
“Kalian berubahlah ke wujud manusia, dan mulai besok kalian akan membantuku melatih iblis yang ada di pulau melayang!” Selama di Dunia Jiwa, melalui Cermin Jiwa pasti mereka tahu apa itu pulau melayang, jadi Zhou Tian merasa tidak perlu menjelaskan apa itu pulau melayang pada mereka.
Menanggapi ucapan Zhou Tian, ke-empat binatang kontraknya segera berubah wujud menjadi manusia.
Ke-empat nya telah berwujud manusia dan lagi Zhou Tian dibuat bingung dengan sosok Zhu Meili, si rubah putih ekor sembilan, yang mana wujud manusianya sangat menyerupai Zhu Ying, bahkan aura mereka terasa mirip.
Sosok Zhu Meili juga mengejutkan dua harimau putih dan dua kera emas ekor panjang. Mereka bisa melihat wujud manusia rubah putih ekor sembilan sama persis dengan Zhu Ying begitu juga dengan auranya. Melihat dan merasakan aura Zhu Meili dan Zhu Ying, mereka teringat tentang wanita kembar empat, istri dari Dewa Iblis.
“Apa kalian satu pemikiran denganku?” tanya harimau betina pada mereka yang berada di dekatnya.
“Ada kemungkinan Nona Ying dan rubah putih adalah reinkarnasi ke-empat Dewi, dan ada kemungkinan Tuan Muda adalah penerus Dewa Iblis,” ucap kera jantan.
Merasakan aura iblis milik Zhou Tian yang terasa tidak asing bagi para binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang, mereka merasa Zhou Tian bukan sosok iblis biasa. “Jika Tuan Muda adalah penerus kekuatan Dewa Iblis, bukankah kita bisa meneruskan apa yang dilakukan orangtua kita? Mengabdikan diri pada Dewa Iblis, seperti yang dilakukan orangtua kita di masa lalu,” ujar harimau jantan.
“Semoga saja Tuan Muda adalah penerus kekuatan Dewa Iblis, jadi kita tidak perlu mencari sosok itu untuk menerima pengabdian kita, dan lagi sosok Tuan Muda sangatlah baik, persis seperti sifat Dewa Iblis yang sering diceritakan orangtua kita. Mengabdikan diri padanya, aku yakin akan memberi banyak keuntungan pada kita, meski nantinya kita harus berjuang bersama-sama dengannya memusnahkan mereka yang memusuhi ras iblis!” lanjutnya.
Disaat terjadi peperangan besar di masa lalu, binatang spiritual tidak terlibat dalam peperangan, padahal mereka adalah bala bantuan terbesar ras iblis. Bukannya mereka tidak ingin membantu, tapi Dewa Iblis saat itu memang tidak ingin mereka terlibat dalam peperangan.
Kalau saja waktu itu seluruh binatang spiritual ikut dalam peperangan, bisa dipastikan ras siluman yang membantu ras manusia akan bertemu lawan yang sepadan, dan tentunya ras manusia tidak mungkin dapat mengalahkan kekuatan besar ras iblis. Dengan tidak berdayanya ras manusia dan ras siluman, bisa dipastikan kemenangan menjadi milik ras iblis dan binatang spiritual.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, binatang buas hanya bisa menonton jalannya peperangan, dan mereka menyaksikan bagaimana kehancuran yang dialami ras iblis.
Jika dimasa lalu mereka tidak diperbolehkan ikut campur dalam peperangan, jika kelak di masa depan kembali terjadi peperangan, seluruh binatang spiritual akan melibatkan diri dalam peperangan, dan mereka sudah memastikan berdiri di pihak mana.
Kembali ke tempat Zhou Tian yang berdiri di hadapan ke-empat binatang kontraknya, ia mempersilahkan mereka memilih kamar kosong di kediamannya untuk dijadikan tempat tinggal selama berada di pulau melayang.
Di kediamannya masih terdapat banyak kamar kosong, yang dapat mereka pilih sebagai tempat tinggal sementara.
“Kalian bisa beristirahat jika menginginkannya, tapi jika kalian ingin melihat-lihat keadaan pulau ini, kalian bisa melakukan, dan kedua harima putih serta kedua kera emas ekor panjang akan menjadi pemandu kalian!” ucap Zhou Tian sambil mengarahkan pandangan pada dua harimau putih dan kera emas ekor panjang.
Mereka berempat tidak keberatan menemani binatang kontraknya pergi mengelilingi pulau, dan kebetulan ke-empat binatang kontraknya lebih memilih melihat-lihat seperti apa keadaan pulau melayanh, dibandingkan langsung pergi istirahat.
Atas seizin Zhou Tian, mereka semua pergi meninggikan Zhou Tian yang seorang diri menjaga Zhu Ying dan Phoenix yang masih belum selesai menyetabilkan pondasi kekuatan setelah mendapatkan terobosan bertubi-tubi.
Merasa sudah saatnya melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya, Zhou Tian segera menjalankan kembali pulau melayang, dan dengan kecepatan sedang pulau melayang miliknya bergerak menjauhi orang-orang yang berkumpul, dengan tujuan ingin mengambil alih kepemilikan pulau melayang darinya.
...----------------...
Beberapa kilometer setelah meninggalkan tempat dimana sebelumnya ia menghentikan pergerakan pulau melayang miliknya, Zhou Tian merasakan ada dua sosok kuat yang mengikuti pergerakan pulau melayang.
Kekuatan kedua sosok itu tidaklah lemah, tapi juga tidak sekuat dirinya saat ini. “Dua manusia dengan kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Awal, dan sepertinya mereka datang bersama puluhan prajurit yang tertinggal di belakang,” gumamnya yang begitu jelas merasakan kekuatan musuh.
Ia tidak melakukan apa-apa pada mereka, dikarenakan mereka sampai saat ini juga tidak melakukan apapun yang mengganggu perjalanannya. Mereka hanya terus mengikuti, sambil mencoba mencari tahu apa saja yang ada di pulau melayang miliknya.
Meski mereka tidak melakukan apa-apa sampai saat ini, dan hanya terus mengikuti sambil mengamati, Zhou Tian sedikitpun tidak melepaskan perhatiannya dari mereka. Ia terus memperhatikan mereka, apalagi setelah banyak prajurit dengan kekuatan di ranah Immortal Langit telah bergabung dengan keduanya.
“Aku sudah bisa merasakan niat buruk yang kalian miliki, dan jangan harap kalian bisa melakukan sesuatu yang buruk pada apa yang sudah menjadi milikku!” Melambaikan tangannya, Zhou Tian melapisi formasi array pelindung pulau melayang, dengan formasi array pelindung yang ia buat.
Sekarang terdapat dua lapisan formasi array pelindung, yang melindungi pulau melayang. Hanya dengan kekuatan dua sosok Dewa Bumi tingkat Awal dan prajurit dengan kekuatan ranah Immortal Langit, tidak mungkin mereka dapat menghancurkan dua lapis formasi array pelindung pulau melayang.
Zhou Tian masih duduk tenang di atas sebuah batu, menunggu apa yang akan dilakukan orang-orang, yang terus mengikuti pergerakan pulau melayang.
Mendengar itu, Zhou Tian mengarahkan pandangannya melihat rajawali perak di hadapannya dan ia tersenyum.
“Aku sudah memperkuat pelindung pulau, yang membuat pertahanan pulau dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Jika orang-orang itu menyerang, serangan mereka hanya akan menghasilkan kegagalan!” ucapnya, dan terlihat ia sangat percaya diri dengan ucapannya.
Rajawali perak mencoba merasakan kekuatan formasi array pelindung, yang melindungi pulau melayang, dan ia bisa merasakan kekuatan formasi array pelindung pulau melayang jauh lebih kuat dari kekuatan orang-orang yang memiliki niatan menyerang pulau.
‘Ternyata Tuan Muda telah lebih dulu menyadari keberadaan mereka, dan sudah memperkuat pelindung pulau melayang,’ ucapnya dalam hati, lalu ia pamit untuk mengawasi dari jarak dekat orang-orang yang ingin menyerang pulau melayang.
Bukan hanya rajawali perak yang pergi mengawasi orang-orang yang kedapatan ingin melakukan serangan, dan mereka berencana membalas serangan meski serangan musuh mustahil dapat menghancurkan pelindung pulau melayang.
Jarak orang-orang itu sangatlah dekat dengan pulau melayang, dan seiring berjalannya waktu semakin banyak orang yang datang dengan tujuan mengambil alih kepemilikan pulau melayang dari tangan Zhou Tian.
Zhou Tian yang melihat semakin banyak orang berdatangan mengikuti pergerakan pulau melayang miliknya, ia tiba-tiba saja tersenyum dan berkata, “Ternyata semakin banyak orang yang begitu menginginkan kematian!”
...----------------...
Bom... Bom... Bom... Bom...
Ledakan demi ledakan terus terjadi saat ratusan orang bersama-sama menyerang pertahanan pulau melayang milik Zhou Tian, tapi meski sudah berkali-kali mendapatkan serangan, terlihat pelindung pulau melayang masih kokoh.
“Jangan menyerah! Terus serang dan lemahkan kekuatan pelindung pulau! Ini adalah kesempatan kita mendapatkan pulau melayang sebelum mereka memasuki wilayah tengah!” teriak salah satu sosok yang memiliki kekuatan di ramah Dewa Bumi tingkat Awal.
Mendengar suara teriakan yang begitu bersemangat, semua orang kembali menyerang dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki, dan tujuan mereka adalah melemahkan pelindung pulau melayang.
Baru juga memiliki keyakinan dapat melemahkan kekuatan pelindung pulau melayang, dan tidak ada serangan balasan dari penghuni pulau melayang. Tiba-tiba saja mereka dibuat kewalahan dengan datangnya serangan balasan dari sosok yang tinggal di pulau melayang.
Bukan main-main serangan balasan yang mereka terima karena setidaknya kuatnya serangan balasan itu, setara dengan serang kultivator di ranah Dewa, dan tentu mereka yang masih berada di ranah Immortal Langit harus mundur jauh saat serangan balasan datang menuju mereka.
Bom... Bom... Bom... Bom...
Puluhan orang dengan kekuatan di ranah Immortal Langit yang telat menghindari serangan balasan dari penghuni pulau melayang, seketika mereka musnah tidak bersisa setelah terkena serangan balasan, yang gagal dihindari.
Dua sosok Dewa Bumi tingkat Awal, mereka dibuat terkejut dengan serangan balasan, yang sangat mematikan. Namun bukannya menarik mundur prajurit mereka, keduanya justru semakin mendekati pulau melayang, bahkan mereka hampir bersentuhan dengan formasi array pelindung pulau melayang.
Namun, sebelum mereka menyentuh keberadaan formasi array pelindung, kekuatan besar menghantam tubuh mereka, membuat keduanya terpental mundur.
Keduanya terluka, tapi tidak parah, dan masih bisa bangkit dengan sangat cepat.
Meski sudah terluka, keduanya pantang menyerah, dan kini kembali mereka melakukan serangan jarak jauh dengan mengerahkan seluruh kekuatan, yang mereka miliki. Kembali tujuan mereka adalah melemahkan formasi array pelindung pulau melayang.
Di dalam pulau melayang, Zhou Tian hanya mengawasi orang-orang yang sedang menyerang pulau melayang miliknya. Meski serangan mereka datang bertubi-tubi mencoba melemahkan pelindung pulau, tapi ia masih yakin kekuatan pelindung pulau tidak akan melemah hanya dengan kekuatan mereka, kecuali mereka memiliki artefak yang dapat melemahkan formasi array pelindung.
Namun, sekalipun mereka memilikinya, tetap saja mereka tidak akan memiliki kesempatan memasuki kawasan pulau melayang, dikarenakan kekuatan yang dimiliki oleh para binatang spiritual, yang akan langsung menyerang sosok tanpa izin yang memasuki kawasan pulau melayang.
“Mereka benar-benar sekumpulan orang bodoh yang mencoba menghancurkan sesuatu, yang mustahil mereka hancurkan!” gumamnya.
...----------------...
Bersambung.