Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Pemilik Pulau Melayang


Zhou Tian melayang di langit bertarung dengan sekelompok orang yang menginginkan pulau melayang tidak bertuan menjadi milik mereka. Ia terus saja membunuh sekelompok orang yang silih berganti datang untuk mengalahkannya.


“Mereka ternyata pantang menyerah dan sangat ingin memiliki pulau melayang.” Ia dapat merasakan keinginan besar orang-orang terhadap pulau melayang. Merasakan itu, ia justru semakin ingin mendapatkan pulau melayang, yang bisa ia gunakan sebagai tempat persembunyian para iblis.


Bertekad mendapatkan pulau melayang tidak bertuan yang sekarang terlihat olehnya, ia semakin bersemangat membunuh setiap pesaing yang mencoba mengalahkannya. “Hohoho... sepertinya mereka tahu siapa yang harus dijatuhkan lebih dulu sebelum melakukan persaingan antar kelompok. Namun sayangnya mereka tidak akan pernah bisa menjatuhkanku!”


Zhou Tian sekarang menjadi target serangan seluruh kelompok yang menginginkan pulau melayang menjadi milik mereka. Mereka sudah tahu siapa sosok terkuat, yang harus mereka jatuhkan lebih dulu.


“Sekumpulan orang lemah saat menyatukan kekuatan, mereka akan tetap menjadi sekumpulan orang lemah Cuma jumlah mereka saja yang lebih banyak dari sebelumnya!” Diserang dari berbagai arah oleh banyak orang tidak sedikitpun membuat Zhou Tian gentar.


Begitu mudah ia menghindari semua serangan yang tertuju padanya, lalu dengan gerakan sangat cepat ia berhasil membalas serangan, dan tiap kali ia menyerang, bisa dipastikan saat itu juga ada beberapa musuh yang mati di tangannya.


Meski musuh terus saja berdatangan dari berbagai arah seolah mereka tak ada habisnya, Zhou Tian sama sekali tidak terlihat kelelahan menghadapi serangan musuh, yang belum ada tanda-tanda jika jumlah mereka berkurang. Bukannya berkurang, jumlah mereka justru terus bertambah banyak, seiring dengan waktu yang terus berjalan.


Berbeda dengan Zhou Tian yang tidak merasakan lelah dan terus membunuh musuhnya, orang-orang yang melihat bagaimana Zhou Tian membunuh musuhnya, mereka mulai ragu untuk menyerang, bahkan tak sedikit dari mereka yang memilih pergi karena tidak ingin mati konyol di tangan Zhou Tian.


Apalagi setelah Zhou Tian lebih serius melawan musuh yang datang dan hanya sekali serang puluhan orang mati di tangannya, tiba-tiba semakin banyak orang yang memutuskan pergi, dan banyak juga kelompok yang memilih membubarkan diri karena tak ingin berurusan dengan sosok sekuat Zhou Tian.


Memang pertarungan memperebutkan kepemilikan pulau melayang bukanlah sebuah hal baru, dan jatuhnya ribuan korban adalah sesuatu yang wajar. Namun, biasanya pertarungan melibatkan dua kubu yang saling serang, bukannya satu kubu melawan seorang musuh, yang nyatanya satu orang saja cukup untuk memusnahkan banyak kelompok.


“Mari kita akhiri ingin dengan cepat! Aku benar-benar sudah kehabisan waktu bermain-main dengan sekumpulan orang lemah seperti kalian semua!” Zhou Tian mengangkat tangannya ke atas, dan tak lama bola-bola api muncul disekitarnya.


Bola-bola api yang jumlahnya ribuan terbentuk di atas kepala Zhou Tian, dan saat ia mengarahkan tangannya ke depan, bola-bola api langsung saja melesat menuju musuh yang dihadapinya, dan langsung membunuh mereka semua yang tidak memiliki kesempatan pergi melarikan diri.


...----------------...


Setelah membunuh pesaingnya yang memutuskan melawannya sampai akhir, dan membiarkan mereka yang memilih pergi melarikan diri, Zhou Tian akhirnya bisa melihat keberadaan pulau melayang di hadapannya.


Zhou Tian mendekati keberadaan pulau melayang. Menurut sistem, jika bukan orang pilihan, pulau melayang yang tidak bertuan akan menyeran siapapun yang tidak diinginkan berada di dekatnya.


“Jarakku sudah sangat dekat tapi tidak ada tanda-tanda pulau itu akan menyerangku, apa mungkin pulau melayang ini memilihku sebagai tuannya?” tanya Zhou Tian pada dirinya sendiri.


Zhou Tian terus bergerak mendekati pulau melayang, bahkan ia sekarang melayang tepat di atas pulau itu, dan tidak ada tanda-tanda akan adanya serang yang tertuju padanya.


Tidak melihat tanda-tanda adanya serangan yang tertuju padanya, ia memberanikan diri semakin mendekati keberadaan pulau melayang tidak bertuan, dan setelah cukup lama melayang di atas pulau, Zhou Tian begitu berani mendaratkan kaki di atas permukaan tanah pulau melayang.


Menapakkan kaki di pulau melayang untuk pertama kalinya, Zhou Tian bisa merasakan keberadaan energi spiritual sepuluh kali lebih baik dari yang ia rasakan, sebelum menginjakkan kaki di atas permukaan tanah pulau melayang.


Ia mencoba menyerap energi spiritual di sekitarnya, dan hasilnya ia bisa lebih cepat mengumpulkan poin pengalaman dibandingkan saat ia melakukannya di dalam gua.


Menyudahi kultivasi singkatnya karena tujuannya datang kali ini memang bukan untuk berkultivasi, Zhou Tian penasaran bagaimana caranya ia menjadi Tuan pemilik pulau melayang. Tidak tahu caranya, akhinya ia memutuskan bertanya pada sistem.


[Sejak Tuan menginjakkan kaki di atas permukaan tanah pulau melayang, sejak saat itulah Tuan menjadi pemilik dari pulau ini, dan selama Tuan masih hidup, pulau ini hanya akan menuruti perintah satu orang, yaitu tuannya]


“Jadi, sekarang aku telah menjadi pemilik pulau ini, dan aku bisa melakukan apapun di tempat ini?” tanyanya mencoba memastikan.


[Ya, Tuan bebas melakukan apapun di tempat ini, dan tidak ada kekuatan luar yang dapat mengganggu gugat keputusan Tuan sekama keputusan itu masih berada di ruang lingkup pulau ini]


Senyuman terlihat di wajah Zhou Tian setelah ia mendengarkan jawaban pertanyaannya, dan sekarang ia memiliki salah satu tempat terbaik di Alam Langit yang bisa ia digunakan untuk meningkatkan kekuatan ras iblis.


Untuk iblis yang pertama kali akan ia ajak melihat-lihat keadaan pulau melayang, tentunya iblis itu adalah Zhu Ying, istrinya sendiri. Baru setelahnya ia akan membawa puluhan iblis yang saat ini sedang mencoba meningkatkan kekuatan mereka di dalam gua.


...----------------...


Kembali berada di dalam gua, kedatangan Zhou Tian bertepatan dengan Zhu Ying yang baru selesai berkultivasi. Meski tidak berhasil mendapatkan terobosan, terasa aura Zhu Ying sedikit lebih kuat dari sebelumn, dan tak lama lagi mungkin ia dapat menerobos tingkat yang lebih tinggi.


Menghampiri Zhu Ying, Zhou Tian menceritakan keberadaan pulau melayang yang sebelumnya menjadi rebutan, tapi sekarang pulau melayang itu talah menjadi miliknya.


Penasaran dengan pulau melayang setelah mendengar cerita Zhou Tian, Zhu Ying membawa suaminya itu keluar gua untuk melihat seperti apa rupa dari pulau melayang.


Berada di luar gua, keduanya sama-sama melihat rupa pulau melayang dari bawah, dan saat mereka melihat keberadaan pulau melayang, terlihat beberapa orang mencoba mendekati pulau melayang yang sudah memilih pemiliknya.


Orang-orang itu yang tentunya sudah dianggap sosok asing oleh pulau melayang, langsung saja mereka mendapatkan serangan bertubi-tubi yang berasal dari pulau melayang, sampai akhirnya orang-orang itu memutuskan pergi.


“Apa di pulau itu ada penghuninya?” Zhu Ying bertanya pada Zhou Tian saat melihat serangan yang berasal dari pulau pelayang.


“Ying’er, saat ini pulau itu tidak berpenghuni karena kita masih berada di tempat ini. Untuk asal serangan barusan, semua itu berasal dari inti kehidupan yang terdapat di bagian dalam pulau melayang.”


Zhou Tian menemukan inti kehidupan di pulau melayang saat ia berkeliling melihat-lihat keadaan pulau itu, dan ia yakin keberadaan inti kehidupan itulah yang membuat pulau melayang sangat istimewa.


Zhu Ying mengantuk pelan sebagai tanda ia mengerti maksud Zhou Tian, dan setelahnya ia berkata, “Gege, sebaiknya kita bawa seluruh orang di dalam gua ke pulau melayang! Aku rasa mereka lebih aman berada di pulau itu dibandingkan berada di dalam gua.”


“Aku memang ingin membawa mereka ke pulau melayang, dan membiarkan mereka melanjutkan berlatih di tempat itu! Rencananya aku juga akan mengeluarkan seluruh binatang kontrakku, dan nantinya mereka akan menjadi penjaga pulau itu!” ucap Zhou Tian.


Setelah mendengar apa yang diucapkan Zhou Tian, dikarenakan tidak ingin keberadaannya diketahui orang-orang yang masih saja datang dan mencoba mendekati pulau melayang, Zhu Ying mengajak Zhou Tian kembali ke dalam gua.


Sampai di tempat puluhan orang yang sebelumnya sedang berkultivasi dan ada yang sekedar melakukan meditasi untuk membersihkan seluruh kotoran di tubuh mereka, terlihat mereka semua sudah selesai melakukan apa yang diperintahkan Zhou Tian.


Mencium aroma tidak sedap dari tubuh mereka yang baru saja menyelesaikan proses pembersih kotoran di dalam tubuh, Zhou Tian hanya melambaikan tangannya, dan semua orang tiba-tiba merasa tubuhnya sangat segar serta mereka saat ini telah memakai pakaian yang lebih layak.


“Tuan Muda, terimakasih atas apa yang sudah Tuan Muda berikan pada kami!” ucap Zhou Du yang sudah banyak merasakan perubahan pada kelompok iblis di gua yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.


“Tidak perlu berterimakasih karena aku melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan, dan sekarang sebaiknya kalian ikut denganku, dikarenakan aku punya tempat tinggal baru untuk kalian yang tentunya jauh lebih baik dibandingkan tempat ini!” ungkap Zhou Tian.


Mereka semua yang sudah mempercayai Zhou Tian, dengan senang hati mengikutinya, dan mereka semua juga penasaran seperti apa tempe baru, yang akan menjadi tempat tinggal mereka.


Menggunakan aura kekuatannya untuk menyelimuti tubuh semua orang, Zhou Tian merubah penampilan dan aura semua orang, yang membuat mereka terlihat seoerti manusia pada umumnya. Setelahnya, ia membawa semua orang keluar dari gua.


“Mulai hari ini, kita akan tinggal di tempat itu, dan kita akan pergi mengelilingi Alam Langit untuk menemukan keberadaan iblis lainnya!” Zhou Tian menunjuk keberadaan pulau melayang, yang tentunya membuat terkejut dan tercengang semua orang yang mengikutinya, kecuali Zhu Ying.


Meraka tidak menyangka jika Zhou Tian memiliki sebuah pulau melayang, dan ia ingin membawa mereka tinggal di tempat itu. Jika biasanya melihat keberadaan pulau melayang adalah bencana untuk para iblis, sekarang semua orang merasa seperti melihat sebuah tempat teraman untuk bersembunyi, sekaligus tempat terbaik untuk berlatih dan meningkatkan kekuatan mereka.


Mengawali pergerakan dengan menghentakkan kakinya, Zhou Tian dan Zhu Ying membawa semua orang menuju pulau melayang. Bersama-sama mengeluarkan aura kekuatan ranah Dewa Bumi, semua orang yang bersikeras mendekati pulau melayang buru-buru pergi menjauh saat merasakan aura Zhou Tian dan Zhu Ying.


‘Mereka adalah sekumpulan orang tidak tau diri, yang masih saja ingin mengambil sesuatu yang sudah ada pemiliknya!’ ucap Zhou Tian dalam hati.


...----------------...


Bersambung.