
“Kita tidak boleh membiarkan ras iblis bangkit! Selain itu, kita juga harus membalaskan dendam kekalahan dalam pertempuran beberapa bulan lalu!” Patriark Sekte Menara Langit berbicara di hadapan para Tetua Sekte.
“Patriark, orang-orang yang kita tugaskan menyusup ke Desa dan Kota Iblis, seharusnya mereka sudah banyak mengumpulkan informasi tentang kekuatan musuh, dan mungkin tak lama lagi mereka akan datang menemui kita.”
Mendengar suara Tetua Pertama, Patriark Sekte Menara Langit yang duduk di kursi megahnya tersenyum tipis, dan tak lama salah satu orang yang dimaksud Tetua Pertama datang, dan langsung saja melaporkan semua informasi yang berhasil dia kumpulkan.
Semua informasi yang berhasil dikumpulkan, dia memberikan semua informasi itu pada Patriark Sekte Menara Langit, dan pada semua tetua termasuk Tetua Pertama.
Namun, informasi yang dia dapatkan hanya berkaitan dengan Desa dan Kota Iblis. Sedangkan untuk informasi tentang ibukota Kerajaan Iblis, dia tak mendapatkan satupun informasi tentang tempat itu karena Ibukota Kerajaan Iblis tertutup untuk ras lain selain ras Iblis.
“Orang terkuat di Desa Iblis adalah seorang Kepala Desa. Orang itu memiliki kekuatan di ranah Nirwana tingkat Menengah, dan orang terkuat kedua di Desa Iblis adalah kepala prajurit.
Ada masing-masing dua kepala prajurit di setiap Desa Iblis yang memimpin keberadaan prajurit penjaga, dan kekuatan seorang pemimpin prajurit berada di ranah Mortal tingkat Puncak.
Di setiap Desa Iblis memiliki seribu prajurit Kerajaan Iblis, yang mana kekuatan rata-rata berada di ranah Mortal tingkat Awal dan tingkat Menengah, dan semua itu membuat keberadaan mereka bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan.
“Selain mereka yang sudah saya sebutkan, di Desa Iblis ada ribuan penduduk yang sebagian besar dari mereka bisa berkultivasi, dan kekuatan mereka bukan sesuatu yang dapat dipandang sebelah mata.” Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, setidaknya lebih dari setengah penduduk Desa Iblis adalah seorang kultivator, dengan kekuatan terlemah di ranah Mortal dan yang terlemah berada di ranah Alam Raja.
Suasana aula Sekte Menara Langit seketika hening, begitu mendengar informasi yang tak pernah mereka duga. Kekuatan Desa Iblis saja sudah membuat beberapa dari para Tetua ternganga, dan itu belum termasuk informasi tentang kekuatan Kota Iblis.
Kembali tenang setelah terkejut dengan kekuatan Desa Iblis, Tetua Pertama menyuruh mata-mata sekte melanjutkan apa yang perlu dia sampaikan.
“Patriark, Tetua, hanya sedikit yang kami dapatkan tentang kekuatan Kota Iblis karena selama berada di tempat itu, kami tidak pernah melihat kekuatan utama milik Kota Iblis.”
“Saat kami mencoba mencari langsung ke tempat berkumpulnya prajurit Kota Iblis, keberadaan kami sudah lebih dulu diketahui mereka, dan karena itu kami buru-buru kembali meski tak semua dari kami berhasil kembali.”
Setengah dari mata-mata Sekte Menara Langit yang ditugaskan memata-matai kehidupan ras iblis di kawasan hutan siluman, mereka tak berhasil kembali, dan besar kemungkinan mereka telah tertangkap atau mungkin telah mati.
“Katakan saja semua informasi tentang Kota Iblis!” Tetua Pertama berteriak karena tak sabar mengetahui sedikit informasi tentang kekuatan Kota Iblis.
“Kota Iblis dipimpin oleh sosok yang memiliki kekuatan di ranah Nirwana tingkat Sempurna, dan ada empat pemimpin prajurit yang mana kekuatan mereka berada di ranah Nirwana tingkat Menengah.”
”Untuk prajurit yang berada di Kota Iblis, meski tak mendapatkan informasi tentang jumlah pasti mereka, saya meyakini jumlah mereka lebih dari sepuluh ribu prajurit, dengan kekuatan di ranah Mortal.”
Suasana aula semakin hening begitu semua orang mendengar informasi tentang kekuatan Kota Iblis. Kekuatan Kota yang sangat mengerikan, bahkan kekuatan itu mampu bersaing dengan kekuatan beberapa Kerajaan di Benua Selatan.
“Kekuatan Desa serta Kota Iblis, benar-benar bukan kekuatan yang bisa kita anggap remeh, dan lagi kita tak mengetahui apapun tentang ibukota Kerajaan Iblis,” ucap Patriark Sekte Menara Langit.
“Patriark, apa kita akan tetap menyerang mereka hanya dengan bermodalkan informasi yang sangat minim?” Tetua Kedua bertanya pada Patriark Sekte.
Mendapatkan pertanyaan Tetua Kedua, Patriark Sekte tidak langs memberi jawaban, dia terlebih dahulu menghela napas sebelum memberikan jawaban.
“Kita tetap akan menyerang mereka dan mengalahkan mereka!” Patriark Sekte terlihat begitu tenag saat memberi jawaban.
“Patriark, jujur saja kekuatan para murid kita saat ini masih terlalu lemah, dan aku tidak ingin karena terlalu buru-buru mengambil keputusan menyerang mereka, nantinya akan banyak murid Sekte yang menjadi korban dalam peperangan jangan panjang.”
Tetua Ketiga Sekte Menara Langit tidak setujukah jika serangan dilakukan dalam waktu dekat.
“Aku sudah meminta Sekte utama mengirimkan bala bantuan untuk membantu tujuan kita. Bantuan yang aku mintak dari mereka adalah bantuan kekuatan, dan dalam dua hari mereka akan sampai di di tempat ini!”
Sebelumnya Patriark Sekte tidak membocorkan jika dirinya telah meminta bantuan Sekte utama yang terletak di Benua Tengah.
Sekarang, begitu semua orang mengetahui Patriark Sekte telah meminta bantuan ke Sekte utama, mereka dapat merasakan kelegaan.
Tanpa ragu, para Tetua mempercayakan waktu penyerangan pada Patriark Sekte, yang langsung saja menentukan waktu penyerangan.
“Tujuh hari lagi kita akan menyerang dengan seluruh kekuatan yang kita miliki. Tak akan ada yang tinggal di wilayah Sekte! Semua akan pergi ke medan pertempuran, dan kita anggap pertempuran yang akan terjadi adalah pertempuran hidup, mati!”
Patriark Sekte telah mengambil keputusan, dan tak ada yang keberatan dengan keputusannya. Serangan akan dilakukan tujuh hari lagi, dan itu artinya mereka harus mematangkan persiap dalam beberapa hari ke depan.
...----------------...
“Ternyata kalian sudah bisa berubah wujud menjadi manusia.” Saat ini di hadapan Zhou Tian ada tiga sosok manusia, dan mereka adalah perubahan wujud dari tiga binatang yang telah menjalin kontrak dengan Zhou Tian.
Dua wanita dan seorang pria. Saat mereka berhasil merubah wujud menjadi manusia, barulah Zhou Tian dapat mengetahui identitas asli mereka.
Rubah putih yang menjadi binatang kontrak pertamanya adalah seorang wanita, sedangkan untuk rubah merah kehitaman adalah seorang pria.
Sosok ketiga yang merupakan perwujudan wanita cantik berwajah dingin, dia adalah berubah wujud seekor ular, tapi Zhou Tian merasa perubahan wujud manusianya memiliki banyak kemiripan dengan sosok Zhu Ying.
“Bagaimana kalau aku memberi kalian nama, apa ada yang keberatan?” Zhou Tian bertanya sambil menatap bergantian tiga orang yang hanya berjarak dua setengah langkah di hadapannya.
“Kami sangat senang jika Tuan memberikan nama pada kami.” Dua orang menjawab sambil tersenyum, sedangkan wanita dengan wajah dingin, dia hanya menganggukkan kepala.
“Rubah putih, mulai sekarang aku akan memanggilmu Zhu Meili. Zhou Yonggan nama yang pas untuk rubah pemberani seoertimu, dan Zhu Binghua aku rasa nama yang paling cocok untukmu.”
Semua mengangguk setuju, dan karena pondasi kekuatan mereka belum stabil setelah berhasil menerobos ranah Saint tingkat Puncak, Zhou Tian kembali mengirim mereka ke Dunia Jiwa miliknya.
Sesaat setelah mereka kembali ke Dunia Jiwa, Zhu Ying, Zhou Gang dan Zhu Rong datang menemui Zhou Tian. Kedatangan mereka berhubungan dengan orang-orang yang diduga berasal dari Benua Tengah.
“Gege, orang-orang itu baru saja memasuki salah satu Kota Iblis, dan selain mereka ada kelompok kecil lain yang kami duga juga berasal dari Benua Tengah. Akan tetapi, ada perbedaan mencolok diantara kedua kelompok yang kebetulan saat ini berada di Kota yang sama.”
Zhu Ying melaporkan apa yang ingin dia laporan pada Zhou Tian, setelah dia selesai berkeliling melihat keadaan semua Kota Iblis.
“Ying’er, perbedaan mencolok seperti apa yang kalian lihat dari mereka?” tanya Zhou Tian.
“Kelompok pertama yang keberadaannya lebih dulu kita ketahui, mereka murni ras manusia. Namun, kelompok lain yang baru kali ini kita ketahui keberadaannya, kami dapat merasakan dua garis keturunan dari tubuh mereka,” kawan Zhu Ying.
“Ras campuran, kemungkin mereka adalah ras campuran antara manusia dan iblis.” Zhou Tian memiliki keyakinan tinggi dengan apa yang baru diucapkannya.
“Adik, itu bukan sebuah kemungkinan, tapi itu sudah pasti. Mereka memiliki dua harus keturunan, tapi keturunan ras manusia lebih mendominasi garis keturunan mereka.” Zhou Gang angkat bicara.
“Lalu, apa yang sebenarnya mereka lakukan selama di Kota Iblis, maupun di Desa Iblis? Apa mereka membuat kekacauan?” Meski kemarin Zhou Tian langsung mengawasi mereka dengan teknik Mata Emas nya, tapi beberapa waktu ini dia mengabaikan mereka, dan tidak tahu menahu apa yang sedang mereka lakukan.
“Dari apa yang terlihat, mereka hanya sekedar mengumpulkan s banyak-banyakan informasi, tapi kami tidak tahu untuk apa informasi yang mereka kumpulkan.” Zhu Rong menjawab pertanyaan Zhou Tian.
“Kalau itu yang ingin mereka lakukan, abaikan saja keberadaan mereka! Akan tetapi, jika sekali saja mereka membuat kekacauan, jangan biarkan ada hari esok untuk mereka!”
Zhu Ying dan dua orang lainnya menganggukkan kepala mendengar semua itu, lalu setelahnya mereka melanjutkan pembicaraan yang jauh lebih santai.
...----------------...
Bersambung.