
Di kuil kuno yang berada dikawasan Istana Dewa Manusia, kedua Dewa ras manusia sedang menghadap pria tua, yang seluruh rambutnya telah memutih. Pria tua itu tidak lain adalah salah satu Dewa ras manusia sebelumnya, dan dia adalah ayah dari kedua Dewa ras manusia.
Shang Boqin dan Shang Bolin, kedua Dewa ras manusia saat ini, mereka melaporka pada ayah mereka, tentang apa yang terjadi selama beberapa waktu terakhir. Semua dilaporkan tanpa ada yang ditutup-tutupi, termasuk kematian salah satu putra Dewa, dan kematian wakil Dewa ras manusia.
Shang Bo, pria tua yang merupakan ayah kedua Dewa ras manusia, tentu saja dia terkejut mendengar laporan kedua putranya. Dia tidak menyangka jika salah satu cucunya mati, begitu juga dengan wakil Dewa ras manusia yang sudah dianggapnya seperti putranya sendiri.
Selama ini Shang Bo menutup diri dari urusan dunia luar, dan dia terus saja menenangkan diri di kuil kuno. Dia baru akan keluar jika kekuatannya benar-benar dibutuhkan.
“Katakan padaku, siapa yang telah membunuh mereka? Apa itu ras siluman, ras Dewa, atau ras peri?” tanya Shang Bo, dan dia sama sekali tidak menganggap keberadaan ras iblis.
“Bukan ras siluman, ras Dewa, ataupun ras peri, Ayahanda, semua itu dilakukan oleh seseorang, yang berasal dari ras iblis, dan saat ini dia telah menempati Istana Dewa Iblis,” ucap Shang Bolin, menjawab pertanyaan ayahnya.
Mendengar itu tiba-tiba Shang Bo mengerang marah, dan dia benar-benar tidak menyangka jika ras iblis bisa melakukan semua itu pada salah satu cucunya, dan orang yang sudah dia anggap seperti putranya sendiri. “Seberapa besar kekuatan yang dimiliki iblis itu sampai dia bisa melakukan semua itu pada kita? Apa kekuatan dia setara dengan kekuatan kalian saat ini, atau dia lebih kuat dari kalian berdua? Jawab, dan jangan ada yang kalian tutup tutupi dariku!” ujar Shang Bo, dan dia sangat menanti balasan apa yang akan diberikan kedua putranya.
“Ayahanda, kami tidak tahu pasti seberapa besar kekuatan yang dimiliki iblis itu, tapi kami merasa dia tidak lebih kuat dari kami, dan dalam waktu dekat kami berencana menyerang Istana Dewa Iblis untuk memusnahkan iblis itu!” ucap Shang Boqin.
Shang Bo tersenyum sinis mendengar apa yang diucapkan Shang Boqin, putra pertamanya. “Boqin, apa kau lupa jika tidak ada kekuatan yang bisa menembus pertahanan Istana Dewa Iblis? Dimasa lalu saja kita harus berbuat curang, untuk memaksa mereka semua keluar dari tempat itu!” ucapnya, dan dia merasa jika putra pertamanya masih saja bodoh meski kekuatannya terus meningkat.
“Ayahanda, aku sama sekali tidak melupakan tentang pertahanan Istana Dewa Iblis. Dikarenakan mengingat apa yang terjadi di masa lalu, kami berdua berencana menggunakan cara yang sama untuk memaksa mereka keluar dari tempat itu, dan begitu mereka keluar, kami berdua akan langsung memusnahkan mereka! Kalaupun nantinya mereka tidak keluar, kami masih memiliki rencana cadangan, yang kami yakini dapat membuat mereka semua keluar meninggalkan Istana Dewa Iblis!” Shang Boqin tahu akan hubungan iblis yang ingin dia bunuh dengan Song Qian, putri Dewa Agung ras Dewa, dan rencana cadangannya berhubungan dengan ras Dewa.
Kali ini Shang Bo cukup puas dengan rencana yang dimiliki Shang Boqin, dan sepertinya dia harus menarik ucapannya, yang menganggap Shang Boqin masih bodoh, dan belum bisa menggunakan otaknya untuk berpikir. “Semoga saja rencana kalian berhasil! Jika rencana kalian gagal, jangan salahkan aku, jika aku mencabut kembali kekuatan Dewa pada diri kalian, dan kalian akan kembali menjadi wakilku!” ucap Shang Bo dengan sorot mata tajam bergantian menatap kedua putranya.
“Ayahanda tenang saja, rencana kami pasti berhasil, setelah kami berhasil memusnahkan iblis itu, kami akan menyebarkan kekuatan besar prajurit suci, dan tugas mereka adalah memusnahkan iblis dimanapun sosok iblis itu berada!” ucap Shang Bolin begitu percaya diri, dan dia sangat yakin akan keberhasilan rencana, yang dia susun bersama-sama kakaknya.
Mendengar semua itu Shang Bo menganggukkan kepalanya, dan berharap jika rencana kedua putranya berhasil. Jika rencana mereka gagal, terpaksa dia akan kembali menjadi Dewa ras manusia, dan dia akan memimpin sendiri perburuan iblis yang berada di Alam Semesta.
Sesaat terdiam, Shang Bo berkata, “Cepat lakukan apa yang susah kalian rencanakan, dan aku tetap di sini menunggu kabar baik yang akan kalian berikan padaku!”
Keduanya yang semula duduk di hadapan Shang Bo, bersamaan mereka bangkit berdiri, lalu Shang Boqin berucap, “Kami akan pastikan kurang dari sepuluh hari kami akan kembali, dan kembalinya kami ke tempat ini adalah untuk membawakan kabar baik untuk Ayahanda!” ucapnya percaya diri, dan dia merasa jika rencananya tidak mungkin gagal.
Setelah mengatakan semua itu pada Shang Bo, mereka berdua segera melesat pergi meninggalkan bangunan kuil kuno, yang menjadi tempat tinggal Shang Bo.
......................
Setelah membersihkan diri betsamas Zhu Ying, Zhou Tian saat ini sedang mengawasi pelatihan yang dilakukan oleh seluruh calon prajurit Istana Dewa Surgawi.
Sebagai calon prajurit Istana Dewa Surgawi seharusnya mereka tinggal diluar wilayah istana, tapi karena keadaan sangat tidak memungkinkan untuk mereka tinggal di luar istana, pada akhirnya mereka tetap tinggal di wilayah istana.
Adapun ketiga istrinya dan juga Song Qian, mereka sedang menikmati minum teh bersama dengan Zhu Ning dan Zhu Rong. Untuk Zhou Lin dan Zhou Gang, keduanya kembali pergi meninggalkan kawasan Istana Dewa Iblis bersama sepuluh ribu calon prajurit Istana Dewa Iblis.
Bukan pergi untuk jalan-jalan atau melihat-lihat keadaan di sekitaran wilayah Istana Dewa Iblis, tapi mereka pergi meninggalkan kawasan Istana Dewa Iblis untuk melakukan perburuan. Bukan berburu binatang buruan ataupun binatang buas, yang ada mereka berburu prajurit suci ras manusia.
Mereka semua telah mempersenjatai diri dengan senjata yang banyak tersedia di gudang senjata Istana Dewa Iblis. Semua jenis senjata ada di tempat itu, dan semua orang bebas memilih senjata sesuai keinginan mereka.
Sejak awal jumlah senjata di gudang senjata Istana Dewa Iblis memang sudah melimpah, tapi dengan banyaknya jenis senjata yang dibeli Zhou Tian dari toko sistem dan diletakkan di gudang senjata, selain jumlah yang melimpah, jenis senjata yang ada di gudang senjata semakin lengkap. Namun untuk senjata spiritual, senjata jenis itu hanya akan diberikan pada mereka yang nantinya resmi menjadi prajurit Istana Dewa Iblis.
Zhou Tian hanya sebentar menyaksikan pelatihan yang dilakukan Zhou Huang, lalu selanjutnya dia memilih mengikuti Zhou Lin dan Zhou Gang secara diam-diam.
Entah kenapa dia merasa jika sesuatu yang buruk akan menimpa Zhou Lin dan Zhou Gang jika dia tidak mengikuti mereka. Dia naru bisa merasa tenang jika melihat secara langsung seluruh kegiatan mereka.
Terlihat di depan sana Zhou Lin dan Zhou Gang memimpin sepuluh ribu calon prajurit Istana Dewa Iblis, dan sepertinya mereka sedang melakukan pencarian terhadap keberadaan kelompok prajurit suci ras manusia. Menajamkan penglihatannya, sejauh kedua matanya memandang, Zhou Tian tidak melihat adanya keberadaan kelompok prajurit suci ras manusia, tapi dia terus saja mengikuti Zhou Lin dan yang lainnya.
Setelah beberapa waktu mengikuti mereka, tiba-tiba saja kerutan muncul di kening Zhou Tian, saat dia merasa dikejauhan sana ada banyak sosok kuat, yang kekuatannya jauh lebih kuat dari Zhou Lin dan Zhou Gang. Dari aura kekuatannya, jelas Zhou Tian bisa merasakan jika meraka adalah manusia, dan mungkin mereka adalah penyebab rasa khawatirnya pada keadaan Zhou Lin dan Zhou Gang.
Terlihat jika Zhou Lin dan Zhou Gang menyadari jika di depan sana ada sekelompok musuh yang tidak mungkin mereka kalahkan. Keduanya ingin berbalik arah, tapi sepertinya semua sudah terlambat karena sekitar seratus sosok dengan kekuatan ranah Dewa Sejati tingkat Puncak telah mengelilingi keberadaan mereka.
“Aku akan memindahkan kalian semua langsung ke Istana dengan menggunakan teknik teleportasi!” suara Zhou Tian dapat didengar oleh Zhou Lin dan Zhou Gang. Keduanya yang sebelumnya terlihat bingung harus melakukan apa, seketika mereka merasakan ketenangan setelah mendengar suara Zhou Tian, dan sebelum musuh sempat menyerang, mereka semua sudah lebih dulu menghilang dari tempat itu.
Melihat musuh di hadapan mereka tiba-tiba menghilang, seratus sosok yang merupakan elite dari kekuatan prajurit suci ras manusia bingung mencari keberadaan mereka yang tiba-tiba menghilang.
“Kemana perginya mereka? Apa mereka menghilang?” tanya salah satu elite prajurit suci ras manusia.
Mereka mencoba mencari keberadaan musuh yang tiba-tiba menghilang, tapi pencarian mereka tidak membuahkan hasil karena musuh mereka benar-benar menghilang, bahkan tidak ada jejal aura mereka yang tertinggal. “Sialan! Mereka benar-benar menghilang bahkan mereka tidak meninggalkan aura yang dapat kita ikuti!”
Saat mereka sedang dilanda kebingungan, tiba-tiba mereka mendengar suara tawa lirih dari langit, dan saat mereka mendongakkan kepala melihat ke arah sumber tawa yang terdengar, mereka melihat keberadaan seorang pria di tempat itu. “Hehehe... kalian semua tidak akan pernah bisa menemukan mereka yang sudah menghilang, dikarenakan mereka semua sudah aku kirim kembali ke Istana Dewa Iblis!” ucap sosok yang tidak lain adalah Zhou Tian.
Seratus orang dibuat terkejut dengan apa yang baru mereka dengar. Jarak antara tempat mereka saat ini dengan Istana Dewa Iblis tidaklah dekat, jadi bagaimana bisa musuh dalam jumlah yang tidak sedikit begitu saja bisa dipindahkan ke Istana Dewa Iblis? Lalu siapa pria yang sedang bicara dengan mereka?
Banyak pertanyaan yang dimiliki oleh seratus sosok yang merupakan elite prajurit suci ras manusia. Terutama pertanyaan tentang siapa pria yang berbicara dengan mereka. Mereka merasa jika sosok itu bukanlah sosok biasa, tapi mereka jelas tahu jika sosok pria itu adalah bagian dari ras Iblis yang merupakan musuh ras manusia.
“Apa kau pikir kami percaya dengan omong kosongmu? Aku yakin mereka masih berada di sekitar tempat ini dan sedang menyembunyikan diri. Cepat atau lambat jika kami mencarinya kami pasti dapat menemukan keberadaan mereka! Akan tetapi, sebelum melakukan itu terlebih dahulu kami akan mengirimmu menuju alam kematian!”
Usai bicara, salah satu sosok elite prajurit suci ras manusia melesat maju menyerang Zhou Tian. Dia menyerang menggunakan pedang, sedangkan Zhou Tian saat ini tidak mempersenjatai dirinya. Namun karena dia tidak ingin bermain-main dengan musuh, Zhou Tian langsung saja memberi pukulan telah mengarah ke dada musuhnya.
Bugh... Booomm...
Sosok yanh terkena pukulan Zhou Tian, sosok itu tidak terpental ataupun berhasil menahan pukulan Zhou Tian. Melainkan sosok itu telah musnah bersama-sama dengan tubuhnya.
Sosok lainnya hanya bisa ternganga lebar melihat apa yang baru saja terjadi. Mereka tidak menyangka jika satu pukulan, lebih dari cukup untuk melenyapkan salah satu dari mereka, bahkan tidak ada jasad yang tersisa dari dia yang sudah mati.
Melihat musuhnya musnah tidak berdosa, dengan tenang Zhou Tian berkata, “Aku terlalu berlebihan saat menggunakan kekuatanku, sampai membuat tubuh orang itu ikut musnah bersama dengan kematiannya!”
Di tempat elite prajurit suci ras manusia yang masih diam di tempat, serentak mereka mulai mewaspadai sosok yang dengan mudahnya berhasil memusnahkan salah satu dari mereka. Dia yang baru dimusnahkan Zhou Tian bukanlah sosok lemah, melainkan dia adalah salah satu sosok terkuat diantara seratus sosok elite prajurit suci, yang ditugaskan menangkap sebanyak-banyaknya iblis.
Mengabaikan salah satu musuh yang musnah tidak bersisa, sekarang pandangan Zhou Tian tetunu pada musuh yang mengelilinginya. “Kalian tinggal maju jika ingin bernasib sama seperti dia yang baru saja mati di tanganku!” ucapnya.
Beberapa saat tidak ada yang bersedia maju menyerang Zhou Tian, sampai akhirnya sepuluh sosok bersamaan maju menyerang Zhou Tian, dan diikuti sepuluh orang lainnya.
Sepertinya mereka ingin melakukan beruntun, tapi sayangnya sebelum mereka melakukan serangan, Zhou Tian lebih dulu bergerak menyerang mereka, membuat mereka semua mati hanya dalam satu kali tarikan napas. “Hah, sangat lemah!” ucap Zhou Tian menghina musuhnya.
Dua puluh kekuatan elite prajurit suci ras manusia musnah hanya dalam satu kali tarikan napas, padahal kekuatan mereka jauh dari kata lemah.
Mereka semua memiliki kekuatan di ranah Dewa Sejati tingkat Puncak. Kalaupun kalah, seharusnya musuh akan kesulitan mengalahkan mereka, tapi apa yang baru terjadi, musuh dengan mudahnya dapat mengalahkan sekaligus memusnahkan mereka.
Melihat semua itu, sisa kekuatan elite prajurit suci ras manusia merasa jika musuh mereka bukanlah musuh yang dapat dikalahkan dengan kekuatan mereka.
Daripada mati konyol di tangan musuh yang jelas mustahil mereka kalahkan, sisa kekuatan elite prajurit suci ras manusia memutuskan pergi meninggalkan musuh yang tidak terkalahkan. Mereka tidak pergi dengan cara terbang atau berlari.
Mereka menghancurkan sebuah kristal, yang dapat menteleportasi mereka langsung kembali ke Istana Dewa Manusia. Kristal itu sangatlah mahal dan langka, oleh karena itu mereka menggunakannya saat benar-benar berada dalam situasi terjepit.
Swush... Swush... Swush... Swush...
Puluhan sosok yang sebelumnya mengelilingi Zhou Tian, mereka menghilang begitu saja setelah memecahkan kristal teleportasi. “Hah, ternyata mereka memilih pergi melarikan diri daripada mati di tanganku!” gumam Zhou Tian, lalu sosoknya menghilang.
......................
Bersambung.