Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Penyesalan Selalu Datang Terlambat


Satu hari berlalu dengan begitu cepat.


Urusan Raja Kerajaan Menara Langit telah sampai di kediaman Zhou Tian, menyampaikan pesan yang ingin disampaikan rajanya pada Zhou Tian.


Mendengar semua yang disampaikan Raja Kerajaan Menara Langit melalui utusannya, Zhou Tian menganggukkan kepala.


“Katakan pada Rajamu, aku tak akan menyalahkannya atas apa yang akan dilakukan putranya! Akan tetapi, dia jangan menghalangiku apapun yang ingin aku lakukan pada putranya jika pria itu berani menyinggungku apalagi menginginkan milikku!” ucap Zhou Tian.


“Baik Tuan Muda, hamba akan menyampaikan pada Yang Mulia Raja persis seperti keinginan Tuan Muda,” balas urusan Raja Kerajaan Menara Langit.


Zhou Tian menganggukkan kepala, dan mengizinkan urusan Raja Kerajaan Menara Langit kembali ke tempatnya.


Setelah orang itu pergi, Zhou Tian memanggil Zhou Lin Dan Zhou Gang yang sedari tadi berada di luar ruangan kerjanya.


“Aku yakin Kakak Lin dan Kakak Gang telah mendengar semua pembicaraanku dengan urusan Raja Kerajaan Menara Langit,” ucap Zhou Tian begitu kedua saudaranya masuk ke dalam ruangan.


Keduanya mengangguk lalu Zhou Lin bertanya pada Zhou Tian, “Adik, lalu apa yang akan kita lakukan pada Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit?”


“Dia datang dengan niatan ingin mengambil saudari Ying. Adik, orang seperti itu jangan diberi ampun! Kalau perlu, kita harus menyiksanya sampai puas sebelum mengakhiri hidupnya!” usul Zhou Gang.


“Kakak berdua, bukannya kita sudah lama tidak bersenang-senang? Bagaimana kalau kita bersenang-senang dengan pasukan yang dibawa orang itu? Sepertinya kita bisa sedikit meregangkan otot dengan melawan mereka,” ungkap Zhou Tian dan ia tersenyum.


“Kalau adik ingin membawa kami berdua bersenang-senang sambil melakukan peregangan otot, tentu jelas kami tidak berani menolak!” ucap Zhou Gang sambil melirik Zhou Lin yang sedang menganggukkan kepala.


Melihat kedua saudaranya setuju ikut bersenang-senang dengannya, Zhou Tian tak jadi pergi seorang diri menghadapi Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit beserta pasukannya.


Namun, ia harus mendapatkan alasan yang meyakinkan jika ingin pergi tanpa membawa serta Zhu Ying dalam kepergiannya. Wanitanya itu jika tahu dirinya pergi berperang, pasti ia ingin ikut.


Belum juga menemukan alasan yang tepat, Zhu Ying dan dua wanita lainnya tiba-tiba muncul setelah lebih dulu membuka pintu ruangan.


“Jangan coba-coba menyembunyikan apa yang ingin kalian lakukan dari kami!” ucap tegas Zhu Ying yang telah tahu semuanya setelah di luar tadi ia dan kedua wanita lainnya menghentikan urusan Raja Kerajaan Menara Langit, dan mendengar semua yang telah orang itu sampaikan pada Zhou Tian.


Mendengar apa yang diucapkan Zhu Ying, Zhou Tian tak lagi memiliki kesempatan untuk tidak melibatkan Zhu Ying dalam rencana yang sudah ia susun bersama kedua saudaranya.


“Bagaimana aku bisa menyembunyikan semua darimu jika kamu telah mengetahuinya?” ucap Zhou Tian sambil menunjukkan senyuman lembut pada Zhu Ying.


Mendengarnya, Zhu Ying dan dua wanita lainnya segera duduk di dekat pasangan mereka masing-masing, dan mendengar ulang rencana yang sebelumnya telah disepakati oleh Zhou Tian, Zhou Gang, dan Zhou Lin.


Setelah mendengar rencana yang disampaikan Zhou Tian, Zhu Ying dan dua wanita lainnya tetap bersikeras ikut dalam rencana Zhou Tian, meski Zhu Ning dan Zhu Rong hanya akan melihat jalannya pertarungan dari kejauhan.


Keduanya sedang hamil muda jadi meski datang ke medan pertarungan, mereka hanya akan diam menjadi penonton dan akan ikut campur jika kekuatan mereka diperlukan.


“Menurut Gege kapan orang itu dan pasukannya sampai di Kota Iblis?” tanya Zhu Ying membuat Zhou Tian selama beberapa waktu terdiam, memikirkan kapan sekiranya Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit dan pasukannya sampai di Kota Iblis.


“Dalam dua hari mereka pasti sampai, tapi kita tak akan menyambut mereka di gerbang Kota Iblis, melainkan kita akan menyambut kedatangan mereka di kawasan luar hutan Langit Malam.”


Zhou Tian memberi jawaban, dan dia berencana mengirim beberapa orang untuk mengawasi pergerakan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit dan pasukannya di kawasan luar hutan Langit Malam, yang berbatasan dengan wilayah Kerajaan Menara Langit.


Jika mereka menemukan keberadaan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit dan pasukannya, Zhou Tian meminta mereka buru-buru melaporkan padanya menggunakan kristal komunikasi jarak jauh yang didapatkannya dari toko sistem.


Dengan adanya kristal yang bisa dijadikan alat komunitas jarak jauh, sekarang seluruh Kerajaan Iblis bisa saling membagi informasi dengan sangat cepat, dan nantinya semua komunikasi akan berpusat di Kekaisaran Iblis.


“Kita baru akan pergi menghampiri mereka setelah orang yang aku tugaskan mengawasi wilayah perbatasan melaporkan keberadaan mereka pada kita!” ucap Zhou Tian mendapatkan balasan anggukan kepala dari semua orang.


...----------------...


Hari kembali berganti dengan cepat, dan Zhou Tian akhirnya mendengar kabar jika Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit beserta pasukannya sudah berada di wilayah perbatasan dan sedang beristirahat di tempat itu.


Mendengar kabar dari orang-orang nya, Zhou Tian segera mengumpulkan Zhu Ying dan yang lainnya di halaman kediamannya, dan bersama-sama mereka pergi menuju wilayah perbatasan yang dapat dijangkau dalam setengah hari perjalanan.


Tak ada pembicaraan di sepanjang jalan, dan mereka benar-benar pergi hanya dengan enam anggota, tanpa ada satupun prajurit yang ikut pergi bersama mereka.


Setelah melewati langit di atas lebarnya hutan langit malam, akhirnya mereka sampai di wilayah perbatasan hutan Langit Malam dengan wilayah Kerajaan Menara Langit.


Dari tempat mereka saat ini, jauh di depan sana terlihat puluhan ribu prajurit sedang beristirahat, dan ada salah satu sosok memiliki aura mendominasi diantara aura yang lainnya.


“Ternyata kekuatan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit telah melampaui kekuatan ayahnya!” Meski berada di kejauhan, Zhou Tian tak kesulitan melihat seberapa besar kekuatan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit.


“Adik, apa sebaiknya kita serang mereka saat mereka sedang beristirahat?” tanya Zhou Lin yang kedua tangannya sudah gatal ingin memukul seluruh musuh, yang tak sadar dengan kekuatannya.


“Sekarang ini memang kesempatan kita melakukan serangan dan membunuh mereka dengan cepat, oleh karena itu jangan lagi ditunda, mari serang mereka!” Tak ingin main-main, Zhou Tian langsung ingin menyerang musuhnya.


Zhou Tian, Zhu Ying, Zhou Lin serta Zhou Gang langsung saja maju menyerang musuh. Sedangkan Zhu Ning dan juga Zhu Rong, sesuai kesepakatan mereak untuk saat ini hanya akan menonton jalannya peperangan.


Di sisi lain, prajurit yang tergabung dalam pasukan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit, mereka sama sekali tidak mengira akan mendapatkan serangan secara tiba-tiba saat sedang beristirahat, dan lagi mereka saat ini masih dikawasan kekuasaan Kerajaan Menara Langit.


“Siapa kalian? Kenapa kalian menyerang kami?” tanya salah satu prajurit yang mencoba melawan Zhou Gang yang jelas bukan lawan sepadan untuknya.


Beralih dari prajurit yang telah mati, Zhou Gang langsung saja menyerang prajurit lainnya, dan dia tak berencana membiarkan ada yang masih hidup diantara prajurit musuh di akhir peperangan.


Bukan hanya Zhou Gang yang ingin membunuh seluruh prajurit musuh. Zhu Ying yang bertarung di sisi lain juga menginginkan hal yang sama, begitu juga dengan Zhou Lin.


Sedangkan Zhou Gang, saat ini dia berhadap-hadapan dengan orang-orang yang melindungi Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit.


“Sebanyak apapun orang yang berusahalah melindungimu, selama mereka adalah orang-orang lemah, mereka tak akan pernah bisa menghalangiku untuk tidak mengakhiri hidupnmu!” ucap Zhou Tian dan dengan santainya dia membunuh satu-persatu orang yang melindungi Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit.


“Kau, bagaimana kau bisa tahu kalau aku ingin dagang menyerang Kota Iblis?” Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit penasaran bagaimana bisa Zhou Tian tahu rencananya yang ingin menyerang Kota Iblis.


Tak langsung menjawab, Zhou Tian justru tersenyum seolah dia sedang meremehkan kemampuan musuhnya.


“Ayahmu sendiri yang memberitahu tentang apa yang ingin kamu lakukan pada Kota Iblis, dan lagi ayahmu juga mengizinkan aku melakukan padamu!” Zhou Tian menyerangai setelah bicar, membuat tubuh Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit bergetar.


Belum juga mulai pertarungan mereka, Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit yang kekuatannya telah mencapai ranah Saint tingkat Sempurna, dia sudah dibuat ketakutan oleh seringaian Zhou Tian.


Namun, setelah beberapa kali menghela napas untuk memenangkan dirinya, ia berhasil memenangkan dirinya meaki rasa takut itu masih ada.


Melihat reaksi yang ditunjukkan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit setelah melihat seringaian nya, Zhou Tian tau jika orang itu ketakutan.


“Sepertinya ada yang sudah ketakutan sebelum mulai bertarung, dan aku sangat suka dengan ekspresi ketakutan yang sempat terlihat di wajahmu. Aku berharap ketakutanmu tak berubah menjadi penyesalan setelah pertarungan kita dimulai!” Menyelesaikan kata-katanya, Zhou Tian langsung saja melesat maju menyerang Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit.


Serangannya sangat cepat, tapi tak sedikitpun terjadi kebocoran aura kekuatannya, saat dia melakukan serangan.


Di sisi lain, Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit yang melihat kecepatan Zhou Tian, dia kesulitan melihat arah datangnya serangan karena pergerakan lawan yang sangat cepat.


Dia baru bisa melihat arah datangnya serangan lawan, saat serangan itu berjarak sangat dekat darinya. Dikarenakan datangnya serangan yang sangat cepat, ia gagal menghalau serangan pertama yang langsung menghantam wajahnya.


Pusing kepalanya saat terkena pukulam Zhou Tian, tapi beruntung serangan selanjutnya masih bisa dia tahan, meski harus kembali menerima serangan yang kali ini membuatnya terpental jauh dengan luka yang lebih parah dari serangan sebelumnya.


“Sangat kuat!” ucapnya mencoba bangkit meski rasa sakit masih dirasakannya.


Namun, belum juga bangkit sempurna Zhou Tian sudah muncul di depannya dan kemanli melakukan serangan, yang mana serangannya kali ini jauh lebih brutal dari sebelumnya.


Kedua tangan Zhou Tian bergantian melakukan serangan begitu juga dengan kedua kakinya. Beberapa serangan memang berhasil dihindari dan ditahan, tapi tak sedikit serangan yang pada akhirnya membuat luka Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit semakin parah.


“Uhuk... Uhuk... Uhuk...”


Terkena tendangan yang membuat dirinya terpelanting dan menghantam pepohonan, ia beberapa kali dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Menelan sekaligus lima pil pemulihan, ia berharap lima pil yang ditelannya dapat memulihkan luka-luka di tubuhnya lebih cepat dibandingkan saat ia hanya mengkonsumsi satu pil pemulihan.


Nyatanya, lima pil pemulihan yang ia konsumsi sama sekali tidak mempercepat pemulihannya. Semua masih berjalan lambat, dan ia saat ini kesulitan bangkit karena sekujur tubuhnya telah dipenuhi luka.


Bukan hanya mengalami luka di bagian luar, tapi luka dalam yang ia dapatkan sungguh membuatnya ingin berteriak mengungkapkan rasa sakitnya.


Tulang tangan dan kakinya patah, dan saat ini masih dalam proses pemulihan, tapi ia sadar jika lawan tak mungkin memberikan dirinya banyak waktu untuk melakukan pemulihan.


Benar saja, Zhou Tian kembali menyerang, bahkan kali ini kekuatan petir yang mengerikan muncul di tangan Zho Tian membuat saya hancur serangannya jauh lebih besar dari sebelumnya.


Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit sudah pasrah akan kematiannya. Mau melawan juga percuma karena sekujur tubuhnya tak ada yang bisa ia gerakkan.


“Jangan menyesal dengan apa yang terjadi! Sekarang terima kematianmu!” ucap Zhou Tian sambil mengayunkan tangan menuju kepala Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit.


Melihat datangnya pukulan Zhou Tian, ia yang sudah tak berdaya, sebenarnya ia menyesal dengan apa yang ingin dilakukannya, tapi ia sadar menyesal saat ini benar-benar tak ada gunanya karena semua sudah terlambat.


Baaang... Booomm...


Suara keras terdengar saat tinju Zhou Tian menghantam kepala Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit, disusul suara ledakan saat kepala pria itu hancur dan mengeluarkan banyak darah.


Kematian Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit bersamaan dengan musnahnya puluhan ribu prajurit yang tergabung dalam pasukannya.


Sebenarnya ada yang mencoba melarikan diri, tapi pada akhirnya mereka semua mati, dikarenakan bergerak terlalu lambat dibandingkan lawan yang mengejar mereka.


Melihat seluruh musuh telah mati, tak ada proses pemakaman untuk mereka. Semua mayat dibakar di tempat, sampai berubah menjadi abu.


Setelah semua selesai, mereka segera kembali ke Kota Iblis untuk mempersiapkan hari besar yang akan terjadi di hari esok.


Hari besar itu adalah hari berdirinya Kekaisaran Iblis, sekaligus hari diangkatnya Zhou Lin menjadi Kaisar pertama Kekaisaran Iblis.


Seluruh persiapan sudah dilakukan dengan baik, dan besok akan menjadi hari paling bersejarah bagi ras iblis setelah perang besar di masa lalu yang membuat ras Iblis menjadi pihak kalah, sehingga harus menjalani hidup sebagai budah rendah pihak yang memenangkan peperangan.


...----------------...


Bersambung.