
Zhou Tian sejenak melihat keadaan keseluruhan prajurit Dewa Iblis yang baru saja menyelesaikan pertempuran. Sebagian dari mereka terlihat mengalami luka, tapi itu hanyalah luka kecil.
Dengan satu butir pil penyembuh yang dia bagikan pada mereka sebelum dimulain pertempuran, perlahan luka-luka di tubuh mereka sembuh, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk kesembuhan keseluruhan luka di tubuh mereka.
Setelah memastikan seluruh luka prajurit Dewa Iblis terobati, Zhou Tian sekarang fokus pada formasi array, yang dibuatnya untuk menyegel kawasan jurang. Segel itu nantinya akan mencegah orang asing memasuki kawasan jurang. Ke depannya hanya mereka yang memiliki lencana khusus, yang bisa memasuki kawasan hutan. Lencana khusus dibuat langsung oleh Zhou Tian, dan selamanya hanya dia yang bisa membuatnya.
Dengan begitu tidak akan ada yang membuat lencana palsu atau menirunya. Lencana buatan Zhou Tian nantinya akan memiliki ciri khusus, dan ciri itu bisa dipastikan tidak akan bisa ditiru oleh orang lain. Zhou Tian berencana menggunakan kekuatan Dewa Iblis miliknya untuk membuat ciri khusus itu, jadi bisa dipastikan tidak akan ada yang bisa menirunya.
Zhou Tian membuat segel tangan yang sangat rumit, lalu dia mengangkat tangannya. Saat Zhou Tian mengangkat tangannya, di langit muncul cakram raksasa, dan tidak lama cakram raksasa menyelimuti keseluruhan bagian jurang, yang namanya baru saja diganti oleh Zhou Tian menjadi jurang kehidupan.
Cakram raksasa adalah cakram langit, yang berfungsi sebagai segel baru. Dengan adanya segel baru, mulai saat ini tidak ada yang bisa keluar masuk secara bebas kawasan jurang kehidupan, tanpa seizin sosok Zhou Tian.
Setelah apa yang dilakukannya selesai, Zhou Tian memanggilnya ketiga istrinya dan juga Song Qian. Untuk Zhou Nan yang ditugaskan memimpin prajurit Dewa Iblis, Zhou Tian sudah berbicara melalui telepati dengannya. “Sebaiknya sekarang kita segera kembali ke Istana Dewa Iblis, untuk melihat keadaan mereka yang kita tinggal di tempat itu!” ucap Zhou Tian begitu ketiga istrinya dan Song Qian berada di hadapannya.
Ketiga istrinya dan juga Song Qian mengangguk pelan setelah mendengar apa yang diucapkannya. Melihat mereka menganggukkan kepala, segera saja Zhou Tian melambaikan tangannya, membuat celah lebar di segel jurang kehidupan, yang mana mereka semua akan keluar dari jurang kehidupan melalui celah yang terlihat begitu jelas oleh semua orang, termasuk Zhou Nan dan keseluruhan prajurit Dewa Iblis.
Sebelum melangkah pergi, Zhou Tian kembali membuat segel tangan, lalu dia menyentuhkan telapak tangannya ke tanah, yang tepat berada di bawah kakinya.
Apa yang dilakukan Zhou Tian tentu saja membiat penasaran ketiga istrinya dan juga Song Qian. Dikarenakan begitu penasaran dengan apa yang baru dilakukan suaminya, Zhu Ying memutuskan bertanya daripada terhs dilanda rasa penasaran, “Gege, apa yang baru saja kamu lakukan pada tanah jurang kehidupan? Apa Gege baru saja memasang jebakan untuk mencegah datangnya penyusup?”
“Itu bukanlah jebakan, melainkan aku baru saja membuat titik teleportasi, yang mana kapanpun kita ingin pergi ke tempat ini, kita bisa secepatnya sampai di tempat ini!” ucap Zhou Tian, menjawab rasa penasaran semua orang.
Semua orang akhirnya menganggukkan kepala mengerti, dan segera mereka bersiap meninggalkan kawasan jurang kehidupan.
Zhou Tian, ketiga istrinya, dan Song Qian, mereka menjadi yang pertama pergi meninggalkan kawasan jurang kehidupan. Disusul di belakang mereka ada Zhou Nan, dan dibelakang Zhou TNan terdapat lebih dari lima ratus ribu prajurit Dewa Iblis yang juga pergi meninggalkan kawasan jurang kehidupan.
Mereka semua terbang melayang menuju Istana Dewa Iblis. Awalnya Zhou Tian mengira perjalanannya akan lancar, dan dia bisa segera sampai di Istana Dewa Iblis. Namun perkiraannya salah, dikarenakan dia harus bertemu dengan kelompok prajurit suci ras manusia, yang jumlahnya lebih dari lima puluh ribu orang.
Ketiga yang muncul hanya Zhou Tian bersama dengan empat wanita, terlihat puluhan ribu prajurit suci ras manusia menatap remeh keberadaan Zhou Tian dan yang lainnya.
Akan tetapi, begitu sosok Zhou Nan dan lebih dari lima ratus ribu prajurit Dewa Iblis datang, seketika nyali seluruh prajurit suci ras manusia menciut, bahkan mereka buru-buru pergi melarikan diri.
“Jangan harap kalian bisa pergi melarikan diri setelah berani mengganggu perjalananku!” seru Zhou Tian.
Langsung saja Zhou Tian mengangkat tangannya, dan begitu dia menurunkan tangannya, seluruh prajurit suci yang mencoba pergi melarikan diri, mereka semua jatuh tersungkur, setelah meraa ada sesuatu yang begitu berat menimpa punggung mereka. Sesuatu yang begitu berat selayaknya gunung menimpa mereka, membuat mereka semua tidak bisa bergerak, bahkan ada yang langsung memuntahkan darah dan kehilangan kesadaran saat ini juga.
Sorot mata Zhou Tian tajam menatap seluruh prajurit suci ras manusia yang jatuh tersungkur. “Kalian semua layak mati!” Melambaikan tangannya, Zhou Tian merubah puluhan ribu prajurit suci ras manusia menjadi kabut darah.
Zhou Tian tersenyum puas melihat semua itu, dan dia benar-benar tidak menyangka jika hanya dengan aura kekuatannya, dia bisa melakukan semua itu pada musuh. Setelah mengetahuinya, dia akan sering melakukannya untuk membunuh musuh-musuhnya.
Kembali melanjutkan perjalanan setelah melenyapkan keberadaan puluhan ribu prajurit suci, perjalanan Zhou Tian dan yang lainnya kembali terhambat. Kali ini bukan karena mereka dihadang prajurit suci ras manusia, melainkan karena di depan mereka saat ini sedang terjadi pertempuran hebat.
Pertempuran melibatkan kekuatan sekelompok iblis, melawan setidaknya sepuluh ribu prajurit suci ras manusia. Dari tempatnya Zhou Tian jelas melihat jika sekelompok iblis yang sedang melawan prajurit suci, mereka di pimpin oleh dua orang yang sangat dikenalnya.
Sekelompok iblis di pimpin oleh Zhou Lin dan Zhou Gang. Melihat keberadaan keduanya, Zhou Tian yakin jika sekelompok iblis itu adalah calon prajurit Istana Dewa Iblis, dan dia cukup puas dengan peningkatan kekuatan mereka, setelah beberapa hari berlalu. Mereka yang sebelumnya lebih lemah dari prajurit suci, saat ini mereka semua memiliki kekuatan di ranah Raja Dewa Surgawi, yang tentunya lebih kuat dari prajurit suci yang menjadi lawan mereka.
Zhou Tian sama sekali tidak ada niatan membantu mereka, dikarenakan dia yakin mereka dapat mengalahkan prajurit suci yang menurutnya sangat lemah, dikarenakan banyak anggota prajurit suci yang kekuatannya masih berada di ranah Jenderal Dewa Surgawi, dan hanya segelintir dari mereka yang memiliki kekuatan di ranah Raja Dewa Surgawi.
Setelah beberapa waktu berlalu, sekelompok iblis berjumlah lima ribu orang yang dipimpin Zhou Lin dan Zhou Gang, akhirnya mereka bisa mengalahkan prajurit suci ras manusia, yang menjadi lawan mereka.
Ketika mereka ingin pergi meninggalkan tempat pertempuran yang dipenuhi mayat prajurit suci ras manusia, Zhou Lin dan Zhou Gang seketika meningkatkan kewaspadaan mereka, begitu merasakan pergerakan sangat cepat, yang bergerak ke arah mereka.
Swush... Swush... Swush...
”Maaf adik Tian dan saudari sekalian, kami sempat mengira kalian musuh karena barusan kami baru saja berhadapan dengan musuh!” ucap Zhou Lin begitu tenang, lalu dia kembali bersikap waspada saat merasakan kekuatan besar mendekat ke ayahnya.
“Kakak tidak perlu mewaspadai mereka yang akan segera datang! Mereka adalah Iblis seperti kita, atau lebih jelasnya mereka adalah prajurit Dewa Iblis, yang berhasil menyelamatkan diri dari pembantaian di masa lalu!” ucap Zhou Tian, menjelaskan pada Zhou Lin dan Zhou Gang tentang siapa yang akan segera datang.
Tidak lama kemudian sosok Zhou Nan datang, dan mengikuti di belakangnya ada keberadaan lebih dari lima ratus ribu prajurit Dewa Iblis, yang mana sebagian besar kekuatan mereka setara dengan kekuatan Zhou Lin dan Zhou Gang.
Zhou Lin dan Zhou Gang tentu saja terkejut setelah merasakan kekuatan prajurit Dewa Iblis, yang merupakan prajurit terkuat ras iblis di masa lalu. Dengan kekuatan sebesar itu, wajar jika mereka dijuluki sebagai prajurit terkuat milik ras iblis.
Dengan kekuatan yang meraka miliki, keduanya bisa membayangkan hari dimana ras iblis sepenuhnya bangkit dari keterpurukan yang disebabkan oleh kekejaman ras manusia. Dengan keberadaan mereka keduanya juga yakin jika tidak lama lagi Zhou Tian akan mendapatkan restu dari Dewa Agung ras Dewa, dan genap sudah empat orang istri yang dimiliki oleh Zhou Tian. Keduanya sama-sama berpikir Zhou Tian adalah sosok pria tanggung, karena mampu berbuat adil pada para istrinya.
Sedangkan mereka saja yang masing-masing hanya memiliki seorang istri, mereka banyak kalah dengan istri mereka masing-masing, terutama urusan pertempuran panas di atas ranjang. Satu saja sudah membuat mereka kewalahan, apalagi jika memiliki empat seperti yang akan terjadi pada Zhou Tian. Keduanya bisa membayangkan seburuk apa nasib mereka, berada satu ranjang dengan empat wanita sekaligus.
Setelah memperkenalkan Zhou Nan pada kedua saudaranya, Zhou Tian memimpin semua orang kembali ke Istana Dewa Iblis. “Nasib buruk bagi kelompok prajurit suci ras manusia jika saat ini mereka bertemu dengan kelompok besarku!” gunam Zhou Tian.
Perjalanan menuju Istana Dewa Iblis kali ini berjalan sangat lancar, tanpa adanya hambatan yang menghalangi perjalanan mereka. Kelompok prajurit suci ras manusia juga tidak mereka lihat keberadaannya di sepanjang jalan, membuat perjalanan mereka sangat lancar sampai tempat tujuan.
Sampai di Istana Dewa Iblis, semua orang dengan mudah memasuki kawasan Istana, dan mereka segera kembali ke tempat masing-masing. “Zhou Nan, bawa seluruh prajurit ke barak prajurit yang ada di wilayah utara! Mulai sekarang tempat itu akan menjadi tempat tinggalmu dan prajurit yang berada di bawah perintahmu!” ucap Zhou Tian sambil menatap Zhou Nan.
Setelah mendengar apa yang diucapkan Zhou Tian, Zhou Nan segera pamit undur diri, lalu dia membawa seluruh prajurit dibawah kepemimpinannya menuju barak prajurit yang ada di wilayah utara Istana Dewa Iblis. Di masa lalu mereka hanya bisa tinggal di barak prajurit yang berada di luar kawasan istana, yang mana tempat itu saat ini telah menjadi reruntuhan.
Jika di masa lalu mereka hanya bisa bermimpi tinggal di barak prajurit yang ada di kawasan Istana Dewa Iblis, sekarang mimpi itu menjadi kenyataan, saat mereka akhirnya akan tinggal di barak prajurit, yang berada di kawasan Istana Dewa Iblis.
Sedangkan Zhou Tian yang saat ini hanya ditemani ketiga istrinya dan Song Qian, dia membawa mereka pulang ke kediaman miliknya, dan setelahnya dia membiarkan mereka melakukan apapun, sesuai dengan apa yang menjadi keinginan mereka. Memasuki kamarnya, Zhou Tian langsung saja pergi menuju kolam pemandian, yang hanya dibatasi sebuah dinding kayu dengan ruangan kamarnya.
Sampai di kolam pemandian, Zhou Tian langsung saja melepas seluruh pakaiannya, dan dia berjalan perlahan menuju bagian tengah kolam. Baru saja sampai di tengah kolam dan menikmati suasana yang begitu tenang, Zhou Tian dikejutkan dengan kedatangan Zhu Ying yang begitu tiba-tiba.
“Sayang, biarkan aku membantumu membersihkan tubuh!” ucap Zhu Ying, dan langsung saja dia menanggalkan seluruh pakaiannya, tanpa ada yang tersisa. Setelah itu dia menyusul Zhou Tian berjalan menuju tengah-tengah kolam pemandian.
Berada tepat di hadapan Zhou Tian yang terus saja mengarahkan pandangan ke arahnya, Zhu Ying menggigit bibir bagian bawahnya, dan bersamaan dengan itu dia ******* ***** kedua bukit kembar miliknya sendiri.
Dengan suara menggoda Zhu Ying bicara, “Sayang, air pemandian ini terlalu dingin, tapi aku tahu cara membuat hangat air di pemandian ini!” Secara perlahan Zhu Ying mendudukkan dirinya di atas pangkuan Zhou Tian, sebelum benar-benar duduk di pangkuan Zhou Tian, Zhu Ying meraih sesuatu, dan setelah memegang apa yang ingin dia pegang, perlahan dia memulai proses penyatuan yang terasa begitu nikmat.
Ouuuhhh... Aaaahmm...
Suara des4han keluar dari mulut Zhu Ying saat bagian bawah tubuhnya telah menyatu dengan bagian bawah tubuh Zhou Tian. Sesuatu yang begitu besar terasa mengaduk-aduk bagian bawahnya, dan itu benar-benar nikmat. Sudah beberapa waktu Zhu Ying tidak merasakan kenikmatan seperti saat ini, jadi dia akan benar-benar menikmati apa yang saat ini sedang dia lakukan bersama Zhou Tian.
Zhu Ying mulai melakukan gerakan naik-turun, sedangkan Zhou Tian, kedua tangannya sibuk dengan dua bukit kembar milik Zhu Ying. Sesekali dia menggerakkan bagian barat tubuhnya, membuatnya semakin dalam menyatu dengan Zhu Ying.
Zhu Ying yang sangat menikmati saat dirinya melakukan penyatuan dengan Zhou Tian, sampai suara des4han terus saja keluar dari mulut mungilnya.
Selama beberapa waktu, sura keduanya yang sedang memburu kenikmatan terus saja terdengar di kolam pemandian, yang menyatu dengan kamar Zhou Tian. Suara-suara itu didominasi oleh suara Zhu Ying, yang saat ini dia masih setia duduk di atas pangkuan Zhou Tian.
Zhou Tian memejamkan kedua matanya menikmati kenikmatan yang hanya bisa dia rasakan saat melakukan penyatuan dengan ketiga istrinya.
Tidak lama kemudian mereka sama-sama telah mencapai puncak kenikmatan, dan pada akhirnya mereka menyudahi proses penyatuan. Selanjutnya mereka mandi bersama-sama, dan sebelum meninggalkan kolam pemandian, mereka kembali melakukan penyatuan, dan kali ini berlangsung lebih cepat dari sebelumnya.
......................
Bersambung.