Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Memasuki Reruntuhan Istana Kaisar Naga


“Sepertinya mereka juga bermaksud langsung pergi ke reruntuhan istana Kaisar Naga.” Zhou Tian melihat keberadaan tiga orang yang sebelumnya sangat pintar memanfaatkan situasi.


Di saat peserta lain maju menyerang, mereka justru maju dan berdiri di sisi yang sama dengan Zhou Tian dan Zhu Ying.


Mengamati ketiganya dari kejauhan, Zhou Tian dan Zhu Ying tak memiliki keinginan menyusul atau bahkan mendahului mereka.


[Keberadaan reruntuhan istana Kaisar Naga telah memancing munculnya misi sistem]


[Kumpulkan seluruh harta di dalam reruntuhan istana Kaisar Naga. Semua harta harus menjadi milik Tuan tanpa terkecuali. Jika ada orang lain yang mendapatkan harta dari reruntuhan istana Kaisar Naga, dengan sendirinya Tuan dinyatakan gagal menyelesaikan misi]


[Hadiah Misi]


[Poin Sistem Tak Terbatas]


[10.000.000.000.000 Poin Pengalaman]


[Tubuh Dewa Iblis Abadi]


[Darah Ratu Phoenix Iblis]


[Dua Kali Terobosan. Jika Tuan Belum Menginginkan Terobosan, Tuan Bisa Menggunakannya Pada Orang Lain]


Setelah menyelesaikan misi membangun Kerajaan Iblis, Zhou Tian belum lagi mendapatkan misi dari sistem, dan sekali ini mendapatkan misi dia merasa sistem sangat baik padanya.


Hadiah yang sangat menggiurkan, tapi syarat untuk menyelesaikan misi sama sekali tidak mudah, tapi Zhou Tian punya banyak cara untuk dapat menyelesaikannya.


‘Cukup aku membuat orang lain tidak bisa memasuki reruntuhan istana Kaisar Naga, dengan begitu semua harta di tempat itu akan menjadi milikku!’ ucap Zhou Tian dalam hati.


Zhu Ying sendiri tak terhitung orang lain, jadi harta yang didapatkan Zhu Ying sama saja dengan harta yang didapatkan Zhou Tian.


“Ying’er, sebaiknya kita susul mereka, dan secepatnya sampai di pintu masuk reruntuhan istana Kaisar Naga!” Zhou Tian berbicara pada Zhu Ying yang senantiasa berada di sisinya.


Tak merasa harus tahu apa tujuan Zhou Tian ingin cepat-cepat sampai di pintu masuk reruntuhan istana Kaisar Naga, Zhu Ying hanya mengangguk dan menuruti semua keinginan Zhou Tian.


Dengan meningkatkan kecepatan menyamai kecepatan sepuluh kali kecepatan suara, mereka begitu mudah menyusul tiga orang yang sebelumnya berada cukup jauh di depan.


Menyusul tanpa ketahuan, Zhou Tian dan Zhu Ying menjadi yang terdepan untuk sampai di reruntuhan istana Kaisar Naga.


Mengikuti petunjuk sistem yang telah mencarikan lokasi pasti satu-satunya pintu masuk reruntuhan istana Kaisar Naga, tak lama keduanya berhasil menemukan apa yang mereka cari.


Booomm...


Tak banyak berpikir, Zhou Tian langsung menghancurkan baru besar yang menghalangi jalan menuju pintu utama, untuk memasuki reruntuhan istana Kaisar Naga.


“Ying’er, mari kita lanjutkan perjalanan!” Zhou Tian membawa Zhu Ying menyusuri jalan menuju pintu masuk reruntuhan istana Kaisar Naga. Sambil berjalan, Zhou Tian menciptakan array jebakan, array ilusi, bahkan array pembunuh. Semua dia ciptakan untuk membuat orang lain tidak dapat memasuki reruntuhan istana Kaisar Naga.


Apa yang dilakukannya memang rasanya sangat curang dan licik, tapi dia merasa itu tidak masalah karena jauh di masa lalu para manusia telah lebih dulu berbuat licik, bahkan jauh licik dibandingkan apa yang saat ini dia lakukan.


...----------------...


Boom... Boom... Boom...


Suara ledakan terus terdengar di sepanjang jalan yang dilewati Zhou Tian dan Zhu Ying, dan setelah puluhan batu hancur akhirnya mereka sampai di pintu masuk reruntuhan istana Kaisar Naga.


Pintu dengan ukiran kepala Naga yang sedang membuka mulut terlihat jelas oleh keduanya, dan saat mereka ingin melangkah maju lebih jauh muncul kobaran api dari ukiran kepala Naga.


Boom...


Zhou Tian meninju kobaran api yang kearahnya, membuat terjadinya ledakan besar, tapi dia sama sekali tidak mengalami luka setelah memukul kobaran api sampai padam.


“Baru juga datang, kita sudah mendapat sambutan cukup meriah.”


Kembali melangkah maju, Zhou Tian kini lebih berhati-hati, dan dia memilih melangkah di depan Zhu Ying.


Sampai di depan pintu berukiran kepala Naga yang tak lagi menyemburkan kobaran api, dengan mudah Zhou Tian berhasil membuka pintu dengan cara didorong.


Tampak si balik pintu ada ruangan luas, dan ada sebuah lorong menuju tempat lain. “Kalau semudah ini memasuki tempat ini, apa gunanya tiket ini?”


Zhou Tian merasa tiket yang dia dapatkan di Kota Batu Apung benar-benar tidak berguna karena dengan mudahnya dia bisa masuk ke dalam reruntuhan istana Kaisar Naga.


[Sebenarnya tiket di tangan Tuan berguna melindungi diri dari kobaran api di depan pintu, tapi karena Tuan sanggup melawan kobaran api tanpa tiket, benda itu benar-benar tidak berguna bagi Tuan]


Suara penjelasan sistem membuat Zhou Tian mengerti kegunaan tiket di tangannya.


Dengan menggandeng tangan Zhu Ying, Zhou Tian mulai memasuki reruntuhan istana Kaisar Naga. Masuk kedalam ruangan lalu menutup pintu, Zhou Tian tak lupa membuat array khusus supaya pintu tak bisa terbuka. Kalaupun ada yang ingin menerobos masuk, setidaknya dia harus jauh lebih kuat dari dirinya.


Sebelum melangkah lebih jauh, Zhou Tian kembali mendengar suara sistem bergema di kepalanya.


[Ruangan ini hanyalah ruangan penyambutan, dan tak terdapat apa-apa di tempat ini. Seluruh harta peninggalan Kaisar Naga ada di ruangan terakhir, tapi sayangnya selama ini belum ada yang mampu masuk sampai ruangan itu, dikarenakan tak ada satupun orang yang memenuhi berhasil syarat untuk memasuki ruangan itu]


“Apa syarat untuk memasuki ruangan itu?”


[Hanya mereka yang berusia di bawah 20 tahun dengan kekuatan di atas ranah Saint yang dapat memasuki ruangan itu. Dari kedua syarat untuk dapat memasuki ruangan itu, Tuan dan Nona Zhu Ying telah memenuhi kedua syarat]


Mendengarnya, Zhou Tian hanya tersenyum tipis, dan dia merasa keberadaan harta di reruntuhan istana Kaisar Naga memang disediakan untuk dirinya dan juga Zhu Ying.


“Gege, apa kita akan pergi ke lorong itu?” tanya Zhu Ying memecah kesunyian karena sebelumnya Zhou Tian terlalu fokus dengan pembicaraannya bersama sistem.


“Kita akan melewati lorong itu menuju ruangan selanjutnya,” jawab Zhou Tian sambil menunjukkan senyum tulus pada Zhu Ying.


Perlu bebe waktu untuk menyusuri lorong yang lumayan panjang, sebelum akhirnya mereka sampai di ruangan selanjutnya yang keadaannya masih sama seperti ruangan selanjutnya.


Melihat lorong lain, Zhou Tian yang menggandeng tangan Zhu Ying, dia segera menyusuri lorong itu untuk menuju ruangan selanjutnya.


Sama-sama menikmati perjalanan, tanpa terasa mereka telah sampai ke ruangan ke-lima, dan saat ingin melanjutkan perjalanan tiba-tiba sistem memberi peringatan pada Zhou Tian.


[Tuan, jebakan akan mulai bermunculan di ruangan lorong selanjutnya, dan sudah banyak korban jiwa di lorong yang akan segera Tuan lewati!]


Mendapatkan peringatan dari sistem, Zhou Tian sedikit meningkatkan kewaspadaannya, dan dia semakin mempererat pedangan di tangan Zhu Ying.


Merasa pegangan tangan Zhou Tian semakin erat, Zhu Ying yang peka sadar akan situasi mereka saat ini, dan tanpa diberitahu dia sedikit meningkatkan kewaspadaannya.


“Ternyata cukup banyak jebakan di tempat ini,” ucap Zhou Tian yang baru saja melangkahkan kaki melewati lorong, tapi puluhan anak panah sudah menyambut kedatangannya.


Dikarenakan anak panah hanyalah senjata biasa, Zhou Tian tak perlu menghindarinya karena anak panah itu tak mungkin bisa melukai tubuhnya.


Begitu juga dengan tombak maupun pedang yang muncul di sepanjang lorong. Bukannya melukai tubuhnya, senjata-senjata itu justru hancur saat berbenturan dengan tubuh Zhou Tian.


Sampai di ruangan selanjutnya, Zhou Tian dan Zhu Ying langsung saja menuju lorong selanjutnya, dan kali ini di sepanjang lorong mereka harus bertahan dari jebakan senjata spiritual tingkat Rendah.


Bang... Bang... Bang...


Zhou Tian terus melambaikan tangannya, menghancurkan satu demi satu senjata spiritual yang bergerak ke arahnya.


[Menyisakan dua lorong untuk sampai di ruangan yang menjadi tujuan Tuan. Peringatan, di ruangan selanjutnya ada binatang buas, serigala petir. Tuan harap lebih berhati-hati!]


Setelah kembali mendengar suara peringatan sistem, Zhou Tian kembali meningkatkan kewaspadaann, dan kali ini dia jauh lebih serius memperhatikan jalan dibandingkan sebelumnya.


“Ying’er, ke depannya kita harus semakin lebih waspada dan berhati-hati!” ucap Zhou Tian, yang dibalas Zhu Ying dengan menganggukkan ringan kepalanya.


Melangkah maju kembali menyusuri lorong yang muat dilewati sepuluh orang secara bersamaan, kali ini bukannya jebakan yang terlihat, melainkan banyak binatang buas menanti kedatangan mereka.


Namun, meski jumlahnya banyak, dikarenakan kekuatan binatang buas yang hanya setara kultivator ranah Mortal sampai ranah Nirwana, tak sulit bagi Zhou Tian membunuh binatang buas di sepanjang lorong.


Selesai membunuh binatang buas di sepanjang lorong, Zhou Tian mendengar suara sistem menyampaikan keberhasilannya mengumpulkan Poin Sistem dan Poin Pengalaman dari hasil membunuh ratusan binatang buas.


Meski jumlahnya tak seberapa, setidaknya itu dapat menambah jumlah Poin Pengalaman maupun Poin Soatem miliknya.


Muncul di ruangan selanjutnya, Serigala Petir yang merupakan binatang buas dengan kekuatan setara kultivator ranah Saint, sosok itu muncul dan langsung menyerang Zhou Tian.


Duar...


Bukannya berhasil melukai Zhou Tian, Serigala Petir jurtru terluka parah setelah Petir Surgaw milik Zhou Tian menghantam tubuh Serigala Petir.


Meski di tubuh Serigala Petir ada kekuatan petir, saat dihadapkan dengan kekuatan besar petir Surgawi, tubuh besar Serigala Petir hangus terbakar, dan tak lama mati mengenaskan dengan tubuh menghitam.


Meski Zhu Ying terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Serigala Petir, dia dapat bernapas lega karena binatang buas itu baru saja mati di tangan Zhou Tian.


“Ying’er, mari lanjutkan perjalanan menuju ruang selanjutnya!”


Zhou Tian melangkah maju menuju lorong selanjutnya, dan tentunya dia masih pergi bersama dengan Zhu Ying.


...----------------...


Bersambung.