
Saat ini ke-empat saudara Zhou Tian sedang berbincang dengan Jiang Feng yang entah sejak kapan sudah berada di kediaman, yang ditempati mereka.
Meski ada jarak yang cukup jauh, dari tempatnya Zhou Tian dan Zhu Ying begitu jelas mendengar apa saja yang sedang dibincangkan ke-empat saudara mereka dan Jiang Feng.
Inti pembicaraan mereka adalah Jiang Feng yang menginginkan ke-empat saudaranya menjadi bagian dari istana Lima Dewa, tapi pria itu terlihat enggan memberitahu posisi mereka di istana Lima Dewa.
Mendengar sampai di sini, Zhou Tian yakin ada rencana buruk dibalik keinginan Jiang Feng, dan rencana buruk tentu saja akan merugikan ke-empat saudaranya.
“Jangan harap ke-empat saudaraku menjadi bagian dari sekumpulan orang-orang munafik, yang selama ini mengaku-ngaku sebagai Dewa!” gumam Zhou Tian.
Jiang Feng yang selesai menyampaikan keinginannya, dia langsung saja pergi tanpa pamit, tapi sebelum pergi dia sempat berkata jika ke-empat saudara Zhou Tian wajib memberi jawaban atas keinginannya saat besok mereka berkunjung ke istana Lima Dewa.
Dari situ, Zhou Tian semakin jelas melihat niat buruk yang dimiliki Jiang Feng pada ke-empat saudaranya.
Merasakan hawa keberadaan Jiang Feng benar-benar telah pergi jauh, Zhou Tian segera membawa Zhu Ying menemui ke-empat saudara mereka, yang terlihat sedang memikirkan keputusan atas apa yang ditawarkan Jiang Feng pada mereka.
“Untuk apa kalian memikirkan tawaran dari orang, yang jelas-jelas memiliki niatan buruk pada kalian? Sebaiknya, kalian langsung saja menolak tawaran orang itu!” Zhou Tian berbicara dengan suara lantang, membuat terkejut empat orang yang belum juga menyadari keberadaannya dan Zhu Ying.
“Mereka yang mengaku sebagai lima pilar kekuatan pelindung Alam Dewa, mereka tak sebaik apa yang selama ini kita dengar. Mereka hanyalah sekumpulan orang yang menginginkan kekuasaan MU tak dari Alam ini, dan mereka akan menggunakan berbagai cara untuk mencegah adanya kekuatan baru, yang mampu melampaui kekuatan mereka.” Kali ini Zhu Ying yang berbicara.
Zhou Lian, Zhou Gang, Zhu Ning, serta Zhu Rong, kini mereka telah melihat keberadaan dua orang yang begitu mereka rindukan, dan setelah mendengar apa yang dibicarakan keduanya, mereka semakin yakin akan firasat buruk jika mengikuti keinginan Jiang Feng.
Zhu Ning dan Zhu Rong langsung saja berlari dan memeluk Zhu Ying, sedangkan para pria, mereka hanya saling melempar senyum sambil menunjukkan senyuman penuh ketulusan.
Selesai para wanita melepas rindu dengan saling berpelukan, kini mereka telah berkumpul di tempat yang tak ada keberadaan orang lain, selain keberadaan mereka berenam.
“Adik, sebenarnya aku sudah memiliki firasat buruk tentang orang-orang istana Lima Dewa, sejak Jiang Feng itu menyampaikan keinginannya!” ucap Zhou Lin.
“Menginginkan kami menjadi bagian dari istana Lima Dewa, tapi tidak memberitahu posisi yang kami dapat jika bergabung dengan istana Lima Dewa. Dari situ terlihat jelas mereka memiliki niat buruk pada kami!” ungkap Zhou Gang.
Zhu Ning dan Zhu Rong tidak ikut berbicara, mereka hanya mengangguk menyetujui ucapan dan ungkapan kedua pria.
“Baguslah jika kalian tahu tak ada baiknya menjadi bagian dari istana Lima Dewa, dan untuk pertemuan besok sebaiknya kalian tetap datang seperti undangan yang mereka berikan!” ucap Zhou Tian yang sudah memiliki rencana.
“Adik, bagaimana kalau kamu besok ikut dengan kami mengunjungi istana Lima Dewa memenuhi undangan mereka? Bagaimanapun juga kamu adalah Raja Agung Kerajaan Iblis, jadi secara tidak langsung undangan itu juga ditujukan padamu!” Zhou Lin berbicara sambil berharap Zhou Tian bersedia mengabulkan keinginannya.
“Aku dan Ying‘er memang berencana ikut dengan kalian tapi bukan sebagai Raja Agung. Kami akan ikut masuk ke istana Lima Dewa sebagai pengawal pribadi kalian,” ucap Zhou Tian.
Tak ada bantahan, semua orang langsung saja menganggukkan kepala setuju.
Selesai membicarakan apa yang akan dilakukan esok hari, saat ini mereka terlibat dalam pembicaraan santai membahas perjalanan Zhou Tian dan Zhu Ying, serta sesekali membahas perkembangan Kerajaan Iblis di Benua Selatan dan Benua Timur.
Saat ini Zhou Lin adalah Raja dari Kerajaan Iblis Benua Selatan, dan belum sebelum keberangkatan menuju Benua Tengah, dia bersama Zhou Rong berhasil mengambil alih kekuasaan Raja Iblis Benua Timur, dan Zhou Rong telah diangkat sebagai Raja Kerajaan Iblis Benua Timur.
Kebenaran tentang Zhou Rong yang merupakan Raja Kerajaan Iblis Benua Timur belum banyak yang mengetahuinya termasuk orang-orang dari istana Lima Dewa. Semua benar-benar baru terjadi, dan kebenaran itu masih ditutup rapat oleh seluruh iblis di Benua Timur atas permintaan Zhou Rong.
Zhou Tian sendiri hanya sedikit terkejut, dan selebihnya dia senang dengan perkembangan kekuatan serta kekuasaan ras iblis di kedua Benua.
Tak lama malampun tiba, dan karena besok mereka ingin pergi bersama-sama ke istana Lima Dewa, Zhou Tian dan Zhu Ying memutuskan tinggal di kediaman yang telah disiapkan untuk tamu dari Kerajaan Iblis Benua Selatan.
...----------------...
Pagi hari di kediaman tamu dari Kerajaan Iblis Benua Selatan.
“Sudah waktunya kita pergi!” ucap Zhou Tian yang hari ini penampilannya sedikit misterius dengan adanya topeng separuh wajahnya yang menutupi sebagian wajahnya.
Tak jauh berbeda dengan penampilan Zhou Tian, Zhu Rong juga telah mengganti cadarnya dengan topeng yang menutupi seluruh wajah, lalu keduanya sama-sama menggunakan pakaian berwarna merah sedikit gelap.
Menekan kekuatan sampai ranah Saint Tingkat Menengah, keduanya segera mengambil tempat di belakang Zhou Gang dan Zhu Rong.
Sedangkan di barisan terdepan, Zhou Lin dan Zhu Ning berjalan memimpin rombongan di belakang mereka.
“Apa mereka tidak mengirim jemputan untuk membawa kita langsung ke istana Lima Dewa?” tanya Zhu Ning pada Zhou Lin, tapi yang lain turut mendengarnya.
“Prajurit yang berjaga di depan mengatakan ada dua kereta kuda dari istana Lima Dewa yang sudah datang untuk membawa kita ke tempat mereka,” jawab Zhou Lin.
Yang lainnya mengangguk mendengarnya termasuk Zhou Tian dan Zhu Ying.
“Sorot mata sinis yang jelas meremehkan keberadaan kita semua. Mereka benar-benar tidak ada niatan menutupi niat buruk yang ditujukan pada kita!” ucap Zhou Tian sambil menggelengkan pelan kepalanya.
Semuanya setuju dengan Zhou Tian, dan keadaan seperti ini semakin memupuk kebencian mereka pada istana Lima Dewa, dan pada lima sosok yang mengaku sebagai Lima pilar kekuatan Alam Fana.
Tak melanjutkan pembicaraan karena jarak mereka dengan kereta kuda sudah dekat, mereka memilih segera masuk ke dalam kereta kuda.
Zhu Ying, Zhou Lin, serta Zhu Ning, mereka segera masuk ke dalam kereta pertama, sedangkan Zhou Tian, Zhou Gang dan Zhu Rong, mereka masuk ke dalam kereta kedua.
Kereta kuda segera berangkat begitu mereka semua masuk kedalam kereta, tak ketinggalan prajurit pengawal dari istana Lima Dewa maupun dari Kerajaan Iblis, mereka segera berjalan di depan, samping kanan serta kiri, dan di bagian belakang kereta kuda.
Banyak orang yang tinggal di Kota Dewa menyingkir memberi jalan pada rombongan yang melewati jalanan di pusat kota.
Mereka semua tahu jika kereta kuda yang melintas berasal dari istana Lima Dewa, dan mereka yakin ada sosok penting di dalam dua kereta yang melaju pelan di tengah-tengah keramaian Kota Dewa.
Meski melihat keberadaan prajurit berzirah merah yang terlihat asing bagi semua orang di Kota Dewa, tapi selama prajurit berzirah merah memiliki hubungan dengan istana Lima Dewa, semua orang tak segan memberi penghormatan pada mereka.
...----------------...
Istana Lima Dewa.
Kedatangan rombongan dari Kerajaan Iblis Benua Selatan disambut langsung oleh Jiang Feng, Ning Qiao, Hui Bei serta Xiao Xifang.
Senyum terlihat di bibir mereka saat menyambut kedatangan rombongan dari Kerajaan Iblis Benua Selatan, tapi sayang nya Zhou Tian dan yang lainnya tahu kalau senyuman mereka adalah kepalsuan.
“Selamat datang di istana Lima Dewa, semoga kalian senang selama berada di tempat ini,” ucap Jiang Feng menatap rombongan dari Kerajaan Iblis Benua Selatan, tapi dia merasa sedikit aneh saat melihat keberadaan dua sosok iblis yang sebelumnya belum pernah dia lihat.
Mencoba mengingat apa pernah melihat mereka, Jiang Feng benar-benar tidak memiliki ingatan pernah melihat mereka diantara rombongan tamu dari Kerajaan Iblis Benua Selatan.
Meski merasa aneh, melihat kekuatan mereka yang hanya berada di tanah Saint tingkat Menengah, dia merasa keberadaan keduanya bukan sebuah ancaman, dan dia menyimpulkan keduanya adalah pengawal pribadi Raja Kerajaan Iblis Benua Selatan.
“Silahkan masuk ke istana Lima Dewa!” Jiang Feng terlihat ramah saat mempersilahkan Zhou Tian dan yang lainnya masuk ke dalam istana Lima Dewa, sedangkan tiga orang lainnya, mereka hanya diam dan berjalan di belakang Jiang Feng.
Berada di dalam istana dan duduk di tempat yang telah disediakan untuk mereka, Zhou Tian dan yang lainnya masih diam, menunggu apa yang ingin diucapkan Jiang Feng.
“Aku bukanlah orang yang sidak berbasa-basi, jadi aku langsung saja pada inti pertemuan ini. Bagaimana, apa kalian sudah memberi keputusan dari apa yang sebelumnya aku tawarkan pada kalian?” tanya Jiang Feng.
“Sebelum memberi jawaban, apa kami boleh tahu posisi apa yang akan kami dapat jika menjadi bagian dari istana Lima Dewa?” ujar Zhou Lin.
Itu adalah pertanyaan yang dengan mudah bisa dijawab, tapi bukannya jawaban yang di dapat Zhou Lin, tapi dia justru mendapatkan tekanan dari aura kekuatan Jiang Feng serta tiga orang lainnya.
“Kamu menanyakan posisi seorang iblia di istana ini? Tentu saja posisi budak adalah posisi yang paling tepat untuk kalian! Bukan sembarang budak, tapi budak terendah!” ucap Xiao Xifang dengan suara lantang.
Jiang Feng dan Hui Bei terkekeh pelan mendengar itu, sedangkan Ning Qiao, dia hanya menunjukkan senyuman tipis di bibirnya.
“Kalian para pria akan menjadi budak yang tunduk pada kami selayaknya binatang peliharaan! Sedangkan kalian para wanita, tubuh kalian akan menjadi milik kami, dan tugas kalian hanyalah terus memberi kepuasan pada kami!” ucap Hui Bei sambil tersenyum sinis.
Prok... Prok... Prok...
Terdengar suara tepuk tangan dari belakang Zhou Lin, dan suara tepuk tangan itu berasal dari Zhou Tian.
“Sekumpulan lemah ingin memperbudak kami? Mari aku tunjukkan kekuatan orang yang bisa memperbudak semua makhluk hidup yang ada di Alam ini!” ucap Zhou Tian dan dengan sorot mata memancarkan warna merah terang, aura kuat meledak dari tubuhnya, dan aura itu langsung memberi tekanan pada Jiang Feng dan tiga orang lainnya.
Kuatnya tekanan, membuat mereka jatuh tersungkur dari tempat duduk, dan tak bisa berbuat apa-apa untuk melawan tekanan aura kekuatan Zhou Tian.
“Ku-Kuat, sa-sangat kuat! Si-Siapa dia? Se-Sejak kapan ada iblis sekuat dia?” Untuk pertama kalinya selama hidup di Alam Fana, Jiang Feng melihat ada orang yang lebih kuat darinya, dan dia merasa nyawanya terancam.
“Si-Sialan! Ba-Bagaimana mungkin ada iblis sekuat dia di Alam ini?” Xiao Xifang mengumpat marah karena ini kali pertama dia dibuat tak berdaya di hadapan iblis, yang biasanya begitu mudah dia taklukkan.
Sedangkan Zhou Tian yang menyebabkan mereka semua jatuh tersungkur dan tidak bisa melakukan apa-apa, kini gilirannya tersenyum sinis meremehkan mereka.
...----------------...
bersambung.