
Tidak terasa sudah lima hari lamanya Zhou Tian dan yang lainnya berada di Alam Dewa, dan mereka saat ini masih dalam perjalanan menuju wilayah yang ditempati ras Dewa. Berbagai kendala sering Zhou Tian dan yang lainnya hadapi dalam perjalanan mereka, terutama kendala yang berkaitan erat dengan keberadaan prajurit suci ras manusia.
Beruntung kekuatan Zhou Tian dan yang lainnya masih lebih kuat dibandingkan kekuatan prajurit suci ras manusia yang menjadi kendala di sepanjang jalan, sehingga tidak sulit memusnahkan keberadaan prajurit suci yang muncul.
Selama lima hari ini sudah ada beberapa desa yang mereka lewati bahkan semalam mereka bermalam di kota yang terdapat banyak prajurit suci ras manusia tinggal di kota itu. Beruntung mereka tidak membuat keributan di tempat itu, jadi saat ini mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.
Tujuan mereka adalah Benua Timur Alam Dewa, dan Benua itu seluruhnya merupakan wilayah kekuasaan ras Dewa, dan tempat tinggal para Dewa berada di tengah-tengah Benua Timur. Meski jumlah ras Dewa tidak seberapa, mereka berhasil menjaga Benua Timur dengan sangat baik, bahkan selama ini Benua Timur Alam Dewa dikenal sebagai tempat paling aman yang ada di Alam Dewa.
Tidak lama melanjutkan perjalanan, Zhou Tian merasa ada kekuatan besar mendekat ke arahnya, dan ia buru-buru membawa Zhou Lin dan Zhou Gang menyingkir dari jalur pergerakan kekuatan dalam jumlah besar yang mengarah ke arah mereka.
Saat Zhou Tian dan yang lainnya bergegas menyingkir dari sesuatu yang ingin mereka hindari, muncul beberapa pria berzirah perak yang mengejar mereka, bahkan salah satu dari mereka langsung saja menghunuskan pedang mencoba menyerang Zhou Lin. Beruntung serangan cepat itu masih bisa dihindari Zhou Lin.
“Kenapa kalian menyerang kami? Bukannya kita tidak mengganggu apa yang ingin kalian lakukan?” Tanya Zhou Tian menatap tujuh sosok berzirah perak, yang diyakininya ketujuh orang itu adalah bagian dari prajurit suci ras manusia, dan kemungkinan kekuatan dalam jumlah besar yang mendekat adalah sekelompok besar prajurit suci ras manusia.
Mereka bertujuah bukannya menjawab, melainkan mereka melihat Zhou Tian dan dua orang lainnya dari atas sampai bawah. Memastikan tidak ada yang salah dari Zhou Tian dan dua orang lainnya, mereka begitu saja pergi mengabaikan pertanyaan Zhou Tian.
“Benar-benar sekumpulan orang lemah yang sangat arogan!” Zhou Tian melambaikan tangannya, lalu ia, Zhou Lin dan Zhou Gang segera pergi melanjutkan perjalanan.
Lambaian tangan yang baru saja dilakukan Zhou Tian bukan sekedar ia melambaikan tangan tanpa tujuan. Ia melambaikan tangan dan mengirim tebasan tipis berbentuk sabit yang tersusun dari kekuatan elemen angin. Meski tidak terlihat membahayakan, serangan diam-diam yang dilakukan Zhou Tian lebih dari cukup jika untuk mengakhiri hidup tujuh prajurit suci yang sebelumnya berani bersikap arogan di hadapannya.
Tidak lama terdengar suara teriakan kesakitan silih berganti, tapi teriakan itu tidak berlangsung lama sebelum menghilang. Teriakan itu terjadi saat tubuh ketujuh prajurit suci terbelah menjadi dua, dan teriakan tidak lagin terdengar karena mereka telah mati.
Zhou Tian dan dua orang lainny yang mendengar suara teriakan, mereka sama sekali tidak mempedulikan sura itu, dan lebih memilih terus melanjutkan perjalan. Namun, sepertinya mereka tidak bisa melakukan perjalanan tanpa adanya kendala. Baru terbebas dari tujuh prajurit suci ras manusia, sekarang mereka dipertemukan dengan ratusan prajurit suci yang juga berasal dari ras manusia.
Tenang berdiri di tempat mereka, Zhou Tian dan dua orang lainnya yang berpenampilan selayaknya manusia, mereka menunggu apa yang akan dilakukan ratusan prajurit suci ras manusia. Jika mereka pergi, biar saja mereka pergi, tapi jika mereka mencari masalah, artinya tidak aka ada hari esok untuk mereka.
“Siapa kalian bertiga dan kenapa berada di tempat ini?” tanya pria berzirah emas, dan ia merupakan salah satu Wakil Jenderal dari prajurit suci ras manusia.
Zhou Tian yang mendengar itu dengan tenang ia memberi jawaban, “Kami hanyalah kuktivator bebas yang sedang melakukan perjalanan ke Benua Timur, dan tujuan kami datang ke tempat itu adalah untuk menjadi penonton kompetisi yang diadakan ras Dewa!”
“Kalian berhentilah bertanya! Mereka bertiga adalah iblis yang sedang menyamar, cepat bunuh mereka!” ucap pria berzirah merah dengan salah satu bola matanya memancarkan cahaya biru keemasan, dan mungkin itu alasan kenapa ia dapat membongkar penyamaran Zhou Tian dan yang lainnya.
Mengetahui fakta jika tiga orang yang mereka hentikan adalah iblis, pria berzirah emas langsung saja memimpin ratusan prajurit suci menyerang Zhou Tian dan dua orang lainnya. Serangan mereka tidak main-main, dikarenakan semua orang mengerahkan semua yang mereka miliki untuk melenyapkan Zhou Tian dan dua orang lainnya.
Swush...
Boom... Boom... Boom...
Serangan yang dilakukan ratusan prajurit suci dengan mudah dapat dihindari Zhou Tian dan dua orang lainnya, bahkan sambil menghindari serangan mereka, Zhou Tian berhasil memukul belasan prajurit suci, merubah mereka menjadi kabut darah.
Dengan cepat jumlah prajurit suci yang menyerang Zhou Tian dan dua orang lainnya berkurang, dan itu membuat sosok berzirah merah yang merupakan salah satu Jenderal prajurit suci mengerang marah.
Zhou Tian yang masih berhadapan dengan puluhan prajurit suci, ia dikejutkan dengan kedatangan pria berzirah merah, yang berhasil menangkis serangan pukulannya. Pria berzirah merah memang berhasil mengkis serangan Zhou Tian, tapi akibatnya ia harus merasakan sakit di tangan yang digunakan menangkis pukulan Zhou Tian.
“Tekni Tubuh Baja, Tinju Baja Penghancur Jiwa!” teriak pria berzirah merah, dan kini giliran ia menyerang Zhou Tian, sedangkan prajurit suci dan wakil jenderal prajurit suci, mereka fokus menghadapi Zhou Lin dan Zhou Gang.
“Teknik Tinju Penghancur Langit!” Melawan tinju dengan tinju, itulah yang saat ini dilakukan Zhou Tian.
Sekarang tinggal dilihat tinju siapa yang lebih kuat, tinju Zhou Tian atau tinju pria berzirah merah.
Swush...
Keduanya melesat cepat, dan mereka sama-sama mengayunkan tinju, yang tujuannya adalah memukul dan melukai lawan.
Baaaang...
Kedua tinju beradu membuat tanah di sekitar mereka bergetar, bahkan gelombang hasil benturan kekuatan keduanya berhasil membuat beberapa pohon tumbang.
Bugh...
Bunyi tubuh pria berzirah yang menghantam pepohonan setelah terpental, begitu ia beradu kekuatan tinju dengan Zhou Tian.
Tangannya terasa mati rasa setelah berbenturan dengan tangan Zhou Tian. Beruntuk ia memiliki pil pemulih yang dapat memulihkan keadaannya dalam waktu singkat. Beruntung lukanya hanya luka fisik, jadi cukup dengan satu pil pemulih keadaannya sudah membaik.
Ingin rasanya Zhou Tian kembali memukuli pria berzirah merah, tapi saat ia ingin melakukan itu, ribuan prajurit berzirah perak datang dan langsung menyerangnya. Mereka menyerang Zhou Tian dengan berbagai teknik, dan sebelum melakukan serangan jarak dekat, mereka lebih dulu melakukan serangan jarak jauh, yang bertujuan melemahkan kekuatan Zhou Tian.
Boom... Boom... Boom...
Berbagai macam kekuatan elemen menghujani Zhou Tian, tapi tidak ada satupun serangan yang dapat melukai Zhou Tian karena serangan mereka yang terlalu lemah.
Zhou Lin dan Zhou Gang, mereka sama sekali tidak mengkhawatirkan Zhou Tian karena yakin serangan lemah prajurit suci ras manusia tidak akan cukup untuk melukai Zhou Tian. Daripada memikirkan Zhou Tian yang jelas bisa mengalahkan siapapun yang menjadi musuhnya, keduanya memilih fokus melawan musuh mereka.
Ribuan prajurit suci ras manusia terus menyerang Zhou Tian, bahan kini pria berzirah merah dan lima pria berzirah emas ikut menyerang Zhou Tian, tapi serangan mereka kasih belum cukup untuk untuk melukai Zhou Tian. Sedangkan Zhou Tian yang melihat jumlah musuhnya semakin banyak, bukannya takut, ia justru tersenyum senang.
Zhou Tian yang sebelumnya hanya bertahan, melihat jumlah musuh terus bertambah, tiba-tiba sosoknya menghilang dari tempatnya, lalu dengan menggunakan teknik Jari Petir Surgawi, ia muncul di tengah-tengah musuhnya, dan mulai menyerang musuh menggunakan teknik Jari Petir Surgawi.
Kilatan petir terus saja melesat dari jari-jari Zhou Tian, dan setiap kilatan petir muncul, saat itu juga bisa dipastikan ada salah satu prajurit suci yang mati di tangan Zhou Tian. Dengan gerakan cepat dan kuatnya serangan teknik Jari Petir Surgawi, dalam waktu singkat ribuan prajurit suci mati di tangan Zhou Tian, dan jumlah kematian prajurit suci di tangan Zhou Tian semakin banyak seiring waktu yang terus berjalan.
Kali ini Zhou Tian sangat memanfaatkan teknik Jari Petir Surgawi miliknya, dan sampai saat ini belum ada yang sanggup menghentikan serangan tekniknya. Tanpa adanya musuh yang mampu menghentikan tekniknya, bisa dipastikan semakin banyak prajurit suci yang mati ditangannya.
Beberapa saat kemudian, sudah puluhan ribu prajurit suci mati di tangan Zhou Tian, dan ia tiba-tiba saja berhenti menyerang. Bukan karena kelelahan, tapi ia sengaja berhenti untuk melihat ekspresi yang ditunjukkan pria berzirah merah.
Ia berharap melihat ekspresi ketakutan di wajah pria berzirah merah, tapi sayangnya harapannya belum terwujud karena pria berzirah merah masih terlihat biasa-biasa saja, dan hanya sedikit menunjukkan ekspresi terkejut diwajahnya. “Sepertinya aku harus membunuh lebih banyak prajurit suci untuk membuatnya ketakutan!” gumamnya.
Dengan terus membunuh, selain mengurangi jumlah musuh, Zhou Tian juga mendapatkan manfaat dari membunuh musuh-musuhnya. Setidaknya poin pengalamannya terus bertambah, meski masih butuh triliunan poin pengalaman untuk membuatnya menerobos tingkat kekuatan yang lebih tinggi.
“Jangan harap kau bisa membunuh lebih banyak lagi prajurit yang aku miliki!” ucap pria berzirah emas muncul di hadapan Zhou Tian, dan ia menyerang menggunakan tendangan kakinya.
Bukan ia seorang diri yang menyerang Zhou Tian melainkan ada lima pria berzirah emas yang membantunya, dan mereka sekarang bersama-sama menyerang Zhou Tian.
Serangan mereka datang di waktu bersamaan, tapi tidak sulit bagi Zhou Tian menghindari serangan mereka. “Apa hanya ini kekuatan yang kalian miliki? Kalau iya, kalian benar-benar sangat lemah dan tidak layak menjadi lawanku!” ucapnya menghina kekuatan musuhnya, bermaksud memancing amarah mereka, dan saat mereka marah, saat itu menghadapi mereka akan jauh lebih mudah.
Amarah pria berzirah merah dan lima pria berzirah emas memuncak saat mendengar hinaan yang keluar dari mulut Zhou Tian. Dengan mengerahkan segenap kekuatan yang mereka miliki, mereka berjanji pada diri sendiri, akan membunuh iblis yang menjadi lawan mereka.
“Aku akan membunuhmu!” teriak penuh amarah pria berzirah merah.
Teriakan penuh amarah juga terdengar dari mulut ke-lima pria berzirah emas, dan mereka mengeluarkan niat membunuh yang membuat keadaan di sekitar mereka menjadi mencekam. Bahkan Zhou Tian sedikit terganggu dengan niat membunuh yang mereka miliki.
“Serang dan bunuh iblis itu!” Teriak pria berzirah merah, dan setelahnya ia bersama lima pria berzirah emas kembali menyerang Zhou Tian. Kali ini mereka tidak menyerang dengan tangan kosong, melainkan menyerang menggunakan senjata masing-masing berupa tombak dan pedang.
Zhou Tian yang melihat mereka menggunakan senjata, ia tidak kau kalah, dan setelah sekian lama tidak digunakan, ia akhirnya kembali menggunakan pedang naga kegelapan yang selama ini menyatu dengan tubuhnya.
Begitu pedang naga kegelapan muncul di tangan Zhou Tian, ia telah siap menghadapi siapapun yang menjadi lawannya. “Sudah lama rasanya aku tidak menggunakan pedang naga kegelapan, dan sepertinya mereka akan menjadi korban dahsyatnya kekuatan yang dimiliki pedang ini!” gumamnya dan ia mulai bergerak menangkis serangan lawan-lawannya.
Serangan tombak maupun pedang lawan, semua berhasil ditangkis Zhou Tian menggunakan pedang naga kegelapan yang ada di tangannya. “Masih lemah!” ucao Zhou Tian dengan suara lantang.
Tidak membalas apa yang diucapkan Zhou Tian, enam pria yang menyerang Zhou Tian semakin gencar melakukan serangan, seolah mereka tidak memberi celah pada Zhou Tian untuk membalas serangan mereka.
“Apa hanya ini kemampuan terbaik yang kalian miliki? Jika kalian masih bisa lebih baik dari yang sekarang ini, sebaiknya kalian segera melakukannya sebelum aku membunuh kalian!” ucap Zhou Tian tegas dengan sorot mata mulai menajam.
Tidak mendapatkan tanggapan dari lawannya, Zhou Tian mulai membalas serangan mereka, menunjukkan perbedaan nyata antara kekuatan mereka dengan kekuatannya. Dengan pedang naga kegelapan di tangannya, Zhou Tian mulai memotong-motong tubuh lawannya.
Mulai dari sebelah tangan lima pria berzirah emas yang dengan mudah dia potong, sekarang ia berhasil memotong salah satu tangan pria berzirah merah.
Aaaargh...
Teriakan pria berzirah merah terdengar saat ia kehilangan salah satu lengan tangannya, tapi bukannya berhenti menyerang lawannya Zhou Tian terus saja menyerang lawannya, membuat mereka dipaksa terus melakukan pertarungan sambil menahan rasa sakit.
Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk sekedar menelan pil pemulihan. Tiap kali ingin mengambil pil pemulih di cincin penyimpanan milik mereka, saat itu juga serangan Zhou Tian datang, membuat mereka harus terus berusaha menghindar.
“Sial! Kalau begini bagaimana aku bisa memulihkan luka-luka ditubuhku!” keluh pria berzirah merah, sambil berusaha menghindari serangan Zhou Tian, dan ia juga harus menahan rasa sakit.
Lima pria berzirah emas juga mengeluhkan hal yang sama, dan mereka merasa tidak akan bertahan lebih lama, jika tidak segera mengobati luka-luka di tubuh mereka.
“Jangan harap kalian bisa memulihkan luka-luka di tubuh kalian, selama aku kasih ada di tempat ini!” ucap Zhou Tian, dan ia lebih gencar menyerang mereka.
Mereka yang semakin tidak berdaya menghadapi serangan Zhou Tian, membuat tubuh mereka semakin di penuhi luka tebasan, dan mereka semakin tidak tahan dengan rasa sakit yang begitu menyakitkan.
“Apa kalian ingin menyerah dan mengaku kalah?” tanya Zhou Tian dan sejenak ia menghentikan serangan, tapi ia akan kembali menyerang jika lawan mencoba mengeluarkan pil pemulihan dari cincin penyimpanan mereka.
Tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan Zhou Tian dikarenakan semua lawannya fokus menghela napas, mencoba memulihkan tenaga mereka. Meksi tidak bisa mengambil pil pemulihan, setidaknya mereka bisa mengumpulkan tenaga saat Zhou Tian sejenak menghentikan serangan.
“Aku bukan orang yang sabar, dan karena kalian tidak kunjung bersedia menjawab pertanyaanku, maka jangan salahkan aku jika aku langsung membunuh kalian!”
Secara tiba-tiba sosok Zhou Tian muncul di dekatnya dua pria berzirah emas, dan dengan mengayunkan pedang di tangannya ia menebas kepala dua pria berzirah emas, dan tentu saja keduanya mati.
Kejadian itu terjadi sangat cepat, bahkan belum ada yang sadar jika dua pria berzirah emas telah mati dengan kepala terpenggal.
Mereka baru sadar jika dua berzirah emas mati, saat mendengar suara tubuh jatuh. Pria berzirah merah dan juga tiga pria berzirah emas membuka lebar kedua mata merak melihat bagaimana dua pria berzirah emas telah mati dengan kepala terpenggal.
“Mereka sudah mati, dan sekarang giliran kalian yang akan pergi menyusul mereka!” ucao Zhou Tian seraya mengeluarkan aura kekuatan ranah Dewa Surgawi tingkat Puncak, yang membuat terkejut semua lawannya.
...----------------...
Bersambung.