
Sementara itu, di tempat lain yang berada di ibukota Kerajaan Iblis.
Lima orang utusan istana Lima Dewa, mereka sedang berada di restoran terbaik, yang berada di ibukota Kerajaan Iblis.
Sekelompok Iblis terlihat sedang menikmati makanan tak jauh dari tempat mereka. Melihat keberadaan sekelompok iblis makan di tempat yang sama, mereka sengaja mengarahkan tatapan merendahkan ke arah sekelompok iblis.
Apa yang mereka lakukan disadari oleh sekelompok iblis, yang tentu saja merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka.
Salah satu iblis ingin mendekati mereka yang masih saja menatap remeh keberadaan sekelompok iblis, tapi langkahnya dihentikan Zhou Lin dan Zhu Ning yang tiba-tiba saja muncul di depannya.
“Lanjutkan makanmu, biarkan kami yang menegur mereka!” Zhou Lin berbicara pada iblis yang ingin menghampiri kelompok utusan istana Lima Dewa. Mengetahui siapa Zhou Lin, iblis itu mengangguk patuh dan kembali ke tempat duduknya.
Zhou Lin yang jelas tidak suka dengan lima orang di hadapannya yang merendahkan keberadaan para iblis, tenang dia melangkah mendekati mereka.
Tentu apa yang dilakukannya diketahui oleh lima orang, yang saat ini menatap sinis keberadaannya.
“Kalian datang bertamu tapi di waktu yang sama kalian meremehkan keberadaan tuan rumah, apa kalian memiliki banyak nyawa sehingga begitu berani meremehkan tuan rumah, yang tak masalah dengan kedatangan tamu tak diundang seperti kalian?”
“Sabar Kakak Lin, sebaiknya kita serahkan mereka pada Yang Mulia Raja!” Zhu Ning mencoba menenangkan Zhou Lin yang sedang emosi.
Di meja makan, lima utusan istana Lima Dewa masih menatap remeh keberadaan Zhou Lin Dan Zhu Ning, tapi mendengar salah satu dari dua orang itu menyebut sosok Yang Mulia Raja, tiba-tiba saja tubuh mereka gemeteran.
Mereka masih teringat dengan sebuah ancaman, yang diberikan seseorang tak lama setelah mereka memasuki ibukota Kerajaan Iblis.
Sesaat yang lalu mereka benar-benar telah melupakan ancaman itu sehingga berani meremehkan keberadaan para iblis, tapi begitu teringat ancaman yang pernah meremehkan dapat, seketika mereka diam mematung di tempat.
Bagaimanapun juga mereka baru saja membuat kesalahan dengan meremehkan keberadaan para iblis. Tau salah, mereka takut sosok itu datang untuk membuat ancamannya menjadi nyata.
“Kalian berlima telah melakukan kesalahan besar! Saranku, sebaiknya kalian segera tinggalkan ibukota Kerajaan, atau kalau perlu secepatnya pergi dari kawasan hutan siluman! Jika kalian masih di sini saat Yang Mulia Raja mendengar tingkah buruk kalian, kalian tak akan pernah bisa pulang, sekalipun itu hanya jasad kalian!”
Mendengar suara lembut seorang wanita, mereka merasa ucapan wanita itu benar, tapi belum juga mereka pergi, aura kuat menekan mereka sampai jatuh berlutut.
“Apa yang terjadi?”
“Aura ini, kenapa sangat kuat?”
Lima orang merasakan tekanan yang sangat kuat secara tiba-tiba, dan saat ini mereka sama sekali tidak bisa bergerak.
Di sisi lain, Zhou Lin mengangkat sarah satu ujung bibirnya, menunjukkan senyuman sinis di wajahnya. “Kalian sudah terlambat karena dia datang sebelum kalian berhasil pergi dari tempat ini! Sebaiknya kalian segera menyiapkan diri untuk hukuman, yang selama ini belum pernah kalian dapatkan!”
“Kakak Lin, bereskan mereka!” Zhou Lin hanya mendengar suara, tapi dia tahu pasti siapa pemilik suara itu.
“Yang Mulia Raja sudah memberi perintah. Saatnya pertunjukkan di mulai!”
Zhou Lin menendang dan memukul bergantian lima orang itu sampai babak belur.
Terakhir sebagai penutup, Zhou Lin memotong tangan kanan mereka sebagai bayaran berani berbuat buruk pada tuan rumah.
Setelah melakukan apa yang ingin dia lakukan, Zhou Lin menyuruh prajurit menyeret lima orang utusan istana Lima Dewa keluar dari ibukota Kerajaan Iblis.
“Sekumpul anak kecil ingin bermain-main denganku? Itulah yang mereka dapatkan setelah dengan beraninya bermain-main denganku.”
Menyelesaikan apa yang ditugaskan Zhou Tian padanya, Zhou Lin memutuskan kembali ke istana untuk bertemu Zhou Tian.
Sementara itu, di pinggir danau buatan, Zhou Tian yang sejenak diam karena sedang mengirim pesan suara pada Zhou Lin, sekarang dia kembali mengarahkan pandangan pada lima pria di hadapannya.
Sedangkan mereka yang merasakan pandangan Zhou Tian, segera mereka memulihkan diri dari keterkejutan setelah tahu siapa sebenarnya sosok, yang saat ini berada di hadapan mereka.
Melirik, mereka hanya berani melirik keberadaan Zhou Tian, dan setelah beberapa saat melirik mereka baru sadar dengan adanya aura agung yang berada di sekeliling Zhou Tian.
Aura agung itu sama persis seperti yang pernah mereka lihat pada sosok Ning Qiao, dan dari situ mereka yakin kalau Zhou Tian sama kuatnya dengan Ning Qiao.
“Apa kalian baik-baik saja?”
“Aku rasa kalian baik-baik saja, dan aku rasa kalian bisa kembali ke Benua Tengah karena apa yang menjadi tugas kalian, jelas kalian sudah menyelesaikannya!” Zhou Tian berkata dengan nada sedikit menunjukkan ketidaksukaannya pada mereka yang berasal dari Benua Tengah.
Perubahan yang begitu cepat dari ramah di awal pertemuan, dan sekarang tiba-tiba bersikap seolah tidak menyukai keberadaan mereka.
Merasakan perubahan cepat dari sikap Zhou Tian, kelimanya merasa ada sesuatu yang telah terjadi tanpa sepengetahuan mereka, dan mereka tiba-tiba teringat keberadaan kelompok prajurit elite istana Lima Dewa, yang mereka ketahui kelompok itu saat ini juga berada di ibukota Kerajaan Iblis.
‘Kemungkinan mereka telah melakukan sesuatu yang membuatnya tersinggung.’
Tak ingin membuat masalah dengan sosok kuat seperti Zhou Tian, lima orang yang ditugaskan Ning Qiao mengumpulkan informasi di Benua Selatan, mereka pamit undur diri.
Bukan hanya pamit undur diri meninggalkan istana Kerajaan Iblis ataupun ibukota Kerajaan, mereka pamit undur diri dan akan langsung kembali ke Benua Tengah.
Lagipula sudah banyak informasi yang berhasil mereka dapatkan, dan mereka yakin Ning Qiao akan puas dengan kinerja mereka selama berada di Benua Selatan.
Setelah kepergian orang-orang dari Benua Tengah, Zhou Tian menjelaskan pada Zhu Ying dan dua orang lainnya kenapa tiba-tiba dia tidak menyukai keberadaan orang-orang dari Benua Tengah.
Selesai mendengar cerita Zhou Tian, Zhu Ying dan dua orang lainnya juga memiliki ketidak sukaan seperti yang dirasakan Zhou Tian.
...----------------...
Satu bulan telah berlalu sejak kedatangan orang-orang dari Benua Tengah.
Di aula istana Kerajaan Iblis, Zhou Tian, seluruh pejabat tinggi Kerajaan Iblis, serta dua tamu Kerajaan, mereka baru saja duduk di tempat duduk masing-masing.
Melihat semua orang telah berada di tempat masing-masing, ekspresi wajah Zhou Tian seketika menjadi serius.
Sorot matanya tajam melihat satu-persatu orang-orang yang berada di aula istana bersama dengannya. Hanya dengan melihat, dia tahu semua orang telah bertambah kuat sejak terakhir kali bertemu mereka.
Zhu Ying, belum lama ini dia menjadi wanita pertama yang berhasil menerobos ranah Immortal. Dia dapat menerobos ranah Immortal dan melewati ujian kesengsaraan petir Surgawi tanpa hambatan, dan itu cukup membuat Zhou Tian terkejut.
Dikarenakan tidak tahu apa keistimewaan yang dimiliki Zhu Ying, Zhou Tian akan menanyakan semua pada sistem yang tak lama lagi akan menyelesaikan proses peningkatan versi sistem.
Untuk kekuatan yang lainnya, Zhou Lin dan tiga orang lainnya, mereka telah berhasil menerobos ranah Saint tingkat sempurna. Selain mereka, dalam satu bulan ini ada lebih dari lima puluh iblis yang berhasil menerobos ranah Saint.
Untuk dua tamu Kerajaan, mereka adalah Raja Siluman dan Raja Li Rui, dan berkat bantuan Zhou Tian juga mereka berhasil meningkatkan kekuatan.
Raja Li Rui berhasil menerobos ranah Saint tingkat Menengah, selain dia, ada lima sosok lain di Kerajaan Teratai yang berhasil menerobos ranah Saint.
Sedangkan Raja Siluman, dia belum lama ini berhasil menerobos ranah Immortal, dan tentu pencapaiannya tak lepas dari bantuan Zhou Tian.
Setelah beberapa waktu diam, Zhou Tian akhirnya mulai membuka suara. “Apa kalian tahu tujuanku mengumpulkan kalian semua di tempat ini?”
Semua orang menganggukkan kepala. Mereka tahu tujuan Zhou Tian mengumpulkan semua orang karena tujuh hari yang lalu dia sudah mengutarakan keinginannya menjelajahi Alam Fana sebelum pergi ke Alam yang lebih tinggi.
Tak pergi seorang diri. Zhou Tian akan membawa Zhu Ying pergi bersamanya. Sedangkan untuk sosok yang akan menggantikannya sebagai Raja Kerajaan Iblis, semua pejabat tinggi Kerajaan setuju mengangkat Zhou Lin menjadi Raja, sedangkan Zhou Rong yang pintar mengatur strategi pertempuran akan menjabat sebagai Jenderal Besar Kerajaan Iblis.
Pengangkatan Zhou Lin menjadi Raja baru akan dilakukan setelah kepergian Zhou Tian. Meski berat melepas kepergian Zhou Tian, mereka juga tidak bisa menahannya karena tujuan kepergian Zhou Tian masih berhubungan dengan ras iblis yang berada di Benua Lain.
Bangkit dari tempat duduknya diikuti Zhu Ying, Zhou Tian kembali menatap semua orang di hadapannya.
“Hari ini aku dan Ying’er akan pergi, menjelajahi Alam Fana. Sebelum pergi meninggalkan Benua ini, aku akan menyempatkan diri mengurus masalah terakhir yang seharusnya sudah sejak lama aku selesaikan.” Keberadaan Sekte Menara Langit adalah masalah terakhir yang ingin Zhou Tian selesaikan.
Perlahan cahaya biru keemasan menyelimuti tubuh Zhou Tian dan Zhu Ying. “Kami pergi dan suatu saat kami akan kembali untuk melihat perkembangan Kerajaan ini!”
Selesai bicara, sosok Zhou Tian dan Zhu Ying tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, menyisakan orang-orang yang kali ini memberanikan diri berlutut di hadapan Zhou Tian. Bahkan Raja Li Rui dan Raja Siluman tak keberatan berlutut di hadapan Zhou Tian.
...----------------...
Bersambung.