
Zhou Tian terkekeh pelan melihat semua musuhnya terkejut saat mereka mengetahui ranah kekuatannya. “Hehehehe... sepertinya kalian terkejut dengan kekuatanku, dan nyatanya aku dengan mudah bisa membunuh kalian hanya dengan sedikit kekuatan yang aku miliki!” ucao Zhou Tian.
Kesombongan dan sikap arogan sosok pria berzirah merah dan tiga pria berzirah emas sudah lama menghilang, tergantikan rasa terkejut yang bercampur dengan rasa takut pada sosok lawan mereka.
Dari wajah keempatnya terlihat jelas keterkejutan mereka, ketakutan mereka, tapi dibalik semua itu mereka sangat marah pada Zhou Tian yang telah membunuh banyak anggota prajurit suci ras manusia. Mereka berempat tidak habis pikir jika di Alam Dewa ada sosok iblis sekuat Zhou Tian dan dua orang lainnya.
“Bagaimana, apa waktu yang aku berikan cukup untuk kalian menghela napas dan sedikit memulihkan tenaga?” ucap Zhou Tian dengan suara lantang, dan ia menatap sinis keempat lawannya.
Tidak lama pandangannya tertuju pada Zhou Lin dan Zhou Gang yang sedang melawan prajurit suci ras manusia. “Musuh mereka memang banyak, tapi mereka tidak akan kewalahan menghadapi musuh yang hanya unggul dalam jumlah!” gumamnya.
“Apa kalian membutuhkan bantuanku melawan mereka?” tanya Zhou Tian pada kedua saudaranya, saat keduanya masih melawan banyaknya prajurit suci ras manusia.
Keduanya kompak menggelengkan kepala, dan Zhou Lin berkata, “Mereka hanya unggul dalam jumlah dan tidak ada kata sulit saat berhadapan dengan mereka. Sebaiknya adik Tian fokus dengan pria berzirah merah dan tiga pria berzirah emas! Sepertinya mereka sedikit lebih kuat dari kami, terutama pria berzirah merah!”
Tentu saja pria berzirah merah lebih kuat dari Zhou Lin dan Zhou Gang, dikarenakan pria berzirah merah memiliki kekuatan di ranah Dewa Surgawi tingkat Awal. Namun, jika Zhou Lin dan Zhou Gang bekerjasama, ada kemungkinan mereka dapat mengimbangi kekuatan pria berzirah merah.
Bisa terlihat senyuman di wajah Zhou Tian setelah mendengar perkataan Zhou Lin. Ia senang karena kedua saudaranya tidak mengeluh melihat banyaknya musuh, dan mereka justru terlihat sangat bersemangat.
Setelah memastikan kedua saudaranya tidak membutuhkan bantuannya, Zhou Tian langsung saja bergerak cepat bagaikan kilatan cahaya, dan hanya dalam satu kedipan mata ia telah sampai di hadapan salah satu pria berzirah emas yang sama sekali tidak bisa mengikuti seberapa cepat, kecepatan yang dimiliki Zhou Tian.
Terlihat api berwarna hitam menyelimuti telapak tangan Zhou Tian dan memancarkan aura yang begitu kuat, dengan mengayunkan tangannya kuat-kuat, ia menggunakan telapak tangannya menampar pria berzirah emas, membuat pria berzirah emas itu terpelanting, terpental jauh dan menghantam banyak pepohonan si hutan.
Tidak ada yang tahu pasti seperti apa keadaan pria itu setelah apa yang dilakukan Zhou Tian, tapi melihat kerasanya Zhou Tian menampar pria itu, dan bekas yang muncul saat pria itu terpental, bisa dipastikan ia tidak berada dalam keadaan baik-baik saja.
Booomm...
Aaaargh...
Di kejauhan, sebuah pohon berukuran raksasa tumbang, dan bersamaa dengan tumbangnya pohon itu terdengar suara teriakan. Mendengar suara itu, Zhou Tian yakin pohon yang tumbang telah menimpa pria yang baru ia tampar, dan bisa dipastikan keadaan pria itu sekarang sangatlah buruk.
Sisa dua pria berzirah emas dan seorang pria berzirah merah, mereka benar-benar tidak beranjak dari tempat setelah melihat apa yang baru saja terjadi pada salah satu pria berzirah emas. Kekuatan Zhou Tian tidak main-main, dan dengan kekuatan sebesar itu jelas mereka bukan lawan sepadan untuk Zhou Tian. Apalagi dengan keadaan anggota tubuh yang tidak lagi lengkap, jelas mereka semakin tidak mungkin dapat mengimbangi kekuatan Zhou Tian.
Saat keadaan mereka berada di puncaknya saja, kecil kemungkinan mereka dapat mengimbangi kekuatan Zhou Tian, apalagi sekarang dengan keadaan mereka yang mengenaskan. Memegang senjata saja merek tidak mampu, apalagi untuk melawan Zhou Tian, yang ada nasib mereka tidak akan jauh beda dengan mereka yang sudah mati di tangan Zhou Tian.
Tidak melihat pergerakan dari pria berzirah merah ataupun dua pria berzirah emas, Zhou Tian kembali bergerak cepat menuju salah satu pria berzirah emas. Dengan telapak tangan telah terselimuti api berwarna hitam, ia ingin menyerang pria yang menjadi targetnya. Namun, saat telapak tangannya hampir mengenai wajah targetnya, ia buru-buru melompat mundur karena merasa ada seseorang yang melakukan serangan jarak jauh, dan target serangan itu adalah dirinya.
Swush... Swush... Swush...
Di depan Zhou Tian muncul sosok pria berzirah hitam dengan aura kuat ranah Dewa Surgawi tingkat sempurna, dan disekelilingnya ada belasan pria berzirah merah. Mereka semua memandang marah pada sosok Zhou Tian, dan niat membunuh yang begitu besar dapat dirasakan dari arah mereka.
“Akhirnya datang juga musuh yang lebih menarik!” Melihat musuh yang lebih kuat satu tingkat darinya, bukannya ketakutan Zhou Tian justru merasa senang, dan ia sungguh tidak sabar berhadapan dengan orang itu.
Zhou Tian menajamkan penglihatannya, melihat jarak sejauh ribuan kilometer, mencoba memastikan jika tidak ada lagi musuh yang lebih kuat dari sosok pria berzirah hitam, tapi nyatanya masih ada sosok yang lebih kuat, dan setidaknya kekuatan orang itu berada di ranah Jenderal Dewa Surgawi.
Setelah mengetahui ada musuh yang lebih kuat dari pria berzirah hitam, Zhou Tian sebenarnya ingin langsung pergi dan melawan sosok, yang menurutnya jauh lebih pantas menjadi lawannya. Meski pria berzirah hitam lebih kuat satu tingkat darinya, tetap saja pria itu terasa sangat lemah untuk Zhou Tian.
Sementara itu, di jarak lima ratusan kilometer dari tempat Zhou Tian, seorang pria berzirah hitam dengan garis-garis kuning keemasan, ia sedang bersantai menikmati tarian wanita bertubuh polos yang membuatnya senang. Ia saat ini sama sekali tidak peduli dengan keadaan prajuritnya, meski ia adalah satu dari empat Jenderal Besar prajurit suci ras manusia.
Meski ia tahu sudah banyak prajuritnya yang mati, ia sama sekali tidak peduli, dan masih saja asik sendiri dengan kesenangannya. Ia baru akan turun tangan jika musuh berani mengusik kesenangannya, dan saat itu ia akan menjadi mesin pembunuh, yang akan membunuh siapapun musuhnya.
...----------------...
Zhou Tian yang ingin segera menghadapi musuh terkuatnya, setelah menghela napas panjang ia langsung melesat cepat maju, menyerang pria berzirah hitam. Cepatnya pergerakan yang dilakukan Zhou Tian, membuatnya seolah menghilang, dan tiba-tiba muncul tepat di hadapan pria berzirah hitam.
Ia melayangkan tinju yang sangat kuat ke arah wajah pria berzirah hitam, yang sepertinya pria itu sedang meremehkan kekuatannya. Namun, belum juga tinjunya menghantam pria berzirah hitam, salah satu pria berzirah merah menahan tinjunya menggunakan tubuhnya, namun apa yang dilakukannya seketika menjadi akhir buruk untuk hidupnya.
Tubuhnya meledak terkena tinju kuat yang dilakukan Zhou Tian, dan yang tersisa darinya hanya potongan daging serta tulang-belulang yang telah hancur.
Merasa pria berzirah merah akan terus datang mengganggu urusannya dengan pria berzirah hitam, ia memutuskan terlebih dahulu akan membunuh seluruh pria berzirah emas, baru setelahnya ia akan mengurus pria berzirah hitam.
Swush...
Kilatan cahaya terlihat jelas saat Zhou Tian bergerak cepat, menyerang satu-persatu pria berzirah merah, bahkan ia tidak melupakan keberadaan dua pria berzirah emas dan seorang pria berzirah merah yang sebelumnya sudah dibuatnya mendapatkan banyak luka. Semua harus mati, dan ia akan melakukan itu dengan cepat.
Ledakan demi ledakan terus saja terjadi, tiap kali Zhou Tian berhasil membunuh siapapun sosok yang menjadi musuhnya.
Tanpa ampun Zhou Tian terus membunuh sosok pria berzirah merah, dan sosok pria berzirah emas yang belum lama ini datang. Banyak dari mereka mati mengenaskan, dan tidak ada mayat yang utuh dari mereka, yang mati di tangan Zhou Tian.
Pria berzirah hitam yang melihat seluruh kejadian, yang mana kejadian itu terjadi tepat di depan kedua matanya, ia masih terlihat tenang meski banyak melihat kematian yang dialami pria berzirah emas maupun pria berzirah merah. Meski masih saja diam di tempat, dari sorot mata tajam yang diperlihatkannya, jelas sekali terlihat jika ia sedang marah.
Masih belum mendapatkan tanggapan dari pria berzirah hitam, Zhou Tian pada akhirnya memutuskan kalau ia akan memusnahkan seluruh pria berzirah merah, pria berzirah emas, dan pria berzirah perak. Meraka adalah musuhnya, dan ia akan memusnahkannya.
“Kalian semua terlalu lemah untuk berhadapan denganku, meski kalian senantiasa unggul dalam jumlah. keunggulan jumlah yang kalian miliki sama sekali tidak berguna saat berhadapan denganku yang jauh lebih kuat dari orang-orang lemah seperti kalian!” Zhou Tian mengeluarkan pedang naga kegelapan, dan ia sekarang jauh lebih bringas pada semua musuhnya.
Dengan cepat Zhou Tian membunuh satu-persatu musuhnya. Jika dengan tinju ia menghancurkan mayat musuh-musuhnya, kini dengan pedang ia memotong-motong tubuh musuhnya dalam keadaan hidup-hidup. Segera saja suara teriakan dan erangam kesakitan terdengar, tapi suara teriakan hanya sesaat terdengar, dikarenakan tidak lama setelah berteriak Zhou Tian tanpa ampun membelah kepala mereka.
Pria berzirah emas dan pria berzirah merah yang masih tersisa, melihat bagaimana cara Zhou Tian membunuh lawannya, mereka mulai ragu dan takut menyerang Zhou Tian. Namun, mereka juga tidak bisa mundur, dan tetap harus melawan Zhou Tian! Jika sekarang mereka mundur, pria berzirah hitam akan langsung membunuh mereka.
“Sepertinya kalian sangat takut dengan pedang yang ada di tanganku! Kalau begitu, aku akan kembali menyimpan pedang ini, dan aku hanya akan menggunakan tangan kosong untuk mengakhiri hidup kalian!” Zhou Tian kembali menyimpan pedang naga kegelapan, dan ia memutuskan menyerang musuh-musuhnya menggunakan serangan tangan kosong.
Meski hanya menggunakan tangan kosong, nyatanya keberadaan Zhou Tian benar-benar membuat enggan musuhnya melakukan serangan lebih dulu. Akan tetapi, jika Zhou Tian yang lebih dulu menyerang, bisa dipastikan kematian mereka akan segera datang.
“Kalian tetap tidak ingin menyerangku lebih dulu? Kalau kalian memang ingin aku yang lebih dulu menyerang, dengan senang hati aku akan melakukannya, dan aku akan memastikan satu dari kalian mati tiap kali aku menyerang!” Usai berkata sosok Zhou Tian bergerak cepat menyerang musuh-musuhnya, dan ia benar-benar membunuh musuh dengan sekali pukul.
Saat ia akan kembali membunuh salah satu musuhnya, pria berzirah hitam muncul dan langsung menghalangi serangannya. Terlihat pria berzirah hitam tidak kesulitan menahan serangan Zhou Tian, dan itu membuat lega pria berzirah merah yang seharusnya, sesaat yang lalu ia mati di tangan Zhou Tian.
“Ternyata kekuatanmu tidak sekuat bayanganku! Pukulanmu nyatanya sangat lemah!” ucap pria berzirah hitam meremehkan kekuatan yang dimiliki Zhou Tian, dan ia yakin dengan mudah dapat mengalahkan Zhou Tian.
Dengan gerakan sangat cepat, pria berzirah hitam menyerang Zhou Tian. Ia menyerang menggunakan tinjunya, dan iq melakukan serangan cepat yang membuat Zhou Tian bergerak lincah menghindari setiap serangannya. Cepat, kuat, dan seharusnya tepat sasaran, tapi sayangnya Zhou Tian maaih bisa menghindari semua serangannya.
Pria berzirah hitam memandang jengkel pada Zhou Tian yang terus-terusan berhasil menghindari serangannya, bahkan ia melakukan semua itu tanpa terlihat mengalami kesulitan.
Zhou Tian sendiri sama sekali tidak peduli dengan apa yang dirasakan musuhnya saat ini. Ia masih saja terus menghindari serangan musuh, tanpa ada keinginan membalas serangan musuh meski ia melihat banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan serangan balasan.
“Kau terlalu lambat!” ucap Zhou Tian meremehkan pria berzirah hitam.
Merasa diremehkan oleh lawannya, Pria berzirah hitam berteriak, “Aaaargh, aku pasti membunuhmu!” teriaknya, dan sekarang ia bergerak dua kali lebih cepat dari gerakannya semula, dan ia juga menunjukkan daya hancur serangannya dua kalia lebih kuat dari sebelumnya. Namun, apa yang dilakukannya saat ini masih belum cukup untuk membuatnya dapat melukai Zhou Tian.
Jangankan melukai, bahkan serangannya tidak ada yang mampu menyentuh pakaian yang dipakai Zhou Tian. Semua serangannya hanya mengenai udara kosong, sama sekali tidak berpengaruh pada keadaan Zhou Tian.
Pria berzirah hitam sama sekali tidak bisa menahan emosinya saat ia berhadapan dengan sosok seperti Zhou Tian, yang dengan mudahnya terus saja menghindari semua serangannya. “Kau iblis lemah, apa kau hanya bisa menghindar? Cih, dasar lemah! Bukannya melawan tapi terus saja menghindar selayaknya pengecut!” ucap pria berzirah hitam yang masih belum bisa melukai Zhou Tian.
Zhou Tian hanya diam tidak ada niatan membalas apa yang diucapkan pria berzirah hitam padanya. Daripada membalas ucapannya, ia merasa lebih baik membuktikan jika dirinya tidak lemah melalui tindakan, dan tindakan yang akan ia lakukan adalah melakukan serangan balik setelah berhasil menghindari serangan musuhnya.
Swush...
Bergeser ke kiri menghindari serangan pria berzirah hitam, Zhou Tian melakukan serangan balik, dan ia menargetkan perut pria berzirah hitam. Menggunakan tinjunya, sangat mudah baginya mendaratkan sebuah pukulan di perut pria berzirah hitam, dan pukulannya berhasil membuat pria berzirah hitam mengerang karena rasa sakit.
Tidak berhenti sampai disitu, Zhou Tian kembali menyerang pria berzirah hitam, dan serangannya senantiasa mengarah titik yang sama. Pria berzirah hitam sama sekali tidak memiliki kesempatan menghindari serangan Zhou Tian, dikarenakan serangannya datang sangat cepat.
Buugh... Buugh...
Booomm...
Tubuh pria berzirah hitam terpental jauh setelah pukulan terakhir yang dilakukan Zhou Tian tepat menghantam wajahnya. Sakit, tentu saja sakit, tapi ia benar-benar tidak menyangka jika iblis yang kekuatannya satu tingkat dibawahnya bisa membuat dirinya terluka.
Melesat mengikuti pria berzirah hitam yang terpental, begitu pria itu diam di tempat, Zhou Tian melompat tinggi, lalu ia menggunakan lututnya untuk menghantam zirah hitam yang dipakai musuhnya. Zirah hitam itu jelas merupakan artefak, dan memiliki ketahan terhadap beberapa jenis serangan. Akan tetapi, zirah hitam itu hancur saat Zhou Tian menghantam zirah itu menggunakan lututnya.
Baaang... Krack... Krack...
Zirah hitam yang melindungi dada musuh Zhou Tian hancur berkeping-keping, membuat pertahanan pria itu melemah. Tidak menunda kesempatan membuat musuhnya mengalami luka menyakitkan, tanpa ampun Zhou Tian memukuli dada pria yang tidak lagi tertutup zirah hitam.
Di sisi lain, para pria berzirah merah dan para pria berzirah emas, mereka hanya bisa melihat apa yang terjadi pada pria berzirah hitam, yang zirah hitamnya sudah hancur berantakan.
“Hah, membosankan, ternyata kamu sangat lemah!” ucap Zhou Tian dan,
Booomm...
Tubuh pria yang sebelumnya terlindung zirah berwa hitam, tubuhnya hancur di bagian dada, dan tidak lagi ada hawa kehidupan dari pria itu. Bisa dipastikan pria itu telah mati, dan tentu saja Zhou Tian adalah orang yang memberikan kematian untuknya.
“Tidak!!...” Teriak seluruh pria berzirah emas dan pria berzirah merah. Mereka jelas tidak terima atas kematian pria berzirah hitam.
Zhou Tian mengarahkan pandangannya, melihat keberadaan sekelompok orang berzirah emas dan berzirah merah. “Kalian tidak perlu berteriak karena tidak lama lagi kalian akan bernasib seperti mereka yang telah mati di tanganku!”
...----------------...
Bersambung.