Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Membuktikan Kebenaran Sebuah Informasi


Zhou Tian tersenyum kecil saat mendengar informasi yang baru diberikan sistem. Sekarang yang berada di dalam jiwanya merupakan sistem tanpa jiwa, dikarenakan jiwa sistem yang telah berwujud Zhu Fei lebih memilih tinggal di Dunia Jiwa, bersama ketiga istri Zhou Feng.


[Tuan, terdapat lima sosok Jenderal Utama ras manusia yang menuju Benua Selatan]


[Kekuatan mereka sedikit lebih kuat dari kedua Jenderal Utama yang telah Tuan kalahkan]


[Kali ini mereka yang datang, dua orang memiliki kekuatan di ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Sempurna, dua orang di ranah Raja Dewasa Surgawi tingkat Awal, dan satu orang terakhir berada di ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Menengah]


[Dengan kecepatan mereka, kemungkinan besok Tuan akan bertemu dengan mereka dalam perjalanan menuju wilayah ras Dewa]


Suara sistem yang didengar Zhou Tian saat ini sangatlah kaku, jauh lebih baik saat sistem masih memiliki jiwa Zhu Fei. Tapi semua itu tidak terlalu masalah bagi Zhou Tian, selama seluruh fungsi sistem masih bisa digunakan.


Senyum kecil Zhou Tian masih terlihat dan ia senang karena sebentar lagi akan bertemu musuh lebih kuat dari sebelumnya, dan ia kali ini tidak berencana membunuh mereka secara cuma-cuma, melainkan ia akan menyerap kekuatan mereka, dan menggunakannya untuk meningkatkan kekuatannya.


Sedangkan Zhou Lin dan Zhou Gang, keduanya hanya fokus pada perjalanan mereka, dan keduanya tidak menyadari kalau Zhou Tian baru saja tersenyum, bahkan mereka tidak akan sadar kalau Zhou Tian sedang tersenyum karena kecilnya senyuman Zhou Tian.


“Aku tidak lagi merasakan adanya prajurit suci ras manusia di sekitar tempat ini, tapi aku justru merasakan aura keberadaan siluman tidak jauh dari tempat ini,” ucap Zhou Gang.


Zhou Tian dan Zhou Lin menganggukkan kepala mereka, sebab mereka juga merasakan apa yang dirasakan Zhou Gang, dan jika terus bergerak lurus mereka akan sampai di tempat yang terdapat banyak aura keberadaan siluman.


Swush... Swush... Swush...


Belasan sosok berzirah abu-abu muncul di hadapan Zhou Tian dan dua orang lainnya, yang memaksa ketiganya berhenti. Zhou Tian tidak merasa pernah membuat kesalahan pada belasan orang, yang ia ketahui mereka adalah para siluman.


Yakin tidak pernah melakukan kesalahan pada ras siluman sejak menginjakkan kaki di dataran Alam Dewa, Zhou Tian yakin ia tidak akan terlibat masalah dengan mereka, dan ada ia mungkin kalau kelompok kecilnya hanya kebetulan dipertemukan di tengah-tengah jalan.


“Apa yang sedang kalian lakukan di tempat ini?” tanya salah satu sosok berzirah abu-abu.


Mendapatkan pertanyaan, Zhou Tian dengan sopan memberi jawaban, “Tuan-tuan sekalian, kami hanya sekedar melewati tempat ini, dan tidak ada urusan lainnya. Jika Tuan-tuan ingin mengetahui tujuan kami, tujuan kami adalah Benua Tengah!” Cukup sampai disitu jawaban yang diberikan Zhou Tian, dan ia tidak memberitahu apa yang menjadi tujuannya di Benua Tengah.


Belasan sosok siluman berzirah abu-abu, mereka saling lirik satu sama lain, lalu tidak lama kemudian mereka membiarkan Zhou Tian dan dua orang lainnya pergi melewati mereka. “Berhati-hatilah pada keberadaan prajurit suci ras manusia karena kami tidak bisa membantu jika kalian berurusan dengan mereka!” ucap sosok yang sama.


“Baiklah, kami akan selalu berhati-hati dengan keberadaan mereka!” balas Zhou Tian, dan ia bersama kedua saudaranya kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda beberapa saat.


Sementara itu, belasan siluman berzirah abu-abu yang merupakan prajurit suci ras siluman, setelah kepergian Zhou Tian dan dua orang lainnya, mereka terlibat pembicaraan sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju perkemahan besar prajurit suci ras siluman.


“Apa kalian merasa jika tiga iblis barusan bukanlah sosok biasa? Melihat ketenangan mereka, dan balasan salah satu dari mereka sebelum pergi yang aku merasa orang itu tidak takut pada sosok prajurit suci ras manusia, aku yakin mereka bukanlah sosok iblis biasa!”


“Sedari awal bertemu mereka, aku sudah memiliki keyakinan jika mereka bukanlah sosok iblis biasa, yang selama ini sering kita temui. Mereka sangat tenang, dan tidak ada ketakutan dalam sorot mata mereka, jauh berbeda dari iblis lainnya yang terlalu banyak menyimpan ketakutan.”


“Iblis yang bicara dengan kita, usianya belum genap 20 tahun, tapi ia sudah memiliki kekuatan di ranah Dewa Surgawi, kekuatan yang berada di atas sebagian dari kita. Namun, aku merasa kekuatan itu bukanlah kekuatan aslinya!”


“Jadi, menurutmu iblis itu memiliki kekuatan diatas ranah Dewa Surgawi? Coba katakan padaku, kira-kira berada di ranah apa kekuatan iblis itu? Jujur saja, soal menilai suatu hal aku sangat mempercayaimu yang tidak pernah salah saat menilai sesuatu!”


Salah satu dari mereka memang ahli dalam menilai sesuatu, dan selama ini penilaiannya senantiasa tepat. Oleh karena itu, teman-temannya senantiasa percaya pada penilaiannya.


“Aku tidak yakin apa penilaianku kali ini benar, tapi aku meyakini iblis itu memiliki kekuatan setidaknya berada di ranah Raja Dewa Surgawi, yang mana itu setara dengan kekuatan Jenderal Utama istana Dewa ras siluman ataupun ras manusia. Dengan kekuatannya, wajar jika ia tidak takut pada keberadaan prajurit suci ras manusia.”


Penilaiannya memang sulit untuk dipercaya, tapi mengingat selama ini ia tidak pernah salah dalam menilai sesuatu, teman-temannya memilih percaya dengannya.


“Kalau benar iblis itu memiliki kekuatan di ranah Raja Dewa Surgawi, aku yakin cepat atau lambat kekuatan para iblis akan segera bangkit, dan mereka akan kembali mengambil apa yang dulunya milik mereka!”


Mereka semua tersenyum senang mendengar adanya kabar baik yang berhubungan dengan ras iblis. Bagaimanapun juga mereka adalah orang-orang yang sedari awal menentang keikutsertaan ras siluman, dalam membantu ras manusia mengalahkan ras iblis.


Selama ini mereka yakin jika ras manusia adalah ras paling serakah, dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka miliki. Oleh karena itu mereka sangat senang saat Dewa ras siluman memutuskan tidak lagi berada di pihak ras manusia, dan memilih berada di posisi netral.


Dihadapan banyak orang yang berasal dari ras manusia, Dewa ras siluman senantiasa menekankan jika ras siluman berada di posisi netral, tapi nyatanya di belakang mereka yang berasal dari ras manusia, Dewa ras iblis memberi perintah untuk membantu mengamankan keberadaan para iblis, jika ada siluman yang bertemu mereka.


Oleh karena itu, sekarang banyak siluman yang diam-diam melindungi keberadaan para iblis, dan tidak sedikit yang mencari keberadaan iblis muda untuk dilatih berkultivasi, sehingga kedepannya mereka bisa melindungi diri sendiri.


Tidak lama kemudian belasan prajurit suci ras siluman telah sampai di tempat yang menjadi tujuan mereka, sedangkan di waktu yang sama, Zhou Tian dan dua orang lainnya memutuskan beristirahat di sebuah desa yang membebaskan orang dari luar desa, singgah di dalam desa. Dengan membayar masing-masing satu kristal roh tingkat rendah, mereka bisa memasuki desa untuk sekedar istirahat, makan, serta minum.


Kini Zhou Tian dan yang lainnya sudah berada di kedai makan sederhana pinggir jalan, dan dihadapan mereka sudah tersaji banyak makanan dan minuman, yang sebelumnya telah mereka pesan. Sambil menikmati makanan dan minuman di atas meja, mereka yang kali ini berpenampilan selayaknya manusia, mereka sesekali mencuri dengar pembicaraan orang-orang di kedai makan.


Mendengar banyak informasi yang tidak penting, akhirnya mereka mendengar informasi yang berhubungan dengan ras iblis dan juga keberadaan prajurit suci ras manusia di Benua Selatan Alam Dewa.


Informasi yang mereka dapatkan adalah tentang hukuman mati yang akan dilakukan pada puluhan ribu iblis, di malam hari ini. Hukuman mati akan dilakukan oleh prajurit suci, dan tempat berlangsungnya hukuman mati adalah kota yang berjarak setengah hari perjalanan dari desa, yang sekarang disinggahi Zhou Tian dan dua orang lainnya.


Mendengar informasi yang begitu penting, mereka ingin mengecek kebenaran informasi itu dengan pergi ke kota yang akan dijadikan sebagai tempat eksekusi mati puluhan ribu iblis. Jika informasi itu benar, tujuan mereka adalah membebaskan seluruh iblis di tempat itu tanpa terkecuali.


Masih makan dan minum dengan tenang, ketiganya berusaha bersikap biasa-biasa saja, untuk tidak memancing kecurigaan orang-orang yang berada di dekat mereka. Sejak masuk ke dalam kedai makan mereka tahu ada beberapa orang sedang mengawasi mereka, tapi ketiganya bersikap biasa-biasa saja, dan mengabaikan orang yang sepertinya sudah tidak lagi menaruh perhatian lebih pada mereka.


Selesai makan, Zhou Tian membayar seluruh makanan dan minuman yang telah habis, dan setelahnya mereka pergi keluar kedai. Saat sudah berada di luar kedai, kembali Zhou Tian dan dua orang lainnya merasa ada yang mengawasi keberadaan mereka, tapi mereka acuh dan begitu saja melangkahkan kaki keluar desa.


“Adik Tian, apa perlu kita bunuh mereka yang terus mengikuti kita? Jujur saja keberadaan mereka sangatlah mengganggu!” ucap Zhou Lin mengirim pesan telepati pada Zhou Tian.


“Kakak Lin, abaikan saja mereka, begitu juga denganmu, kakak Gang. Kita baru akan menindak tegas mereka, jika mereka secara terang-terangan mengganggu kita! Selama mereka hanya mengikuti, anggap saja mereka orang-orang yang kebetulan memiliki tujuan yang sama dengan kita!” balas Zhou Tian, dan dengan bantuan peta sistem ia membawa Zhou Lin dan Zhou Gang ke kota yang akan menjadi tempat eksekusi puluhan ribu iblis.


Mendengar apa yang dikatakan Zhou Tian melalui telepati, Zhou Lin dan Zhou Gang hanya mengangguk pelan, dan mereka segera mengikuti kemanapun Zhou Tian pergi, meski mereka sudah tahu tempat yang menjadi tujuan Zhou Tian. Sementara orang-orang yang mengawasi mereka, melihat arah yang dituju Zhou Tian dan yang lainnya, mereka yakin jika tujuan ketiganya adalah kota, yang juga menjadi tujuan mereka.


Mereka masih yakin, jika keberadaan mereka belum diketahui oleh tiga orang, yang sejak berada di kedai makan telah mereka ikuti. “Gege, apa kamu yakin mereka akan pergi ke kota itu, dan membebaskan iblis yang ingin dieksekusi mati? Jika itu yang menjadi tujuan mereka, bukannya lebih baik kita bekerjasama dengan mereka!” ucap pria termuda diantara lima pria yang mengikuti kelompok kecil Zhou Tian.


“Untuk mereka pergi ke kota itu atau tidak, seharusnya kamu bisa melihat kemana arah tujuan mereka. Lalu untuk apa tujuan mereka ke kota itu, aku yakin tujuan mereka adalah untuk membebaskan para iblis di kota itu, dan aku merasa sebaiknya kita tidak ikut campur dengan apa yang akan mereka lakukan, dikarenakan keberadaan kita hanya akan mengganggu mereka, jika kita memaksakan diri ikut terlibat apa yang ingin mereka lakukan.”


“Jadi menurut Gege kita hanya akan menjadi penonton, apa yang nantinya mereka lakukan?” tanya pria paling muda, yang dijawab anggukan kepala orah pria yang ia beri pertanyaan, dan setelahnya mereka fokus mengikuti kemana perginya kelompok Zhou Tian.


Zhou Tian yang sebenarnya terus mengawasi pergerakan lima orang yang terus mengikutinya, ia sama sekali tidak menganggap mereka sebagai ancaman. Selain mereka tidak menunjukkan niatan buruk pada dirinya maupun kedua saudaranya, ia juga merasa kekuatan mereka berlima terlalu lemah untuk mencari masalah dengannya, bahkan Zhou Lin seorang diri cukup untuk memusnahkan mereka.


Namun, saat Zhou Tian fokus merasakan aura kelima orang yang mengikutinya, senyuman tipis terlihat di wajahnya, setelah ia tahu kalau mereka berlima adalah para iblis, yang memiliki kemampuan merubah diri selayaknya manusia seutuhnya. “Jika kalian memiliki tujuan yang sama dengan kami, maka kemarilah, dan jangan menjadi penguntit yang sangat mengganggu konsentrasiku!”


Zhou Tian tenang mengirim pesan telepati pada salah satu iblis yang ia anggap pemimpin mereka, dikarenakan iblis itu adalah yang paling kuat dari mereka, meski kekuatannya masih berada di ranah Raja Dewa tingkat Menengah.


Sementara itu, iblis yang mendengar telepati Zhou Tian, jelas saja ia terkejut karena ternyata orang yang ia buntuti, sudah mengetahui keberadaannya. “Tuan, maafkan kami yang sudah mengganggu!” balasnya melalui telepati, lalu ia membawa ke-empat saudaranya pergi menghampiri Zhou Tian dan dua orang lainnya, yang sengaja berhenti menanti kedatangannya.


Zhou Tian melihat kearah mereka yang baru datang, dan ia tersenyum. “Kita akan melanjutkan perjalanan bersama, dan jangan jauh-jauh dari kami!” ucap Zhou Tian dan setelahnya ia langsung saja pergi melanjutkan perjalanan.


Zhou Lin dan Zhou Gang yang sudah tahu jika kelima orang itu adalah iblis yang sedari tadi mengikuti mereka, akhinya keduanya memilih membiarkan kelima iblis itu berada di tengah-tengah rombongan, sedangkan mereka berjaga di posisi paling belakang.


Zhou Tian yang berada di barisan depan, ia bisa merasakan banyak orang bergerak ke arah yang sama. Selain mereka yang berasal dari raa manusai, banyak juga yang berasal dari ras siluman. Namun, ia tidak menyangka jika dalam bayang-bayang orang-orang dari ras siluman, di dalam bayang-bayang mereka terdapat iblis yang sedang bersembunyi.


Bisa terlihat kalau bayang-bayang adalah tempat bersembunyi yang aman, dan seandainya Zhou Tian tidak memiliki teknik mata emas, tentunya ia tidak akan bisa mengetahui keberadaan para iblis yang bersembunyi di bayang-bayang pra siluman.


Zhou Tian tersenyum melihat hubungan baik antara ras iblis dan ras siluman, dan sekarang ia yakin jika informasi yang sebelumnya didengar merupakan kebenaran.


Swush... Swush... Swush...


Akhirnya Zhou Tian dan yang lainnya telah sampai di kota yang akan menjadi tempat eksekusi mati puluhan ribu iblis, dan terlihat dihadapan mereka ratusan orang sedant mengantre memasuki kota. Untuk memasuki kota, mereka yang bukan penduduk asli kota harus membayar 10 kristal roh tingkat rendah, untuk bisa memasuki kota.


Setelah beberapa waktu mengantre dan melalui pemeriksaan ketat, selesai membayar biaya masuk, akhirnya Zhou Tian dan yang lainnya mendapatkan izin memasuki kota, tapi karena mereka bukan penduduk asli kota, mereka hanya diizinkan tinggal selama 10 hari, dan jika ingin memperlama waktu tinggal, mereka harus membayar sesuai jumlah yang mereka bayar saat pertama kali memasuki kota.


Berada di dalam kota, Zhou Tian dan yang lainnya pergi ke tempat yang dekat dengan penjara, yang diperkirakan menjadi lokasi dipenjarakannya puluhan ribu iblis yang malam ini akan dieksekusi mati. Masih memanfaatkan peta dari sistem, tidak sulit bagi Zhou Tian menemukan keberadaan penjara itu, dan sekarang ia serta yang lainnya sedang bersantai di kedai teh, yang berjarak ratusan meter dari penjara.


Sambil meminum teh pesanannya, Zhou Tian melihat sekeliling, dan dengan menggunakan teknik mata emas, ia melihat banyak iblis sedang menyamar, dan pandang mereka begitu fokus pada penjara setiap sudut bagian penjara.


Zhou Tian baru saja tahu jika iblis yang berada di dalam penjara merupakan kelompok besar iblis yang terpaksa meninggalkan dunia kecil tempat mereka bersembunyi, dikarenakan di tempat itu sudah tidak lagi tersedia makanan untuk mereka. Naas, baru juga keluar dunia kecil, mereka sudah langsung ditangkap ratusan ribu prajurit suci, dan malam ini mereka semua akan menjalani hukuman mati.


‘Selama ada aku disini, tidak akan pernah ada yang namanya hukuman mati untuk para iblis!’ ucap Zhou Tian dalam hati, dan ia akan membuktikan kebenaran dari ucapannya.


...----------------...


Bersambung.