
Zhou Tian terbang menghampiri orang-orang yang sejak beberapa saat yang lalu menyaksikan pertarungannya dengan para Jenderal Utama ras manusia. Ia telah menonaktifkan kekuatan Tubuh Dewa Iblis dan kekuatan Darah Dewa Iblisnya, dan hanya menunjukkan kekuatan sejatinya di tanah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Puncak. Meski menunjukkan kekuatan sejatinya, sosoknya masihlah yang terkuat diantara orang-orang yang ditemuinya.
Orang-orang yang merasakan aura kekuatan Zhou Tian, terutama mereka yang berasal dari ras iblis, mereka sangat ingin berlutut di hadapan Zhou Tian. Namun, mereka tidak bisa melakukan itu dikarenakan ada kekuatan besar yang menahan tubuh mereka.
Melihat banyak seluruh iblis di tempat itu ingin berlutut, Zhou Tian segera saja mengunci pergerakan mereka menggunakan kekuatannya, membuat mereka tidak bisa bergerak, apalagi berlutut di hadapannya. Pada akhirnya mereka hanya bisa menundukkan kepala.
“Tuan Muda!” ucap seluruh iblis serempak saat melihat keberadaan Zhou Tian, sedangkan para siluman mereka memilih berdiri di belakang para iblis.
Zhou Tian tersenyum saat semua iblis menyapanya, namun ia merasa belum pantas mereka panggil Tuan Muda, dikarenakan ia belum melakukan apapun pada mereka, selain membunuh banyak Jenderal Utama ras manusia, yang selama ini menjadi mimpi buruk para iblis di Alam Dewa.
“Apa ada diantara kalian yang terluka?” tanya Zhou Tian, dan ia menggunakan teknik mata emas melihat keadaan semua orang, memastikan tidak ada dari mereka yang terluka, akibat dari pertarungan yang baru ia menangkan.
[Tuan tenang saja mereka tidak ada yang terluka]
“Tuan Muda, kami semua baik-baik saja!” ucap salah satu iblis, sementara iblis lainnya mengangguk, mengiyakan apa yang diucapkan iblis itu. Mereka memang tidak ada yang terluka, dikarenakan mereka semua menuruti perintah Zhou Tian untuk tidak terlalu mendekat saat ia masih bertarung dengan para Jenderal Utama ras manusia.
Zhou Tian menganggukkan kepala, dikarenakan ia juga telah memastikan jika mereka semua dalam keadaan baik-baik saja, termasuk keadaan para siluman di belakang para iblis. “Kalian semua pergilah ke kota tidak jauh dari tempat ini! Kota itu berada di arah selatan, dan kota itu telah diambil alih oleh para iblis dan siluman!” ucap Zhou Tian.
Semua yang mendengar ucapan Zhou Tian menganggukkan kepalanya, kalau salah satu dari mereka berkata, “Apa Tuan Muda ingin pergi ke suatu tempat?”
Zhou Tian menganggukkan kepala. “Aku masih ada urusan di wilayah ras Dewa, dan sebaiknya kalian segera pergi ke kota itu sebelum ada Jenderal Utama ras manusia yang datang kembali ke tempat ini!”
Mendengar apa yang dikatakan Zhou Tian, mereka pamit undur diri, dan setelahnya mereka segera pergi ke arah yang ditunjuk Zhou Tian. Sementara itu, Zhou Tian memutuskan melanjutkan perjalanan setelah kepergian mereka.
Kali ini ia akan melanjutkan perjalanannya seorang diri, dan hanya ditemani suara sistem. Untuk Zhou Lin dan Zhou Gang, mereka ia minta meningkatkan kekuatan, dan nantinya ia baru mengeluarkan mereka begitu berhasil menerobos tingkat Sempurna ranah Dewa Surgawi.
“Semoga saja mereka bisa meningkatkan kekuatan sampai ranah Dewa Surgawi tingkat Puncak saat sampai di wilayah ras Dewa.”
...----------------...
Setelah mendengar kabar jika lima giok jiwa milik kelima Jenderal Utama yang ia kirim ke Benua Selatan hancur, yang menandakan mereka semua telah mati, pria tua yang merupakan wakil dari kedua Dewa ras manusia, ia mengerang marah dan berencana mendatangi langsung iblis yang telah membunuh mereka.
Namun, mengingat ia saat ini merupakan pemimpin tertinggi di istana Dewa ras manusia, ia tidak bisa begitu saja pergi meninggalkan istana, disaat kedua Dewa ras manusia masih berkuktivasi. Mengirim Jenderal Utama lainnya juga ia rasa percuma, dikarenakan iblis itu pasti dapat mengalahkan sebanyak apapun Jenderal Utama miliknya.
Untuk mengirim salah satu Jenderal Agung ras Dewa, ia tidak bisa melakukan semua itu tanpa izin kedua Dewa. Bagaimanapun juga, hanya kedua Dewa ras manusia yang bisa memberi perintah pada keempat Jenderal Agung ras manusia.
Setelah beberapa waktu berpikir, untuk saat ini ia memilih menyerah membutu iblis itu, tapi ia akan langsung pergi memburu iblis itu begitu kedua Dewa mengakhiri kultivasi tertutupnya. “Untuk saat ini aku melepaskanmu, tapi itu tidak akan lama! Begitu kedua Tuanku menyelesaikan kultivasi nya, aku sendiri yang akan memburu iblis itu, dan dimanapun ia berada, aku pasti bisa menemukan keberadaannya!”
...----------------...
Zhou Tian yang terbang tanpa henti selama sehari semalam, akhirnya ia sampai di ujung Benua Selatan Alam Dewa, dan sekarang membentang lautan luas si hadapannya, yang mana lautan itu menjadi pembatas wilayah Benua Selatan dan wilayah Benua Tengah.
“Sistem, apa dengan kekuatanku saat ini, aku bisa terbang menyebrangi lautan di depan?” tanya Zhou Tian pada sistem.
[Tidak masalah jika Tuan ingin terbang menyebrangi lautan, lagipula tidak mungkin bagi Tuan menaiki alat transportasi antar Benua, dimana alat transportasi itu dikelola langsung oleh prajurit suci ras manusia, dan di setiap alat transportasi terdapat benda yang bisa mendeteksi keberadaan iblis yang sedang menyamar]
Zhou Tian yang mendengar informasi dari sistem, ia merasa terbang menyebrangi lautan adalah cara paling aman jika ia tidak ingin berurusan dengan prajurit suci ras manusia, meski sebenarnya ia tidak pernah takut berurusan dengan prajurit suci ras manusia. Namun, dikarenakan ia sedang terburu-buru, ia menjadi tidak berminat berurusan dengan mereka.
Dikarenakan ia harus menyebrangi lautan luas dan tidak ada daratan di tengah lautan yang bisa digunakan untuk beristirahat meski itu hanya sesaat, Zhou Tian benar-benar menyiapkan tenaganya untuk menyebrangi luasnya lautan.
Lebih dari delapan ratus ribu kilometer, itulah jarak dari daratan Benua Selatan dan daratan Benua Tengah, jadi bisa disimpulkan jika ia harus menempuh jarak sejauh itu, yang mana jarak itu merupakan luas lautan yang memisahkan kedua daratan.
Zhou Tian duduk di atas tebing yang berhadapan langsung dengan lautan luas. Ia menyerap sebanyak-banyaknya enrrgi spiritual, dikarenakan ia akan kesulitan menyerap energi spiritual saat sedang terbang diatas lautan.
Setelah beberapa waktu berlalu, ia telah siap melakukan perjalanan jauh. “Hem, sistem, apa di lautan yang luas ini terdapat binatang buas atau monster kuat? Jika ada, apa mereka tinggal di kedalaman air atau justru tenang bebas di atas lautan?” tanya Zhou Tian pada sistem, dan ia berharap jika lautan si depan sana aman dilalui, dengan tidak adanya monster atau binatang buas yang mengganggu perjalanannya.
[Lautan yang memisahkan tiap Benua di Alam Dewa bukanlah tempat yang aman, dikarenakan baik di bawah permukaan air maupun di atas permukaan air, di semua tempat itu terdapat binatang buas dan monster]
“Sepertinya perjalananku tidak akan berjalan lancar, tapi jika perjalanan ini berjalan lancar, itu akan sangat membosankan!” ucap Zhou Tian sambil perlahan melayang ke langit, dan ia bisa melihat jelas luasnya lautan yang tidak terlihat ujungnya.
Melihat luasnya lautan yang sangat-sangat luas, Zhou Tian sejenak terdiam dengan pandangan lurus melihat kearah depan. “Dari tempat ini saja aku bisa merasakan aura mereka yang menghuni luasnya lautan. Jumlah mereka sama sekali tidak sedikit, bahkan aku merasa jumlah mereka jauh lebih banyak dibandingkan jumlah makhluk hidup yang ada di daratan Benua Selatan!” gumam Zhou Tian, dan dari tempatnya saat ini ia jelas melihat keberadaan monster lautan berenang di tengah lautan.
“Saatnya menyebrangi lautan, dan mari kita uji seberapa besar saya tahan yang dimiliki tubuhku!” ucap Zhou Tian, dan sebenarnya ia sudah memikirkan banyak cara jika merasa lelah saat berada di tengah lautan. Ia memiliki banyak binatang spiritual yang bisa terbang di ketinggian langit, dan ia bisa memanfaatkan keberadaan mereka saat kelelahan.
...----------------...
Hari-hari berlalu, dan sudah dua hari dua malam Zhou Tian terbang di atas lautan. Merasa jenuh, bosan, dan sedikit lelah, Zhou Tian akhirnya memutuskan mengeluarkan rajawali perak dari dunia jiwa, dan sekarang ia duduk manis diatas punggung rajawali perak. “Terus saja bergerak lurus, dan biarkan aku sejenak beristirahat di atas punggungmu!” ucapnya pada rajawali perak.
“Tuan, jika hanya terbang seperti ini, hamba bisa melakukannya selama belasan hari tanpa istirahat. Jadi, Tuan silahkan beristirahat selama yang Tuan inginkan!” balas rajawali perak, lalu ia sedikit menambah kecepatannya.
Sementara itu, jauh di depan rajawali perak yang terbang di atas luasnya lautan, terlihat sebuah kapal berukuran raksasa melaju cepat di atas lautan. Kapal itu adalah alat transportasi penghubung tiap daratan yang ada di Alam Dewa. Kecepatan kapal sangatlah cepat, dan hanya membutuhkan waktu tujuh hari untuk menyebrangi luasnya lautan.
Namun, jika seseorang memiliki posisi penting di istana Dewa ras manusia, mereka bisa bepergian menggunakan portal penghubung, yang dibuat oleh kedua Dewa ras manusia.
Kapal berukuran raksasa yang berlayar di atas lautan, kapal itu dijaga ketat oleh dua ribu prajurit suci ras manusia, dan setidaknya setiap kali berlayar ada puluhan ribu orang di kapal itu.
Perjalanan kapal tidak selamanya berjalan lancar, dan setidaknya sudah ada ratusan kapal yang pergi berlayar tapi tidak pernah sampai ke tujuan, dikarenakan kapal mereka dihancurkan monster dan binatang buas yang menghuni luasnya lautan.
Berlayar dengan kecepatan penuh, kapal berukuran raksasa yang berlayar ternyata sedang diikuti oleh rombongan monster laut, yang mana ukuran monster itu hampir setara dengan ukuran kapal raksasa.
Ada lima monster laut yang mengejar tidak jauh di belakang kapal. Setiap saat jarak diantara mereka semakin mendekat, dan keberadaan mereka adalah mimpi buruk bagi siapapun yang saat ini berada di dalam kapal raksasa.
Keberadaan monster laut sudah diketahui pemimpin prajurit suci ras manusia yang berjaga di kapal, dan mereka sudah sejak tadi terus melakukan serangan jarak jauh, untuk mengusir keberadaan monster laut.
Namun, tidak ada satupun monster laut yang pergi, mereka tetap mengejar kapal raksasa, dan apa yang sedang terjadi membuat perasaan ribuan orang di atas kapal raksasa mulai dilanda ketakutan.
“Kita pasti mati karena sekama ini tidak pernah ada yang berhasil mengalahkan kuatnya monster lautan!”
“Kenapa juga pelayanan kali ini harus bertemu dengan mereka? Padahal ini bukan kali pertama perjalananku ke Benua Tengah, tapi ini adalah kali pertama aku terjebak di tengah lautan bersama para monster laut!”
“Aku belum ingin mati, aku belum menikah dan juga belum memiliki banyak anak!”
Teriakan demi teriakan mulai terdengar dari dalam kapal raksasa, dan dari mereka semua belum ada yang sadar dengan keberadaan rajawali perak, yang melayang di atas kapal raksasa.
Di saat ketakutan melanda mereka yang berada di kapal raksasa, Zhou Tian yang melihat jelas kejadian di bawah sana dari punggung rajawali perak, ia merasa sangat penasaran dengan segera kuat monster laut, yang saat ini sedang mengejar pergerakan sebuah kapal. Ia tahu tentang monster laut dari informasi yang baru saja diberikan sistem, tapi ia masih belum tahu seberapa kuat mereka.
“Sistem, berapa jumlah mereka dan seberapa kuat mereka?” tanyanya pada sistem.
[Keseluruhan jumlah mereka ada lima ekor. Terlemah diantara mereka memiliki kekuatan setara kultivator ranah Dewa Surgawi tingkat Puncak, dan yang terkuat dari mereka memiliki kekuatan setara kultivator ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Puncak]
“Mereka sangat kuat, dan sepertinya mereka yang berada di kapal itu tidak ada yang mampu mengalahkan monster laut terkuat!” Meski berada jauh di atas kapal raksasa, jelas Zhou Tian melihat sosok kultivator ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Awal, adalah sosok terkuat di kapal itu.
“Tolong samakan kecepatamu dengan kapal raksasa di bawah sana!” ucap Zhou Tian sambil mengelus bulu rajawali perak.
“Baik Tuan!” balas rajawali perak dan ia segera mengurangi kecepatan terbangnya.
Sementara Zhou Tian yang duduk tenang di atas punggung rajawali perak, ia berpikir haruskah membantu mereka yang ada di dalam kapal, atau mengabaikannya.
[Tuan, monster laut bisa memberi banyak poin pengalaman. Kemungkinan Tuan bisa menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat sempurna jika berhasil membunuh kelima monster laut. Tidak menutup kemungkinan Tuan bisa saja langsung menerobos ranah Raja Dewa Surgawi]
“Kalau seperti itu, sudah diputuskan kalau aku akan membunuh seluruh monster laut!” Zhou Tian memutuskan akan membunuh seluruh monster laut demi poin pengalaman.
Melihat dari ketinggian, Zhou Tian memikirkan cara melawan monster laut yang hidup di lautan. Setelah beberapa waktu berpikir, ia berhasil memikirkan sebuah cara untuk melawan monster laut. “Sistem, apa di toko sistem menjual sesuatu yang bisa membuatku bergerak bebas dan bernapas di dalam air?” tanyanya.
[Sistem tahu apa yang Tuan rencanakan, dan di toko sistem tersedia apa yang Tuan inginkan. Apa Tuan ingin membelinya?]
“Tentu saja, beli dan berikan semua yang aku butuhkan!” balas Zhou Tian.
[Membeli pil bernapas di dalam air, membeli pil manusia air. Dua botol giok berisi pil yang Tuan inginkan, semua telah berada di cincin penyimpanan milik Tuan]
Zhou Tian yang mendengar itu, ia langsung saja mengeluarkan dua botol giok dari cincin penyimpanan miliknya, dan sesaat ia melihat pil yang ada di kedua botol giok. “Dengan begini aku yakin dapat mengalahkan monster laut, dan mungkin aku bisa menjadi monster laut yang sesungguhnya!”
...----------------...
Bersambung.