
Zhou Tian yang sudah berada di Istana Dewa Iblis bersama kedua saudaranya, dia langsung saja membuka gerbang Dunia Jiwa, membiarkan Zhu Ying, Zhu Meili, Shen Yiren, dan Song Qian keluar dari Dunia Jiwa. Zhu Ning dan Zhu Rong juga keluar meninggalkan Dunia Jiwa, dan sekarang mereka sedang bersama suaminya masing-masing.
Setelah mereka semua keluar dari Dunia Jiwa dan memberi penilaian pertama tentang Istana Dewa Iblis, Zhou Tian membawa mereka melihat-lihat keindahan dan kemegahan Istan Dewa Iblis. Baru juga sebentar di Istana Dewa Iblis, mereka sudah dibuat kagum akan keindahan dan kemegahannya, dan lagi mereka bisa merasakan jika energi spiritual di Istana Dewa Iblis jauh lebih baik dibandingkan tempat lainnya di Alam Dewa.
Tidak ada yang mengecewakan dari keberadaan Istana Dewa Iblis, dan meski sudah sangat lama Istana Dewa Iblis tidak dihuni, tidak ada bangunan yang rusak, bahkan tidak ada sampah yang berserakan di sembarangan tempat. Semua terlihat seolah-olah ada yang senantiasa merawat Istana Dewa Iblis, membuat Istana Dewa Iblis tidak terlihat selayaknya tempat yang sudah lama tidak ada penghuninya.
......................
Di luar formasi pelindung yang mengelilingi Istana Dewa Iblis, puluhan ribu prajurit suci ras manusia terus saja mencari keberadaan tiga sosok iblis, yang mereka yakini ketiga sosok iblis itu ingin pergi ke Istana Dewa Iblis.
Namun, setelah selama beberapa waktu melakukan pencarian, mereka tidak menemukan keberadaan ketiga iblis, yang sedang mereka cari-cari. Jangankan menemukan keberadaan mereka bertiga, dari sekian banyak prajurit suci yang ada, tidak satupun dari mereka berhasil menemukan jejak keberadaan tiga iblis, yang sedang mereka cari.
Ada beberapa prajurit suci yang berpikir jika tiga iblis yang mereka cari sudah berada di dalam Istana Dewa Iblis, tapi mayoritas prajurit suci yang berada di tempat itu tidak percaya jika ketiga iblis itu telah berhasil masuk ke Istana Dewa Iblis.
Pada akhirnya mereka terus saja melakukan pencarian ketiga iblis di luar formasi yang mengelilingi Istana Dewa Iblis, dan jelas saja pencarian mereka tidak akan membuahkan hasil, dikarenakan apa yang sedang mereka cari sudah berada di dalam kawasan Istana Dewa Iblis, dan mereka sedang menikmati keindahan dan kemegahan tempat itu.
Kembali ke Zhou Tian dan yang lainnya, yang mana mereka sat ini berada di kawasan Istana Dewa Iblis, saat ini mereka bersama-sama melangkahkan kaki, berjalan menuju aula Istana Dewa Iblis, dan begitu sampai, langsung saja mereka disuguhi pemandangan aula istana yang begitu indah dan megah, jauh lebih indah dan megah dibandingkan aula Istana Dewa Agung.
Saat berada di dalam aula Istana Dewa Iblis, Zhou Tian merasa ada sesuatu yang menarik perhatiannya dan langkah kakinya membawanya ke sebuah pintu, yang terletak di bagian belakang singgasana megah di aula istana.
Zhou Tian langsung saja membuka pintu yang tidak terkunci, dan begitu pintu terbuka, dia bisa melihat tumpukan harta di ruangan yang sangat luas. Semua barang berharga ada di dalam ruangan, dan semuanya sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan ras Iblis.
Segera saja Zhou Tian menyimpan seluruh sumberdaya itu ke cincin penyimpanan miliknya, dan nantinya semua orang akan mendapatkan bagiann masing-masing. Setelah menyimpan sebagian besar sumberdaya ke cincin penyimpanannya, Zhou Tian merasa penasaran dengan keberadaan sebuah kotak kaca, yang mana di dalam kotak kaca itu terdapat sebuah kristal yang terus saja memancarkan cahaya terang berwarna putih kebiruan.
“Sistem, apa kamu tahu kristal apa yang berada di kotak kaca?” tanya Zhou Tian.
[Tuan, kristal bercahaya di dalam kotak kaca adalah warisan kekuatan dari Dewa Iblis sebelumnya, dan jika Tuan berhasil menyerap kekuatan dari kristal itu, ada kemungkinan kekuatan sejati Tuan bakalan meningkat ke ranah yang lebih tinggi, bahkan lebih tinggi dari ranah Kaisar Dewa Surgawi]
Zhou Tian yang mendengar semua itu menyunggingkan senyuman di wajahnya, lalu dia segera berjalan ke arah kotak kaca, yang di dalamnya tersimpan kristal bercahaya. Menatap kristal yang terus memancarkan cahaya dari jarak dekat, Zhou Tian yakin keberadaan kristal itulah yang menarik perhatiannya.
“Apa tidak berbahaya jika aku langsung saja menyerap kekuatan yang berada di kristal ini?” Zhou Tian telah mengeluarkan kristal bercahaya dari kotak kaca, dan sekarang dia sedang memegang kristal itu.
[Tidak ada bahaya yang bakalan mengancam nyawa Tuan jika menyerap kekuatan kristal itu sekarang juga. Aku sarankan Tuan segera menyerap kekuatan dari kristal itu, jika Tuan ingin segera meningkatkan kekuatan, dan nantinya Tuan bisa segera menjadi suami resmi Nona Song Qian]
Mengikuti apa yang dikatakan sistem padanya, Zhou Tian segera saja duduk bersila, dan meletakkan kristal bercahaya di hadapannya. Begitu dia merasa tenang dan fokus, dia mulai menyerap kekuatan yang ada di kristal bercahaya.
“Ini semakin cepat dari sebelumnya!” Zhou Tian merasa peningkatan jumlah poin pengalamannya semakin cepat, dan jika terus berlanjut, tidak lama lagi dia bakalan bisa menerobos tingkat Sempurna ramah Raja Dewa Surgawi.
Pada akhirnya Zhou Tian berhasil menerobos sampai tingkat Sempurna ranah Raja Dewa Surgawi, dan tinggal satu langkah lagi dia bakalan bisa menerobos ranah Kaisar Dewa Surgawi. Dengan begitu, semakin banyak persyaratan yang telah berhasil dia penuhi, untuk bisa menikahi Song Qian.
“Aku ingin lebih kuat dari ini!” ucap Zhou Tian dengan suara lantang, dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan tertahan dari dalam tubuh Zhou Tian.
Ledakan tertahan menunjukkan jika dirinya baru saja menerobos, dan itu adalah terobosan yang membuatnya berhasil memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa Surgawi tingkat Awal. Akan tetapi, poin pengalamannya terus bertambah, dan dia yakin bisa menerobos lagi ke tingkat yang lebih tinggi.
Tingkat Menengah terlampaui, begitu juga dengan tingkat puncak, sampai akhirnya Zhou Tian berhasil menerobos tingkat Sempurna ranah Kaisar Dewa Surgawi, tapi belum ada tanda jika penambahan poin pengalamannya akan segera berakhir.
[Dengan warisan yang ditinggalkan Dewa Iblis terdahulu, ada kemungkinan Tuan bisa langsung menerobos ke tingkat Awal ranah Dewa Agung]
“Langsung menerobos sampai ranah Dewa Agung? Itu sangat luar biasa, dan mungkin di masa depan aku bisa menerobos ranah tertinggi, yang bisa dicapai seluruh kultivator di Alam Semesta!” ucap Zhou Tian.
Luo Feng kembali ke fokusnya, menyerap seluruh kekuatan yang terdapat di dalam kristal bercahaya. Tidak lama kemudian ledakan teredam kembali terdengar dari dalam tubuhnya, dan itu menandakan jika dirinya baru saja melampaui kekuatan di ranah Kaisar Dewa Surgawi.
Senyum lebar terlihat di wajahmu Zhou Tian begitu dia berhasil menerobos ranah Dewa Sejati tingkat Awal, dan kekuatannya masih terus meningkat bersama dengan poin pengalamannya yang terus bertambah. Sampai akhirnya dua hari sudah berlalu begitu cepat, dan Zhou Tian saat ini sudah berada di ranah Dewa Sejati tingkat Sempurna, tinggal satu langkah lagi untuk membuatnya berhasil menerobos ranah Dewa Agung.
“Sistem, kenapa aku tidak mendapatkan kesengsaraan Petir Surgawi saat berhasil menerobos ranah Kaisar Dewa Surgawi, begitu juga dengan saat aku berhasil menerobos ranah Dewa Sejati? Apa petir Surgawi mulai enggan muncul di hadapanku? ujar Zhou Tian.
[Petir kesengsa Surgawi tidak akan lagi mendatangi seorang kultivator, begitu kultivator itu berhasil melampaui ranah Kaisar Dewa Surgawi. Oleh karena itu, setelah Tuan berhasil menerobos ranah Kaisar Dewa Surgawi, dan berhasil menerobos ranah yang lebih tinggi, kesengsaraan Petir Surgawi tidak akan pernah muncul kembali untuk Tuan]
“Kalau memang seperti itu, aku merasa akan sedikit rugi karena tidak mendapatkan tambahan poin pengalaman saat petir kesengsaraan Surgawi datang menyambar tubuhku!” gumam Zhou Tian sedikit kecewa.
Kekecewaan Zhou Tian seketika lenyap saat kembali terdengar suara ledakan teredam, bersamaan dengan hancurnya kristal bercahaya, yang digunakan Dewa Iblis terdahulu untuk menyimpan sisa kekuatannya.
“Akhirnya aku berhasil menerobos ranah Dewa Agung! Dengan begini aku sudah tidak sabar menunjukkan pencapaianku pada Dewa Agung Song Bei!” gumamnya pelan, dan dia tersenyum.
......................
Bersambung.