
“Bagaimana, apa diantara kalian ada yang berhasil mengetahui kekuatan yang dimiliki Kerajaan Iblis?”
Ji Hou, Patriark Sekte Menara Langit bertanya pada lima mata-mata yang dia beri tugas mengumpulkan informasi tentang kekuatan Kerajaan Iblis.
Setelah tahu musuh terbesarnya berhasil berkembang pesat bahkan mampu mendirikan sebuah Kerajaan, Patriark Ji Hou sangat marah dan ingin segera memusnahkan keberadaan mereka.
Mengirim banyak mata-mata untuk mengumpulkan informasi tentang Kerajaan Iblis, sudah banyak informasi yang didapatkannya, tapi sebagian besar informasi itu sama sekali tidak berguna.
Informasi penting seperti jumlah prajurit musuh, kekuatan yang dimiliki musuh, serta siapa sosok Raja Kerajaan Iblis, tiga informasi paling penting yang sampai saat ini belum dia dapatkan.
Sudah banyak mata-mata yang dia kirim, tapi banyak yang kembali membawa kegagalan, dan tak sedikit yang tidak kembali karena tertangkap oleh prajurit Kerajaan Iblis.
Namun, setelah lama menanti ada yang memberinya sebuah informasi penting, dia sekarang memiliki secercah harapan dari mata-mata yang baru saja kembali dari ibukota Kerajaan Iblis.
“Patriark, kami memiliki sedikit informasi tentang kekuatan mereka, tapi kami tidak memiliki bukti kebenaran dari informasi yang kami dapatkan.” Salah satu mata-mata membuka suara.
Patriark Ji Hou yang mendengarnya tersenyum kecil. Meski tak ada bukti yang bisa membuktikan kebenaran informasi mereka, setidaknya ada hasil yang mereka dapatkan selama berada di ibukota Kerajaan Iblis.
“Katakan saja padaku informasi apa saja yang berhasil kalian dapatkan selama berada di tempat itu!” ucap Patriark Ji Hou sembari menatap bergantian lima orang di hadapannya.
“Patriark, informasi yang kami dapatkan berhubungan dengan kekuatan utama Kerajaan Iblis. Menurut sumber yang dapat kami percaya, Raja Kerajaan Iblis sangatlah kuat, yang mana kekuatannya telah melampaui ranah Saint.”
“Selain sosok Raja Iblis yang sangat kuat, ada lagi lima orang kepercayaannya, yang konon katanya kekuatan mereka telah mencapai ranah Saint tingkat Sempurna. Lalu dari rumor yang sedang beredar di ibukota Kerajaan Iblis, dirumorkan pihak Kerajaan memiliki prajurit khusus yang seluruh anggotanya merupakan kultivator ranah Nirwana tingkat Sempurna.”
“Untuk jumlah prajurit khusus milik Kerajaan, dari informasi yang kita dapatkan, jumlah mereka lebih dari sepuluh ribu prajurit, dan terdapat puluhan pemimpin prajurit yang kekuatannya berada di tingkat Awal ranah Saint.”
Semua informasi telah disampaikan, dan mereka tak terlalu berharap Patriark Ji Hou percaya dengan informasi yang mereka berikan. Bagaimanapun juga, tanpa adanya bukti nyata, bisa saja informasi itu salah.
Sementara itu, Patriark Ji Hou yang mendengar keseluruhan informasi dari mata-matanya. Meski tak ada bukti nyata, dia merasa informasi itu bisa dipercaya.
“Sekalipun ada bantuan dari Sekte utama dari Benua Tengah, belum tentu kita dapat memusnahkan keberadaan musuh!” Patriark Ji Hou sangat ingin balas dendam dan memusnahkan musuh terbesarnya, tapi di sisi lain dia tidak ingin mengulangi kekalahan di masa lalu.
Saat Patriark Ji sedang bimbang, salah satu Tetua Sekte menghampirinya.
“Patriark, bala bantuan dari Sekte utama sudah datang dan saat ini mereka sedang beristirahat di kediaman tamu.” Tetua yang datang mengabarkan tentang kedatangan bala bantuan yang diberikan Sekte Sembilan Menara, yang merupakan induk dari Sekte Menara Langit.
“Tetua Ketujuh, berapa jumlah bala bantuan yang datang, dan berada di ranah apa kekuatan mereka?” tanya Patriark Ji Hou.
Tetua Ketujuh yang mendapatkan pertanyaan dari Patriark Ji Hou, terlihat dia sedang mengingat sesuatu.
“Patriark, jumlah mereka ada seribu orang. Lima puluh orang memiliki kekuatan di ranah Saint tingkat Awal, dan sisanya berada di ranah Nirwana tingkat Menengah sampai tingkat Puncak.”
Mendengar jumlah yang tidak sedikit dan kekuatan yang cukup untuk meratakan Sekte nya, Patriark Ji Hou sama sekali tidak menunjukkan kepuasan dari apa yang didengarnya. Entah kenapa dia merasa kekuatan itu masih belum cukup untuk mengalahkan musuhnya.
Dia masih terus memikirkan informasi dari mata-matanya tentang kekuatan musuh. Membandingkan kekuatan musuh dari informasi mata-matanya dengan kekuatan yang berada di sisinya, Patriark Ji Hou sama sekali tidak menemukan celah untuk memenangkan peperangan.
Sebenarnya ada kemungkinan besar dirinya memenangkan peperangan selama informasi kekuatan musuh adalah sebuah kesalahan.
Namun, setelah kekalahan di masa lalu, entah kenapa dia merasa informasi itu adalah sebuah kebenaran, yang tak begitu saja bisa diabaikan.
...----------------...
Di sisi lain, tepat di atas wilayah Sekte Menara Langit, dua kukatan cahaya muncul dari kejauhan dan berhenti tepat di atas wilayah Sekte Menara Langit.
“Gege, benarkah yang dibawah kita adalah wilayah Sekte Menara Langit, yang sedang merencanakan penyerangan Kerajaan Iblis?”
Pertanyaan terdengar dari bibir gadis bercadar, yang melayang bersebelahan dengan seorang pria.
Mereka adalah Zhou Tian dan Zhu Ying, yang baru saja sampai di atas wilayah Sekte Menara Langit.
“Di bawah sana memang wilayah Sekte Menara Langit, tapi mereka sama sekali tidak memiliki kualifikasi menyerang Kerajaan Iblis.” Zhou Tian dapat merasakan kekuatan besar Sekte Menara Langit, tapi kekuatan itu tak sebesar kekuatan Kerajaan Iblis.
Puluhan kultivator dengan kekuatan ranah Saint dan ribuan kultivator dengan kekuatan ranah Nirwana.
Dengan teknik Mata Emas tak sulit bagi Zhou Tian melihat kekuatan musuh, dan jika dengan kekuatan itu mereka bermaksud menyerang Kerajaan Iblis, hanya kekalahan telak seperti di masa lalu yang akan mereka dapatkan.
“Gege, apa kita hanya melihat mereka? Bukannya Gege ingin melenyapkan keberadaan mereka sebelum meninggal Benua ini?” Zhu Ying bertanya sambil mengarahkan pandangan memandang wajah Zhou Tian.
“Ying’er sepertinya sudah tidak sabar bermain-main dengan mereka, kalau begitu mari kita turun dan memberi kejutan pada mereka!” ucap Zhou Tian.
Mendengarnya Zhu Ying tersenyum tipis lalu dia bicara, “Pasti menyenangkan rasanya bermain-main dengan mereka yang memiliki niat buruk pada ras Iblis!”
...----------------...
Di Sekte Menara Langit.
Beberapa penjaga yang merupakan murid sekte, dari waktu ke waktu mereka terus menyusuri benteng kokoh yang mengelilingi sekte.
Saat ini keadaan sekte sangatlah tenang, tak terlihat tanda-tanda sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
Penjagaan ketat dan adanya array pelindung membuat anggota Sekte Menara Langit yakin tak ada yang mampu menyerang sekte secara terang-terangan.
Itulah yang menjadi keyakinan mereka, tapi keyakinan itu tak lama lagi akan runtuh.
“Menurutmu kapan kita akan menyerang Kerajaan Iblis dan membalaskan dendam kekalahan di masa lalu?” tanya seorang murid sekte yang sedang bertugas sebagai petugas keamanan.
“Aku baru saja mendengar tentang kedatangan bala bantuan dari Sekte Sembilan Menara. Dengan kedatangan mereka, aku yakin tak lama lagi kita akan melancarkan serangan total ke wilayah Kerajaan Iblis,” jawab sesama murid yang juga sedang bertugas sebagai petugas keamanan.
“Dengan kekuatan yang dimiliki Sekte Menara Langit serta bala bantuan Sekte Sembilan Menara, aku yakin kita akan memenangkan peperangan.”
“Bukan hanya sekedar menang, tapi kita akan memusnahkan mereka tanpa sisa!” ucap murid sekte satunya penuh dengan keyakinan.
“Mereka pantas musnah, tapi aku ingin sedikit mendapatkan keuntungan dari gadis ras iblis sebelum membunuh mereka!”
Seketika keduanya tersenyum saat membicarakan gadis ras iblis yang terkenal akan kecantikan dan keindahan tubuhnya.
Sementara itu Patriark Ji Hou saat ini sedang berbincang hangat dengan Hong Meng, pemimpin bala bantuan dari Sekte Sembilan Menara.
“Sebenarnya seberapa kuat mereka sampai kamu membutuhkan bantuan dari sekte utama?” Hong Meng pada Patriark Ji Hou yang duduk berbatas sebuah meja di hadapannya.
“Aku tidak tahu pasti seberapa besar kekuatan mereka karena mata-mata yang aku kirim senantiasa gagal menyelesaikan tugas mereka, tapi dari sedikit informasi yang aku dapatkan, kekuatan Sekte Menara Langit tak sebanding dengan kekuatan mereka, dan karena itu aku meminta bantuan pada Sekte Utama,” jawab Patriark Ji Hou serius.
Kalau sedari awal kekuatan Kerajaan Iblis tak lebih baik dari kekuatan Sekte Menara Langit, tidak mungkin Patriark Ji Hou memohon bantuan dari Sekte utama di Benua Tengah.
“Kerajaan Iblis yang baru berdiri. Setidaknya mereka lebih lemah dari Kerajaan Iblis Benua Timur. Dengan bantuan yang aku bawa, seharusnya mudah bagi kita mengalahkan mereka!” ucap Hong Meng.
Baru juga Patriark Ji Hou ingin membalas ucapan Hong Meng, dia maupun Hong Meng dapat merasakan keberadaan dua sosok mendekat ke tempat mereka.
“Musuh kalian sudah datang, kenapa tidak segera keluar?”
Sebuah suara terdengar menggema ke seluruh kawasan Sekte Menara Langit, membuat semua orang penasaran siapa pemilik suara itu.
Patriark Ji Hou melihat arah luar, dan entah kenapa dia merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi pada Sekte nya.
Bangkit berdiri, dia segera pergi keluar ruangan bersama Hong Meng yang mengikuti tepat di belakangnya.
Berada di luar, saat melihat ke halaman kediamannya, dia melihat dua sosok asing yang sedang dikelilingi murid Sekte.
Sepasang mata Patriark Ji Hou menatap dua orang di tengah-tengah kepungan murid Sekte nya.
Hanya melihat tanpa merasakan aura mereka, tubuh Patriark Ji Hou tiba-tiba saja gemetaran, dan dia merasakan bahaya dari dua sosok yang masih diam di tempat mereka.
...----------------...
Bersambung.