Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Dimulainya Kompetisi Istana Dewa Agung


Beberapa waktu sebelum kompetisi dimulai, jalanan Kota Dewa semakin ramai. Meski tidak semua orang bisa melihat secara langsung ke arena kompetisi, tapi pihak istana Dewa Agung menyediakan kaca spiritual, yang nantinya dari kaca itu seluruh orang yang tidak bisa memasuki arena kompetisi, mereka tetap bisa melihat jalannya kompetisi.


Banyak kaca spiritual dipasang di penjuru Kota Dewa, dan dimana kaca spiritual terpasang, di situlah dapat dilihat banyak orang sedang berkumpul, dan mereka sudah tidak sabar melihat kompetisi yang kemungkinan tidak lama lagi akan segera dimulai.


Di arena kompetisi, meski para peserta beluk berdatangan, tapi sudah tidak terlihat adanya tempat kosong. Semua tempat telah terisi oleh mereka yang ingin melihat jalannya kompetisi, dan mereka penasaran siapa kiranya yang akan menjadi pemenang kompetisi.


Kompetisi kali ini tidak diikuti banyak orang, dikarenakan kompetisi tidak dibuka untuk umum.


Hanya mereka yang mendapat undangan resmi, yang diakui sebagai peserta kompetisi. Bagi mereka yang tidak memiliki undangan resmi, apapun yang mereka lakukan, mereka tidak akan pernah mendapatkan kesempatan mengikuti jalannya kompetisi.


Ada enam puluh empat undangan resmi, yang diberikan pada seluruh ras yang ada di Alam Dewa, termasuk satu undangan yang diberikan pada satu-satunya perwakilan ras iblis, yang saat itu keberadaannya masih berada di Alam Langit.


Dari seluruh ras, ras manusia memiliki paling banyak perwakilan, yaitu tiga puluh lima perwakilan, lalu ada ras siluman dengan lima belas perwakilan, ras dewa sendiri ada sepuluh perwakilan, ras peri tiga perwakilan, dan terakhir ras iblis satu perwakilan.


......................


Zhou Tian dan ke-empat saudaranya, mereka yang telah puas berjalan-jalan menikmati keindahan dan keramaian Kota Dewa, merasa sudah tiba waktunya pergi ke arena kompetisi yang berada di pusat Kota Dewa, mereka bergegas pergi ke tempat itu, yang ternyata letak arena kompetisi bersebelahan dengan istana Dewa Agung.


Dengan ramainya jalanan Kota Dewa, mereka sedikit sulit berjalan menuju arena kompetisi. Hal yang sama juga di alami peserta lain, kecuali kedua putra Dewa ras manusia.


Dengan keberadaan puluhan prajurit suci ras manusia yang dengan senang hati membukakan jalan untuk mereka, keduanya sama sekali tidak bersinggungan dengan pejalan kaki lainnya, saat mereka berjalan menuju arena kompetisi.


Prajurit suci ras manusia terlihat tidak segan melakukan kekerasan pada mereka yang menghalangi jalan kedua putra Dewa, yang berada di bawah perlindungan mereka. Apa yang mereka lakukan tentu membuat banyak orang marah, tapi mereka memilih diam karena tidak ingin menyinggung putra seorang Dewa.


“Sangat sombong dan arogan, mereka sangat tidak layak dianggap sebagai ras terbaik di alam semesta ini!” ucap salah satu orang, yang memilih menyingkir dari jalan yang dilalui kedua putra Dewa ras manusia.


“Aku berharap akan datangnya sosok, yang bakal membalas seluruh perlakuan mereka selama berada di kota ini!” ucap yang lain dengan sorot mata penuh kebencian, yang ia tujukan pada kedua sosok putra Dewa ras manusia.


Apa yang mereka ucapkan tanpa sengaja terdengar oleh Zhou Tian, dan entah kenapa Zhou Tian sangat ingin mewujudkan harapan pria yang menginginkan adanya sosok, yang membalaskan perlakukan kedua putra Dewa ras manusia, selama mereka berada di Kota Dewa.


Tidak lama kemudian akhirnya Zhou Tian dan ke-empat saudaranya sampai di depan gerbang arena kompetisi, dan melalui gerbang khusus, mereka dapat memasuki arena kompetisi, dan mereka akan menempati tempat peserta kompetisi.


Setiap peserta kompetisi diizinkan membawa setidaknya sepuluh orang untuk mendampinginya, oleh karena itu, Zhou Tian tidak bingung menyiapkan tempat untuk ke-empat saudaranya, dan tempat untuk ketiga istrinya serta Zhu Fei, yang mana mereka juga ingin melihat jalannya kompetisi.


Swush... Swush... Swush... Swush...


Empat sosok muncul di atas arena, begitu seluruh peserta telah berada di tempatnya masing-masing. Kemunculan empat sosok di atas arena kompetisi menandakan jika kompetisi akan segera dimulai. Untuk aturan kompetisi, semua akan dijelaskan oleh pembawa acara.


“Sepertinya Tuan Putri sudah tidak malu menunjukkan keindahannya di hadapan banyak orang, dan beruntungnya nanti sosok yang bisa memenangkan kompetisi, dikarenakan ia berhak menjadi suami dari Tuan Putri Istan Dewa Agung,” ucap salah satu penonton dan ia sulit berkedip saat melihat keindahan Putri Istana Dewa Agung.


“Aku berharap Tuan Putri tidak jatuh ke tangan orang-orang sombong dari ras manusia!” ucap penonton lainnya, dan dari auranya ia berasal dari ras siluman.


“Meski aku berasal dari ras siluman, tapi entah kenapa aku berharap Tuan Putri jatuh ke tangan perwakilan ras iblis! Dengan begitu, aku yakin ras manusia tidak akan berani berbuat macam-macam pada ras iblis!” ucap siluman yang lain.


Mendengar pembicaraan para siluman, beberapa orang dari ras Dewa yang kebetulan mendengar pembicaraan para siluman, meraka menyunggingkan senyuman, dikarenakan mereka telah tahu sebuah ramalan, tentang sosok yang akan memenangkan kompetisi dan menjadi suami dari Putri Dewa Agung.


“Semuanya harap tenang!” ucap tenang sosok Dewa Agung, membuat semua orang segera menurutinya.


Meski Dewa Agung tidak mengeluarkan aura kekuatannya untuk membuat mereka semua terdiam, hanya dengan tutur kata yang sopan, ia berhasil membuat ratusan ribu orang terdiam, dan seluruhnya mengarahkan pandangan padanya.


Itulah kelebihan Dewa Agung, tidak perlu mengerahkan kekuatan, ia sudah bisa membuat semua orang tenang, dan begitu semua orang tenang, sebelum bicara ia terlebih dahulu mempersilahkan putrinya pergi ke tempat khusus yang tersedia untuknya.


Setelah putrinya pergi ke tempat yang tertutup, barulah Dewa Agung berkata pada semua orang, “Kompetisi istana Dewa Agung akan segera dimulai, untuk peraturan kompetisi, semua akan dijelaskan oleh kedua wakilku!” ucap Dewa Agung, lalu sosoknya menghilang, tapi tidak lama ia muncul di tempat duduknya.


Begitu sosok Dewa Agung sudah menempati tempat duduknya, salah satu wakilnya melangkahkan kaki, dan ia berhenti begitu berada tepat di tengah-tengah arena kompetisi. “Disini aku tidak akan banyak bicara, aku hanya akan menjelaskan aturan kompetisi! Kompetisi istana Dewa Agung adalah kompetisi individu, artinya setiap peserta akan terlibat dalam pertarungan satu lawan satu!”


“Untuk menentukan pemenang kompetisi, peserta yang menyerah, peserta yang keluar arena, mereka bakal dinyatakan kalah! Akan tetapi, jika tidak ada yang menyerah dan terjadi aksi saling membunuh, tidak ada larangan untuk saling membunuh! Kompetisi ini tidak melarang penggunaan berbagai jenis senjata, racun, atau senjata rahasia. Kalian bebas menggunakan apapun untuk memenangkan kompetisi!”


Tidak ada peserta ataupun penonton yang terkejut dengan peraturan kompetisi, dikarenakan mereka sudah lebih dulu mengetahui peraturan itu. Jika para peserta mengetahui peraturan kompetisi dari undangan yang mereka terima, para penonton mengetahui semua dari selebaran yang dibagikan prajurit Dewa.


“Peserta yang bertanding akan dipilih secara acak, dan siapapun yang terpilih untuk bertanding, ia harus segera naik ke atas arena jika tidak ingin dianggap kalah!” ucap wakil Dewa Agung, dan ia telah menyelesaikan apa yang perlu ia ucapkan.


Untuk pertandingan pertama sekaligus pertandingan pembuka kompetisi istana Dewa Agung, pertandingan akan mempertemukan salah satu perwakilan ras peri, dan yang akan melawan salah satu perwakilan ras manusia.


Jika biasanya ras peri enggan mengirim perwakilan mereka untuk mengikuti kompetisi yang dilakukan di Alam Dewa, ini adalah kali pertama ras peti memgirim perwakilan mereka, dan salah satu perwakilan ras peri adalah putra penguasa ras peri, yang saat ini kekuatannya berada di ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Sempurna.


Sementara itu untuk perwakilan ras manusia, ia adalah salah satu anggota prajurit suci, dan memiliki kekuatan setara dengan perwakilan ras peri, yang saat ini sudah berdiri di atas arena kompetisi. Dengan kekuatan sama kuat, kemungkinan jalannya pertarungan akan berlangsung membosankan, dan pemenang akan ditentukan di saat mereka sama-sama telah mengerahkan seluruh kekuatan. Itu semua adalah pemikiran Zhou Tian, yang mana ia tidak tahu kapan gilirannya bertanding.


......................


Bersambung.