Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Tiga Wanita Dengan Rupa Yang Sama


Guan Juzi bergerak secepat yang bisa ia lakukan sambil berharap bisa menjauhi Zhou Tian yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya.


Namun, secepat apapun ia berusaha menjauhi Zhou Tian, tetap ia tidak bisa pergi jauh karena Zhou Tian dengan mudah mendekatinya, bahkan jarak diantara mereka saat ini kurang dari satu langkah.


Booomm...


Dengan tangan kanan memegang pedang, Zhou Tian masih bisa memukul Guan Juzi dengan tangan kirinya, dan pukulannya membuat Guan Juzi terpent jauh.


Tidak ingin memberi kesempatan pada musuhnya kembali bangkit, Zhou Tian melesat cepat menyusul Guan Juzi, dan kembali menyerangnya.


Aaargh...


Guan Juzi mengerang kesakitan saat lagi-lagi Zhou Tian menginjak-injak aset berharga miliknya yang mulai pulih, ia berusaha keras menyingkirkan kaki Zhou Tian, tapi tidak kunjung bisa melakukannya karena tenaganya sudah terkuras habis.


Menyaksikan Guan Juzi kesakitan, Zhou Tian merasa belum puas dengan apa yang sudah ia lakukan, dan ia mulai melakukan sesuatu yang lebih menyakitkan untuk menyiksa Guan Juzi.


Guan Juzi yang tidak lagi memiliki tenaga ia hanya bisa pasrah dan berteriak kesakitan saat Zhou Tian mulai mematahkan kedua tangan dan kedua kalinya. Ia sama sekali tidak pernah membayangkan dirinya berada di situasi seperti saat ini. Biasanya ia yang bertindak menyiksa para iblis, tapi kali ini justru dirinya yang mendapatkan siksaan dari seorang iblis.


Sementara itu, Zhou Tian tersenyum puas memandang wajah Guan Juzi yang terlihat sangat jelek saat sedang menahan rasa sakit. Meski rasa sakitnya hanya sementara, tetap saja Guan Juzi merasakan rasa sakit yang berpengaruh pada mentalnya.


Krak...


Aaargh...


Erangam kesakitan terdengar saat Zhou Tian mematahkan secara paksa kaki Guan Juzi. Meski nantinya kaki itu dapat tumbuh kembali, tapi jika siksaan terus dilakukan, mental Guan Juzi pasti terganggu dan pada akhirnya ia akan menjadi orang gila.


“Cu-Cukup!” Suara Guan Juzi terdengar lirih.


Mendengarnya, Zhou Tian hanya tersenyum lalu ia mengarahkan injakan tepat di dada pria itu, sampai terdengar suara patahan tulang. “Nikmati semua rasa sakit yang aku berikan padamu!” Sesudah menginjak, Zhou Tian menendang sekuat tenaga tubuh Guan Juzi.


Melihat tubuh Guan Juzi terpental jauh dan membuat tumbang banyak pohon sebelum tubuh itu berhenti bergerak setelah menghantam tebing. Zhou Tian dalam satu kali kedipan mata, ia sudah kembali berada di dekat Guan Juzi.


Booomm...


Zhou Tian kembali menendang tubuh Guan Juzi, mengembalik ke tempat semula.


Baang...


Tubuh Guan Juzi terpental sampai di titik dimana Zhou Tian menginjak dadanya, dan segera saja ia memuntahkan darah dari mulutnya dengan keadaan wajah yang semakin memucat.


Belum juga memulihkan sedikit lukanya, Zhou Tian datang dan kembali ia menendang tubuhnya. Kembali tubuhnya terpental, dan Zhou Tian terus saja melakukan itu sampai tubuh Guan Juzi tidak lagi berbentuk, tapi ia belum mati, bahkan ia masih memiliki kesadaran untuk melihat Zhou Tian yang terus menendang tubuhnya.


Kini Guan Juzi hanya bisa pasrah menerima apa yang akan terjadi padanya. Rasa sakit di tubuhnya juga sudah tidak ia rasakan, seolah tubuhnya sudah memiliki kekebalan terhadap rasa sakit. Namun, ia masih sedikit berharap ada keajaiban yang membuatnya bisa mengalahkan Zhou Tian, meski itu sangat mustahil.


Sementara itu, Zhou Tian yang melihat Guan Juzi sudah kebal terhadap rasa sakit, ia merasa ini sudah waktu yang tepat untuk mengakhiri hidup, sosok yang selama ini dianggap sebagai sosok paling kuat yang ada di Alam Langit.


Zhou Tian mengarahkan tangannya ke dada Guan Juzi, dan dengan menggunakan kekuatan elemen petir, ia akan mengakhiri hidup pria yang sebelumnya yakin dapat mengalahkannya.


Derak petir mulai muncul di telapak tangan Zhou Tian, dan kekuatan petir yang mengerikan masuk ke tubuh Guan Juzi.


Kekuatan petir masuk ke tubuh Guan Juzi, membuat hangus seluruh oragan dalam di tubuh pria itu termasuk dantiannya. Asap pun mulai keluar dari setiap lubang si tubuj Guan Juzi, dan pria itu sudah kehilangan kesadarannya sejak beberapa waktu yang lalu.


Tubuh Guan Juzi yang sebelumnya bisa dianggap tubuh abadi, sekarang bisa terlihat tubuh itu perlahan brubr menjadi arang, dan tidak ada tanda-tanda regenerasi ulang bagian tubuh yang telah berubah menjadi arang.


Tanda-tanda kehidupan di tubuh Guan Juzi juga sudah tidak lagi bisa dirasakan, yang menandakan jika akhirnya ia bertemu dengan kematiannya, dan tenyata ia bukanlah sosok yang benar-benar abadi.


Zhou Tian menyudahi apa yang ia lakukan, setelah melihat tubuh Guan Juzi sepenuhnya berubah menjadi arah, dan tidak lagi menemukan tubuh itu akan pulih seperti semula.


Akan tetapi, dengan mata emas ia bisa melihat jiwa tanpa kesadaran milik Guan Juzi pergi melayang seolah sedang mencari raga yang tepat untuknya.


Melihat itu, ia langsung saja membuat formasi array penghancur jiwa, dan ia menggunakannya untuk menghancurkan jiwa tanpa kesadaran milik Guan Juzi, sebelum jiwa itu menemukan raga yang tepat untuk bersemayam.


“Jangan harap suatu hari kau bisa kembali bangkit dengan mengambil alih raga seseorang!”


Selama jiwa tanpa kesadaran milik Guan Juzi masih ada, artinya ia belum sepenuhnya mati, dikarenakan suatu saat ia bisa saja bangkit setelah berhasil mengambil alih raga seseorang yang cocok dengannya. Jika semua itu terjadi, sosok Guan Juzi akan kembali hidup, dengan kekuatan setara sebelum kematian palsu yang dialami olehnya.


Namun, semua itu urung terjadi begitu Zhou Tian berhasil menghancurkan jiwa tanpa kesadaran milik Guan Juzi.


Begitu jiwa itu hancur, Zhou Tian benar-benar sudah tidak lagi merasakan hawa keberadaan Guan Juzi, yang menandakan pria itu kali ini benar-benar sudah mati, termasuk keberadaan jiwa tanpa kesadaran miliknya.


“Aku tidak menyangka tidak lama setelah sampai di Alam ini, aku sudah bisa melenyapkan sosok terkuat di Alam ini, dan ia adalah pemimpin orang-orang yang terus saja melakukan pembantaian pada ras iblis!” gumam Zhou Tian setelah memangkan pertarungannya.


...----------------...


Ye Wuming dan dua orang lainnya juga mengalami nasib yang sama dengan Guan Juzi, begitu juga dengan seluruh prajurit mereka tanpa terkecuali. Sekarang, dari kelima penguasa utama Alam Langit, hanya tersisa satu orang, dan orang itu adalah Shen Yiren. Dengan hanya ia tersisa seorang diri, ia bisa dinobatkan sebagai penguasa tunggal Alam Langit.


Setelah mengalahkan Guan Juzi, Zhou Tian memutuskan pergi ke pulau melayang milik Guan Juzi, dan di tempat itu ia bisa merasakan hawa keberadaan ribuan iblis, tapi aura kehidupan mereka sangatlah lemah.


Dengan mudahnya menghancurkan pelindung pulau melayang milik Guan Juzi, Zhou Tian langsung saja masuk menuju tempat, dimana ia merasakan keberadaan ribuan iblis yang aura kehidupannya semakin melemah. “Aku harus cepat menyelamatkan mereka, sebelum sesuatu yang sangat buruk terjadi pada mereka!” gumamnya melesat cepat menuju tempat tepat di belakang istana pulau melayang.


Swuush...


Booomm...


Pintu besar yang menghalanginya sudah hancur berkeping-keping, dan sekarang ia begitu jelas melihat apa yang ada di balik pintu.


Segera ia mendapati pemandangan yang mengiris hatinya, bahkan air matanya jatuh melihat keadaan ribuan iblis di tempat itu yang sangat mengenaskan.


Suara rintih kesakitan masih terdengar dari para iblis yang bagian tubuhnya sudah tidak lengkap. Pria dan wanita mengalami nasib yang sama, bahkan mereka yang masih hidup berada dalam satu tempat dengan tumpukan mayat yang sudah membusuk. ‘Benar-benar para manusia tidak punya hati! Sebenarnya apa yang sudah kami lakukan sampai mendapatkan perlakuan yang begitu kejam!’ ucapnya dalam hati.


Zhou Tian segera mengeluarkan banyak pil penyembuhan, pi pemilihan, dan pil regenerasi. Cepat ia membuat semua orang yang berada dalam keadaan kritis menelan pil nya. Beruntung pil yang ia dapatkan dari sistem memiliki kemurnian seratus persen, jadi manfaat pil itu bisa langsung dirasakan oleh siapapun yang mengkonsumsinya.


Selesai menyelamatkan mereka yang dalam keadaan kritis, kini Zhou Tian beralih pada mereka yang keadaannya sedikit lebih baik dibandingkan mereka yang sebelumnya begitu dekat dengan kematian. Begitu semua selesai ia lakukan, barulah ia bisa bernapas lega.


Baru juga ia sedikit bernapas lega, ia segera daja teringat tentang tiga pulau melayang lainnya yang belum ia lihat seperti apa keadaan di tempat itu, dan ada tidaknya iblis yang mengalami seperti yang dialami para iblis, di pulau melayang yang sebelumnya dimiliki Guan Juzi.


“Tuan Muda, terimakasih telah menyelamatkan hidup kami!” ucap seluruh iblis yang telah diselamatkan Zhou Tian dari kematian.


“Kalian tidak perlu berterimakasih padaku! Apa yang aku lakukan adalah sesuatu yang memang harus aku lakukan, dan aku berjanji mulai saat ini kalian tidak akan pernah menderita seperti sebelumnya!” ucap Zhou Tian begitu berwibawa.


Seketika mereka semua yang mendengar itu menangis haru karena pada akhirnya, mereka bisa menikmati kebebasan setelah selama ini hidup dalam ketakutan. Sejak terlahir sebagai iblis, mereka sudah dilanda ketakutan, dan ketakutan itu semakin menjadi seiring mereka tumbuh dewasa, sampai akhirnya mereka tertangkap oleh Guan Juzi, dan hari-hari dihabiskan dengan merasakan siksaan tanpa henti.


“Kalian yang sudah pulih sepenuhnya, aku berharap kalian mau mengubur secara layak saudara kita yang telah mati! Sebenarnya aku ingin membantu, tapi masih ada yang harus aku pastikan di tempat lainnya,” ucap Zhou Tian pada semua orang.


“Tuan Muda, serahkan meraka pada kami, dan kami akan memakamkan mereka secara layak,” ucap salah satu iblis yang diikuti anggukan kepala iblis lainnya.


“Baiklah, aku percayakan mereka semua pada kalian!” ucap Zhou Tian lalu sosoknya tiba-tiba menghilang, seolah ia tidak pernah ada di hadapan semua orang.


Semua iblis di tempat itu dibuat terkejut dengan sosok Zhou Tian yang begitu saja menghilang tanpa jejak, tapi setelahnya mereka sangat bersyukur karena akhirnya ada sosok iblis kuat, yang setidaknya bisa melindungi mereka untuk sementara waktu, sebelum akhirnya mereka bisa saling melindungi.


Ras iblis bukanlah ras lemah yang hanya ingin dilindungi, tapi mereka akan berusaha untuk saling melindungi selama memiliki kekuatan untuk melakukannya.


...----------------...


Di medan peperangan.


Zhu Ying dan Shen Yiren menghampiri Zhou Tian yang baru saja meninggalkan pulau melayang milik Guan Juzi, dan ia ingin segera melihat keadaan pulau melayang milik Ye Wuming dan dua orang lainnya.


“Gege tidak perlu melihat keadaan di pulau melayang lainnya, karena kami sudah lebih dulu melakukannya!” ucap Zhu Ying dan ia menjelaskan jika tidak ada sesuatu yang menarik di pulau melayang milik Ye Wuming dan dua orang lainnya.


Zhou Tian percaya dengan Zhu Ying, tapi untuk lebih memastikannya, ia menggunakan mata emas melihat keadaan pulau melayang milik Ye Wuming dan dua orang lainnya.


Benar saja, ia tidak melihat sesuatu yang menarik di tempat itu, bahkan ia tidak mlihat keberadaan makhluk hidup selain tumbuhan, dan para binatang biasa yang hidup di tiap-tiap pulau melayang.


Tidak lagi perlu mengunjungi ketiga pulau melayang, sekarang Zhou Tian ingin secepatnya mencari tahu ada hubungan apa antara Zhu Ying, Shen Yiren, dan Zhu Meili. Dikarenakan Zhu Meili saat ini tidak ada, ia segera memanggil wanita itu untuk segera datang, dan tidak lama Zhu Meili datang dalam wujud manusianya, dengan separuh wajah tertutupi cadar.


Melihat ketiganya secara bergantian, Zhou Tian merasakan aura mereka benar-benar sama, bahkan ia jelas melihat mereka memiliki persamaan, yang hanya bisa dibedakan berdasarkan ras masing-masing. Zhu Ying berasal dari ras iblis, Shen Yiren merupakan ras manusia, dan terakhir Zhu Meili yang berasal dari ras binatang suci.


“Tuan, kenapa Tuan tiba-tiba memanggilku? Apa Tuan ingin aku melakukan sesuatu?” tanya Zhu Meili tidak tahu alasan Zhou Tian tiba-tiba memanggilnya.


Zhou Tian sejenak terdiam setelah mendengar pertanyaan Zhu Meili, dan tidak lama kemudian ia berkata, “Apa kalian bertiga bisa membuka cadar masing-masing?” tanya Zhou Tian pada ketiganya.


Zhu Ying tentu saja tidak keberatan melakukannya, apalagi saat ini mereka hanya berempat tanpa ada orang lain. Zhu Meili juga tidak keberatan melakukannya. Sedangkan Shen Yiren, sebenarnya ia enggan, tapi ia merasa harus mengikuti keinginan Zhou Tian.


Pada akhirnya mereka membuka cadar di waktu bersamaan, dan begitu cadar mereka terbuka, Zhou Tian melihat wajah yang serupa, sama sekali tidak terlihat adanya perbedaan. Semua terlihat sama, seolah mereka ini satu orang yang terbelah menjadi tiga.


“Gege, sekarang kamu sudah membuka cadar, selanjutnya apa yang harus kami lakukan?” tanya Zhu Ying penasaran apa yang sebenarnya diinginkan Zhou Tian.


Sama penasarannya sama persis seperti yang dirasakan Zhu Meili dan Shen Yiren.


Sedangkan Zhou Tian, bukannya langsung memberi jawaban, ia justru membeli cermin berukuran besar dari toko sistem, lalu ia mengeluarkan cermin berukuran besar itu tepat dihadapan tiga wanita, yang saat ini berdiri sejajar di hadapannya.


Semula ketiganya masih bingung, tapi begitu mereka melihat pantulan wajah mereka di cermin, seketika Zhu Ying, Zhu Meili, serta Shen Yiren, mereka membuka lebar-lebar kedua matanya, sulit percaya dengan apa yang terlihat di cermin.


Menyentuh wajah meraka masing-masing, meraka akhirnya yakin jika pantulan di cermin benar-benar wajah mereka, dan untuk lebih membuktikannya, mereka saling melihat satu sama lain.


Setelah saling melemparkan pertanyaan yang intinya ingin membandingkan wajah meraka dari apa yang terlihat di cermin, mereka akhirnya baru percaya jika wajah mereka sama, bahkan setelah sama-sama menunjukkan tanda lahir di telapak tangan mereka, ternyata mereka sama-sama memilik tanda lahir berbentuk lingkaran putih.


“Gege, apa mereka kembaranku?” tanya Zhu Ying yang sebenarnya merasa aneh jika memang ia memiliki kembaran dari dua ras yang berbeda.


“Ying’er, untuk saat ini aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, tapi aku bisa meyakinkan kalau kalian memiliki hubungan satu sama lain, dan entah kenapa aku merasa kalian juga terhubung denganku!” ucap Zhou Tian.


Ketiga wanita itu mengangguk kecil, mengiyakan apa yang diucapkan Zhou Tian. Setelah mendengar ucapan Zhou Tian, mereka bertiga bahkan merasakan baru saja melihat sebuah kejadian entah kapan, tapi dalam kejadian itu mereka melihat diri mereka sedang berbagi ranjang yang sama, dan sedang memburu kenikmatan dengan sosok yang menyerupai Zhou Tian.


Namun, dalam kejadian itu mereka bukan hanya bertiga, tapi mereka ada empat sosok yang serupa, dan mereka sama-sama mulai berpikir itu semua adalah bayangan kejadian di masa lalu yang artinya, mereka adalah istri dari pria yang sama, dan pria itu adalah Zhou Tian.


...----------------...


Bersambung.