Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Ranah Dewa Agung Tingkat Sempurna


“Ternyata dia bisa meningkatkan kekuatannya, yang membuatnya memiliki kekuatan hampir setara kekuatan ranah Dewa Semesta tingkat Awal.”


Zhou Tian merasakan peningkatan kekuatan binatang buas yang semula hanya memiliki kekuatan setara ranah Dewa Agung tingkat Sempurna.


Zhou Tian tidak terkejut dengan semua itu, dan dia juga tidak akan terkejut jika nantinya binatang buas satunya juga bisa meningkatkan kekuatannya. “Aku sepertinya harus mengerahkan seluruh kekuatanku untuk bisa mengalahkan mereka! Jika hanya setengah-setengah menghadapi mereka, yang ada aku hanya akan mati konyol di tangan mereka!” gumamnya, begitu dia merasa jika binatang buas satunya juga meningkatkan kekuatannya.


Jika sebelumnya binatang buas itu memiliki kekuatan setara kekuatan ranah Dewa Semesta tingkat Awal, sekarang kekuatannya hampir setara dengan kekuatan ranah Dewa Semesta tingkat Menengah, atau kekuatannya saat ini setara dengan kekuatan yang dimiliki Zhou Tian, yang telah menggunakan kekuatan Dewa Iblis.


“Selain serius menghadapi mereka, aku harus lebih berhati-hati karena mereka bukan binatang buas lemah!” gumam Zhou Tian, dan dia segera betsiap menghadapi keduanya. Kedua tangannya masing-masing sudah memegang sebuah pedang, dan kapanpun muauh maju menyerang, dia senantiasa siapa menghadapi serangan mereka.


Di dalam pikirannya, Zhou Tian berharap jika musuh tidak bertambah kuat sebelum dia berhasil menerobos ranah Dewa Agung tingkat Sempurna. Jika mereka bertambah kuat, jelas dia akan semakin kesulitan menghadapi mereka.


Tidak lama kemudian kedua binatang buas menyerang Zhou Tian dari arah depan dan belakang. Binatang buas yang menyerang dari depan, dia melakukan serangan jarak dekat, sedangkan yang menyerang dari belakang, dia menggunakan serangan jarak jauh.


Bola api berukuran raksasa melesat dari mulut binatang buas yang menyerang dari arah belakang, sedangkan kuku-kuku tajam mencoba mencabik cabik tubuh Zhou Tian dari arah depan. Ke-dua serangan datang sangat cepat, dan terjadi di waktu hampir bersamaan. Tidak mungkin menghindar dengan cara biasa, Zhou Tian menggunakan teknik teleportasi jarak dekat untuk menghindari serangan mereka.


Swush...


Hanya dalam satu kedipan mata Zhou Tian telah berpindah tempat cukup jauh, dan dia jelas bisa melihat jika serangan bola api raksasa yang seharusnya mengenainya, serangan itu justru mengenai binatang buas yang menyerangnya dari arah depan.


Booomm...


Binatang buas yang terkena serangan bola api raksasa, tubuhnya terpental jauh dengan beberapa bagian tubuhnya terdapat luka bakar, yang hanya luka bakar tingkat ringan. Luka-luka itu sama sekali tidak berpengaruh padanya yang kembali bangkit setelah terpental dan terluka.


“Serangan yang kuat, dan kekuatan pertahanan yang juga kuat!” Zhou Tian menilai kemampuan dua binatang buas yang menjadi lawannya, dan setelah kembali menemukan keberadaannya, keduanya bergerak cepat, dan kembali melakukan serangan ke arahnya.


Kali ini mereka sama-sama menggunakan serangan jarak jauh. Yang satu menembakkan bola-bola api yang jumlahnya lebih dari sepuluh bola api, sedangkan yang satunya menembakkan bola-bola angin ke arah Zhou Tian.


“Wow, sepertinya mereka begitu menginginkan kematianku!” ucap Zhou Tian melihat serangan musuh yang melesat cepat ke tempatnya berdiri.


“Hah, sekalipun serangan kalian kuat dan cepat, sayangnya aku bisa menghindar berkali-kali lebih cepat dibandingkan kecepatan setangan kalian!” ucap Zhou Tian, dan dia sudah berpindah tempat, tepatnya saat ini dia berada di belakang salah satu binatang buas, yang sepertinya belum menyadari keberadaannya.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Ledakan besar terjadi saat tempat yang semula ditempati Zhou Tian dihujani bola-bola api dan bola-bola angin. Debut tebal segera menyelimuti tempat itu, membuat perhatian kedua binatang buas tertuju ke tempat itu, dan tanpa mereka sadari jika sosok yang mereka perhatikan sudah tidak ada di tempat itu.


Zhou Tian terkekeh sangat pelan, saat melihat dua binatang buas terus fokus melihat tempat yang terselimuti debu tebal.


“Mereka memang kuat dalam kekuatan dan pertahanan diri, tapi mereka tidak tumbuh menjadi binatang buas yang memiliki kecerdasan selayaknya ras utama di Alam Semesta, (ras manusia, ras dewa, ras siluman, ras iblis, ras peri), mengalahkan mereka tidak akan sesulit mengalahkan manusia, yang memiliki kekuatan setara dengan mereka!” ucap Zhou Tian, dan dia langsung saja menyerang punggung binatang buas yang berada di hadapannya.


Slash... Slash... Slash... Slash...


Empat tebasam dilakukan Zhou Tian, dan seluruhnya tepat mengenai punggung binatang buas, yang berdiri di hadapannya, dengan posisi memunggungi keberadaannya.


Serangan selanjutnya dilakukan Zhou Tian, saat serangan pertama yang dilakukannya berhasil melukai musuhnya. Namun, dia harus kembali menggunakan teknik teleportasi karena serangan dapat dilakukan binatang buas lainnya, dan serangan itu hampir saja mengenainya.


“Aku bisa terluka cukup parah jika serangan itu mengenaiku!” gumam Zhou Tian, begitu dia berhasil menghindar dari serangan musuhnya.


“Melawan mereka secara bersamaan bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Aku juga tidak bisa menggunakan cara yang sama, seperti yang sebelumnya aku gunakan untuk membunuh puluhan binatang buas. Sebaiknya aku memanfaatkan keunggulan teknik teleportasi, dan secara diam-diam menyerang mereka, dari titik buta yang mereka miliki!” ucap Zhou Tian, dengan pandangan tertuju pada kedua binatang buas yang menjadi lawannya.


Zhou Tian dengan teliti mengamati keadaan salah satu binatang buas yang berhasil dilukainya. Luka dengan pedang Naga Kegelapan perlahan mulai sembuh, tapi luka dengan pedang Naga Cahaya bukannya sembuh, tapi luka itu justru semakin parah. Mengetahui semua itu, Zhou Tian tersenyum senang, dikarenakan dia telah mengetahui salah satu cara untuk mengalahkan mereka.


Menyimpan pedang Naga Kegelapan ke dalam tubuhnya, kini dia hanya fokus menggunakan Pedang Naga Cahaya untuk menyerang musuh.


“Aku akan menggunakan teknik teleportasi dan kekuatan pedang Naga Cahaya untuk mengalahkan mereka!” ujarnya, dan seketika sosoknya menghilang, membuat kebingungan dua binatang buas yang menjadi lawannya.


Zhou Tian muncul di belakang binatang buas yang belum sedikitpun mengalami luka. Sangat cepat dia melakukan serangan, dan dengan sangat cepat juga dia menghilang dari tempatnya saat musuh mengetahui keberadaannya.


Roaaaaar...


Terdengar suara teriakan kesakitan dari binatang buas, yang baru saja terkena serangan Zhou Tian. Sebuah serangan yang memberi luka dalam di kulit tubuhnya.


Zhou Tian muncul di kejauhan, dan dia tersenyum senang karena apa yang dia rencanakan telah membuahkan hasil. “Satu serangan sudah membuatnya kesakitan, jadi bagaimana hasilnya jika aku melakukan serangan bertubi-tubi padanya? Mungkin dia tidak akan lagi kesakitan, melainkan mati dengan sekujur tubuh dipenuhi luka!” gumam Zhou Tian.


Zhou Tian tidak melakukan hal yang sama untuk kesekian kalinya, dikarenakan dia melihat kedua musuhnya sudah siap menyambut serangannya. “Mereka benar-benar terlalu lambat dalam merespon apa yang aku lakukan,” ucapnya, dan dia memikirkan rencana serangan selanjutnya.


Menemukan celah dalam pertahanan yang dimiliki kedua musuhnya, Zhou Tian kembali menggunakan teknik teleportasi untuk mendekatkan dirinya pada musuh.


Swush...


Zhou Tian muncul tepat di bawah tubuh kedua binatang buas, yang mana mereka memiliki wujud binatang buas dengan empat kaki.


Muncul di bagian bawah tubuh salah satu dari mereka, Zhou Tian langsung saja menusukkan pedang di tangannya ke tubuh salah satu dari mereka, dan ternyata pertahanan di bagian bawah tubuh binatang buas sangatlah lemah.


Tujuannya begitu salam menembus tubuh salah satu binatang buas, dan jelas apa yang dilakukannya berdampak cukup buruk pada binatang buas, yang sama sekali tidak siap dengan datangnya serangan dari arah bawah.


Tidak sekali atau dua kali Zhou Tian menusukkan pedangnya, melainkan dia melakukan dengan sangat cepat sebanyak-banyaknya, sebelum akhirnya dia harus menghindar menggunakan teknik teleportasi, dikarenakan binatang buas satunya telah mengetahui keberadaannya.


Meski belum puas melukai binatang buas yang kini tumbang dengan luka serius di bagian perutnya, Zhou Tian tersenyum senang karena dia sudah berhasil menumbangkan salah satu binatang buas yang menjadi lawannya. Memang binatang buas itu belum mati, tapi dengan luka itu, dia tidak akan bisa melanjutkan pertempuran dalam waktu dekat. Terlebih dahulu dia harus memulihkan keadaannya sebelum kembali melakukan pertempuran.


Perhatian Zhou Tian sekarang tertuju pada binatang buas satunya, yang mana kini hanya dia yang bisa melawannya. Binatang buas itu keadaannya juga tidak dalam keadaan baik-baik saja, dikarenakan bagian punggungnya saat ini terdapat luka menganga sangat lebar. “Aku merasa telah berbuat curang saat menggunakan teknik teleportasi, tapi jika aku tidak menggunakannya, mungkin aku belum bisa menumbangkan salah satu diantara keduanya!” gumamnya, dan sekali lagi dia bersiap menyerang binatang buas yang menjadi musuhnya.


Kali ini dia tidak menggunakan teknik teleportasi, tapi dia akan berhadapan langsung dengan binatang buas yang melesat cepat ke arahnya. Kuku-kuku tajam siap mengoyak tubuh Zhou Tian, tapi dia berhasil menahannya menggunakan pedang di tangannya.


Berkali-kali terjadi benturan antara kuku dan pedang, bahkan sesekali Zhou Tian harus menghindari terkaman binatang buas, yang bisa saja terkaman itu mengakhiri hidupnya.


Dengan lihai Zhou Tian menghindari terkaman binatang buas yang menjadi lawannya, dan dengan penuh perhitungan dia terus saja menahan kuku-kuku tajam musuh, yang mencoba mencabik cabik tubuhnya. Setelah berkali-kali menahan serangan lawan, Zhou Tian menyadari sesuatu. Dia sadar jika kekuatan fisik binatang buas yang menjadi lawannya, kekuatannya setara dengannya.


“Selain kekuatannya yang setara denganku, ternyata kekuatan fisiknya juga setara dengan kekuatan fisikku. Ini menarik, dan aku akan memanfaatkan keberadaannya untuk menguji seluruh kekuatan yang aku miliki!” ucap Zhou Tian.


Terus-terusan beradu kekuatan fisik dengan binatang buas yang menjadi lawannya, Zhou Tian yang tidak merasakan lelah, dia mulai mendominasi pertarungan kekuatan fisik diantara mereka. Zhou Tian tidak mengkonsumsi pil untuk menghilangkan rasa lelah, jadi dia tidak melakukan kecurangan.


Binatang buas yang menjadi lawannya telah mengalami kelelahan, dan rasa lelah membuat kekuatan fisiknya menurun. Jika sebelumnya kekuatan fisiknya berimbang dengan Zhou Tian, kini dia mulai keteteran saat Zhou Tian masih saja mengajaknya beradu kekuatan fisik. “Ternyata rasa lelah membuat kekuatan fisiknya menurun!” gumam Zhou Tian.


Ketika Zhou Tian selesai dengan perkataannya, dia segera meningkatkan daya hancur serangannya, membuat musuh semakin kewalahan mengimbangi kekuatannya. Musuh yang kewalahan membuat Zhou Tian berhasil melakukan serangan balik, dan serangannya berhasil menambah luka di tubuh musuhnya.


Slash... Slash... Slash...


Siluet sabit berwarna kuning keemasan melesat ke arah binatang buas yang menjadi lawan Zhou Tian. Binatang buas itu mencoba menahan siluet sabit menggunakan kuku-kuku tajamnya. Namun, apa yang dilakukannya berdampak buruk pada dirinya.


Siluet sabit berwarna kuning keemasan memang berhasil dihentikan, tapi semua itu harus dibayar mahal dengan dirinya yang kehilangan seluruh kuku-kuku tajam, yang merupakan salah satu senjata untuk melawan musuh.


Melihatnya Zhou Tian terkekeh pelan, dan kembali dia melakukan serangan dengan tujuan secepat mungkin kembunuh binatang buas yang menjadi lawannya. Bukan salah satu binatang buas, tapi doa ingin segera membunuh keduanya.


Sejenak mengabaikan binatang buas yang masih berusaha menyembuhkan luka di tubuhnya, Zhou Tian semakin gencar menyerang binatang buas yang telah kehilangan kuku-kuku tajamnya. Tanpa adanya kuku-kuku tajam miliknya, dia semakin mudah dilukai oleh Zhou Tian.


Roaaaaar...


Teriakan kesakitan terdengar dari mulut binatang buas yang telah kehilangan salah satu tangannya, setelah Zhou Tian memotongnya. Tidak berhenti dengan sebelah tangan, Zhou Tian memotong tangan lainnya. Sebenarnya Zhou Tian tidak tahu apa itu tangan atau kaki, tapi karena bagian yang dia potong merupakan kedua kaki bagian depan, dia menganggap gitu adalah tangan binatang buas.


Zhou Tian tidak ingin berlama-lama memberi siksaan pada binatang buas yang tidak lagi bisa memberi perlawanan padanya. Dengan pedang Naga Cahaya, dia membelah tubuh binatang buas yang menjadi lawannya tanpa adanya perlawanan.


Selesai membunuh satu binatang buas yang kini sudah menjadi mayat, fokus Zhou Tian kini tertuju pada binatang buas yang belum juga berhasil menyembuhkan lukanya. Bukannya sembuh luka-luka di tubuhnya, yang ada luka itu justru semakin parah, bahkan Zhou Tian hanya butuh sedikit usaha untuk mengakhiri hidup binatang buas, yang sudah terluka parah.


Zhou Tian memotong tubuh binatang buas itu menjadi beberapa bagian, dan jelas semua itu lebih dari cukup untuk mengakhiri hidupnya. “Dengan begini poin pengalaman milikku telah cukup untuk membuatku menerobos ranah Dewa Agung tingkat Sempurna,” gumam Zhou Tian, dan dia segera menyuruh sistem untuk meningkatkan kekuatannya ke ranah Dewa Agung tingkat Sempurna.


Tidak bituh waktu lama Zhou Tian akhirnya memiliki kekuatan ranah Dewa Agung tingkat Sempurna, yang mana jika dia menggunakan kekuatan Dewa Iblis, dia akan memiliki kekuatan setara ranah Dewa Semesta tingkat Menengah.


“Dengan begini aku siap berhadapan dengan kedua Dewa ras manusia!” ucap Zhou Tian, dan dia tersenyum puas dengan pencapaiannya.


......................


Bersambung.