
Hanya dalam satu kali serangan yang dilakukan Jiang Shilin, Shang Wuzhi telah kehilangan salah satu anggota tubuhnya yaitu tangan kirinya, yang mana seluruh bagian lengan kirinya telah hilang lenyap tidak bersisa.
Jiang Shilin melihat apa yang terjadi pada Shang Wuzhi dan ia tersenyum puas melihat hasil karyanya, dan yang ia lakukan jelas tidak akan membuat Shang Wuzhi cepat mati. “Bukannya tadi kau yang ingin membunuhku, tapi kenapa sekarang justru aku yang lebih dulu berhasil melukaimu?” tanya Jiang Shilin dengan senyum sinis menghiasi wajahnya.
Shang Wuzhi yang mendengar semua itu, ia hanya bisa menggertakkan giginya marah, dikarenakan ia sama sekali tidak bisa melawan Jiang Shilin dengan keadaannya saat ini.
Dia tidak seperti Shang Zang yang memilih mati daripada mengakui kekalahannya, dan ia yang sadar jika kematian akan mendatanginya jika melanjutkan pertarungan, ia pada akhirnya memutuskan untuk menyetah, mengakui kekalahannya.
Ia baru akan mengangkat tangan kanannya dan mengakui kekalahan, tapi Jiang Shilin tiba-tiba menyerang tangannya yang terangkat, membuat Shang Wuzhi kini telah kehilangan kedua tangannya, membuat ia sama sekali tidak bisa melakukan apapun untuk melawan Jiang Shilin.
Para penonton yang melihat keadaan Shang Wuzhi, banyak dari mereka yang berharap nasib Shang Wuzhi sama dengan nasib saudaranya, mati di atas arena kompetisi. Namun, sepertinya semua itu urung terjadi karena sosok pria tua tiba-tiba muncul dan langsung saja dia menyerang Jiang Shilin.
Booomm...
Bisa dipastikan Jiang Shilin akan berubah menjadi abu jika serangan itu mengenainya, beruntung sosok pemuda muncul tepat waktu, dan pemuda itu berhasil menghalau serangan pria tua, yang mana ia adalah Shang Bing, pria tua wakil kedua Dewa ras manusia.
Sedangkan pemuda yang berhasil menahan serangannya, dia adalah Zhou Tian, dan ia terpaksa menggunakan kekuatan Tubuh Dewa Iblis untuk menahan serangan itu.
Swush... Swush... Swush...
Boom... Boom... Boom...
Shang Bing, kembali menyerang dan fokus serangannya sekarang tertuju pada Zhou Tian. Tinju yang begitu kuat terus mengarah pada Zhou Tian, tapi meski semua orang tahunnya kekuatan Zhou Tian hanya di ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Menengah, tapi nyatanya ia mampu mengimbangi setangan Shang Bing, yang kekuatannya meraka tebak berada di ranah Kaidar Dewa Surgawi tingkat Puncak.
Namun, tanpa sepengetahuan orang-orang, kekuatan Zhou Tian saat ini sudah berada di ranah Kaisar Dewa Surgawi, meski masih lebih lemah dari kekuatan Shang Bing.
Zhou Tian yang merasa jika ia akan kalah jika tidak kembali meningkatkan kekuatannya, ia menggunakan setengah kekuatan Darah Dewa Iblis untuk memperkuat kekuatannya, dan ia sekarang memiliki kekuatan setara dengan Shang Bing.
Jika sebelumnya ia sedikit kewalahan mengimbangi kekuatan Shang Bing, sekarang ia sama sekali tidak mengalami apa itu yang dinamakan kewalahan, yang ada secara perlahan ia justru mulai mendominasi jalannya pertarungan, dan akhirnya ia berhasil mendaratkan sebuah tinju ke dada Shang Bing, yang membuat pria tua itu terdorong mundur beberapa langkah.
Shang Bing yang merasakan kekuatan Zhou Tian, ia merasa kekuatannya tidak akan mampu mengalahkan Zhou Tian, dikarenakan yang kali ini datang hanyalah tubuh bayangannya, dan tujuannya datang adalah untuk menyelamatkan Shang Wuzhi. “Kau beruntung yang datang hanya tubuh bayanganku! Jika aku datang secara langsung, bisa aku pastikan kau akan mati di tanganku! Cepat atau lambat kau juga pasti mati, karena hanya kematian yang pantas untukmu setelah apa yang kau lakukan pada Tuan Muda Shang Zang!”
Setelahnya tidak lagi ada perkataan yang keluar dari mulut Shang Bing, dikarenakan sosoknya telah menghilang bersama dengan hilangnya sosok Shang Wuzhi, dan seluruh perwakilan peserta dari ras manusia. Para manusia yang semula bertahan di tempat duduknya dan terus menonton jalannya kompetisi, mereka pada akhirnya memilih pergi setelah menghilangnya Shang Bing.
...----------------...
Di tempat tubuh asli Shang Bing, di istana Dewa ras manusia.
Shang Bing menggebrak meja di depannya sampai hancur berkeping-keping, begitu tubuh bayangan kembali dengan membawa Shang Wuzhi yang telah kehilangan kesadarannya. “Dasar iblis sialan! Beraninya dia membunuh Tuan Muda Shang Zang, dan juga putra Dewa tas siluman, berani melukai Tuan Muda Shang Wuzhi, itu adalah tantangan perang terbuka yang diberikan ras siluman pada ras manusia! Tunggu saja, pada akhirnya ras lainnya di Alam Semesta ini akan musnah, dan hanya akan tersisa keberadaan raa manusia sebagai penguasa tunggal!” teriaknya marah.
...----------------...
Di atas arena kompetisi.
Melihat keberadaannya semua orang segera berlutut, termasuk Jiang Shilin, yang kelak dimasa depan ia akan menggantikan posisi ayahnya sebagai Dewa ras siluman.
Namun, ada satu sosok yang hanya sedikit menundukkan kepalanya saat Dewa Agung berjalan mendekatinya. Sosok itu tidak lain adalah Zhou Tian.
Dia hanya menundukkan sedikit kepalanya, dikarenakan posisinya saat ini setara dengan Dewa Agung. Berbeda dengan Jiang Shilin yang belum mendapatkan warisan kekuatan Dewa dari ayahnya, jadi ia harus berlutut.
Orang-orang dari ras Dewa tidak ada yang marah saat mereka melihat Zhou Tian tetap berdiri, dan hanya sedikit menundukkan kepalanya. Mereka telah tahu siapa Zhou Tian dari ramalan Dewa Agung, dan sebenarnya mereka sedari tadi ingin berlutut pada Zhou Tian.
Bagaimanapun juga Zhou Tian adalah Dewa yang sesungguhnya selayaknya Dewa Agung, berbeda dengan mereka yang hanya sedikit mewarisi darah Dewa dari Leluhur ras Dewa.
Dewa Agung mengangkat tangan kanannya, sebagai tanda ia menerima penghormatan semua orang, dan mereka semua bisa kembali berdiri atau duduk di tempat semula.
Begitu mereka kembali ke tempat semula, termasuk Jiang Shilin yang kembali berdiri tidak jauh dari keberadaan Dewa Agung, sekarang mereka semua mengarahkan pandangannya pada sosok Zhou Tian yang sedang berhadap-hadapan dengan Dewa Agung.
“Apa kamu masih ingin bermain-main dengan kompetisi ini?” tanya Dewa Agung, membuat semua orang berpikir jika Dewa Agung telah mengenal baik sosok Zhou Tian.
Sementara itu, Zhou Tian yang mendapat pertanyaan dari Dewa Agung, dengan santainya ia memberi jawaban, “Jika putra penguasa ras peri dan putra Dewa ras siluman ingin melanjutkan kompetisi ini, mungkin aku masih ingin sedikit bermain-main,” ucapnya sambil melihat bergantian Jiang Shilin dan putra penguasa ras peri.
“Hah, apa kamu pikir aku bosoh? Setelah kamu berhasil mengimbangi kekuatan tubuh bayangan orang tua barusan, apa kamu pikir aku berani melawanmu? Tentu saja tidak!” ucap Jiang Shilin, sadar jika ia jauh lebih lemah dari Zhou Tian, dan hal yang sama juga diakui oleh putra penguasa ras peri.
Dewa Agung tersenyum sambil menatap Zhou Tian setelah ia mendengar apa yang dikatakan Jiang Shilin dan putra penguasa ras peri, yang mana mereka menolak bertanding dengan Zhou Tian, dikarenakan kemampuan mereka tidak sebanding untuk berhadapan dengan Zhou Tian.
“Bagaimana, apa kamu masih ingin bermain dengan peserta lainnya? Aku rasa tidak satupun dari mereka yang ingin bermain-main denganmu!” ucap Dewa Agung, dan apa yang ia ucapkan sesuai dengan kenyataan yang ada.
“Kalau tidak ada lagi yang menjadi lawanku, bukannya pemenang kompetisi ini sudah bisa dipastikan? Apa mungkin mereka semua setuju jika aku memenangkan kompetisi ini, sedangkan aku belum bertanding sampai putaran terakhir?” tanya Zhou Tian.
Mendengar semua itu, peserta kompetisi bergantian mengatakan jika mereka setuju jika Zhou Tian keluar sebagai pemenangnya. Mereka semua sadar akan batas kekuatan diri sendiri, dan melawan Zhou Tian adalah sebuah kemustahilan bagi mereka.
Dengan keputusan yang mereka ambil, dan para penonton juga tidak ada yang keberatan, Zhou Tian resmi dinyatakan keluar sebagai pemenang kompetisi. Bersamaan dengan diputuskannya Zhou Tian sebagai pemenang kompetisi, tiga sosok wanita dengan rupa yang sama muncul dan berdiri di dekat Zhou Tian, dan dari sisi lain satu lagi wanita dengan rupa yang sama dengan ketiga wanita itu datang.
Empat wanita dengan rupa yang sama langsung saja berpelukan satu sama lain, mengabaikan mereka yang terperangah karena baru pertama kali melihat adanya empat sosok putri Dewa Agung.
Ya, mereka semua mengenal sosok putri Dewa Agung, tapi ini kali pertama mereka melihat jika ada empat wanita dengan penampilan yang sama, dan mereka mengira keempatnya adalah putri Dewa Agung.
Sedangkan Zhou Tian dan Dewa Agung yang tahu siapa saja keempat wanita itu, keduanya membiarkan mereka berpelukan, dan tidak ada keinginan bagi keduanya mengganggu mereka.
‘Akhirnya aku berhasil menyatukan mereka berempat,’ Zhou Tian membatin dan ia tersenyum.
...----------------...
Bersambung.