
Zhou Tian bergerak cepat menghindari setiap serangan yang dilakukan kedua monster laut berwujud gurita raksasa. Ia harus cepat menghindar supaya tidak terkena serangan tinda beracun, ia juga harus menghindari tentakel yang sekali terlilit tentakel, ia bakalan kesulitan melepaskan diri.
Swosh... Swosh... Swosh...
Zhou Tian terus saja menghindari serangan dua gurita raksasa. Ia belum menemukan kesempatan menyerang mereka, jadi ia memanfaatkan waktu yang ada untuk terus menghindar, sembari ia mencari kelemahan lawannya. Dari apa yang ia lihat, kelemahan utama kedua lawannya adalah kecepatan, tapi ia sendiri untuk saat ini juga tidak bisa bergerak secepat dipermukaan, dikarenakan hambatan dari tekanan air.
Kedua gurita raksasa yang serangannya senantiasa berhasil dihindari lawan mereka, sekarang keduanya tiba-tiba bergerak ke dua arah yang berbeda, dan bermaksud menyerang lawan dari dua arah. Menyadari lawannya kali ini tidak bodoh, Zhou Tian semakin waspada.
Melihat datangnya serangan dari dua arah yang berbeda, Zhou Tian tahu jika ia harus bisa bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya untuk dapat menghindari serangan mereka. Tidak ada jalan lain untuk melakukan itu, selain ia harus menggunakan seluruh kekuatannya, termasuk mengaktifkan kekuatan Darah Dewa Iblis miliknya. “Menghadapi mereka benar-benar tidak semudah apa yang aku bayangkan!”
Swoosh...
Kekuatan Zhou Tian kembali meningkatkan saat ia mengaktifkan kekuatan Darah Dewa Iblis yang berada di tubuhnya. Sekarang ia memiliki kekuatan setara ranah Kaisar Dewa Surgawi tingkat Puncak. Meski itu bukanlah kekuatan sejatinya, setidaknya saat ini ia jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Swush... Slash... Slash...
Bergerak lebih cepat dari sebelumnya, selain berhasil menghindari serangan lawan dari dua arah berbeda, Zhou Tian berhasil melakukan beberapa kali serangan, yang mana serangan itu tepat mengenai tentakel-tentakel gurita raksasa, yang senantiasa melindungi bagian tubuh mereka.
Slash... Slash... Slash...
Terus menyerang tentakel-tentakel gurita raksasa, baru juga tentakel-tentakel itu berhasil terpotong, tidak lama kemudian tumbuh tentakel baru, dan itu membuat Zhou Tian mulai kewalahan menghadap tentakel yang terus-menerus tumbuh, meski sudah sangat sering dipotong. “Aku mulai merasa pertarungan ini sedikit tidak adil!” gumamnya, dan ia melihat tiga tentakel yang baru dipotong tumbuh seperti semula.
Sementara itu, pertarungan di sekitar kapal raksasa sekarang terjadi antara monster laut berwujud sosok naga dengan lima kepala, melawan ribuan prajurit suci ras manusia, yang berusaha mati-matian melindungi keberadaan kapal raksasa. Selama kapal raksasa masih utuh, artinya mereka masih bisa bertahan hidup, tapi jika kapal raksasa hancur, bisa dipastikan tidak lama kemudian mereka akan mati dan menjadi makanan monster lautan.
Meski sulit melawan soson Naga dengan lima kepala, setidaknya situasi saat ini jauh lebih baik daripada situasi sebelumnya, dikarenakan ribuan prajurit suci saat ini hanya fokus melawan satu monster laut, berbeda dari sebelumnya dimana mereka harus melawan lebih dari satu monster laut.
Boom... Boom... Boom...
Berkali-kali ledakan terdengar saat serangan prajurit suci mengenai sosok Naga dengan lima kepala, tapi serangan yang meraka lakukan sama sekali tidak melukai sosok itu.
Kekuatan sosok Naga dengan lima kepala setara dengan kekuatan kultivator ranah Kaisar Dewa tingkat Awal. Dengan kekuatan yang dimiliki prajurit suci, jelas sangat mustahil dapat mengalahkan mereka. Jangankan mengalahkan, mereka bahkan tidak mungkin dapat melukainya.
Bahkan sejak dimulainya pertarungan, sosok Naga berkepala lima, ia sama sekali belum melakukan serangan, seolah membiarkan musuh terus menyerangnya, dikarenakan ia tahu jika musuhnya bukanlah sebuah ancaman yang perlu ditakutin.
Swush...
Salah satu kepala Naga menembakkan bola air ke arah ratusan prajurit suci yang terbang melayang di atas kapal raksada. Datangnya serangan sangatlah cepat, membuat ratusan prajurit suci tidak sempat menghindar. Pada akhirnya ratusan prajurit suci terkena tembakan bola air, dan tubuh mereka yang mengalami luka berjatuhan ke dasar lautan.
Melihat banyaknya makanan yang berjatuhan ke dasar lautan, sosok Naga berkepala lima segera menyelam ke dasar lautan, dan ia mulai menikmati makanannya. Namun, ratusan mayat prajurit suci sama sekali tidak membuatnya kenyang, dan ia mau lebih banyak lagi mayat yang tersa begitu nikmat di lidahnya.
Kembali ke pertarungan di dalam air, Zhou Tian kembali melakukan serangan, dan membuat beberapa tentakel gurita raksasa terpotong.
Jika sebelumnya ia hanya sekedar menyerang, kali ini Zhou Tian melapisi pedang Nga Kegelapan di tangannya dengan kekuatan elemen api kekacauan yang tidak akan padam sekalipun ia saat ini berada di dalam air.
Groaahh...
Kedua gurita raksasa berteriak merasakan sakit, saa mereka tidak bisa menumbuhkan kembali tentakel yang terpotong, dan darah gurita yang berwarna biru mulai mencemari lautan.
Zhou Tian yang melihat jika tentakel-tentakel itu tidak kembali tumbuh setelah ia tebas menggunakan pedang Naga Kegelapan, yang terselimuti kekuatan elemen api kekacauan, ia menggunakan cara yang sama, dan mencoba memotong tentakel-tentakel lainnya.
Tentu saja apa yang dilakukan Zhou Tian berhasil mengurangi jumlah tentakel milik kedua gurita taksasa. Sekarang masing-masing dari mereka hanya memiliki tiga tentakel, sedangkan tentakel-tentakel lainnya sudah dipotong oleh Zhou Tian.
“Elemen api ternyata merupakan musuh utama mereka yang tinggal di lautan. Apalagi elemen api milikku bukanlah elemen api biasa, yang padam saat bersentuhan dengan air. Dengan kekuatan elemen api kekacauan yang tidak padam meskipun aku betada di dalam air, aku yakin dapat mengalahkan mereka!” Mengetahui kelemahan utama dua gurita raksasa yang menjadi lawannya, Zhou Tian yakin jika ia bisa mengalahkan kedua gurita raksasa, yang sebelumnya terasa sangat sulit untuk mengalahkannya.
Bisa terlihat jika elemen api kekacauan masih belum padam dari bagian tubuh gurita raksasa yang bersentuhan dengan pedang Naga Kegelapan. Jelas saja api yang tidak padam membuat kedua gurita raksasa tersiksa, tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa, dikarenakan api itu tidak kunjung padam, dan terus saja menyala meski saat ini mereka berada di dalam air.
Potongan tentakel yang telah terpisah dari bagian tubuh gurita raksasa, Zhou Tian dapat merasakan energi spiritual dari tentakel yang telah terpotong, lalu ia berusaha menyerap tentakel-tentakel yang sudah terpisah dari tubuh kedua gurita. Setelah menyerap seluruh tentakel yang berhasil dipotong, Zhou Tian dapat melihat kalau ia mendapatkan poin pengalaman dengan menyerap tentakel gurita raksasa.
Grooah...
Meski berada di dalam air, teriakan kedua gurita raksasa jelas terdengar oleh Zhou Tian, dan meski sekarang masing-masing dari mereka hanya memiliki tiga tentakel, mereka tetap kekeuh menyerang lawan.
Boomm... Boomm...
Menyerang langsung menggunakan tinju membuat pergerakan Zhou Tian jauh lebih cepat dari sebelumnya. Apalagi sekarang ia hanya perlu menghindari serangan tinta beracun, dan menerobos pertahanan dari enam tentakel.
Dengan mengaktifkan seluruh kekuatan yang dimilikinya, Zhou Tian benar-benar bisa bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya, dan sekarang ia memiliki keunggulan yang merupakan kelemahan dari sosok gurita raksasa yang menjadi lawannya.
[Tuan bisa membunuh keduanya, supaya bisa segera menerobos tingkat yang lebih tinggi, yaitu ranah Jemderal Surgawi tingkat Sempurna]
[Selain mendapatkan poin pengalaman untuk menerobos tingkat yang lebih tinggi, dengan Tuan lebih cepat menurut keduanya, Tuan bisa lebih siap saat berhadapan dengan sosok monster laut berwujud Naga berkepala lima]
Mendengar informasi yang disampaikan sistem padanya, Zhou Tian sesegera mungkin ingin membunuh kedua sosok gurita raksasa. Keadaan mereka yang sudah tidak baik-baik saja, membuat Zhou Tian yakin dapat segera mengalahkan meraka.
Zhou Tian yang berkeinginan besar segera membunuh mereka, dan kembali meningkatkan kekuatannya, kali ini dia menyerang keduanya menggunakan telapak tangannya.
“Teknik Tapak Dewa Iblis!” Zhou Tian menggunakan teknik yang sudah lama ia kuasai, tapi sudah lama tidak ia gunakan. Dengan teknik Tapak Dewa Iblis yang daya hancurnya ikut meningkat seiring peningkatan kekuatannya, ia yakin dengan teknik ini bisa mengakhiri hidup kedua gurita raksasa.
Plak... Plak... Boomm... Boomm...
Zhou Tian bergantian menyerang ke-dua gurita raksasa menggunakan teknik Tapak Dewa Iblis, serangannya memang terlihat biasa-biasa saja, tapi apa yang dihasilkan serangan itu sungguh mengerikan.
Tubuh gurita raksasa yang terkena serangan teknik Tapak Dewa Iblis hancur, dan aura kehidupan kedua gurita raksasa semakin menipis.
“Ternyata teknik ini menjadi sangat kuat, begitu aku menggunakan seluruh kekuatan yang aku miliki!” gumam pelan Zhou Tian.
[Teknik Tapak Dewa Iblis akan tumbuh kuat seiring dengan peningkatan kekuatan yang Tuan alami. Jadi, selama Tuan tumbuh semakin kuat, daya hancur Teknik Tapak Dewa Iblis juga akan semakin besar. Bahkan dengan Teknik Tapak Dewa Iblis, Tuan bisa membunuh siapapun yang memiliki kekuatan satu tingkat lebih kuat, dibandingkan saat Tuan audah menggunakan kekuatan Tubuh Dewa Iblis dan kekuatan Darah Dewa Iblis]
Zhou Tian menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia telah mengerti, kemudian ia berkata, “Sistem, apa kedua gurita akan segera mati? Aku merasa aura kehidupan keduanya semakin melemah!”
[Mereka memang akan segera mati, tapi aku sarankan Tuan untuk mempercepat kematian mereka, dan setelahnya Tuan bida langsung melakukan terobosan ke ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Sempurna!]
Tidak membuang waktu berharga yang ada untuk menunggu kedua gurita raksasa mati, setelah mendengar apa yang dikatakan sistem padanya, Zhou Tian segera mengeluarkan kembali pedang Naga Kegelapan, dan setelah menyelimuti pedang Naga Kegelapan menggunakan kekuatan elemen api kekacauan, ia segera melesat menyerang dua gurita raksasa yang dalam keadaan sekarat.
“Sudah saatnya kalian mati, dan kematian kalian akan sangat bermanfaat untukku!” ucapnya, dan langsung saja Zhou Tian mengayunkan pedang yang ada di tangannya, dan kali ini serangannya langsung tertuju pada bagian tubuh gurita raksasa. Cepat dan kuat, serangan Zhou Tian kali ini sangat mematikan, dan ia akhirnya berhasil mengakhiri hidup kedua gurita raksasa.
Setelah berhasil mengakhiri hidup kedua gurita raksasa, Zhou Tian melihat jumlah poin pengalamannya lebih dari cukup untuk menerobos tingkat yang lebih tinggi, dan setelah beberapa saat berlalu akhirnya ia berhasil menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Sempurna, yang artinya tinggal satu langkah lagi untuknya dapat menerobos ranah Raja Dewa Surgawi.
Berhasil menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Sempurna, Zhou Tian merasakan kekuatannya meningkat pesat dari sebelumnya. Dengan kekuatannya saat ini, tanpa kekuatan Tubuh Dewa Iblis dan kekuatan Darah Dewa Iblis, ia yakin dapat mengalahkan lawan dua tingkat pebih kuat dari kekuatan sejatinya.
“Sekarang aku tinggal menunggu kedatangannya, atau aku saja yang pergi menghampirinya? Aku rasa, lebih baik aku datang menghampirinya, daripada menunggu lama di tempat ini, yang mana ia belum tentu datang ke tempat ini!” gumam Zhou Tian, dan sebelum pergi ia lebih dulu menyimpan tubuh gurita, yang menurut sistem rasa daging gurita itu sangat nikmat jika diolah dengan benar.
Di saat ia sedang dalam perjalanan ke tempat keberadaan monster laut berwujud Naga dengan lima kepala, sosok Naga itu saat ini masih bertarung dengan ribuan prajurit suci ras manusia, yang berusaha mati-matian melindungi kapal raksasa, tempat mereka berpijak selama berada di tengah lautan, tanpa adanya daratan di dekat mereka.
Sebenarnya terdapat banyak pulau di lautan yang membentang luas, tapi dikarenakan tidak adanya yang menemukan keberadaan pulau-pulau itu selama mereka melakukan pelayaran, jadilah orang-orang menyimpulkan jika tidak ada pulau di tengah laut.
Naga dengan lima kepala sekarang lebih gencar melakukan serangan, membuat ribuan prajurit suci ras manusia yang dibantu ribuan kultivator penumpang kapal raksasa, meraka semua hanya bisa terus bertahan, dengan memperkuat formasi pertahanan yang dimiliki kapal raksasa.
Jika hanya mengandalkan kekuatan prajurit suci pelindung kapal, jelas formasi pelindung itu sudah lama hancur, tapi karena bantuan dari ribuan kultivator yang tidak ingin mati di tengah lautan, formasi pelindung sampai saat ini masih mampu bertahan dari serangan musuh.
Namun, mereka semua sadar dan tahu jika formasi itu tidak akan bertahan lama, dan itu terjadi karena keterbatasan kekuatan yang dimiliki oleh mereka, yang saat ini berada di kapal raksasa.
Untuk bertahan hidup, semua orang telah mengeluarkan seluruh sumberdaya milik mereka untuk meningkatkan kekuatan formasi pelindung, dan sekarang mereka tidak lagi memiliki sumberdaya berharga, yang dapat digunakan untuk memperkuat formasi pelindung.
“Setidaknya kita sudah berusaha melawannya sampai akhir dan tidak ada yang menyerah!” ucap pemimpin prajurit suci, yang mana keadaannya sudah jauh dari kata baik-baik saja.
Saat semua orang mulai pasrah dan ikhlas menerima kematian, beberapa dari mereka melihat kilatan cahaya dari dasar laut, yang mereka kira cahaya itu adalah sosok monster laut lainnya. Namun perkiraan mereka salah, dikarenakan kilatan cahaya itu merupakan energi yang telah dipadatkan, dan dengan kecepatan yang begitu cepat, kilatan cahaya itu mengantam salah satu kepala Naga, dan membuatnya kehilangan salah satu kepalanya.
“A-Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan serangan sekuat itu?” Semua orang di atas kapal bertanya-tanya siapa yang mampu melakukan serangan sekuat itu, tapi mereka yakin jelas yang melakukannya bukan mereka yang berada di atas kapal.
Sementara itu, sosok yang telah melakukan semua itu, yang mana sosok itu tidak lain adalah Zhou Tian, ia saat ini menatap takjub akan karya indahnya. “Ternyata seranganku tepat sasaran, tapi sayang hanya berhasil memotong salah satu kepalanya!”
...----------------...
Bersambung.