Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Warisan Kaisar Naga


Boomm...


Zhou Tian memukul, menghancurkan pintu yang menghadang jalannya menuju ruang selanjutnya.


Melihat Zhou Tian dengan mudahnya menghancurkan pintu kokoh yang sangat tebal, Zhu Ying semakin mengagumi sosok Zhou Tian, dan dia merasa sangat beruntung karena bisa menjadi pendampingnya.


“Ayo masuk!”


Zhou Tian melangkah masuk menuju ruangan selanjutnya, dengan Zhu Ying yang berjalan tepat di sebelahnya.


Ketika mereka masuk ke dalam ruangan terakhir di dalam reruntuhan istana Kaisar Naga, mereka segera melihat pemandangan berbeda dibandingkan pemandangan di ruangan lain.


Bukan pemandangan alam, tapi mereka menemukan tumpukan harta mulai dari kitab-kitab kuno, perhiasan, kristal inti kehidupan siluman maupun binatang buas, senjata, ribuan botol giok berisi pil, serta terdapat pakaian yang jelas itu bukan pakaian biasa.


Di tempat yang sama keduanya menemukan dua buah telur. Satu telur berwarna hitam dengan garis-garis berwarna hijau, sedangkan telur satunya berwarna merah dengan garis-garis berwarna kuning keemasan.


[Tuan berhasil menemukan dua telur binatang spiritual. Telur hitam dengan garis-garis biru adalah telur penerus Kaisar Naga yang belum menetas, sedangkan telur merah dengan garis-garis berwarna kuning keemasan, itu merupakan telur Phoenix Surgawi yang belum menetas]


[Tuan bisa menggunakan satu tetes darah untuk menetaskan telur penerus Kaisar Naga. Untuk telur Phoenix Surgawi, hanya darah wanita yang dapat membuatnya menetas, jadi sebaiknya Tuan membiarkan Nona Zhu Ying yang melakukannya!]


“Telur ini benar-benar berjodoh dengan kami, tapi aku masih merasa aneh karena dengan mudahnya berhasil masuk ke dalam ruangan ini, dan mendapatkan seluruh harta di tempat ini.”


[Sebenarnya masih ada satu lagi ruangan yang hanya dapat dimasuki oleh Tuan, dan Tuan memang harus masuk ke dalam ruangan itu untuk mendapatkan seluruh harta di reruntuhan istana Kaisar Naga!]


Melihat sekeliling, Zhou Tian yang menggunakan teknik Mata Emas, dia berhasil menemukan ruangan lain yang letaknya tersembunyi di balik dinding.


“Aku akan langsung masuk ke dalam ruangan itu!” Sebelum pergi ke ruangan itu, Zhou Tian meneteskan setetes darahnya pada telur calon penerus Kaisar Naga, dan dia juga memberi tahu pada Zhu Ying untuk melakukan seperti apa yang baru dilakukannya pada telur Phoenix Surgawi.


“Ying’er aku akan pergi ke sebuah ruangan yang hanya bisa aku masuki! Kamu bisa menungguku di tempat ini sambil menunggu kedua telur menetas.”


Meski khawatir dengan keadaan Zhou Tian, Zhu Ying hanya bisa mengangguk tanpa ada niat menghalangi apa yang ingin dilakukan Zhou Tian.


Tersenyum tulus pada Zhu Ying sebelum pergi ke ruangan selanjutnya, kini Zhou Tian dihadapkan pada dinding tak bercelah, yang mana di balik dinding itu terdapat ruangan lainnya.


“Sistem, apa aku harus menghancurkan dinding ini?” tanya Zhou Tian pada sistem.


[Tuan Tidak perlu menghancurkan dinding ini. Cukup usapkan satu tetes darah Tuan ke dinding. Jika darah Tuan pantas mendapatkan apa yang ada di dalam sana, dengan sendirinya dinding ini akan terbuka, tapi tetap hanya Tuan yang dapat memasukinya]


Menggigit ujung jari telunjuknya sampai kembali mengeluarkan darah, darah segar Zhou Tian usapkan pada dinding di hadapannya.


Satu tarikan napas berlalu setelah Zhou Tian mengucapkan darahnya, dinding di hadapannya tiba-tiba memancarkan cahaya dan mulai bergetar.


Terus bergetar, dinding di depannya terbuka dan dengan cepat Zhou Tian masuk ke ruangan di balik dinding, sebelum dindin dengan cepat kembali tertutup.


Masuk kedalam ruangan yang terang karena adanya bola-bola cahaya, Zhou Tian dapat merasakan tekanan aneh dari bola-bola cahaya yang terbang melayang mengelilinginya.


Mata Zhou Tian melihat sekeliling, dan dia tak melihat apapun di ruangan itu selain keberadaan sepuluh bola cahaya yang terus bergerak-gerak di sekelilingnya.


Dia sama sekali tidak mewaspadai keberadaan bola-bola cahaya, dikarenakan tak adanya ancaman yang berasal dari keberadaan bola-bola cahaya.


“Sangat mengejutkan karena yang berhasil memasuki ruangan Kaisar ini adalah sosok agung Yang Mulai Dewa Iblis.”


Bola-bola cahaya berkumpul di hadapan Zhou Tian, dan suara yang baru dia dengar berasal dari kumpulan cahaya di hadapannya.


“Siapa yang kamu maksud Dewa Iblis? Jika itu aku, sepertinya kamu salah orang. Aku hanyalah Iblis yang pernah menjadi seorang Raja, bukan Dewa Iblis seperti yang kamu katakan!”


“Hahahaha... saat ini kamu memang bukan seorang Dewa Iblis, tapi dari apa yang ada di tubuhmu, tak lama lagi sosok agung Dewa Iblis akan kembali muncul dan membangkitkan kembali kekuasaan ras iblis!”


Sistem pernah mengatakan padanya tentang dirinya yang ditakdirkan menjadi Dewa Iblis, tapi dia belum yakin itu akan terjadi pada dirinya. Akan tetapi, keyakinan itu mulai muncul setelah baru saja mendengarkan ucapan sekumpulan bola cahaya dihadapannya.


“Katakan padaku, siapa kamu?” tanya Zhou Tian penasaran.


“Siapa aku? Aku hanyalah pecahan kekuatan Kaisar Naga, dan kekuatan ini akan menjadi milik siapapun orang yang berhasil masuk ke ruangan ini!” ucap sekumpulan bola cahaya yang tiba-tiba saja kembali berpencar mengelilingi tubuh Zhou Tian.


Zhou Tian melihat sekelilingnya, dan dia mulai mewaspadai keberadaan bola-bola cahaya yang melayang di sekelilingnya.


“Kamu tidak perlu waspada! Aku tidak mungkin dapat melakukan hal buruk pada dirimu, apalagi ada kekuatan misterius di tubuhmu yang jika aku masih hidup, aku sama sekali bukan lawan kekuatan misterius di tubuhmu.” Kekuatan misterius yang dimaksud bola cahaya, Zhou Tian menyimpulkan kekuatan itu adalah keberadaan sistem dalam tubuhnya.


“Kalau tidak ingin melakukan hal buruk, apa yang ingin kau lakukan?” tanya Zhou Tian tanpa menurunkan kewaspadaan nya.


Meski waspada, Zhou Tian tetap saja penasaran dengan apa yang ingin dilakukan bola-bola cahaya yang terus mengelilingi tubuhnya dari berbagai arah.


“Aku seblumnya sudah mengatakan kalau ingin menyerahkan kekuatanku padamu, dan kau bisa menganggap apa yang aku berikan sebagai warisan Kaisar Naga yang agung.”


Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Zhou Tian, satu bola cahaya tiba-tiba bergerak ke arah Zhou Tian. Tak bisa dihindari, bola cahaya itu masuk ke tubuh Zhou Tian.


Tak tahu apa yang akan terjadi, Zhou Tian memilih duduk bersila karena dia merasa lonjakan kekuatan yang begitu besar dari dalam tubuhnya.


“Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kenapa aku tiba-tiba merasa tak lama lagi akan mendapat terobosan?” Melihat jumlah Poin Pengalaman miliknya, kedua mata Zhou Tian terbuka lebar melihat jumlah Poin Pengalamannya lebih dari cukup untuk menerobos ranah yang lebih tinggi.


Zhou Tian mulai memasuki keadaan meditasi, dan membiarkan kekuatannya menerobos ranah yang lebih tinggi.


Booomm... Booomm...


Ledakan teredam terdengar dari tubuh Zhou Tian, dan itu bukan sekali, melainkan terdengar sebanyak dua kali secara berturut-turut.


“Langsung menerobos ranah Immortal Bumi tingkat Menengah, dan ini sepertinya belum berakhir!” Dikarenakan kedua matanya terpejam begitu memasuki keadaan meditasi, Zhou Tian tidak tahu jika seluruh bola cahaya telah masuk ke dalam tubuhnya.


Booomm... Booomm... Booomm...


Entah sudah berapa kali suara ledakan teredam terdengar dari tubuh Zhou Tian, tepatnya ledakan itu berasal dari lautan dantiannya yang semakin meluas.


Ranah Immortal Bumi telah terlampau, bahkan tak lama ranah Immortal Langit juga terlampaui dengan begitu mudah. Kekuatan Zhou Tian telah berada di ranah Dewa, tapi itu hanyalah ranah kekuatan Dewa terendah, tak sebanding dengan ranah Dewa yang berkuasa.


“Terimakasih!” ucap Zhou Tian begitu kembali membuka mata, tapi dia tak lagi mendapati keberadaan bola-bola cahaya yang diketahuinya sebagai pecahan kekuatan Kaisar Naga.


Zhou Tian segera bangkit berdiri, lalu dia berbicara dengan sistem, “Sistem, bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini? Apa aku harus melakukan seperti saat aku ingin masuk ke ruangan ini?”


[Hancurkan saja dinding yang menjadi pembatas ruangan ini dengan ruangan sebelumnya!]


Mendengarnya Zhou Tian tersenyum tipis, dan setelah memastikan tak ada apapun di dekat dinding yang akan dia hancurkan, langsung saja dia memukul dindin di hadapannya.


Booomm...


Sekali pukul dinding itu hancurkan berkeping-keping, dan dia kembali dapat melihat keberadaan Zhu Ying, yang saat ini masih menunggu menetasnya dua telur yang dia jaga.


“Aku kembali!” ucapnya yang disambut senyuman hangat Zhu Ying.


...----------------...


Bersambung.