Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Berada Di Alam Langit


Selesai berpamitan dengan keempat saudara mereka yang berjanji secepatnya menyusul pergi ke Alam Langit, Zhou Tian dan Zhu Ying akhirnya pergi meninggalkan istana Kekaisaran Iblis. Sebenarnya banyak yang ingin mengantarkan kepergian mereka, tapi keduanya menolak, dan meminta mereka semua fokus pada pekerjaan masing-masing.


Meninggalkan istana Kekaisaran Iblis, tujuan mereka saat ini adalah istana Alam Fana, sebuah istana yang di dalamnya terdapat keberadaan Gerbang Dimensi, yang merupakan jalan satu-satunya bagi makhluk hidup di Alam Fan yang ingin pergi ke Alam Langit.


Letak istana Alam Fana sangatlah misterius bahkan sudah sangat lama tak ada satupun makhluk hidup di Alam Fana yang mengetahui letak istana itu. Namun, dengan bantuan sistem, tak ada yang sulit ditemukan termasuk keberadaan istana Alam Fana.


“Apa Gege sudah tahu letak istana Alam Fana?” tanya Zhu Ying pada Zhou Tian.


“Aku sudah mengetahuinya, tapi kita butuh sedikit usaha untuk dapat memasuki istana itu karena aku menebak banyak sosok kuat yang berjaga di sana.”


Tempat yang sangat penting seperti istana Alam Fana tentu saja memiliki penjagaan sangat kuat, dan Zhou Tian curiga para penjaga di istana itu berhubungan dengan orang-orang di Alam Langit.


Zhou Tian sebenarnya tidak takut dengan keberadaan penjaga istana Alam Fana. Kekuatan mereka telah diketahuinya dengan bantuan sistem, dan mereka bukanlah sosok yang perlu ditakutin.


Para penjaga memiliki kekuatan di ranah Immortal Langit. Meski kekuatan mereka kuat untuk ukuran sosok yang tinggal di Alam Fana, tapi mereka sangatlah lemah bagi Zhou Tian dan Zhu Ying.


Zhou Tian dengan lembut meminta Zhu Ying meningkatkan kecepatannya, dikarenakan ia ingin sampai di tempat tujuan sebelum hari beranjak malam. Dengan bergerak lebih cepat, keduanya bakalan sampai tujuan saat hari masih sore.


Bukannya tanpa alasan kenapa Zhou Tian tidak ingin kemalaman sampai tujuan. Menurutnya, bertarung melawan musuh di malam hari akan sedikit lebih sulit, jika dibandingkan melakukan pertarungan saat matahari masih memancarkan sinar megahnya.


...----------------...


Setelah sekian lama melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di depan gerbang istana Alam Fana yang tertutup rapat dan tidak adanya penjagaan di tempat itu. Meski saat ini tidak terlihat keberadaan para penjaga istana Alam Fana, keduanya tahu jika saat ini banyak sosok sedang memperhatikan keberadaan mereka.


Zhou Tian yang sama sekali tak mengkhawatirkan keberadaan mereka, dengan santainya ia membawa Zhu Ying melanjutkan perjalanannya, mengabaikan keberadaan banyak sosok yang terus mengarahkan pandangan ke arahnya dari tempat persembunyian mereka.


Melangkah memasuki istana Alam Fana setelah lebih dulu mendorong gerbang istana sampai terbuka lebar, Zhou Tian langsung saja melambaikan tangannya saat ia melihat datangnya serangan jarak jauh yang mengincar Zhu Ying. Tidak terima ada yang ingin mencelakai wanitanya, ia langsung mengirim serangan pada sosok yang mengincar Zhu Ying.


Swuush...


Zhou Tian menggunakan kekuatan elemen ea miliknya untuk menciptakan sebuah tombak es, dan dengan lambaian tangannya, tombak es langsung saja melesat ke arah sosok yang sebelumnya berusaha melukai Zhu Ying.


“Aaarg...”


Terdengar suara teriakan kesakitan saat tombak es Zhou Tian mengenai sosok yang bersembunyi di tempat persembunyiannya. Meski bersembunyi, tak sulit bagi Zhou Tian menemukan keberadaannya.


Tidak ingin membiarkan serangan tersembunyi datang dan membahayakan Zhu Ying, ia langsung saja melesat maju membunuh seluruh penjaga yang berjaga di istana Alam Fana. Hanya dalam waktu singkat mereka semua mati, dan saat ini keduanya telah sampai di ruangan tempat keberadaan Gerbang Dimensi.


Gerbang Dimensi belum bisa mereka gunakan pergi ke Alam Langit karena ada persyaratan yang harus mereka penuhi jika ingin menggunakan Gerbang Dimensi.


Mereka harus memberi Gerbang Dimensi energi yang berasal dari kristal roh, dan kebetulan Zhou Tian telah membeli ratusan kristal roh tingkat tinggi setelah mendapat petunjuk sistem tentang tata cara supaya bisa menggunakan Gerbang Dimensi.


Zhou Tian mengeluarkan belasan kristal roh dari cincin penyimpanan nya, dan kristal roh mulai memancarkan cahaya terang. Bersamaan dengan itu Gerbang Dimensi mulai bergetar, lalu seberkas cahaya keluar dari Gerbang Dimensi, bahkan seberkas cahaya itu membumbung tinggi ke langit.


Tanpa Zhou Tian maupun Zhu Ying sadari, banyak sosok yang melihat keberadaan cahaya, yang membumbung tinggi ke langit. Mereka yang melih sangatlah penasaran dengan peristiwa yang terjadi di tempat munculnya berkas cahaya.


Mereka yang tidak lagi sanggup menahan penasaran, mereka buru-buru pergi ke tempat munculnya berkas cahaya. Mencoba mengetahui apa yang sedang terjadi, dan berharap apa yang nantinya mereka temukan dapat memberi manfaat dalam peningkatan kekuatan mereka.


...----------------...


Istana Kekaisaran Iblis.


Melihat adanya berkas cahaya yang membumbung tinggi ke langit di kejauhan, Zhou Lin dan tiga orang lainnya yakin jika munculnya berkas cahaya di langit, semua itu berhubungan dengan Zhou Tian dan Zhu Ying yang melakukan perjalanan ke Alam Langit. “Kami akan segera menyusul kalian pergi ke Alam Langit.” Zhou Lin sangat yakin dengan ucapannya.


Di istana Alam Fana sendiri, saat ini Zhou Tian dan Zhu Ying sedang menunggu terbukanya Gerbang Dimensi. Saat ini baru setengah bagian Gerbang Dimensi yang terbuka, dan mereka baru akan memasuki gerbang setelah pintu gerbang terbuka sempurna.


Begitu pintu Gerbang Dimensi terbuka sempurna, Zhou Tian dan Zhu Ying melangkah masuk kedalam Gerbang Dimensi. Begitu mereka melewati pintu masuk Gerbang Dimensi, pintu yang semula terbuka lebar, tiba-tiba saja pintu itu tertutup rapat.


...----------------...


Di sebuah hutan lebat yang sangat rimbun dengan dedaunan pohon berwarna ungu serta beberapa wujud binatang yang tak pernah dijumpai keberadaannya di Alam Fana, sebuah Gerbang Dimensi muncul di tempat itu, dan tak lama dua sosok dengan penampilan serupa manusia keluar dari Gerbang Dimensi.


Swosh...


Baru juga dua sosok itu mengambil dua langkah maju, dua soaok berubah biru muncul dan langsung menyerang keduanya. Namun, tak lama mereka berhenti melakukan serangan saat tiak menemukan ciri sosok yang mereka cari, dari dua sosok yang mereka serang.


Dua sosok berjubah langsung saja pergi mengabaikan keberadaan dua sosok yang baru saja keluar dari Gerbang Dimensi, dan dua sosok yang baru keluar dari Gerbang Dimensi adalah Zhou Tian dan Zhu Ying.


“Mereka sepertinya mengincar orang-orang yang berasal dari Alam Fana,” ucap Zhou Tian.


“Beruntung kita sudah melakukan penyamaran selama berada di dalam lorong Gerbang Dimensi.” Zhou Tian meminta Zhu Ying menyamarkan penampilannya, begitu juga dengannya dirinya. Sehingga, penampilan mereka saat ini terlihat selayaknya penampilan manusia.


Alasannya terbukti benar karena begitu mereka sampai di tempat yang mereka yakini sebagai Alam Langit, ada dua sosok yang langsung saja menyerang. Beruntung mereka dapat menghindari serangan itu, dan dua sosok itu pergi setelah melihat penampilan mereka.


Zhou Tian dan Zhu Ying segera mengedarkan pandangan ke sekelilingsekeliling, untuk memastikan keberadaan mereka saat ini benar-benar di Alam Langit. Apa yang saat ini mereka lihat jauh dari apa yang selama ini mereka lihat selama berada di Alam Fana, dan dari ketebalan energi spiritual di sekeliling mereka, keduanya yakin saat ini mereka telah berada di Alam Langit.


[Saat ini Tuan telah berada di wilayah Alam Langit, tepatnya di wilayah daratan barat Alam Langit, yang sebagian besar dihuni oleh ras manusia, dan hanya ada sedikit sosok ras iblis yang hidup dalam persembunyian di daratan ini. Tidak ada iblis yang hidup bebas di pulau ini karena keberadaan mereka terus diburu ras lainnya]


Zhou Tian yang mendapat banyak infomasi berharga dari sistem, ia sekarang sangat yakin jika kehidupan iblis di Alam Langit jauh lebih buruk, dibandingkan kehidupan ras iblis di Alam Fana saat masih menjadi budak ras lainnya.


Setidaknya saat menjadi budak mereka tidak di buru untuk dibunuh, tapi iblis di Alam Langit menjadi buruan ras lain dan tak bisa menikmati kehidupan bebas.


‘Aku benar-benar tidak menyangka jika ada ras yang begitu benci dengan keberadaan ras iblis sampai mereka memburu orang-orang dari ras iblis untuk dibunuh.’ Zhou Tian berbicara dalam hati sambil menahan amarahnya.


[Sebaiknya Tuan jangan dulu membuat masalah dengan sosok yang berkuasa di Alam Langit, yang sangat membenci keberadaan ras iblis. Kekuatan Tuan saat ini masih terlalu lemah untuk berhadapan dengan mereka yang memiliki kekuatan besar seorang Dewa Langit]


[Jika Tuan saat ini memaksakan diri berhadapan dengan mereka, hanya kematian yang akan Tuan dapatkan. Bukan hanya kematian Tuan, tapi Tuan pasti akan sangat menyesal karena menyeret Nona Zhu Ying ke situasi mengerikan]


Mendengar semua itu Zhou Tian menganggukkan kepalanya pelan tanpa sepengetahuan Zhu Ying. Dia mengerti apa yang dikatakan sistem padanya, dan ia akan menurutinya.


“Ying’er, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!” ujar Zhou Tian sambil melihat Zhu Ying.


Zhu Ying cepat menganggukkan kepala nya, dan ia akan pergi kemanapun Zhou Tian pergi.


Berjalan bersama, Zhou Tian memegang erat tangan Zhu Ying, dan pandangannya senantiasa mengamati situasi sekelilingnya. Terus berjalan tanpa tujuan pasti, sesekali keduanya harus bertemu dengan binatang buas yang menginginkan mereka sebagai makanan. Dengan kekuatan keduanya, tidak sulit bagi mereka mengalahkan binatang buas yang datang menyerang.


Setengah hari berlalu.


Di kejauhan keduanya melihat keberadaan air terjun dengan air yang sangat jernih. Mereka yang merasa sedikit haus, setelah memastikan tidak ada bahaya yang mengancam keberadaan mereka, keduanya memutuskan pergi menuju air terjun yang entah kenapa mereka dapat merasakan aura yang memenangkan dari arah air terjun.


“Ying‘er, kita istirahat di tempat ini!” ucap Zhou Tian begitu mereka berada di bawah pohon, yang tumbuh tepat di sebelah air terjun.


Bertanya pada sistem apa air dari air terjun aman dikonsumsi, setelah mendapat jawaban jika air aman dikonsumsi, Zhou Tian langsung saja meminum air untuk menghilangkan rasa hausnya.


“Gege, apa air ini aman untuk dikonsumsi?” tanya Zhu Ying pada Zhou Tian, setelah ia melihat suaminya itu baru saja meminum air dari air terjun.


Zhou Tian yang mendengar pertanyaan Zhu Ying, segera ia mengangguk pelan dan berkata, “Air dari air terjun ini sangat aman dikonsumsi dan terasa sangat segar, cobalah!”


Zhu Ying yang juga haus, ia segera meminum air dari air terjun yang benar-benar segar, bahkan ia merasakan ada rasa manis dalam air yang memasuki mulutnya.


Setelah menghilangkan rasa haus, dengan teknik mata emas miliknya, Zhou Tian melihat ke arah air terjun, dan tidak lama melihat ia mendapati keberadaan gua yang sangat luas di balik air terjun.


“Ying’er, aku sepertinya sudah mendapatkan tempat bermalam yang aman untuk kita,” ucap Zhou Tian sambil melambaikan tangannya, membuat air terjun terbuka di bagian tengah, sehingga ia dan juga Zhu Ying dapat melihat secara langsung keberadaan gua di balik air terjun.


“Itu, bagaimana Gege bisa tahu kalau ada gua di balik air terjun?” tanya Zhu Ying penasaran.


“Ying’er, tak ada yang dapat disembunyikan dari pandangan mata suamimu ini,” ungkap Zhou Tian sambil tersenyum.


Setelah nya, mereka melayang masuk ke dalam gua, dan begitu mereka masuk air terjun kembali mengalir menutupi mulut gua. Begitu mulut gua kembali tertutup air terjun, Zhou Tian langsung saja membuat bola-bola api sebagai penerangan karena keadaan di dalam gua sangatlah gelap.


Keduanya melihat bagian dalam gua yang telah di terangi bola-bola api. Melihat bagian dalam gua yang bahkan terdapat ranjang kayu, yang sudah lapuk, meraka yakin sebelumnya ada orang yang tinggal di dalam gua, dan jumlah mereka tak sedikit karena terdapat banyak ranjang kayu, meski semua sudah dalam keadaan rusak.


Mengedarkan kekuatan jiwa dan kekuatan spiritual miliknya, Zhou Tian mencoba mencari sisa aura dari orang-orang yang pernah tinggal di dalam gua. Saat kekuatan jiwanya menyapu area jauh ke bagian dalam gua, sebuah senyuman tiba-tiba muncul di bibir Zhou Tian.


Senyuman itu muncul bukan karena ia merasakan sisa aura dari orang-orang yang pernah tinggal di dalam gua. Melainkan ia justru merasakan aura puluhan sosok yang bersembunyi di bagian terdalam gua. Dari aura yang berasal dari orang-orang itu, ia sangat yakin jika mereka adalah sekelompok iblis yang sedang bersembunyi, dan keluar saat malam hari untuk mengumpulkan bahan makanan.


“Ying’er, aku merasakan aura orang-orang yang aku perkiraan mereka adalah sekelompok iblis,” ucapnya yakin.


“Gege, dimana orang-orang itu? Apa mereka tak jauh dari tempat ini? Kalau mereka tidak jauh, sebaiknya kita segera menemui mereka, dan memastikan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja!” Zhu Ying juga merasa senang saat suaminya menemukan keberadaan sekelompok iblis, tak lama setelah mereka sampai di Alam Langit.


“Ying‘er, mereka tak berada jauh dari tempat ini. Kebetulan mereka berada di bagian ruangan terdalam gua, dan kita sebaiknya bergegas ke tempat mereka karena aku merasa ada beberapa dari mereka, yang saat ini sangat memerlukan bantuan dari kita!” Selain merasakan keberadaan mereka, Zhou Tian juga merasa banyak dari orang-orang itu yang berada dalam keadaan kurang baik. Semua itu ia ketahui dari aura lemah yang dipancarkan tubuh mereka.


Tidak menunda waktu dengan melakukan pembicaraan yang bisa dilakukan sambil berjalan, keduanya bergegas menuju tempat sekelompok iblis yang bersembunyi di ruang, yang berada di bagian terdalam gua.


Semakin mendekati tempat mereka, Zhou Tian tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat keberadaan jebakan yang sangat mudah terdeteksi keberadaannya.


“Mereka sepertinya telah melalui hari-hari berat selama hidup di Alam ini, dan kedatangnku adalah untuk memperbaiki kehidupan mereka! Bukan hanya mereka, tapi memperbaiki kehidupan seluruh iblis di Alam ini!”


...----------------...


Bersambung.