergi ke wilayah Kerajaan Matahari bersama dengan Zhu Ying, Zhu Meili, Shen Yiren, dan ketiga binatang kontraknya. Selain mereka, ada puluhan prajurit bayangan Shen Yiren, yang bertugas melindungi mereka dari kejauhan.
Berpenampilan biasa-biasa saja, penampilan mereka semua saat ini terlihat biasa-biasa saja, tidak ada bedanya dengan penampilan rakyat lapisan menengah kebawah, yang senantiasa menjalani kehidupan dalam kesederhanaan.
Bukan hanya berpenampilan sederhana, tapi mereka juga memutuskan jalan kaki memasuki wilayah Kerajaan Matahari. Bukannya tanpa alasan mereka pergi ke Kerajaan Matahari.
Dari informasi yang diberikan Shen Yiren pada mereka semua, di Kerajaan Matahari ada sebuah tempat yang dijadikan penjara terbesar, dan semua yang ada di penjara itu adalah iblis. Ada ribuan iblis berada di penjara, dan penjagaan tempat itu sangatlah ketat.
Baru saja memasuki kawasan wilayah Kerajaan Matahari melalui jalur hutan yang jarang dilewati orang-orang. Mereka bertemu dengan sekelompok siluman dalam wujud manusia yang sepertinya baru saja pulang berburu.
Jumlah mereka ada lebih dari dua puluh orang, dan rata-rata mereka adalah wanita dengan sosok paling kuat berada di ranah Dewa tingkat Puncak, yang mana ada dua orang dengan kekuatan sama kuat, bahkan rupa mereka memiliki kesamaan satu sama lain.
Kedatangan kelompok Zhou Tian membuat para siluman waspada, tapi setelah melihat kelompok Zhou Tian bukanlah ancaman, mereka menurunkan kewaspadaan, seolah tidak peduli dengan apa yang dilakukan kelompok Zhou Tian.
Zhou Tian sendiri juga tidak peduli dengan keberadaan mereka, dan ia memilih langsung saja pergi mengabaikan keberadaan mereka.
Setelah kelompok Zhou Tian pergi menjauh, dua wanita dengan rupa yang sama tiba-tiba bernapas lega, lalu salah satunya berkata, “Beruntung mereka bukan orang yang memiliki niatan buruk pada kita, kalau saja mereka memiliki niatan buruk pada kita, bisa dipastikan kita tidak akan bertahan lama menghadapi kekuatan besar mereka!”
“Apa mereka sangat kuat?” tanya rekan satu kelompoknya.
“Ya, mereka sangat kuat, bahkan aku merasa kekuatan mereka semua telah melampaui ranah Dewa Bumi!”
Mendengar itu, mereka semua kini bernapas lega karena tidak menjadi incaran kelompok kuat, yang mana Raja Kerajaan Matahari sekalipun belum tentu bisa mengalahkan kelompok itu.
...----------------...
Bersambung.