
Setelah satu hari satu makan melakukan perjalanan, Zhou Tian, ketiga istrinya, Song Qian, Zhou Lin, Zhou Gang, Zhu Ning, dan Rong, akhirnya mereka sampai di wilayah ras Dewa. Sepanjang jalan mereka bertemu dengan banyak kelompok prajurit suci ras manusi. Zhou Tian yang tidak ingin bermain-main dengan mereka, hanya dengan lambaian tangannya, dengan mudah dia merubah seluruh kelompok prajurit suci berubah menjadi abu.
Berada di wilayah ras Dewa, mereka bisa merasakan ketenangan karena tidak adanya keberadaan ras manusia yang mengusik ketenangan mereka. Sepanjang jalan mereka hanya bertemu orang-orang, yang berasal dari ras Dewa, ras siluman, dan sedikit orang-orang yang berasal dari ras peri. Namun, mereka melihat sebuah keajaiban saat semakin dalam memasuki wilayah kekuasaan ras Dewa. Meski sangat sedikit, mereka jelas melihat keberadaan iblis yang hidup membaur dengan ras lainnya.
Zhou Tian senang melihat keberadaan iblis yang sudah hidup membaur dengan ras lainnya. “Setelah aku meresmikan hubungan dengan Qian’er, aku yakin akan semakin banyak iblis tinggal di wilayah ras Dewa, dikarenakan mereka merasa nyaman dan aman berasa di wilayah ras Dewa. Akan tetapi, jika itu terjadi pasti ras manusia berbuat ulah, salah satunya dengan rencana penculikan calon ayah mertuaku!” gumam Zhou Tian.
Terus berjalan menyusuri jalan di wilayah kekuasaan ras Dewa, Zhou Tian dan yang lainnya, akhirnya mereka bisa melihat Istana megah dikejauhan, yang mana istana itu adalah Istana Dewa Agung. Dari tempatnya, Zhou Tian tidak melihat adanya perubahan dari istana itu. Semakin mendekat, semakin terlihat jelas jika sama sekali tidak ada perubahan dari istana Dewa Agung. Kalaupun ada perbedaan, itu hanyalah perubahan sedikit, dan itu juga hanya perubahan dari sikap penjara istana, saat mereka melihat kedatangan Zhou Tian dan yang lainnya.
Meraka semua sekarang sangat menghormati Zhou Tian dan yang lainnya, dikarenakan mereka telah tahu jika sosok Zhou Tian dan yang lainnya adalah tamu kehormatan di Istana Agung. Lagipula salah satu wanita yang auranya mereka rasakan, mereka tahu pasti wanita itu adalah Song Qian, putri Dewa Agung Song Bei. Tidak menghormati keberadaannya, sama saja mereka semua mencari kematian.
Dikarenakan mereka sudah tahu identitas Zhou Tian dan yang lainnya, salah satu prajurit segera mengantarkan Zhou Tian dan yang lainnya ke kediaman milik Song Qian. Sementara itu, ada dua prajurit yang bergerak cepat ke tempat Dewa Agung Song Bei, untuk melaporkan padanya tentang kedatangan Zhou Tian dan yang lainnya.
Baru juga Zhou Tian dan yang lainnya sampai di kediaman Song Qian, Dewa Agung Song Bei datang menghampiri mereka. Senyuman terlihat di wajah Dewa Agung Song Bei, saat dia melihat peningkatan kekuatan putrinya dan wanita lainnya, yang merupakan saudara kembar putrinya, meski mereka terlahir dari kedua orangtua berbeda.
Saat Dewa Agung Song Bei ingin melihat seberapa besar peningkatan kekuatan Zhou Tian, dia tidak bisa melihat berada di ranah apa kekuatan yang dimiliki Zhou Tian. Namun, samar dia bisa merasakan jika Zhou Tian saat ini memiliki kekuatan setara dengannya, yaitu kekuatan di ranah Dewa Agung tingkat Sempurna.
“Aku tidak menyangka jika kekuatan kalian semua telah mengalami peningkatan yang begitu pesat. Persyaratan yang aku berikan ternyata bukan sebuah masalah untukmu!” ucap Dewa Agung Song Bei sambil mengarahkan pandangan pada Zhou Tian.
Zhou Tian tersenyum mendengar apa yang diucapkan Dewa Agung Song Bei, “Aku telah memenuhi seluruh persyaratan yang Dewa Agung berikan padaku! Aku telah berhasil memiliki kekuatan di ranah Dewa Agung tingkat Sempurna, dan saat ini Istana Dewa Iblis telah menjadi milikku!” ungkap Zhou Tian.
Dewa Agung Song Bei mengangguk dan tersenyum lebar, setelah mengetahui kalau Zhou Tian telah berhasil memenuhi seluruh persyaratan yang dia berikan, jika ingin menikahi Song Qian.
Sebuah kejutan juga karena Zhou Tian berhasil mendapatkan kepemilikan Istana Dewa Iblia untuk memenuhi syarat yang diberikannya. Awalnya dia hanya ingin kediaman yang layak untuk tempat tinggal mereka semua, tapi siapa sangka justru keberadaan Istana Dewa Iblis yang dijadikan Zhou Tian untuk memenuhi persyaratannya.
Merasa ada yang ingin dibicarakan secara pribadi dengan Dewa Agung Song Bei, Zhou Tian membiarkan para wanita bersantai di pemandian air hangat, yang terdapat di kediaman Song Qian. Sedangkan dia, dia akan membicarakan banyak hal dengan Dewa Agung Song Bei. Untuk Zhou Lin dan Zhou Gang, mereka akan ditugaskan menjaga pemandian air panas dari luar.
Untuk masalah yang sebelumnya di alami Zhou Lin dan Zhou Gang, untuk sementara waktu semua penghuni Istana Dewa Iblis dilarang meninggalkan kawasan istana, apalagi jika tidak ada Zhou Tian di Istana Dewa Iblis.
Zhou Tian telah mengetahui rencana awal kedua Dewa ras manusia, yang mana awalnya mereka ingin menculik iblia penghuni Istana Dewa Surgawi. Dikarenakan gagal melakukan itu, mereka akhirnya memutuskan menggunakan rencana selanjutnya, yaitu menculik Dewa Agung Song Bei.
Tujuan mereka melakukan semua itu adalah untuk memancing Zhou Tian, akan tetapi, tanpa meraka pancing, justru Zhou Tian yang berencana menemui mereka dalam waktu dekat.
“Aku sangatlah yakin dengan rencana mereka, tapi aku tidak bisa memberitahu darimana aku mendapatkan informasi itu! Jika Dewa Agung tidak percaya denganku, kita bisa membuktikan kebenaran dari ucapanku!”
“Besok malam tepat di tengah malam, mereka pasti datang untuk melakukan rencananya. Saat itu, Dewa Agung mau tidak mau harus percaya denganku!” ucap Zhou Tian, mencoba meyakinkan Dewa Agung Song Bei, tentang rencana ke-dua Dewa ras manusia.
“Sejujurnya aku mempercayai informasi yang kamu berikan padaku, tapi aku tetap saja ingin membuktikannya! Jika semua informasi itu benar, artinya ras manusia secara resmi telah menabuh genderang perang dengan ras Dewa,” ungkap Dewa Agung Song Bei.
Mendengar itu Zhou Tian bicara, “Jika ras manusia menabuh genderang perang dengan ras Dewa, aku akan memastikan seluruh kekuatan yang aku miliki, senantiasa berada di barisan yang sama dengan barisan kekuatan Dewa Agung!”
Dewa Agung Song Bei tersenyum senang mendengar semua itu. Meski belum resmi menjalin hubungan suami istri dengan putrinya, Zhou Tian bersedia meminjamkan kekuatan seandainya ras Dewa melakukan peperangan terbuka dengan ras manusia. Meski dia belum tahu pasti kekuatan yang dimiliki Zhou Tian, dia yakin keberadaan kekuatannya adalah bantuan yang sangat akan membantu dalam peperangan melawan ras manusia.
Setelah melakukan pembicaraan serius yang berhubungan dengan kedua Dewa ras manusia, sekarang keduanya terlibat pembicaraan tentang pernikahan. Setelah persyaratan berhasil dipenuhi oleh Zhou Tian, Dewa Agung Song Bei berencana dalam waktu dekat dia akan menikahkan Zhou Tian dan Song Qian.
Jika keduanya menginginkan pernikahan mewah, dia tidak keberatan mengadakan pernikahan meriah untuk mereka. Namun, melihat seperti apa sifat putrinya dan juga Zhou Tian, Dewa Agung Song Bei yakin jika mereka tidak menginginkan pernikahan meriah.
Meski begitu dia tetap akan menyiapkan pesta pernikahan terbaik untuk putri kesayangannya, dan kemungkinan pesta itu akan berlangs selama dua hari dua malam, atau bahkan bisa lebih lama dari itu.
Untuk hari pernikahan, lima hari lagi pernikahan itu akan dilangsungkan. Namun, waktu bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung keadaan hari esok saat kedua Dewa ras manusia datang untuk mengeksekusi rencana mereka.
“Percayakan saja seluruh persiapan acara pernikahan kalian padaku! Dengan senang hati aku akan mempersiapkan semuanya, dan aku jamin kalian menyukai semua yang aku siapkan!” ucap Dewa Agung Song Bei, yang mana dia ingin menyiapkan seluruh persiapan acara pernikahan Zhou Tian dan Song Qian.
Zhou Tian yang mendengar semua itu, dia sama sekali tidak keberatan dengan apa yang menjadi keinginan calon ayah mertuanya, dan dia membebaskannya menyiapkan acara pernikahan sesuatu keinginannya.
‘Seorang ayah pastilah ingin yang terbaik untuk putrinya!’ batin Zhou Tian.
......................
Bersambung.