
Dua hari berlalu begitu cepat. Dalam dua hari desa iblis mengalami perkembangan yang sangat pesat. Selain semakin banyaknya rumah yang selesai di bangun, kekuatan para iblis di desa iblis juga telah mengalami peningkatan.
Saat ini sudah ada seratus iblis yang memiliki kekuatan di ranah Alam Kaisar meski sebagian besar masih berada di tingkat Awal.
Untuk mereka yang berada di ranah Alam Raja ada lebih dari dua ratusan iblis dan sisanya berada di ranah Alam Langit. Sedangkan untuk yang paling lemah, mereka adalah sekumpulan anak berusia di bawah sepuluh tahun yang kekuatannya masih berada di Alam Bumi tingkat Awal.
Sementara itu di istana Zhou Tian.
“Swush...”
Angin berhembus di sekitaran Zhou Tian saat dia membuka kedua matanya sembari menggunakan teknik mata emas untuk melihat sekeliling.
Meski saat ini disekelilingnya adalah dinding koko tidak berlubang, dengan teknik Mata Emas dia dapat melihat keberadaan orang-orang di seluruh desa iblis meski yang terlihat hanyalah aura kehidupan mereka.
Aura kehidupan bukanlah aura yang bisa disembunyikan dan juga tak sembarangan orang bisa melihatnya. Siapapun yang dapat melihat atau merasakan keberadaan aura kehidupan orang lain, bisa dikatakan orang itu memiliki kekuatan selayaknya Dewa, dan sulit mengalahkan orang seperti itu.
“Teknik ini sangat luar biasa. Dengan teknik ini aku bisa tepat mengetahui keberadaan musuh, dan aku bisa menggunakan teknik ini untuk menyusup ke Kota Teratai Emas tanpa harus memancing keributan,” gumamnya, lalu dia segera menyudahi penggunaan teknik Mata Emas yang cukup banyak menyerap energi miliknya.
Merasa seluruh persiapannya sudah siap, sudah saatnya dia pergi ke Kota Teratai Emas untuk melakukan apa yang sudah seharusnya dia lakukan.
Melangkah keluar dari istananya, Zhu Ying dan empat orang lainnya sudah menunggu kehadirannya.
Selain mereka, ada juga seratus orang yang juga menunggu kehadirannya, dan dia takjub dengan kekuatan mereka yang seluruhnya telah berada di ranah Alam Kaisar. Dengan hanya membawa mereka, jika dia ingin meratakan Kota Teratai Emas, jelas itu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan.
“Hari ini kita akan membebaskan saudara serta saudari kita dari perbudakan! Meski aku tahu tidak mudah melakukannya, aku yakin kita pasti bisa melakukannya!” teriaknya dengan suara lantang.
Semua orang mengangkat tangan kanan ke atas dan bersama-sama berteriak. “Demi kebebasan dan kejayaan ras iblis kami semua rela berkorban nyawa!”
Tak ada satu orangpun dari mereka yang takut berkorban nyawa demi mewujudkan kebebasan dan kejayaan ras iblis.
“Kita berangkat sekarang!” ucap Zhou Tian.
Berangkat saat matahari masih bersinar terang, sebelum malam bisa dipastikan mereka sudah sampai di Kota Teratai Emas.
“Adik, apa kita akan langsung menyerang kekuatan utama yang ada di Kota Teratai Emas supaya mudah membebaskan saudara serta saudari kita yang menjadi budak di tempat itu?” tanya Zhou Gang.
“Kakak, sepertinya kamu bisa membaca apa yang ada dalam pikiranku.” Zhou Tian memang berencana menyerang kekuatan utama Kota Teratai Emas, dan kekuatan utama yang dia maksud adalah penguasa kota.
Senyuman terlihat di wajah Zhou Gang setelah mendengar ucapan Zhou Tian. “Aku bisa menebak karena itu adalah cara terbaik untuk melumpuhkan kekuatan Kota Teratai Emas,” ucapnya.
Dari ucapan Zhou Gang semua orang segera mengerti apa yang akan dilakukan Zhou Tian di Kota Teratai Emas, dan tentu mereka senantiasa akan mendukung apapun yang ingin dilakukan Zhou Tian.
“Swush... Swush... Swush...”
Bergerak cepat seolah bergerak membelah angin, tepat sebelum datangnya malam Zhou Tian, kelima temannya, serta seratus orang yang ikut bersama mereka akhirnya sampai di dekat Kota Teratai Emas.
Menggunakan teknik Mata Emas, Zhou Tian segera mencari celah dari benteng kota yang dapat dia gunakan untuk membawa orang-orangnya masuk ke dalam kota tanpa diketahui prajurit penjaga kota.
Terus mencari, tak membutuhkan waktu lama dia akhirnya dia berhasil menemukan celah besar yang dapat digunakan untuk membawa orang-orangnya masuk maupun keluar dari Kota Teratai Emas.
“Awasi area di sekitaran tempat ini, dan kita akan mulai bergerak begitu malam datang!” ucao Zhou Tian.
Menggunakan teknik Mata Emas membuat energi di dalam tubuhnya berkurang, sambil menunggu malam dia segera menyerap energi spiritual langit dan bumi untuk memulihkan energinya.
Sementara itu, di saat dia memulihkan energi, Zhu Ying dan yang lainnya fokus melihat keadaan di sekitar, memastikan tak ada orang dari Kota Teratai Emas yang melihat keberadaan mereka.
...----------------...
Malam hari yang begitu tenang mengiringi pergerakan yang dilakukan Zhou Tian dan yang lainnya.
Tak tahu fungsi sebenarnya dari lolong yang menjadi jalan mereka masuk, tapi mereka merasa keberadaan lorong ini tak semua orang mengetahuinya karena letaknya yang sangat tersembunyi.
Bergerak cepat akhirnya mereka semua sampai di dalam Kota Teratai Emas, dan dibawah petunjuk Zhou Tian sebagai pemimpin mereka, semua orang bergerak cepat menuju istana penguasa Kota tanpa ada yang mendeteksi keberadaan mereka.
Berhenti di dekat gerbang belakang istana penguasa Kota Teratai Emas, Zhou Tian kembali menggunakan teknik Mata Emas untuk mencari jalan teraman memasuki istana penguasa kota.
Saat menggunakan teknik Mata Emas, sorot matanya begitu tajam, dan terlihat titik bulat berwarna keemasan di tengah-tengah bola matanya.
Dalam waktu yang begitu singkat, dia melihat istana penguasa kota bukanlah sebuah tempat yang memiliki penjagaan ketat. Banyak celah aman untuk masuk ke dalam, dan lagi penjagaam malam ini hanya melibatkan ratusan prajurit yang sebagian besar berjaga di gerbang utama istana penguasa kota.
“Hanya ada dua prajurit yang menjaga gerbang belakang, dan saat ini mereka sedang tertidur,” ucapnya lirih, tapi semua orang di dekatnya jelas mendengar ucapannya.
Mengetahui jumlah prajurit yang berjaga di gerbang belakang, dia mengirim Zhou Lin dan Zhou Gang untuk membereskan kedua prajurit penjaga, sekaligus mereka bisa membuka pintu gerbang belakang istana penguasa Kota Teratai Emas.
Tau apa yang harus mereka lakukan, sosok Zhou Lin dan Zhou Gang segera melakukan apa yang diperintahkan Zhou Tian.
Melompati pintu gerbang belakang, keduanya langsung menyerang dan mengakhiri hidup dua prajurit penjaga dalam satu kali serang.
Kedua prajurit yang tak tahu akan datangnya ancaman, mereka tetap tidur, tidur untuk selama-lamanya.
Selanjutnya, mereka membukakan pintu supaya Zhou Tian dan yang lainnya dapat masuk tanpa harus melompati pintu gerbang belakang.
Masih menggunakan teknik Mata Emas sembari membiarkan tubuhnya terus menyerap energi spiritual langit dan bumi, begitu masuk ke area istana penguasa kota Zhou Tian langsung saja mencari keberadaan sosok penguasa kota, yang merupakan sosok terkuat di Kota Teratai Emas.
Biarpun dikatakan sosok terkuat, kekuatan penguasa Kota Teratai Emas tak lebih kuat dari kekuatan Zhou Lin serta tiga orang lainnya yang saat ini kekuatan mereka telah mencapai ranah Alam Kaisar tingkat Sempurna.
“Swush...”
Angin berhembus di sekitaran Zhou Tian saat dia mempertajam penggunaan teknik Mata Emas miliknya.
Dalam sepuluh kali tarikan napas, dia berhasil menemukan keberadaan penguasa Kota Teratai Emas, dan segera dia memberi perintah.
“Musnahkan mereka semua yang berada di istana ini, tapi ingat untuk melakukan semua itu secara diam-diam!” ucapnya memberi perintah, sedangkan untuk membereskan penguasa kota, itu adalah tugasnya sebagai kepala desa iblis.
“Adik, serahkan mereka semua pada kami! Kamu dan saudari Ying cukup fokus pada penguasa kota dan orang-orang di dekatnya!” ucap Zhou Lin lalu dia dan yang lainnya segera pergi untuk membunuh seluruh penghuni istana penguasa kota, kecuali penguasa kota dan orang-orang di dekatnya.
Di tinggal berduaan dengan Zhu Ying, Zhou Tian langsung saja membawa wanita itu pergi ke kamar yang ditempati penguasa kota, yang malam ini dia tak sendirian di dalam kamarnya.
Dari bentuk aura kehidupan yang terlihat Mata Emas matanya, Zhou Tian tahu orang-orang yang bersama penguasa kota adalah para wanita, dan lagi mereka semua adalah wanita dari ras iblis.
Aura kehidupan para wanita itu tidak stabil seolah ada kekuatan besar yang mengancam mereka. Mengetahui itu, dia yakin penguasa kota sedang mengancam mereka.
“Jangan harap dapat berbuat semena-mena pada ras iblis,” gumam Zhou Tian yang dapat merasakan niatan buruk penguasa kota pada para wanita di dalam kamarnya.
“Swush... Booomm...”
Pintu kamar penguasa Kota Teratai Emas hancur berkeping-keping, membuat terkejut semua orang di dalam kamar, termasuk mengejutkan sosok penguasa kota.
“Katakan, siapa yang sudah begitu berani mengganggu kesenanganku!” teriaknya.
“Aku jelas berani mengganggu kesenanganmu karena aku datang untuk mengakhiri hidupmu!”
...----------------...
Bersambung.