Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Menyerang Sekte Menara Langit


“Siapa kalian?” Patriark Ji Hou berjalan mendekat dan memberanikan diri bertanya pada dua sosok yang tak dikenalinya.


Melihat ketenangan dua sosok yang berada di tengah kepungan murid Sekte nya, Patriark Ji Hou yakin mereka bukan sosok sembarangan.


Ditambah dirinya yang merasakan ancaman dari mereka, Patriark Ji Hou yakin keberadaan keduanya bukan sesuatu yang baik untuk Sekte nya.


“Patriark, mereka berdua dari istana Kerajaan Iblis, tapi siapa mereka di istana itu saya tidak mengetahuinya.” ucap salah satu mata-mata Sekte Menara Langit yang cukup lama berdiam diri di Ibukota Kerajaan Iblis.


“Jadi mereka berdua ini Iblis, tapi kenapa kenapa penampilan mereka terlihat selayaknya manusia, bahkan tak terasa adanya aura Iblis dari tubuh mereka?” ujar Hong Meng sembari menatap Zhou Tian dan Zhu Ying.


“Tuan, seluruh iblis yang tinggal di Kerajaan Iblis dapat menyembunyikan aura iblis milik mereka, membuat mereka sangat mirip dengan manusia.” Setelah tinggal lama di Ibukota Kerajaan Iblis, mata-mata Klan Menara Langit sedikit banyak mengetahui teknik istimewa milik ras iblis.


“Terlalu banyak tahu tentang kami itu tak baik untukmu, karena itu sebaiknya kalian semua mati!” Zhou Tian sambil menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.


“Gege, yang lemah serahkan padaku!” Zhu Ying mengeluarkan pedang kayu dari cincin penyimpanannya, dan bersiap menyerang.


Merasakan ancaman dari keberadaan Zhu Ying, Patriark Ji Hou menyuruh murid Sekte nya menyerang wanita itu.


“Kalian jangan tertipu kecantikannya! Maju dan bunuh wanita itu!”


Seluruh murid yang mengepung Zhu Ying dan Zhou Tian mengangguk.


“Serang mereka!”


Puluhan murid Sekte Menara Langit yang sudah mempersenjatai diri mereka dengan berbagai senjata maju menyerang. Bukan hanya menyerang Zhu Ying, tapi mereka juga mencoba menyerang Zhou Tian.


“Langkah bayangan.” Mempercepat pergerakannya dengan teknik Langkah Bayangan, mudah bagi Zhu Ying menghindar dari serangan yang tertuju padanya, dan di lain sisi dia juga berhasil menahan seluruh serangan yang tertuju pada Zhou Tian.


Bergerak cepat seolah dirinya hanya sebuah bayangan, puas menghindar dan menahan serangan, kini gilirannya menyerang.


Mengayunkan pedang kayu di tangannya, Zhu Ying mematahkan seluruh senjata musuh yang digunakan menahan serangannya.


Tak hanya mematahkan senjata di tangan musuhnya, serangan Zhu Ying juga berhasil melukai lawannya, bahkan lima orang telah meregang nyawa setelah kepala mereka terpisah dari bagian tubuhnya.


Swush... Swush... Swush...


Gerakan Zhu Ying benar-benar cepat, dan dengan kecepatannya dia dengan mudah membunuh musuh-musuhnya. Tak peduli pria ataupun wanita, semua mati mengenaskan di tangannya.


Boom... Boom... Boom...


Selain menggunakan pedang kayu di tangannya, Zhu Ying juga menggunakan pukulan dan tendangan untuk menyerang.


Dikarenakan perbedaan kekuatan yang sangat jauh, setiap pukulan dan tendangan yang dilakukan Zhu Ying selalu mengakhiri hidup musuhnya.


Melihatnya yang membunuh tanpa ampun dan tak tersentuh, beberapa murid mencoba mundur dan melarikan diri, tapi sayangnya Zhu Ying tak membiarkan mereka pergi melarikan diri.


Bergerak cepat, Zhu Ying muncul di hadapan mereka yang ingin pergi melarikan diri, dan dengan pedang kayu di tangannya dia membelah tubuh orang-orang itu menjadi dua bagian sama besar.


Swush.. Swush... Prang...


Tetua Kelima dan Tetua Ketujuh muncul lalu dengan menyatukan kekuatan, mereka mencoba menghentikan Zhu Ying. “Kau memang cantik, tapi sayangnya kau harus mati!” Teriak Tetua Ketujuh.


Bersama Tetua Kelima, setelah berhasil menahan serangan Zhu Ying, kini giliran mereka yang menyerang.


Namun, keputusan mereka adalah sebuah kesalahan.


Meremehkan kekuatan Zhu Ying dan beranggapan bisa membunuhnya hanya dengan serangan tunggal, keduanya tak menyangka kalau Zhu Ying sudah membaca pergerakan mereka.


“Mati!” Teriak bersamaan Tetua Kelima dan Tetua Ketujuh sambil mengayunkan pedang di tangan mereka yang memancarkan aura kegelapan.


“Tebasan Penakluk Iblis!”


Keduanya menggunakan teknik yang sama saat menyerang, dan teknik itu menciptakan serangan pedang mematikan yang langsung tertuju ke tubuh Zhu Ying.


Serangan keduanya terlihat kuat dan mengerikan, tapi di mata Zhu Ying serangan mereka seperti mainan anak kecil.


Hanya dengan mengayunkan pedang kayu di tangannya, dengan mudahnya dia menghentikan seluruh serangan yang tertuju kearahnya.


“Mustahil!” Teriak bersamaan dua orang yang serangannya dengan mudah dihentikan Zhu Ying.


Senyum sinis muncul di wajah Zhu Ying melihat kedua musuhnya terkejut, dan dengan memanfaatkan keterkejutan keduanya kini gilirannya menyerang.


Menggenggam erat pedang kayu dengan tangan kanannya, sosok Zhu Ying bergerak cepat menyerang, dan tanpa ampun dia menebas leher kedua Tetua yang menjadi lawannya.


Darah panas menyembur dari luka di leher dua Tetua yang telah kehilangan kepalanya.


“Berani membunuh dua Tetua Sekte Menara Langit, kau harus mati!” Teriakan marah Patriark Ji Hou lalu dia menyuruh para Tetua yang baru datang untuk menyerang Zhu Ying.


Swush... Swush... Swush...


Seluruh Tetua yang baru saja datang langsung melesat maju menyerang Zhu Ying dengan berbagai senjata di tangan mereka.


Trang... Trang... Slash...


Saat serangan yang dilakukan para Tetua tak dapat melukai Zhu Ying, mereka justru terluka saat gagal menghindar ataupun menahan serangan yang dilakukan Zhu Ying. Meski hanya luka kecil yang tak seberapa, tapi jika luka itu berjumlah lebih dari satu, luka kecil juga akan terasa menyakitkan dan sedikit banyak dapat mempengaruhi pergerakan mereka.


Enam orang Tetua melawan seorang gadis muda. Bukannya memenangkan pertempuran, ke-enam Tetua justru mengalami banyak luka dan intensitas serangan mereka mulai menurun.


“Sekarang giliranku!” Tak ada bertahan atau menghindar, sekarang Zhu Ying memfokuskan pergerakannya menyerang dan membunuh semua musuhnya.


Slash... Slash... Slash...


Tiga Tetua mati karena gagal menghindari serangan Zhu Ying, menyisakan tiga Tetua yang mulai ragu menyerang musuh mereka.


Keragu-raguan mereka jelas terlihat di mata Zhu Ying, dan dengan memanfaatkan keraguan mereka dia semakin gencar melakukan serangan yang jelas tidak dapat dihentikan oleh ketiga musuhnya.


Swosh...


Melihat Tetua Pertama hampir mati di tangan Zhu Ying, Patriark Ji Hou maju menyerang Zhu Ying sambil mencoba menyelamatkan Tetua Pertama yang merupakan sahabat baiknya.


“Jangan berharap wanita sialan sepertimu bisa membunuh para Tetua Sekteku! Kau akan mati di tanganku!” Patriark Ji Hou menyerang Zhu Ying, tapi sosok pemuda tampan muncul di hadapannya dan berhasil menghentikan serangannya.


“Patriark Ji Hou, lawanmu adalah aku, jadi jangan menyerang yang lain selama kamu belum mengalahkanku!” ucap Zhou Tian, pemuda tampan yang muncul di hadapan Patriark Ji Hou dan menghentikan serangannya.


“Serang aku dengan segenap kekuatanmu jika masih ingin ada sedikit harapan bisa mengalahkanku! Akan tetapi, sungguh sebuah kemustahilan kamu yang lemah ini bisa mengalahkanku.” Zhou Tian tersenyum sinis meremehkan Patriark Ji Hou.


“Cih, mungkin kamu lebih kuat dariku, tapi aku tidak sendiri, aku memiliki banyak orang kuat di sisiku yang dapat dengan mudah mengalahkanmu!” Patriark Ji Hou memiliki keyakinan pemuda di hadapannya lebih kuat darinya, tapi di waktu yang sama Hong Meng muncul di dekatnya, dan di belakangnya terdapat bala bantuan yang dikirim Sekte Sembilan Menara.


Dengan bantuan kekuatan Hong Meng dan yang lainnya, Patriark Ji Hou yakin dapat mengalahkan pemuda dan gadis bercadar yang menyerang Sekte nya.


Swush... Swush... Swush...


Tanpa diperintah ratusan kultivator dengan kekuatan ranah Nirwana maju menyerang Zhou Tian.


“Cukup dengan kekuatan mereka, aku pastikan kalian berdua mati mengenaskan!” Hong Meng berucap dengan suara lantang, dan tentu ucapannya dia tujukan pada Zhou Tian dan Zhu Ying.


Ratusan kultivator menyerang Zhou Tian menggunakan berbagai senjata milik mereka, tapi belum juga melayangkan serangan pada Zhou Tian, aura kuat muncul dan mengunci pergerakan mereka.


“Lemah!” Dengan santainya Zhou Tian meningkatkan aura kekuatan yang mengunci pergerakan mereka, dan satu persatu mereka mati dengan tubuh meledak.


Boom... Boom... Boom...


Tak ada yang selamat dari aura Zhou Tian yang mengunci tubuh mereka. Semua mati mengenaskan dengan tubuh meledak, dan semua kejadian berlangsung dalam waktu singkat.


Ratusan kultivator mati dan hanya menyisakan potongan tubuh serta darah mereka yang memerankan medan pertempuran.


“Apa tidak ada yang lebih kuat dari mereka?” Pertanyaan sekaligus sindiran terlontar dari mulut Zhou Tian yang saat ini sedang tersenyum sinis.


“I-ini, bagaimana bisa dia melakukan itu? Sebenarnya sekuat apa orang itu?” Hong Meng benar-benar sulit percaya dengan apa yang baru dia lihat.


Melihat bagaimana pria yang masih begitu muda membunuh ratusan kultivator yang datang bersamanya, Hong Meng tiba-tiba saja merasakan ketakutan pada sosok itu.


“Saudara Hong Meng, sebaiknya kita serang dia bersama-sama! Dengan kekuatan puluhan kultivator ranah Saint muatahil baginya masih dapat bertahan hidup!” ucap Patriark Ji Hou sembari mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.


Hong Meng yang mendengarnya mengangguk, begitu juga dengan puluhan orang di belakang Hong Meng.


“Kau telah membunuh banyak orangku, hari ini aku sendiri yang akan memastikan kematianmu!” Hong Meng berbicara bersamaan dengan munculnya aura kuat yang berasal dari tubuhnya.


“Serang mereka!” Perintah diberikan Hong Meng pada semua orang di belakangnya, dan perintah itu juga berlaku untuk dirinya sendiri dan Patriark Ji Hou.


Puluhan kultivator ranah Saint yang dipimpin Hong Meng dan Patriark Ji Hou melesat maju menyerang Zhou Tian.


“Sekumpulan orang lemah!”


...----------------...


Bersambung.