Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Kemunculan Phoenix


Zhou Tian melihat lebih dari seratus iblis yang menjadi penghuni baru pulau melayang miliknya, di bantu dua harimau putih dan dua kera emas berekor panjang, ia menempatkan seluruh penghuni baru di rumah tidak jauh dari deretan rumah yang sudah dihuni puluhan iblis, yang lebih dulu tinggal di pulau melayang.


“Tuan Muda, apa kami akan dijadikan target buruan?” tanya salah satu iblis yang sebelumnya dibeli Zhou Tian di kota.


Zhou Tian tersenyum dan menggelengkan kepala lalu berkata, “Kamu tidak akan pernah menjadi target buruan! Bukan hanya kamu, tapi kalian semua tidak akan ada yang menjadi target buruan!...


...Sebelumnya aku mengatakan semua itu saat membeli kalian, itu semua aku lakukan supaya mereka tidak curiga kalau aku membeli untuk menyelamatkan hidup kalian.”


Mereka yang mendengar itu bernapas lega, dan saat mereka menatap wajah penyelamat mereka, semua bisa melihat jika sosok penyelamat mereka adalah seorang iblis.


Zhou Tian saat ini sudah tidak dalam penyamaran, sehingga semua orang bisa melihat identitas aslinya yang seorang iblis, dan mereka mulai mengagumi sosok Zhou Tian yang ternyata juga merupakan pemilik dari salah satu pulau melayang.


Melihat semua orang sudah tenang, Zhou Tian yang tahu mereka dibeli dalam keadaan lapar dan ada beberapa yang dalam keadaan terluk, ia segera membeli banyak makanan dari toko sistem, dan memberi makanan itu pada mereka, lalu ia mulai mengobati yang terluka.


Sambil mengobati mereka yang terluka, Zhou Tian juga melakukan penilaian bakat yang dimiliki setiap orang. Setelah mengetahui bakat masing-masing dari mereka, selanjutnya ia bisa menentukan pelatihan yang tepat untuk mereka.


‘Ternyata sebagian besar dari mereka berbakat sebagai kultivator, dan sedikit dari mereka berbakat sebagai ahli array, penempa, dan alkemis.’ Zhou Tian berbicara dalam hati.


“Setelahnya kalian bisa beristirahat, dan besok akan ada orang yang datang memberi bimbingan pada kalian! Aku yakin kalian ingin menjadi sosok yang kuat, oleh karena itu mulai besok kalian harus semangat berlatih menjadi kuat!” ujad Zhou Tian.


“Ya, kami ingin menjadi kuat dan membuktikan jika ras iblis tidak seharusnya dianggap sebagai target buruan!” teriak lantang salah satu anak laki-laki, yang baru saja menghabiskan makannya.


“Tuan Muda, kami ingin menjadi kuat dan melindungi iblis lainnya. Kami tidak ingin balas dendam, tapi kami hanya ingin hidup bebas. Dengan kekuatan, kami yakin bisa memiliki kehidupan bebas tanpa harus takut pada ras lain!” Ras iblis sebenarnya memang tidak memiliki sifat pendendam, melainkan apa yang mereka lakukan jika memiliki kekuatan adalah murni untuk melindungi diri sendiri, dan melindungi sesama iblis.


Zhou Tian mengangguk kecil mendengar semua itu, dan sekali ia lagi mengatakan kalau esok hari meraka semua akan memulai pelatihan, yang akan menjadi mereka menjadi sosok kuat.


...----------------...


Di sekitaran pulau melayang milik Zhou Tian yang masih diam di tempatnya.


Puluhan orang berada di sekitaran pulau melayanh itu, mengawasi setiap pergerakan di pulau melayang, yang munkin tertangkap oleh penglihatan mereka. Namun, sejak awal mereka melihat keberadaan pulau melayang milik Zhou Tian, mereka tidak melihat sedikitpun pergerakan dari tempat itu, dan sekarang mereka mulai bosan menunggu sosok pemilik pulau melayang menunjukkan wujudnya.


Selain orang-orang yang datang untuk mencaritahu siapa pemilik pulau melayang, ada juga puluham orang yang merupakan pemburu iblis. Mereka turut penasaran dengan keberadaan pulau melayang, dan dari salah satu teman mereka yang bertugas menjual iblis di kota, diketahui jika pemilik pulau melayang baru saja memberi iblis dagangannya.


Penasaran apa yang akan dilakukan oleh orang itu pada iblis yang dibelinya, sebenarnya mereka ingin melihat langsung ke dalam pulau, tapi itu mustahil mereka lakukan tanpa adanya izin dari pemilik pulau melayang. Tanpa adanya izin, mereka hanya akan mati sia-sia.


“Keadaan pulau itu benar-benar sangat tenang, seolah tidak ada kehidupan di tempat itu, tapi dari sini aku bisa merasakan banyak hawa kehidupan di tempat itu.” Salah satu pemburu iblis membuka suara.


“Bagaimana kalau kita lebih mendekat kesana, untuk memastikan kehidupan seperti apa yang ada di tempat itu?”


“Aku masih ingin hidup lebih lama, jadi aku menolak melakukannya, tapi kalau kamu sudah bosan hidup, silahkan mendekat dan kami akan mempersiapkan pemakaman untukmu!”


Orang yang barusan mengatakan ingin mendekati pulau melayang, ia seketika tersenyum masam setelah mendengar perkataan salah satu temannya, dan karena ia tidak ingin mati cepat, ia memilih tidak mendekati keberadaan pulau melayang.


Saat mereka semua kembali tenang, sayup-sayup terdengar suara raungan binatang buas dari pulau melayang. Bukan hanya kelompok para pemburu yang mendengarnya, tapi orang-orang yang menginginkan pulau melayanh itu untuk menjadi milik kelompoknya, mereka juga mendengar suara itu.


Mereka yang mendengar suara itu seketika merasakan ketakutan, bahkan tubuh mereka sudah bergetar. Merasakan bahaya hanya dari suara yang terdengar, banyak dari mereka yang memilih pergi menjauh, dan hanya menyisakan segelintir orang yang masih bertahan di tempatnya.


Sementara itu, di pulau melayang itu sendiri, Zhou Tian dan Zhu Ying yang begitu jelas mendengar suara raungan binatang buas yang seolah baru saja bangun dari tidur panjangnya, keduanya segera pergi menuju sumber suara, yang mana sumber suara berasal dari gunung tertinggi yang ada di pulau melayang.


“Gege, apa suara ini berasal dari binatang buas, atau berasal dari binatang spiritual seperti binatang spiritual penghuni hutan?” tanya Zhu Ying begitu penasaran dengan pemilik suara raungan yang baru saja terdengar.


“Ada kemungkinan ia adalah sosok binatang spiritual, dari auranya ada kemiripan dengan aura harimau putih maupun seluruh binatang spiritual di hutan. Untuk memastikannya, sebaiknya kita lihat secara langsung keberadaannya!” ucap Zhou Tian.


Zhu Ying menganggukkan kepalanya pelan, dan terus saja bergerak mengikuti Zhou Tian. Selain mereka yang bergerak menuju sumber suara raungan, para binatang spiritual penghuni hutan juga pergi ke tempat itu, seolah mereka siap menyambut sosok yang mereka hormati.


...----------------...


Zhou Tian dan Zhu Ying sudah berada di dekat gunung tertinggi yang ada di pulau melayang. Dari tempat mereka saat ini, terlihat jelas sosok yang sedang berdiri dengan angkuhnya di atas puncak tertinggi gunung.


Sosok itu adalah Phoenix dengan bulunya berwarna merah keemasan, yang membuat penampilannya terlihat anggun, cantik, serta menawan, dan yang paling jelas auranya sangatlah mendominasi meski ia sedikit lemah dari Zhou Tian.


Setelah beberapa saat terdiam, Phoenix itu mengarahkan pandangannya ke arah dua sosok yang melayang sejajar dengannya.


Pertama melihat mereka, ia menunjukkan tatapan angkuh dan merendahkan dua sosok yang dilihatnya, tapi semua itu hanya sesaat sebelum tubuhnya bergetar ketakutan saat kedua matanya bersitegang dengan mata Zhou Tian. Ia bisa merasakan sesuatu yang buruk bakalan terjadi pada dirinya, jika melawan sosok yang tidak mungkin dapat ia kalahkan dengan kekuatannya saat ini.


Di sisi lain, Zhou Tian yang melihat perubahan Phoenix di puncak gunung setelah menatapnya, ia tidak tahu apa sebenarnya yang baru saja terjadi, tapi ia tahu jika Phoenix itu saat ini sedang ketakutan.


Mengabaikan keberadaan Phoenix yang saat ini menundukkan kepalanya, Zhou Tian mengarahkan pandangan pada Zhu Ying di sebelahnya, “Ying’er, apa kamu tertarik menjadikan Phoenix itu sebagai binatang kontrakmu? Jika kamu ingin, kamu bisa menjadikannya binatang kontrak, dan jika ia menolak, akan aku usir dia dari pulau ini!” ucap tegas Zhou Tian di akhir ucapannya.


“Gege, aku tidak menolak menjadikan ia sebagai binatang kontrakku, asalkan ia juga menginginkannya. Akan tetapi, jika ia tidak menginginkannya, setidaknya biarkan ia tetap tinggal dan membantu kita menjaga pulau ini! Gege baru bisa mengusirnya jika ia menolak membantu menjaga pulau ini!” ucap Zhu Ying.


Zhou Tian mengangguk setuju, lau ia begitu saja mendekati Phoenix di puncak gunung, dan berkata, “Apa kamu tertarik menjadi binatang kontrak istriku? Seharusnya kamu bisa merasakan aura tidak asing dari istriku, dan aku rasa kalian akan menjadi rekan yang tepat!”


Zhou Tian gahu jika Phoenix di hadapannya adalah wanita, dan dikarenakan di dalam tubuh Zhu Ying terdapat satu tetes darah Phoenix, ia yakin Phoenix adalah binatang kontrak yang cocok untuknya.


Phoenix yang sebelumnya tidak terlalu fokus dengan Zhu Ying, setelah mendengar ucapan Zhou Tian, ia semakin fokus mengamati Zhu Ying, dan tiba-tiba saja ia merasakan tekanan kuat saat merasakan dadah Phoenix yang telah menyatu dengan tubuh Zhu Ying.


‘Wanita itu memiliki tulang Phoenix, dan juga memiliki garis keturunan Ratu Phoenix. Itu bukan sekedar garis keturunan biasa, tapi garis keturunan murni, bahkan darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah yang sama dengan darah yang dulunya mengalir di tubuh Ratu Phoenix.’


Berbicara dalam hati, Phoenix itu akhirnya mengambil keputusan dengan cepat. “Hamba bersedia menjadi binatang kontrak istri Tuan, dan hamba berjanji akan selalu melindunginya meski harus berkorban nyawa!”


Menjadi binatang kontrak calon Ratu Phoenix, siapa yang tidak menginginkannya? Di luaran sana akan banyak Phoenix yang iri dengannya karena bisa menjadi binatang kontrak calon Ratu Phoenix.


Mendengar Phoenix di hadapannya bersedia menjadi binatang kontrak Zhu Ying, Zhou Tian segera memanggik istrinya itu mendekat, dan menyuruhnya segera melakukan kontrak dengan Phoenix yang sangat antusias menjadi binatang kontraknya.


Semua proses berjalan lancar, dan saat kontrak sudah terjalin, Zhou Tian dapat merasakan peningkatan kekuatan Zhu Ying dan binatang kontraknya, dan ia yakin tidak lama lagi keduanya akan mendapatkan terobosan.


Mengetahui itu, segera ia membuat formasi array pelindung, yang membuat mereka dapat menerobos tanpa harus merusak lingkungan sekitar, dan tidak akan ada orang lain yang tahu tentang terobosan mereka, kecuali semua penghuni pulau melayang.


Begitu formasi array yang dibuat Zhou Tian terbentuk sempurna, ia segera keluar dari formasi array buatannya, dan memantau peningkatan kekuatan dua sosok yang berada di dalam formasi array. Dari tempatnya, ia merasakan kekuatan keduanya terus meningkat, dan itu tidak berhenti sampai tingkat Menengah ranah Dewa Bumi.


Boomm... Boomm... Boomm...


Ledakan teredam terdengar lirih, dan setelah beberapa kali terdengar ledakan, Zhou Tian memastikan kekuatan keduanya saat ini berada di tingkat sempurna ranah Dewa Bumi, tapi pondasi kekuatan mereka sangat lemah, dan butuh waktu untuk memperbaikinya.


“Sepertinya aku juga harus segera melakukan terobosan jika tidak ingin menjadi sosok yang lebih lemah dibandingkan mereka, tapi aku belum menemukan tempat yang tepat untuk melakukan terobosan!” gumam Zhou Tian.


Membiarkan keduanya memperbaiki pondasi kekuatant, Zhou Tian mengalihkan pandangannya pada seluruh binatang spiritual yang menundukkan kepala memberi hormat padanya.


“Kalian kembalilah ke tempat masing-masing, dan lakukan apa yang sudah menjadi kebiasaan kalian!” perintahnya dan langsung saja binatang spiritual itu pergi setelah memberi penghormatan padanya, tapi dua ekor harimau putih dan dua ekor kera emas ekor panjang belum beranjak pergi dari tempat mereka.


“Apa kalian menginginkan sesuatu dariku sampai belum kembali ke tempat kalian?” tanya Zhou Tian penasaran kenapa meraka masih belum beranjak pergi.


“Tuan, biarkan kami di sini menjaga Nona Ying dan Phoenix!” ucap harimau putih melalui telepati karena itu satu-satunya cara ia berkomunikasi dengan Zhou Tian.


“Kalau begitu kalian tetap di sini bersamaku, dan aku akan memperkenalkan kalian pada ke-empat binatang kontrakku!”


Zhou Tian membuka gerbang Dunia Jiwa, dan keluarlah empat sosok dengan aura setara dengan Zhu Ying dan Phoenix, sebelum mereka mendapatkan terobosan.


Rubah Putih, Rubah Hitam, Naga Kegelapan, dan terakhir ada Ular Langit Malam. Mereka semua keluar dari Dunia Jiwa, dan mulai hari ini untuk sementara waktu mereka akan tinggal di pulau melayang, dikarenakan Zhou Tian meminta mereka melatih iblis di pulau melayang.


Melihat ke-empat sosok binatang kontrak Tuan mereka, kedua harimau putih dan kedua kera emas berekor panjang yang sebenarnya juga memiliki kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Awal, ke-empat sangatlah mengagumi binatang kontrak Tuan mereka.


“Mereka masih sangat muda untuk usia binatang spiritual, tapi kekuatan mereka sudah setara dengan kita. Ke-empatnya memang pantas menjadi binatang kontrak Tuan,” ucap harimau putih jantan, yang disetujui oleh yang lainnya.


...----------------...


Bersambung.