
Kelompok Zhou Tian sudah berada di sebuah desa terluar, yang terletak tidak terlalu jauh dari perbatasan Kerajaan Matahari, dengan wilayah pusat Alam Langit. Namun, kedua wilayah masih berada dalam wilayah tengah Alam Langit, yang merupakan wilayah terbaik di Alam Langit, dibandingkan wilayah pinggiran Alam Langit.
Penjagaan di desa tidak terlalu ketat, tapi ada sebuah kristal yang bisa mendeteksi niat jahat yang dimiliki seseorang, begitu ia melangkahkan kaki memasuki desa. Saat kristal itu memancarkan warna putih, artinya orang itu tidak memiliki niat jahat, tapi jika memancarkan warna hitam, bisa dipastikan orang itu memiliki niatan jahat, dan secara otomatis formasi array yang melindungi desa akan langsung menyerang orang itu.
Dilihat secara langsung, penjagaan desa memang terlihat biasa-biasa saja, tapi jika dilihat lebih teliti, keberadaan formasi array dapat dilihat, dan formasi array itu terlihat melindungi desa selayaknya kubah pelindung.
Itu bukanlah formasi array sembarangan, dikarenakan formasi array itu dapat langsung membunuh orang-orang dengan kekuatan di bawah ranah Dewa Bumi, dan memberi luka ringan pada orang-orang yang memiliki kekuatan di ranah Dewa Langit.
Zhou Tian bisa menebak jika formasi array pelindung desa dibuat oleh seseorang yang kekuatannya seharusnya sudah berada di ranah Dewa Langit, dan ia bisa merasakan kekuatan itu di rumah terbesar yang berada di desa.
Tap... Tap... Tap...
Langkah kaki kelompok Zhou Tian yang memasuki desa, bersama orang-orang lainnya yang kebetulan juga berjalan memasuki desa.
Setelah berada di dalam desa, kelompok Zhou Tian hanya sekedar singgah untuk mengisi perut mereka, dan tidak akan melakukan istirahat terlalu lama, setelah mengisi perut mereka dengan makanan, mereka akan segera melanjutkan perjalanan menuju ibukota Kerajaan Matahari.
Penjara yang menjadi tujuan mereka berada tidak terlalu jauh dari istana Kerajaan Matahari, oleh karena itu mereka secepatnya harus pergi ke ibukota Kerajaan Matahari, sebelum hal buruk menimpa ribuan iblis yang saat ini mendekam di penjara, sekalipun seumur-umur mereka semua tidak pernah melakukan kesalahan yang melanggar aturan Kerajaan Matahari.
Kelompok Zhou Tian pergi ke kedai sederhana yang menjual ayam hutan panggang, yang dibakar begitu saja tanpa dibumbui apapun.
Saat menikmati makanan yang telah dipesan, mereka mencoba curi dengar pembicaraan orang-orang yang berada di kedai makan, yang sama dengan mereka.
“Sepertinya telah terjadi sesuatu di suatu tempat, yang memaksa Yang Mulia Raja membawa lebih dari satu juta prajurit meninggalkan istana Kerajaan.”
“Menurutmu apa yang terjadi sampai Yang Mulia Raja membawa pergi begitu banyak prajurit, dan lagi itu adalah prajurit utama Kerajaan?”
“Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi entah kenapa aku merasa apapun yang sedang terjadi, pasti ada hubungannya dengan ras iblis! Mungkin, ada iblis kuat yang akhirnya menunjukkan diri, menuntut balas pada orang-orang yang selama ini memburu iblis untuk dibunuh!”
“Kalau benar kepergian Yang Mulia Raja dan seluruh prajuritnya ada hubungan dengan iblis kuat yang akhirnya menunjukkan keberadaannya, dan tujuannya adalah untuk balas dendam. Jika balas dendam itu berhasil, bukannya keberadaan iblis itu dapat membahayakan kita?”
“Ras iblis hanya menuntut balas pada meraka yang telah berbuat buruk pada ras mereka, sedangkan kita, kita bahkan pernah menolong beberapa dari mereka, meski pada akhirnya yang kita tolong tetap saja mati, beberapa hari setelah kita menolongnya.”
Pembicaraan mereka seketika berhenti saat dari kejauhan datang prajurit berzirah, dan semua orang tahu mereka adalah prajurit Kerajaan yang sedang melakukan patroli rutin, dan itu dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari tanpa ada hari yang terlewatkan.
Prajurit berzirah yang berjumlah sepuluh orang berasal dari benteng perbatasan yang tidak begitu jauh dari desa. Kedatangan mereka merupakan sesuatu yang biasa, tapi tidak semua orang menyukai keberadaan prajurit-prajurit itu, meski keberadaan mereka adalah untuk melindungi desa dari ancaman binatang buas dan penjahat.
Saat kesepuluh prajurit melintasi tepat di depan kedai tempat kelompok Zhou Tian yang hampir menghabiskan makanan mereka, tiba-tiba saja kesepuluh prajurit itu berhenti, dan seorang prajurit memandang ke bagian dalam kedai makan, melihat satu-persatu orang yang sedang menikmati makan siang.
Tidak lama melihat, pandangan prajurit yang melihat ke bagian dalam kedai terhenti saat ia melihat Zhu Ying dan tiga wanita lainnya, yang makan dengan begitu anggun, bahkan mereka tidak perlu membuka cadar saat makan. Prajurit itu langsung saja masuk ke dalam kedai, dan mencoba meraih tangan Zhu Meili yang paling dekat dengannya.
Melihat itu, Zhou Tian langsung saja menepis tangan yang mencoba menyentuh Zhu Meili. “Jangan menyentuh apa yang bukan milikmu!” ucapnya tegas dengan sorot mata tajam menatap prajurit yang menggertakkan giginya marah, atas apa yang baru dilakukan Zhou Tian padanya.
Orang-orang yang juga tidak suka dengan kelakuan prajurit yang memang dikenal suka bertindak semena-mena pada wanita yang membuat mereka tertarik, meraka kali ini tidak akan tinggal diam, dan akan membantu pemuda yang begitu berani pada prajurit yang hampir saja menyentuh teman wanitanya.
Namun saat ini mereka masih menahan diri, dan baru akan menyerang begitu para prajurit memancing kekacauan yang lebih besar. Tidak pagi ada rasa takut di mata mereka, yang ada hanyalah rasa marah pada para prajurit Kerajaan Matahari.
Prajurit yang marah karena tepisan yang dilakukan Zhou Tian, ia mengepalkan tangannya kuat, dan mengarahkan pukulan ke arah Zhou Tian. Pukulan itu cepat dan kuat, tapi hanya dengan jari telunjuknya Zhou Tian berhasil menahan pukulannya.
Zhou Tian menggunakan kekuatan elemen api kekacauan miliknya di ujung jari telunjuknya, lalu ia mendorong prajurit yang menjadi lawannya keluar dari kedai makan.
Prajurit itu berteriak kesakitan, sebelum akhirnya mati. Meski sudah mati api yang membakar tubuhnya masih belum padam. Api baru padam saat mayat prajurit itu berubah menjadi abu.
Semua orang terperangah dengan apa yang baru terjadi dan mereka saksikan secara langsung, tapi mereka bisa menebak jika apa yang terjadi berhubungan dengan pemuda, yang masih saja terlihat tenang, meski ia telah membunuh salah satu prajurit Kerajaan Matahari. Bahkan pemuda itu melanjutkan makannya, tidak peduli dengan keberadaan sembilan prajurit yang pasti sangat marah dengannya.
Benar saja, sembilan prajurit yang marah langsung saja menerobos masuk kedai makan, tapi baru dua langkah masing-masing dari mereka bergerak, tiba-tiba meraka semua jatuh tersungkur, seolah ada kekuatan besar menekan meraka, dan membuat meraka jatuh tidak berdaya.
“Aku paling tidak suka saat ada yang menggangguku saat makan, jadi sebaiknya kalian diam dan tidak melawan, jika tidak ingin apa yang sudah terjadi pada salah satu dari kalian, juga menimpa kalian!”
Yang berbicara adalah Zhou Tian, dan mendengar itu, semua orang kini tahu apa yang terjadi dengan para prajurit itu, adalah ulah pemuda yang sebelumnya berhasil membunuh salah satu prajurit hanya dengan jari telunjuknya.
Bisik-bisik mulai terdengar diantara orang-orang yang melihat keributan di kedai, dan kebanyakan bisik-bisik itu memuji keberanian Zhou Tian dan kekuatan yang dimiliki Zhou Tian.
Kelompok Zhou Tian telah menyelesaikan makan siang mereka, dan setelah membayar sesuai pesanan mereka, kelompok Zhou Tian segera pergi meninggalkan kedai makan, baru setelah kepergian mereka sembilan prajurit bisa kembali bangkit berdiri.
Kembali bisa berdiri dan bergerak bebas, mereka langsung saja pergi meninggalkan desa, dan segera melaporkan apa yang terjadi di desa pada pemimpin mereka.
Sementara itu, kelompok Zhou Tian yang baru saja pergi meninggalkan desa, dengan petunjuk Shen Yiren yang tahu pasti letak ibukota Kerajaan Matahari, mereka terus berjalan ke arah yang ditunjukkan Shen Yiren.
Mereka tidak lagi berjalan kaki, melainkan terbang di ketinggian langit, dengan kecepatan yang sangat cepat, yang sulit dilihat oleh orang-orang dengan kekuatan di bawah ranah Dewa Langit.
Swush... Swush... Swush...
Pergerakan mereka sangat cepat, sampai akhirnya Zhou Tian buru-buru membawa meraka ke daratan karena jauh di depan sana ia merasakan ribuan prajurit mendekat ke arahnya, dan dari arah belakang ada jutaan prajurit yang sebenarnya berada di jarak lumayan jauh.
Zhou Tian yang belum ingin membuat keributan besar di wilayah Kerajaan Matahari, ia memilih membawa kelompoknya ke tempat persembunyian, sambil menunggu kedua kubu yang kemungkinan bertemu di atas mereka.
Benar saja, tidak lama kemudian ribuan prajurit berhenti bergerak saat bertemu dengan seseorang dengan aura sangat mendominasi, yang mana di belakang sosok itu terdapat jutaan prajurit dengan perlengkapan sangat lengkap.
“Ren’er, apa kamu tahu siapa orang itu?” Zhou Tian bertanya pada Shen Yiren, sambil menunjuk sosok yang memimpin jutaan prajurit di belakangnya.
“Orang itu adalah Raja Kerajaan Matahari, dan dia begitu juga tiga Raja lainnya, mereka adalah para penjilat Guan Juzi,” jawab Shen Yiren.
Zhou Tian menganggukkan kepala mengerti, dan mungkin tidak lama lagi orang itu akan mati di tangannya, atau mati di tangan orang-orang nya.
Ribuan prajurit memberi penghormatan pada Raja Kerajaan Matahari, sebelum mereka menyingkir, membiarkan Raja Kerajaan Matahari lewat bersama jutaan prajuritnya.
Setelah Raja Kerajaan Matahari dan jutaan prajuritnya melewati mereka, ribuan prajurit itu oergi melanjutkan perjalanan, dan sepertinya ribuan prajurit itu pergi menuju wilayah perbatasan untuk bergantian menjaga wilayah perbatasan, dengan prajurit yang sebelumnya berjaga di tempat itu.
Melihat tidak lagi ada prajurit Kerajaan Matahari di atasnya, Zhou Tian kembali membawa anggota kelompoknya pergi melanjutkan perjalanan.
Dikarenakan arah tujuan perjalanannya sama dengan arah Raja Kerajaan Matahari dan jutaan prajuritnya, Zhou Tian membuat kelompoknya berada di jarak cukup jauh dari meraka semua, dan pada akhirnya Zhou Tian memilih jalan memutar untuk menuju ibukota Kerajaan Matahari.
...----------------...
Bersambung.