Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Melakukan Bersih-Bersih Sampah


“Mereka hanya berenam sedangkan jumlah kita lebih banyak dari mereka. Raja Tang Gong, mari kita siksa ketiga pria itu, dan setelahnya kita bisa bersenang-senang dengan wanita mereka!”


“Meski mereka menggunakan cadar, aku tetap tertarik pada mereka. Raja Tang Gong, tunggu apa lagi, cepat kita bereskan tiga pria yang benar-benar mengganggu penglihatanku!”


“Raja Tang Gong, kalau kamu tidak mau memulainya, biarkan kami yang lebih dulu memulai, tapi kamu tidak akan menjadi yang pertama menikmati ketiga wanita itu!”


Mendengar celotehan para Raja yang memberi dukungan padanya, Raja Tang Gong terkekeh pelan, dan dengan sorot mata tajamnya dia menatap tiga wanita yang sudah mencuri perhatian banyak orang termasuk dirinya.


“Hanya aku yang berhak menjadi orang pertama, yang menikmati keindahan dan kehangatan tubuh mereka! Bagaimana juga, rencana iki akulah yang menyiapkannya!” ucap Raja Tang Gong.


“Ya... ya... ya... kamu memang berhak menjadi yang pertama, tapi kapan kita mulai menyiksa ketiga pria itu dan mulai bergantian menikmati wanita mereka? Aku sungguh sudah tidak sabar kembali memperbudak ratusan gadis iblis yang mampu memberi kepuasan padaku!”


Salah satu Raja dari Kerajaan di Benua Utara sudah tak lagi mampu menahan kesabarannya, dan Raja Tang Gong sadar akan semua itu.


Merasa sudah saatnya menyempurnakan rencananya yang berjalan sempurna sampai saat ini, Raja Tang Gong langsung saja mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanan nya.


Seolah tahu sudah saatnya memulai apa yang sudah mereka mulai, para Raja yang memberi dukungannya pada Raja Tang Gong, secara bersamaan semua Raja mengeluarkan senjata terbaik yang mereka miliki.


Mereka menyeringai dan memberikan tatapan merendahkan pada Zhou Tian dan dua pria lainnya.


“Satu lawan sepuluh, aku rasa kita bisa sedikit bersenang-senang dan melakukan pemanasan dengan menyiksa mereka!” Raja Tang Gong menghitung jumlah pendukungnya, dan hitungannya tepat menunjukkan angka sepuluh lawan satu.


“Tunggu apa lagi, mari kita siksa mereka sampai puas, sebelum bersenang-senang dengan para wanita mereka!”


Dengan suara keras, Raja Tang Gong memimpin para Raja yang memberi dukungan padanya menyerang Zhou Tian, Zhou Lin, dan Zhou Gang.


Mereka datang menyerang secara bersamaan. Kecepatan serta kekuatan mereka sangatlah luar biasa, membuat Raja dari Benua Selatan dan Benua Timur memilih sedikit memperlebar jarak dari Zhou Tian dan dua pria lain.


Sedangkan Zhu Ying, Zhu Ning, serta Zhu Rong, mereka sudah lebih dulu menjaga jarak dari Zhou Tian dan dua pria lainnya karena tidak ingin mengganggu pertarungan mereka.


Swush... Swush... Swush... Swush...


Bang... Bang... Boom... Boom...


Serangan bertubi-tubi terus berdatangan ke arah Zhou Tian dan kedua saudaranya, tapi sampai saat ini tak satupun serangan mampu melukai tubuh mereka. Jangankan melukai tubuh, bahkan tak satupun serangan mereka yang bisa mengoyak pakaian Zhou Tian, Zhou Lin, maupun Zhou Gang.


Belum ada gerakan membalas serangan yang dilakukan Zhou Tian dan dua orang lainnya, mereka hanya terus menghindar sambil sesekali menghalau serangan yang sedikit sulit dihindari. Sebenarnya bukan sedikit sulit dihindari, tapi mereka malas saja menghindar karena serangan itu sangatlah lemah.


Di sisi lain, Raja Tang Gong dan semua Raja yang memberi dukungan padanya, mereka mulai geram dan marah karena masih belum bisa melukai, tiga pria yang ingin mereka siksa sampai mati.


“Bisanya hanya menghindar! Cih, sekumpulan orang lemah yang bisanya hanya menghindar. Tunggu saja, tak lama lagi aku pasti memenggal kepala kalian!” teriak Raja Tang Gong marah.


Tak terpengaruh teriakan Raja Tang Gong yang terdengar selayaknya orang yang sedang putus asa, Zhou Tian dan yang lainnya terus saja menghindar tanpa ada niat membalas serangan.


“Silahkan menghindar sebisa kalian, tapi pada akhirnya kalian tetap akan mati di tangan kami!” Kali ini giliran salah satu Raja dari Benua Tengah yang berteriak marah.


Mendengar itu, Zhou Tian dan yang lainnya terkekeh, dan masih saja mereka terus menghindari serangan musuh.


Ribuan kali tebasan pedang dengan muda berhasil dihindari, begitu juga dengan tusukan tombak yang terus menghujam ke arah rubuh mereka.


Zhou Tian dan yang lainnya tak terlihat kelelahan setelah terus menghindari serangan musuh, berbeda dengan keadaan Raja Tang Gong dan Raj lain yang terus-menerus melakukan serangan.


Raja Tang Gong sudah terlihat mulai kelelahan begitu juga dengan para Raja yang masih terus menyerang Zhou Tian dan dua orang lainnya.


Zhou Tian yang hanya diam, tentu dia menyadari kelelahan yang mulai di alami Raja Tang Gong dan para Raja yang berada di sisi Raja itu. Memanfaatkan kelelahan mereka, Zhou Tian tiba-tiba merubah gerakannya yang semula menghindari serangan musuh, kini dia bergerak menghalau sambil mulai melakukan serangan balasan.


Hal yang sama juga dilakukan Zhou Lin dan Zhou Gang begitu mereka melihat Zhou Tian mulai merubah gerakan dari menghindar, menjadi gerakan menghalau dan membalas serangan musuh.


Serangan balasan yang dilakukan Zhou Tian dan dua orang lainnya, membuat Raja Tang Gong kesulitan menghalau serangan yang tertuju pada dirinya.


Bukan hanya dia yang mengalami kesulitan, tapi semua Raja yang satu kubu dengannya, mereka saat ini mengalami kesulitan yang sama, sulit menghalau serangan balasan Zhou Tian dan yang lainnya.


Meski hanya membalas serangan dengan tangan kosong tanpa senjata, pukulan Zhou Tian, Zhou Lin, serta Zhou Gang, pukulan mereka mampu memberi luka serius pada siapapun yang terkena pukulan mereka.


Terbukti lima Raja telah tumbang terkena pukulan mereka, dan jumlah itu terus bertambah seiring pertarungan yang terus berlanjut.


“Jangan sombong hanya karena berhasil menumbangkan beberapa dari kami! Sekarang kami akan lebih serius menghadapi kalian!” ucap Raja Tang Gong.


“Oh, kalian ingin lebih serius? Kalau begitu, keluarkan semua yang kalian miliki, dan senang hari aku akan menunjukkan kalau kalian adalah sekelompok orang lemah, yang kedudukannya sama rendahnya dengan sampah di jalanan!” ucap Zhou Tian dan senyuman sinis yang dia tujukan pada musuh segera terlihat di bibirnya.


Selesai ucapan Zhou Tian meluncur keluar dari mulutnya, tiba-tiba keadaan di dalam ruangan semakin memburuk dibandingkan sebelumnya. Suhu di dalam ruangan juga tak menentu. Kadang hangat, kadang sejuk, kadang terlalu dingin, dan kadang terlalu panas.


Merasakan apa yang sedang terjadi di dalam ruangan, Zhou Tian tahu jika apa yang terjadi berkaitan erat dengan kekuatan elemen yang dimiliki para Raja, termasuk Raja Tang Gong.


“Kenapa sekarang kalian hanya diam? Bukannya tadi kalian sangat semangat ingin menyiksaku, bahkan begitu yakin dapat mengakhiri hidupku?”


Dia menatap remeh Raja Tang Gong dan semua Raja pendukungnya. “Kalian terlalu lama mempersiapkan serangan. Kalau sudah seperti ini, biarkan aku yang lebih dulu menyerang kalian!” Tiba-tiba saja pedang dengan aura sangat kuat dan menakutkan muncul di tangan Luo Feng.


Belum juga digunakan menyerang, banyak para Raja di sisi Raja Tang Gong bertumpang akibat tak kuasa menahan tekanan aura kuat pedang di tangan Zhou Tian.


Swosh...


Sekali Zhou Tian mengayunkan pedang di tangannya tanpa menggunakan teknik apapun, murni hanya mengayunkan pedang di tangannya.


Meski hanya sekedar mengayunkan pedang di tangannya, tapi gelombang energi spiritual yang muncul setelah dia mengayunkan pedang di tangannya, gelombang energi spiritual yang muncul cukup untuk melukai Raja Tang Gong dan semua Raja di kubunya.


Mereka semua terpental jauh akibat sapuan gelombang energi spiritual yang muncul dari ayunan pedang di tangan Zhou Tian, dan mereka baru berhenti setelah menghantam dindin aula istana Kerajaan Bambu Emas.


Belum sempat mereka yang terpental bangkit berdiri, kilatan pedang muncul dan langsung menebas leher belasan Raja, dan hanya menyisakan Raja Tang Gong bersama sepuluh Raja pendukungnya.


Pedang yang memenggal kepala para Raja adalah pedang Zhou Lin, sedangkan Zhou Gang yang ingin menyerang sisa Raja yang masih hidup, dari arah lain seseorang menyerangnya.


Booomm...


“Datanglah bala bantuan.” Cibir Zhou Gang melihat sosok yang menyerang dirinya, dan soaok itu tak lain adalah Jenderal Besar Kerajaan Bambu Emas yang beberapa waktu yang lalu pergi meninggalkan aula Kerajaan.


“Selama aku masih hidup, tak akan aku biarkan siapapun melukai Yang Mulia Raja Tang Gong!” ucapnya.


Swush... Swush... Swush...


Belasan sosok pria yang tak bisa dibilang masih mudah secara bersamaan memasuki aula istana Kerajaan Bambu Emas.


Tak perlu bertanya siapa mereka, Zhou Tian dan yang lainnya sudah tahu jika mereka adalah para Patriak Sekte, yang turut di undang Raja Tang Gong.


“Akhirnya kalian datang!” Raja Tang Gong tersenyum senang karena apa yang sedari tadi dia tunggu, akhirnya datang meski sedikit terlambat.


“Maaf kami terlambat datang karena lebih dulu melakukan pertemuan pribadi!” ucap salah satu Patriak Sekte.


Mereka para Patriak memang pagi ini sengaja melakukan pertemuan singkat di ruangan khusus tak jauh dari aula istana Kerajaan Bambu Emas, dan rencananya menjelang siang mereka akan menemui Raja Tang Gong.


Namun, mendengar kabar adanya kelompok iblis yang menyerang para Raja di aula istana Kerajaan Bambu Emas, mereka memutuskan menyudahi pertemuan, dan buru-buru pergi ke aula istana.


Sampai di aula istana dan melihat beberapa Raja telah mati, mereka merasa begitu terlambat datang, tapi setidaknya masih ada beberapa Raja belum berakhir dengan kematian, meski ada sekelompok Raja yang terlihat enggan melakukan pertarungan.


Saat ini juga, pandangan tajam para Patriak Sekte segera tertuju pada Zhou Tian, Zhou Lin, serta Zhou Gang, yang terlihat berdiri santai di tempat mereka.


Terlihat mereka mendengus kesal, dan tanpa banyak bicara, mereka langsung melesat maju menyerang Zhou Tian dan yang lainnya.


“Datang lagi orang-orang lemah yang sangat ingin mati!”


Kali ini Zhou Tian tak ingin menghindari serangan, tapi sejak awal dia langsung menghalau dan membalas kejam serangan mereka.


Tak seperti sebelumnya dimana Zhou Lin dan Zhou Gang ikut dalam pertarungan, mereka kali ini hanya diam di tempat karena tidak ingin mengganggu pertarungan Zhou Tian.


“Mereka akan segera mati, begitu juga dengan dirimu!”


Zhou Gang menatap jalannya pertarungan Zhou Tian dan para Patriak Sekte, lalu dia mengarahkan pandangan pada Jenderal Besar Kerajaan Bambu Emas yang berada di hadapannya.


Tang Lu, sang Jenderal Besar Kerajaan Bambu Emas sebenarnya ingin membantu para Patriak Sekte yang kewalahan menghadapi salah satu iblis, tapi dia tak bisa pergi kemana-mana karena harus mengawasi dia iblis lain yang bisa saja keberadaan mereka membahayakan Raja Tang Gong.


‘Sialan! Aku benar-benar tidak bisa memberi bantuan karena harus mengawasi mereka!’ ucap Tang Lu dalam hati.


Sudah ada beberapa Patriak yang tumbang dengan luka parah dalam pertarungan, tapi dia benar-benar tidak bisa memberi bantuan.


“Daripada terha diam di tempat itu dan frustasi dengan apa yang kamu lihat, bagaimana kalau kamu bermain denganku? Aku janji akan memberi kematian cepat padamu!”


Perhatian Tang Lu yang sedikit teralihkan, dia kehilangan jejak keberadaan salah satu iblis, yang sedang dia awasi. Namun, baru saja dia mendengar suara iblis yang sosoknya tak terlihat olehnya.


“Kalian itu hanyalah sekumpulan orang lemah, tapi terlalu berani berurusan dengan kami, bahkan menyusun rencana untuk menjebak kami! Sebagai hukuman atas perbuatanmu dan untuk menepati janjiku, aku akan memberi kematian cepat untukmu!”


Slash...


Zhou Gang yang muncul di belakang Tang Lu, tanpa berkedip dia mengayunkan pedangnya, memenggal kepala Tang Lu.


“Semua yang menyinggung kami, semua akan bernasib sama sepertimu!” ungkap Zhou Gang sambil menyeringai sebelum dia menginjak kepala Tang Lu sampai hancur.


Di sisi lain, Luo Feng terus menyerang para Patriak Sekte yang kewalahan menghadapinya. Perbedaan kekuatan yang begitu jauh, membuat Zhou Tian leluasa membunuh satu demi satu musuhnya.


“Entah kenapa aku merasa seperti sedang melakukan bersih-bersih sampah!”


...----------------...


Bersambung.