
Sosok Zhou Tian muncul di atas permukaan air, tidak jauh dari sosok Naga berkepala lima, “Kehilangan satu kepala tidak akan membuatnya mati!” ucapnya.
Melihat ke arah kapal raksasa yang sudah mengalami banyak kerusakan, Zhou Tian menunjukkan sorot mata tajam yang memancarkan cahaya merah. “Sekumpulan manusia lemah, yang seharusnya sudah mati jika aku tidak ada di tempat ini!” gumamnya.
“Kalian sebaiknya diam di dalam sana, dan jangan ikut campur apapun yang akan aku lakukan pada monster itu!” ucap Zhou Tian pada mereka yang ada di dalam kapal raksasa sambil menunjuk sosok Naga yang kini hanya memiliki empat kepala.
Seluruh prajurit suci dan semua orang di dalam kapal raksasa tahu jika Zhou Tian adalah iblis, dan mereka jelas mendengar apa yang diucapkan oleh Zhou Tian.
Beberapa sosok yang sangat tidak menyukai keberadaan iblis di Alam Dewa, mereka ingin sekali menghabisi sosok Zhou Tian saat ini juga, tapi mengingat keadaan mereka yang sedang terancam oleh keberadaan monster laut, mereka terpaksa menahan diri.
Di tempatnya, Zhou Tian tahu jika banyak orang yang tidak menyukai keberadaannya, bahkan mereka terang-terangan menunjukkan niat permusuhan dengannya. Tidak menyukai keberadaan orang-orang seperti itu, ia langsung saja menekan mereka menggunakan aura kekuatannya. “Rasanya aku ingin membunuh kalian yang tidak menyukaiku, tapi saat ini bukan giliran kalian yang bakalan mati do tanganku, jadi jangan sia-siakan kesempatan yang aku berikan pada kalian!” ucap Zhou Tian.
Sementara itu, orang-orang yang secara terang-terangan menunjukkan ketidak sukaan mereka pada Zhou Tian, saat ini mereka telah jatuh tersungkur, dengan posisi tengkurap. Tidak ada dari mereka yang bisa bergerak, ataupun membebaskan diri dari kekuatan yang menekan mereka, bahkan ada beberapa dari mereka sudah kehilangan kesadaran, dikarenakan tidak kuasa menahan tekanan kekuatan Zhou Tian.
Seketika ekspresi wajahnya semua orang menjadi jelek, dikarenakan mereka kini tahu jika sosok iblis yang terlihat jauh lebih kuat dari mereka semua. “Iblis itu muncul dari bawah air, apa mungkin ia sosok iblis air?” ucap pemimpin prajurit suci ras manusia, yang berada di kapal raksasa.
Keberadaan sosok iblis yang hidup di air dan memiliki kekuatan luar biasa, semua itu baru pertamakali dilihat oleh mereka, yang selama ini hanya tahu keberadaan iblis di daratan. Jika anggapan iblis adalah sosok lemah senantiasa mereka sematkan pada iblis yang hidup di daratan, mereka tidak memiliki keberanian menganggap iblis yang hidup di air adalah sosok lemah.
Kalau saja Zhou Tian tahu apa yang saat ini dipikirkan oleh semua orang di kapal raksasa, mungkin ia akan tertawa karena menganggap semua itu sebagai lelucon. Ia bukanlah iblis air seperti yang orang-orang itu pikirkan, dan nyatanya memang tidak ada iblis yang tinggal di dalam air.
Semua orang yang ada di dalam kapal raksasa, mereka berjanji pada diri mereka untuk tidak menyinggung sosok iblis yang saat ini sedang berhadap-hadapan dengan monster laut berwujud Naga berkepala lima, yang sekarang hanya memiliki empat kepala, setelah salah satu kepalanya telah dihancurkan oleh Zhou Tian.
Kembali ke sisi Zhou Tian, ia sekarang tidak lagi menaruh perhatian pada mereka yang ada di kapal raksasa, dikarenakan tidak lagi merasakan adanya ancaman dari mereka. Perhatiannya saar ini sepenuhnya tertuju pada sosok Naga, yang terlihat marah padanya, setelah apa yang ia lakukan pada salah satu kepala Naga itu.
“Jika kau ingin membunuhku setelah apa yang aku lakukan pada salah satu kepalamu, maka lakukanlah! Akan tetapi, jangan pernah menyesal jika pada akhirnya bukan aku yang mati di tanganmu, melainkan kamu yang mati di tanganku!” ucap Zhou Tian, dan dengan pedang Naga Kegelapan yang sudah dipegang erat menggunakan kedua tangannya, ia sudah siap menghadapi serangan musuh, kapanpun musuh datang menyerang.
“Kalau kamu tidak ingin menyerangku lebih dulu, biar aku yang lebih dulu menyerangmu!” ucap Zhou Tian dan langsung saja ia bergerak cepat menyerang monster laut berwujud Naga dengan sisa empat kepala.
Saat Zhou Tian bergerak maju menyerangnya, sosok Naga yang menjadi lawannya tiba-tiba membawa tubuhnya menyelam ke dalam lautan. Melihat itu, Zhou Tian terkekeh pelan, dan setelahnya ia berkata, “Apa kau pikir aku akan menyerah dengan kau menyelam ke dalam air? Sayangnya, kemanapun kau pergi aku pasti akan datang untuk mengambil nyawamu!”
Sosok Zhou Tian ikut menyelam ke dalam lautan, dan dengan mudah ia menemukan keberadaan sosok Naga dengan empat kepala, dimana sosok itu seolah sedang menanti kedatangannya. “Keunggulanmu saat berada di dalam air tidak akan banyak berguna saat berhadapan denganku!” ucapnya, saat sudah berada di dalam lautan.
Efek dari kedua pil yang dikonsumsi Zhou Tian, selain membuat ia bisa bergerak bebas dan bernapas di dalam air, efek lain dari kedua pil itu adalah membuat Zhou Tian bisa berbicara di dalam air, selayaknya seperti saat ia bicara di permukaan air.
Zhou Tian bergerak menghindar, saat Naga yang menjadi lawannya menyerang dengan menggerakkan ekornya. Gerakan ekor itu sangat cepat, terlambat menghindar, bisa membuat Zhou Tian mengalami luka, meski itu bukan luka yang berdampak buruk pada keadaan tubuhnya. Namun, luka itu tetap saja akan mempengaruhi pergerakannya di dalam air.
Slash... Slash... Slash...
Selayaknya pedang, ekor Naga terus saja bergerak cepat menargetkan keberadaan Zhou Tian. Mendapatkan serangan bertubi-tubi yang menargetkan dirinya, Zhou Tian untuk saat ini terus saja menghindar, tapi saat menghindar ia terus saja berusaha mencari titik lemah sosok Naga yang menjadi lawannya. Begitu ia menemukan titik lemah itu, tidak akan sulit baginya mengalahkan lawannya saat ini.
Namun, tidak mudah rasanya mencari titik lemah musuh, saat ia mencari keberadaan titik lemah itu sambil menghindari serangan musuh. “Kepala, tangan, dan kaki bukanlah tempat keberadaan titik lemahnya. Kemungkinan titik kelemahan Naga itu berada di tubuhnya!” gumamnya.
Slash... Slash... Slash...
Serangan demi serangan terus saja dilakukan oleh sosok Naga dengan empat kepala yang menjadi lawan Zhou Tian, tapi sampai saat ini Zhou Tian masih tidak mengalami kesulitan menghindari serangan lawannya. Sekalipun lawannya menggunakan serangan cairan racun yang dikeluarkan dari ke-empat mulutnya, Zhou Tian masih memiliki banyak kesempatan menghindari serangan mereka.
Sementara itu, wajah orang-orang di dalam kapal raksasa terlihat tegang, menanti hasil akhir dari pertarungan yang terjadi di bawah sana. Di lain sisi mereka berharap iblis air itu mati, tapi jika iblis itu mati, mereka pasti mati di tangan monster laut. Berharap monster laut mati, meski ada kemungkinan mereka selamat dan bisa melanjutkan perjalanan jika monster laut mati, tidak menutup kemungkinan mereka akan dipertemukan dengan sosok sekuat iblis air di masa depan.
Namun, bagi mereka yang selama ini tidak pernah mempermasalahkan keberadaan iblis di Alam Dewa, baik itu iblis di daratan maupun iblis yang ada di lautan, mereka sangat berharap monster laur mati di tangan iblis air. Kematian iblis air, itu adalah tanda jika masih ada hari esok untuk mereka.
Boom... Boom... Boom...
Mereka yang berada di kapal raksasa dapat mendengar suara ledakan dari arah dasar lautan. Sedangkan Zhou Tian yang berada di dekat sumber ledakan, ia hanya terkekeh pelan setelah berhasil menghindari tembakan bola-bola air, yang ditembakkan empat kepala Naga.
Merasakan kekuatan tembakan bola-bola air, Zhou Tian meyakinkan dirinya untuk menghindari serangan itu, dikarenakan serangan itu bisa membahayakan kehidupannya. “Untung saja aku cepat menghindar, terlambat sedikit saja, mungkin tubuhku sudah dipenuhi lubang menganga lebar,” ucapnya pelan.
Boom... Boom... Boom...
Puluhan bola-bola air ditembakkan oleh empat kepala Naga, dan bola-bola air begitu saja meledak setelah gagal mengenai target, yang mama target bola-bola air adalah sosok Zhou Tian. Meski masih gagal menyerang lawannya, Naga dengan ke-empat kepala tidak langsung menyerah. Ia terus saja menyerang Zhou Tian, dan serangan kali ini jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.
Sosok Naga dengan empat kepala terlihat sangat ingin mengakhiri hidup Zhou Tian, tapi kenyataannya, apapun yang ia lakukan, semuanya berhasil dihindari oleh Zhou Tian, bahkan tidak satupun serangannya berhasil menggores pakaian yang dipakai Zhou Tian.
Semua serangan Naga dengan empat kepala hanya mengenai tempat kosong, dan itu terus-terusan terjadi.
Groooaaaah...
Ke-empat kepala Naga meraung saat lagi-lagi gagal melukai Zhou Tian.
“Jangan marah karena tidak bisa melukaiku! Kau tidak bisa melukaiku, itu dikarenakan kau sangat lemah, dan sosok lemah sepertimu tidak mungkin dapat melukaiku!” ucap Zhou Tian, meremehkan kekuatan monster laut berwujud Naga dengan empat kepala. “Kesempatan menyerangmu sudah habis, sekarang giliranku yang akan menyerangmu!” ucap Zhou Tian, dan dengan pedang Naga Elemen yang terselimuti kekuatan elemen petir kekacauan, ia melesat maju menyerang musuhn.
Kecepatan yang ditunjukkan Zhou sangatlah cepat, meski ia saat ini sedang bergerak di dalam air. Melihat kecepatan bergeraknya di dalam air, rasanya memang pas menjulukinya sebagai iblis air.
“Aktifkan seluruh kekuatan yang aku miliki!” ucap Zhou Tian pada dirinya sendiri, dan saat ini juga kekuatan yang ada dalam tubuhnya aktif, membuat kekuatannya meningkat dengan sangat cepat.
Saat sebelumnya ia muncul ke permukaan air, ia sengaja menonaktifkan kekuatan Tubuh Dewa Iblis dan kekuatan Darah Dewa Iblisnya.
Semua itu sengaja ia lakukan untuk merahasiakan identitasnya sebagai sosok Dewa Iblis selanjutnya, dari puluhan ribu orang yang berada di dalam kapal raksasa.
Sekarang ia telah mengaktifkan kembali seluruh kekuatannya, dan kini ia sama sekali tidak kesulitan melawan sosok Naga dengan empat kepala, yang mana kekuatannya setara dengan kultivator ranah Kaisar Dewa Tingkat Awal.
Slash... Slash... Slash... Slash...
Tebasan demi tebasan dilakukan Zhou Tian untuk melukai tubuh Naga dengan empat kepala, yang mana tubuh Naga itu sangatlah besar, jauh lebih besar dari sosok Naga Hijau yang sudah lebih dulu berhasil dikalahkan.
Zhou Tian berhasil melukai tubuh Naga berkepala empat, tapi luka-luka di tubuh Naga itu dengan cepat menghilang. “Kemampuan monster laut ini sangatlah curang! Dengan kemampuan itu, mereka bisa begitu cepat menyembuhkan luka, sekalipun luka-luka itu memenuhi seluruh bagian tubuhnya!” keluh Zhou Tian, melihat lawannya terus-menerus menyembuhkan lukanya.
[Tuan sebenarnya bisa langsung bisa membunuh monster laut itu menggunakan teknik Tangan Dewa Kematian. Namun, Tuan harus bersentuhan dengan salah satu kepal monster itu, supaya teknik Tuan bisa langsung membunuhnya]
“Menyentuh langsung salah satu kepalanya? Itu tidak sulit, tapi juga tidak mudah. Jika dengan menyentuh kepalanya aku bisa mengakhiri hidupnya, dengan senang hati aku akan melakukannya!” ucap Zhou Tian. “Teknik percepatan, Langkah Cahaya! Teknik tebasan, Tebasan Kematian!” teriak Zhou Tian, dan ia menggunakan dua teknik dalam satu waktu.
Gerakan Zhou Tian yang dipercepat teknik Langkah Cahaya, membuat kecepatannya sepuluh kali lebih cepat dari sebelumnya, lalu dengan teknik Tebasan Kematian, ia mulai menyerang satu-persatu kepala Naga.
Slash... Slash... Slash...
Tiga tebasan ia arahkan pada salah satu kepala Naga, dan akhirnya kepala itu terpotong-potong, membuat Naga yang menjadi lawannya kini hanya memiliki tiga kepal. Namun, ia tidak berhenti sampai di situ. Kembali ia mengirim tebasan ke arah kepala lainnya, dan ia juga mengirim tebasan ke arah tubuh Naga.
Setelah ratusan kali tenasa ia lakukan, Zhou Tian dapat melihat jelas karya indahnya. Naga berkepala lima dalam waktu yang begitu singkat telah kehilangan empat kepalanya. Selain itu ia juga kehilangan sebagian ekornya, dan ada luka menganga lebar di dada Naga.
Zhou Tian bersiap melakukan serangan akhir yang akan mengakhiri hidup lawannya, tapi sebelum melakukan itu, ia terlebih dahulu menyimpan pedang Naga Kegelapan ke dalam tubuhnya. “Teknik Tangan Dewa Kematian!” teriak Zhou Tian, lalu tidak lama kemudian aura kematian yang sangat kuat mulai terasa, dan semua itu bersumber dari tangan kiri Zhou Tian.
Zhou Tian menarik napas panjang, lalu ia bergerak sangat cepat mendekati kepala Naga, dan langsung saja ia mengulurkan tangan kirinya menyentuh kepala Naga.
Swosh...
Aura kematian yang sangat kuat menyelimuti tubuh Naga, yang saat ini hanya bisa pasrah menerima apa yang terjadi padanya. Naga itu merasa kekuatan serta aura kehidupannya diserap oleh tangan yang menyentuh kepalanya, dan lama kelamaan ia merasa dunianya semakin gelap, sampai akhirnya ia mati dengan tubuh berubah menjadi abu yang hilang melebur menjadi satu dengan air laut.
“Akhirnya aku bisa membunuhnya!” ucap Zhou Tian, dan ia melihat jumlah poin pengalamannya cukup untuk membuatnya menerobos ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Awal.
Namun, ia baru akan melakukan terobosan setelah sampai di daratan Benua Tengah, dan untuk sekarang sebaiknya ia keluar dari dasar lautan, lalu kembali melanjutkan perjalanan.
“Waktuku semakin menipis, secepatnya aku harus segera sampai di wilayah ras Dewa! Bagaimanapun juga aku harus ikut kompetisi itu dan menjadi pemenangnya!” ucap Zhou Tian penuh semangat, lalu ia segera pergi melanjutkan perjalanan.
...----------------...
Bersambung.