
Pulau melayang milik Zhou Tian bergerak mendekati sebuah kota. Meski jarak dari kota itu masih berkisar puluhan kilometer, Zhou Tian dan Zhu Ying yang berada di bagian depan pulau, mereka sudah dapat melihat keberadaan kota itu. Melihat keberadaan kota, Zhou Tian memutuskan menghentikan laju pulau melayang, dan ia memilih pergi ke kota itu dengan berjalan kaki, berdua dengan Zhu Ying.
Seperti sebelumnya, saat melihat pulau melayang berhenti di suatu tempat, banyak orang berdatangan hanya untuk melihat-lihat seperti apa keadaan pulau melayang itu, tapi tidak sedikit orang yang datang untuk mengambil alih kepemilikan pulau melayang dari pemiliknya saat ini.
Namun, mereka buru-buru pergi menjauh saat merasakan aura Dewa Bumi muncul dari pulau melayang. Dikarenakan Zhou Tian memiliki kekuatan di ranah Dewa Bumi, pulau melayang miliknya dapat mengeluarkan aura setara dengan kekuatannya.
Orang-orang yang tidak ingin celaka karena menyinggung pemilik pulau melayang meski mereka ingin merebut kepemilikan pulau itu, mereka memilih pergi menjauh karena tidak mungkin bagi mereka mengalahkan kekuatan seorang kultivator yang memiliki kekuatan di ranah Dewa Bumi.
...----------------...
Zhou Tian dan Zhu Ying meninggalkan pulau melayang setelah formasi array yang melindungi pulau melayang aktif. Dengan adanya formasi array pelindung, siapapun yang memiliki kekuatan di bawah kekuatan Zhou Tian, mustahil bagi mereka bisa mendekati pulau melayang.
Kepergian keduanya tidak ada yang tahu, dan hanya dalam sekejap saja mereka telah sampai di depan gerbang kota.
Terdapat antrean yang tidak terlalu panjang saat mereka ingin memasuki kota, dan setelah beberapa saat mengantre, akhirnya tiba giliran mereka memasuki kota.
“Ternyata mata uang di Alam Langit adalah kristal roh.” Beruntung Zhou Tian bisa menukar poin sistem tidak terbatasnya dengan kristal roh, jadi ia tidak kekurangan uang selama berada di Alam Langit.
Satu poin sistem dapat ditukar dengan satu juta kristal roh tingkat tinggi, yang setara dengan satu miliar kristal roh tingkat rendah. Untuk memasuki kota ia dan Zhu Ying cukup membayar masing-masing sepuluh kristal roh tingkat rendah, yang artinya ia masih banyak memiliki kristal roh dari hasil penukaran satu poin sistem.
Memasuki kota dengan penampilan manusia, keduanya dapat melihat kota yang cukup ramai dan terlihat orang-orang di kota memiliki tingkat perekonomian yang sangat baik.
Terbukti dengan tidak adanya pengemis di jalanan, dan sejauh mata memandang, keduanya sama sekali tidak melihat keberadaan permukiman kumuh yang biasanya ditempati oleh orang-orang kalangan bawah, yang hidup penuh kekurangan.
Terus melangkah memasuki pusat keramaian kota, mereka melihat puluhan anak-anak yang lehernya terikat rantai, begitu juga dengan puluhan remaja yang duduk berlutut di dekat anak-anak itu.
Mata mereka semua tertutup kain begitu juga dengan mulutnya, tapi dengan merasakan aura tipis yang keluar dari tubuh mereka, Zhou Tian dan Zhu Ying yakin mereka adalah iblis, dan ternyata mereka diperjual belikan untuk dijadikan bahan uji coba atau dijadikan target buruan.
Anak-anak iblis dihargai seribu kristal roh tingkat rendah, sedangkan untuk yang berusia remaja, mereka dihargai sepuluh ribu kristal roh tingkat rendah. Jika ingin membeli mereka semua, setidaknya dibutuhkan tiga ratus tiga puluh ribu kristal roh tingkat rendah.
“Hitung harga mereka semua karena aku butuh banyak iblis untuk dijadikan target buruan!” ucap Zhou Tian pada pria yang memperjualbelikan iblis hasil buruan para pemburu.
Mereka adalah sekumpulan iblis yang belum bisa berkultivasi, kalaupun ada mereka sangatlah lemah. Oleh karena itu harga mereka masih sangat murah, berbeda lagi jika mereka merupakan iblis dengan tingkat kultivasi setidaknya berada di tanah Saint. Dengan tingkat kultivasi itu, mereka biasanya dihargai lebih dari seratus ribu kristal roh tingkat rendah setiap orangnya.
Penjual iblis yang melihat ada calon pembeli potensial, ia pangeran menghitung harga seluruh iblis yang dimilikinya, dan setelah menentukan harga, ia tinggal meminta bayaran.
Tidak melakukan proses tawar-menawar, Zhou Tian langsung saja membayar sesuai harga yang telah disebutkan, lalu dengan melambaikan tangannya, ia mengirim seluruh iblis yang sudah ia beli ke pulau melayang miliknya. Sebagai pemilik pulau melayang, ia bisa mengirim apapun ke tempat itu, sekalipun itu makhluk hidup.
Ia juga sudah bertelepati dengan hari mau putih di kediamannya, memberitahu mereka untuk menjaga penghuni baru pulau melayang.
“Tu-Tuan, kemana perginya mereka?” tanya penjual iblis yang terkejut karena semua iblis yang telah terjual tiba-tiba saja menghilang.
“Aku sudah mengirim mereka ke pulau melayang milikku, dan mungkin saat ini mereka sedang menjadi mainan binatang buas yang aku tempatkan di tempat kemunculan mereka!” ucap Zhou Tian begitu santai.
Penjual iblis yang tahu jika pembeli iblis dagangannya adalah salah satu pemilik pulau melayang di Alam Langit, ia merasa sangat terhormat karena bisa menjalin hubungan dengan sosok kuat di Alam Langit.
Mereka yang merupakan pemilik pulau melayang bisa dikatakan sebagai salah satu sosok kuat yang ada di Alam Langit, dikarenakan untuk mendapatkan salah satu pulau melayang, seseorang harus bertarung dengan banyak sosok kuat yang juga ingin memiliki pulau melayang, dan satu orang biasanya hanya bisa menjadi pemilik dari satu pulau melayang.
Setelah mendapatkan puluhan iblis, Zhou Tian dan Zhu Ying melanjutkan perjalanan mereka dan berharap bisa menemukan orang-orang yang memperjualbelikan iblis, sehingga mereka bisa membeli iblis dagangan mereka.
Namun mereka tidak menemukan lagi keberadaan orang yang memperjualbelikan iblis, dan mereka justru bertemu dengan belasan orang yang tiba-tiba menghadang mereka, saat melintas di jalanan kota yang sangat sepi. Dari aura orang-orang itu, keduanya tahu kedatangan mereka bukan bertujuan baik.
“Serahkan semua harta benda kalian jika ingin selamat melewati jalan ini!” ucap salah satu orang yang menghadang jalan Zhou Tian dan Zhu Ying, sambil mengarahkan pedang di tangannya ke arah wajah Zhou Tian.
“Memangnya apa yang bisa kalian lakukan pada kami, jika kami menolak memberikan apa yang kalian inginkan?” Zhou Tian tidak takut menghadapi mereka, dikarenakan mereka hanyalah sekumpulan orang dengan kekuatan di ranah Immortal Bumi.
“Cih! Kalau kalian menolak, kematian akan kami berikan pada kalian, tapi untuk wanitamu, ia lebih dulu akan menjadi mainan kami, sebelum kami kirim menyusulmu ke Alam Kematian!” ucap pria yang menyodorkan pedang ke arah wajah Zhou Tian, dan langsung saja ia bergerak menyerang Zhou Tian.
Sementara itu, Zhou Tian yang malas bermain-main dengan mereka, melambaikan tangannya, ia mengirim gelombang serang yang diperkuat kekuatan elemen api kekacauan, yang langsung saja merubah mereka menjadi abu.
“Sangat lemah!” gumamnya.
...----------------...
Berkeliling kota sampai matahari tepat berada di atas kepala, Zhou Tian dan Zhu Ying benar-benar tidak menemukan keberadaan penjual iblis seperti sebelumnya, tapi mereka mendapatkan informasi sebuah tempat yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian puluhan iblis.
Tempat itu tak terlalu jauh dari kota yang mereka singgahi, dan dari apa yang mereka dengar, hari ini akan ada ratusan pemburu iblis yang akan menyerang tempat itu. Diperkirakan, sore ini akan terjadi peperangan besar di tempat itu.
Mengetahui tempat yang diperkirakan sebagai tempat persembunyian puluhan iblis, dan lagi tempat itu akan diserang ratusan pemburu iblis, Zhou Tian dan Zhu Ying yang bertekad sampai di tempat itu sebelum para pemburu iblis datang.
“Ying’er, kita pergi sekarang!” Mendapatkan balasan anggukan kepala, Zhou Tian langsung saja membawa Zhu Ying pergi meninggalkan kota.
Keduanya pergi dengan kecepatan tinggi, dan setelah cukup jauh meninggal kota, Zhou Tian yang menyebar kekuatan jiwa dan spiritualnya, ia dapat merasakan keberadaan hampir seratus iblis di sebuah tempat, yang letaknya berada jauh di dalam tanah.
Selain keberadaan iblis, Zhou Tian juga merasakan keberadaan ratusan orang dengan sosok terkuat berada di ranah Dewa tingkat Puncak, mereka sedang bergerak menuju tempat persembunyian para iblis.
“Gege, aku merasakan kekuatan orang-orang bergerak ke arah yang sama dengan kita,” ucap Zhu Ying merasakan apa yang juga dirasakan Zhou Tian.
“Ying’er, kita harus bergerak lebih cepat, supaya lebih dulu sampai ke tempat itu sebelum mereka!” ucap Zhou Tian, lalu ia dan Zhu Ying sedikit meningkatkan kecepatan mereka.
Dengan kecepatan lebih cepat dengan orang-orang yang satu tujuan dengan mereka, akhirnya mereka sampai jauh lebih dulu dibandingkan yang lainnya.
Zhou Tian yang sudah menemukan jalan menuju tempat persembunyian puluhan iblis, ia langsung saja mengajak Zhu Ying ke tempat itu.
Ia ingin secepatnya ke tempat itu dan memindahkan seluruh iblis ke pulau melayang miliknya, sebelum kedatangan para pemburu iblis. Jebakan demi jebakan mereka lewati dengan mudahnya, dan saat berada di sebuah lorong bawah tanah, keduanya tak lagi menyamar, sehingga aura iblis yang mereka miliki bisa dirasakan oleh iblis lainnya.
Selang beberapa waktu menyusuri lorong menuju bagian terdalam tempat puluhan iblis menyembunyikan keberadaan mereka, keduanya akhinya sampai di hadapan pulau iblis yang menyambut kedatangan mereka dengan tatapan penuh kewaspadaan. Namun, mereka segera menurunkan kewaspadaan saat merasakan aura iblis keduanya.
Zhou Tian dan Zhu Ying segera mengenalkan diri pada iblis yang tengah bersembunyi, dan tak lupa keduanya menjelaskan maksud kedatangan mereka.
Setelah tahu maksud kedatangan Zhou Tian dan Zhu Ying, serta mengetahui keberadaan ratusan pemburu iblis yang mendekati tempat mereka, pada akhirnya mereka memilih pergi mengikuti Zhou Tian dam Zhu Ying, yang mana sebelumnya mereka sempat ragu ikut bersama dua orang asing, yang baru pertama kalinya mereka temui.
Zhou Tian dan Zhu Ying tentu saja senang dengan keputusan mereka, dan langsung saja seluruh iblis dipindahkan ke pulau melayang, dan kali ini Zhou Tian dan Zhu Ying ikut bersama mereka kembali ke pulau melayang.
Tidak lama setelah Zhou Tian, Zhu Ying serta puluhan iblis berpindah ke pulau melayang, ratusan pemburu iblis tiba di bagian terdalam lorong, yang sebelumnya menjadi tempe persembunyian puluhan iblis.
Sampai di tempat itu, mereka masih dapat merasakan hawa keberadaan iblis, yang menunjukkan kalau sebelumnya tempat itu memang dijadikan tempat persembunyian para iblis, tapi saat ini mereka tidak menemukan keberadaan iblis di tempat itu, dan para pemburu iblis yakin puluhan iblis telah pergi melarikan diri sebelum kedatangan mereka.
“Aku yakin mereka belum pergi jauh, jadi secepatnya kita pergi menyusul mereka!” ucap salah satu pemburu iblis.
“Aku juga yakin mereka belum pergi jauh. Jangan lagi menunda pengejaran, sebaiknya kita segera mengejar mereka!” ucap pemburu lainnya.
Tidak ada perdebatan diantara para pemburu, dan akhirnya mereka memutuskan mengejar iblis yang diperkirakan belum pergi jauh dari tempat, yang semula menjadi tempat persembunyian mereka.
...----------------...
Bersambung.