
Zhou Tian, Zhou Lin dan Zhou Gang, mereka terbang cepat menjauhi kota yang telah jatuh ke tangan siluman dan iblis. Dengan kecepatan terbang mereka, hanya dalam hitungan menit mereka telah pergi sejauh ratusan kilometer, tapi mereka sama sekali tidak memiliki keinginan berhenti. Mereka terus saja bergerak, selah ada musuh kuat mengejar-ngejar mereka. Sebenarnya memang ada musuh kuat, tapi bukannya sedang dikejar musuh kuat, tapi mereka justru pergi menghampiri musuh yang dirasa sangat kuat.
Zhou Tian merasa ia semakin mendekati keberadaan musuh, yang menurut sistem keberadaan mereka, bakalan sedikit mempersulit nya. Itu hanya sekedar mempersulit, bukan membuatnya harus mati-matian menghadapi mereka.
Merasakan jaraknya dengan musuh semakin mendekat, Zhou Tian sedikit mengurangi kecepatan terbangnya, begitu juga dengan Zhou Lin dan Zhou Gang. Saat Zhou Tian bergerak lambat, merekapun juga akan bergerak lambat.
“Kakak Lin, Kakak Gang, musuh yang sebentar lagi datang jauh lebih kuat dari kalian, jadi aku berharap kalian bersedia aku tempatkan di Dunia Jiwa!” ucap Zhou Tian.
“Adik, bagaimana mungkin kami membiarkanmu melawan musuh kuat seorang diri? Kami akan tetap di sini memberi bantuan padamu!” ucap Zhou Lin tegas.
Mendengarnya, Zhou Tian menggelengkan kepalanya pelan, dan berkata, “Kakak tenang saja, meski mereka kuat, aku masih sangat yakin dapat mengalahkan mereka, tapi jika Kakak Lin dan Kakak Gang tetap di dekatku, takutnya aku tidak bisa maksimal melindungi kalian dikarenakan harus menghadapi mereka!”
[Tuan, paksa saja mereka pergi ke Dunia Jiwa, dikarenakan di tempat itu keamanan mereka jauh lebih terjamin]
Menuruti keinginan sistem, saat Zhou Lin dan Zhou Gang masih berpikir apa mereka tetap bersama Zhou Tian atau pergi ke Dunia Jiwa, hanya dengan menjentikkan jarinya Zhou Tian mengirim kedua orang itu langsung ke Dunia Jiwa, dan mempertemukan keduanya dengan mereka yang sudah lebih dulu berada di Dunia Jiwa.
Zhou Tian sekarang jauh lebih tenang menghadapi lima sosok yang ia perkiraan akan bertemu dengannya tepat sast matahari baru terbit. “Aku sudah tidak sabar bertarung dan membunuh mereka!” ucap Zhou Tian dan ia tersenyum.
Saat terbang seorang diri, Zhou Tian kembali mempercepat terbangnya, dan sekarang keberadaannya bagaikan kilatan cahaya yang bergerak cepat di kegelapan langit malam.
Sementara itu, jauh di depan Zhou Tian, lima sosok yang merupakan Jenderal utama ras manusia di Alam Dewa terbang cepat ke arah Zhou Tian berada.
Mereka terbang dalam keadaan diam satu sama lain. Sorot mata mereka begitu tajam melihat arah depan, seolah mereka berlima siap menerkam siapapun yang muncul di hadapan mereka. Namun, sampai saat ini tidak ada musuh yang muncul di hadapan mereka.
Meski tidak ada musuh yang muncul di hadapan mereka, tapi mereka bisa merasakan sosok Zhou Tian, yang menurut mereka ada keanehan di situasi saat ini. Sosok Zhou Tian adalah sosok yang mereka cari keberadaannya, tapi entah kenapa mereka merasa kalau sosok itu saat ini justru tengah mencari keberadaan mereka.
“Sepertinya musuh yang akan kita hadapi bukan sesuatu yang mudah dikalahkan!” ucap salah satu dari mereka, dan yang lainnya hanya menganggukkan kepala sebagai balasan.
...----------------...
Setelah semalaman terbang tanpa henti, Zhou Tian akhirnya berhenti di tempat yang jauh dari kehidupan makhluk hidup lainnya. Ia merasa tempatnya saat ini sangat pas untuk melakukan terobosan, ataupun melawan musuh yang tidak lama lagi akan datang.
Ketika ia bisa melihat sebentar lagi matahari terbit dan aura keberadaan kelima musuhnya semakin jelas ia rasakan, bukannya bersiap menghadapi musuh, Zhou Tian justru bersiap melakukan terobosan. “Sistem, apa aku bisa melakukan terobosan di tempat ini? Tempat ini jauh dari keberadaan makhluk hidup, aku yakin terobosan yang aku lakukan tidak akan melukai makhluk hidup lainnya!” ucapnya pada sistem.
[Sistem telah memastikan jika ratusan kilometer dari tempat ini tidak ditemukan keberadaan makhluk hidup selain tumbuhan. Tempat ini memang tepat digunakan untuk melakukan terobosan, dan apa Tuan akan melakukan terobosan di tempat ini?]
[Ya/Tidak]
Jika sebelumnya Zhou Tian memutuskan tidak melakukan terobosan, tapi kali ini ia memilih melakukan terobosan di tempatnya saat ini, meski tidak lama lagi musuh datang. “Sistem, aku ingin menerobos saat ini juga, dan berapa lama waktu yang aku perlukan untuk sebuah terobosan?”
[Terobosan yang akan Tuan lakukan tidak memakan banyak waktu, dan terobosan akan selesai sebelum musuh datang. Sebaiknya Tuan segera mempersiapkan diri, dikarenakan begitu menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi, tubuh Tuan akan disucikan kembali oleh 10 petir Surgawi]
Zhou Tian yang mendengar itu segera duduk bersila di tempat yang nyaman, dan kapanpun ia siap disucikan oleh 10 petir Surgawi.
Swuusshhh... Booomm...
[Tuan berhasil menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi, dan Tuan akan segera menghadapi sepuluh kali sambaran petir Surgawi]
Usai suara sistem tidak lagi terdengar, Zhou Tian bisa merasakan kekuatannya telah jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, dan di waktu bersamaan ia bisa melihat awan petir mulai berkumpul di atasnya.
Bukannya awan petir gelap yang muncul selayaknya awan petir yang muncul sebelum datangnya hujan. Dikarenakan yang datang adalah petir Surgawi yang akan mensucikan kembali tubuhnya, awan petir yang datang berwarna putih bersih tanpa noda.
Begitu awan petir terbentuk sempurna, saat itu juga petir pertama muncul dan langsung menyambar tubuh Zhou Tian.
Sambaran petir tidak memberikan rasa sakit pada tubuhnya, dikarenakan Zhou Tian telah mengaktifkan kekuatan Tubuh Dewa nya. Sekain tidak merasakan rasa sakit, ia mendapat tambahan seratus triliun poin pengalaman saat tubuhnya tersambar petir Surgawi.
Tidak berhenti dengan satu sambaran petir, bisa terlihat petir lainnya mulai terbentuk, dan secara berturut-turut petir kedua, ketiga, keempat, dan petir kelima menyambar tubuh Zhou Tian.
Barulah terjadi jeda yang lumayan lama saat petir ke-enam akan menyambar Zhou Tian, tapi setelah jeda yang cukup lama, berturut-turut petir ke-enam sampai petir kesepuluh menyambar Zhou Tian tanpa ada jeda, membuat kawasan di sekitar Zhou Tian duduk hancur tidak berbentuk.
Zhou Tian menyunggingkan senyuman di wajahnya saat ia berhasil melewati sepuluh kali sambaran petir Surgawi. “Dengan poin pengalaman yang saat ini aku miliki, tinggal sedikit lagi untukku dapat menerobos tingkat Menengah ranah Jenderal Dewa Surgawi!” gumam Zhou Tian.
Sesaat setelah awan petir di atas tubuhnya menghilang dan ia baru saja mengganti pakaiannya yang compang-camping setelah tersambar petir, Zhou Tian dapat merasakan kelima musuhnya sangat dekat dengannya. Mungkin jarak diantara mereka kurang dari seratus kilometer.
“Mereka datang tepat waktu, dan dengan begini aku bisa langsung menguji kekuatan baruku dengan berhadapan langsung melawan mereka. Semoga saja mereka tidak menjadi lemah setelah aku berhasil menerobos ranah yang lebih tinggi!” ucap Zhou Tian lalu ia melayang di ketinggian langit.
Melihat jauh ke arah kelima musuh yang semakin mendekat, akhirnya ia bisa melihat keberadaan mereka. “Aura yang sangat mendominasi, dan juga zirah perang yang sangat kokoh sebagai pertahanan diri mereka. Hah, sayangnya tidak ada dari mereka yang kekuatannya telah mencapai ranah Kaisar Dewa Surgawi!” ucap Zhou Tian yang berharap musuh bisa membuatnya bertarung mati-matian untuk mendapatkan kemenangan.
Lima sosok Jenderal utama ras manusia di Alam Dewa akhirnya sampai di hadapan Zhou Tian. Terlihat sorot mata tajam mereka menatap keberadaan Zhou Tian, dan tidak lama senyum sinis muncul di bibir mereka semua setelah merasakan kekuatan Zhou Tian yang hanya berada di ramah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Awal. Mereka pun yakin jika sosok iblis yang muncul bukanlah musuh utama, yang keberadaannya sedang mereka cari.
Zhou Tian yang tahu jika mereka semua sedang meremehkan kekuatannya, bukannya terpancing emosinya, ia justru masih bersikap tenang seperti biasa, seolah sedang melihat lima orang yang ditakdirkan mati di tangannya. “Yo, apa yang sedang kalian lakukan di tempat ini?” tanya Zhou Tian berbasa-basi dengan mereka.
Tidak ingin menjawab pertanyaan Zhou Tian, salah satu dari lima Jenderal Utama ras manusia maju menyerang Zhou Tian. Ia adalah Fu Tong, dan menyerang Zhou Tian hanya dengan menggunakan setengah kekuatannya. Saat ini ia berada di ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Puncak, dan setengah kekuatannya ia rasa lebih dari cukup untuk mengalahkan musuh yang hanya memiliki kekuatan dua tingkat lebih lebih rendah darinya.
Melihat musuh datang menyerang, Zhou Tian masih saja tenang, apalagi ia tahu jika musuhnya tidak menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang. “Apa kau serius menyerangku hanya dengan setengah kekuatan yang kau miliki?” tanya Zhou Tian sambil menangkis serangan Fu Tong yang sama sekali tidak mempersulit nya.
Fu Tong sedikit terkejut saat serangannya berhasil ditangkis Zhou Tian. Ia tidak menyangka serangannya dengan mudah di tangkis, bahkan ia masih bisa melihat senyuman saat musuh menangkis serangannya.
“Ternyata kau sedikit lebih kuat dari perkiraanku, baiklah aku akan lebih serius menghadapimu!” Fu Tong sedikit meningkatkan kekuatannya, dan kembali ia menyerang Zhou Tian. Namun, lagi-lagi serangannya berhasil ditahan dan ditangkis oleh Zhou Tian, dan itu membuatnya merasa geram. Ia benar-benar tidak menyangka jika akan dibuat repot oleh musuh yang jelas-jelas lebih lemah darinya.
“Apa hanya sebatas ini kekuatan yang kamu miliki?” tanya Zhou Tian bermaksud meremehkan kekuatan lawannya.
Tidak ada jawaban dari Fu Tong, tapi Zhou Tian bisa merasakan jika serangannya lawannya terasa semakin kuat.
Senyum terlihat di wajah Zhou Tian saat merasa lawannya semakin serius menghadapinya, dan senyuman itu terlihat oleh Fu Tong dan empat orang lainnya.
Mereka merasa aneh dengan senyuman yang ditunjukkan Zhou Tian, dan entah sejak kapan mereka merasa sosok Zhou Tian sangat menyeramkan.
“Seranganmu terlalu lemah, bagaimana jika sekarang giliran aku yang menyerang?” ucap Zhou Tian dan tanpa menunggu balasan Fu Tong, ia langsung menyerang pria itu.
Ia menyerang menggunakan tinju, sedangkan Fu Tong membuka lebar telapak tangannya untuk menahan serangannya. Namun, Fu Tong bisa merasakan rasa sakit di telapak tangannya, saat ia berusaha menahan serangan Zhou Tian.
‘Sialan! Ranah kultivasi nya memang lebih rendah dariku, tapi kekuatan fisiknya jauh lebih kuat diriku. Mungkin kekuatan fisiknya setara dengan Kakak Fu Haifeng,’ ucap Fu Tong dalam hati, dan sekarang ia tidak lagi menahan atau menangkis serangan Zhou Tian, melainkan ia memilih terus menghindarinya.
Beberapa kalia ia senantiasa berhasil menghindar dari serangan Zhou Tian, tapi ia merasa jika serangan musuh semakin cepat dari sebelumnya, begitu juga dengan kekuatannya. Ia merasa tubuhnya akan terluka jika terkena serangan itu.
Swush... Boom...
Secepat apapun Fu Tong menghindar, pada akhirnya satu pukulan Zhou Tian tepat menghantam dadanya, membuat sosok Fu Tong terpental jauh, bahkan ia hampir saja jatuh menghantam tanah jika tidak ditolong salah satu rekannya.
“Padahal aku belum serius tapi ternyata kau sudah sangat kewalahan!” ucap Zhou Tian dan dengan sengaja ia menunjukkan senyuman sinis di hadapan kelima musuhnya. Tidak ada rasa takut pada mereka, yang ada ia ingin segera melawan mereka secara bersamaan.
Namun, sebelum Zhou Tian melawan mereka secara bersamaan, Fu Haifeng yang merupakan Jenderal Utama terkuat ras manusia di Alam Dewa, ia muncul di hadapan Zhou Tian, dan mencoba menekan Zhou Tian dengan tekanan aura kekuatan ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Awal. “Tidak perlu banyak bicara karena pada akhirnya kau bakalan mati di tanganku!” ucap Fu Haifeng.
Bukannya tertekan oleh tekanan kuat aura kekuatan milik Fu Haifeng, Zhou Tian justru menyeringai dan seolah tidak merasa tekanan yang dikeluarkan Fu Haifeng, ia melesat maju menyerang Fu Haifeng.
Melihat musuh tidak terpengaruh oleh tekanan kekuatan puncaknya, Fu Haifeng tentu saja terkejut, begitu juga dengan yang lainnya. Sekarang mereka menjadi yakin jika iblis yang bertemu mereka, adalah iblis yang keberadaannya sedang mereka cari.
“Tekanan yang begitu lemah tidak akan berguna saat kau gunakan untuk menekanku!” ucap Zhou Tian yang sosoknya sudah muncul di hadapan Fu Haifeng.
Ia mencoba memukul wajah Fu Haifeng, tapi pukulannya berhasil ditahan oleh lawannya. Namun, itu hanya satu pukulan yang bisa ditahan, sedangkan ia bisa melakukan banyak pukulan lainnya, yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Sedangkan Fu Haifeng yang baru saja menahan serangan Zhou Tian, ia terlihat menunjukkan kerutan di keningnya.
‘Kekuatan fisik yang sangat luar biasa, bahkan tanganku terasa mati rasa saat berusaha menahan serangannya. Dengan kekuatan fisik sekuat itu, pantas saja tekanan kuat aura kekuatanku sama sekali tidak berpengaruh padanya!’ ucap Fu Haifeng dalam hati, dan ia segeran menggunakan kekuatan elemen besi untuk menyelimuti seluruh bagian tubuhnya.
Teknik mata emas Zhou Tian aktif saat ia merasakan perbedaan pada aura Fu Haifeng. Melihat keadaan tubuh Fu Haifeng, ia tahu jika pria itu menggunakan kekuatan elemen besi untuk pertahanan diri, sekaligus untuk memperkuat serangannya. “Hanya dengan kekuatan elemen besi kau tidak akan dapat melindungi diri dari seranganku!” ucap Zhou Tian bersuara lantang.
Menggunakan teknik Tinju Penghancur Langit, Zhou Tian kembali menyerang Fu Haifeng yang mulai resah akan kekuatan serangan musuhnya.
Bang... Boom... Boom...
Dengan mudah pertahanan Fu Haifeng ditembus oleh Zhou Tian, dan pukulan bertubi-tubi menghantam tubuh Fu Haifeng.
Meski terkena pukulan berkali-kali dari Zhou Tian, terlihat Fu Haifeng hanya mengalami sedikit luka, dan itu menunjukkan jika kekuatan fisik pria itu sama sekali tidak lemah.
“Baguslah, kamu setidaknya memiliki kekuatan fisik tidak selemah orang-orang yang pernah menjadi lawanku!” ucap Zhou Tian, dan senyuman lebar terlihat di wajahnya.
...----------------...
Bersambung.