
Zhou Tian menelan pil yang dapat membuatnya bernapas di dalam air, dan juga pil yang memberinya kemampuan bebas bergerak meski berada di dalam air. Kedua pil telah ia telah, dan membutuhkan beberapa waktu untuk mendapatkan manfaat dari kedua pil itu. “Sistem, kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat dari kedua pil yang telah aku telan? Apa aku harus menunggu selama beberapa waktu?” tanyanya pada sistem.
[Manfaat kedua pil yang telah Tuan konsumsi bisa dirasakan tidak lama setelah Tuan mengkonsumsinya. Namun, manfaat kedua pil bukan berlaku untuk selamanya, melainkan ada batas waktu sampai manfaat itu tidak lagi Tuan dapatkan. Setidaknya manfaat itu dapat Tuan rasakan selama seharian, sebelum manfaat itu menghilang]
Dengan waktu seharian yang dimilikinya, Zhou Tian yakin waktu yang dimilikinya lebih dari cukup untuknya mengalahkan kelima monster laut, yang saat ini mulai menyerang kapal raksasa yang membawa puluhan ribu manusia menyebrangi luasnya lautan. Jika ia tidak segera menyerang ke-lima monster laut, bisa dipastikan kapal raksasa akan segera mengalami banyak kerusakan.
Benar saja, saat ini bagian belakang kapal raksasa mengalami kerusakan setelah terntam ekor monster laut yang berwujud selayaknya naga, tapi mereka hidup di air laut. “Kalau aku tidak segera membunuh mereka, mungkin ke-lima monster laut itu akan segera menghancurkan kapal raksasa dan memakan seluruh makhluk hidup yang berada di kapal!” ucap Zhou Tian.
Zhou Tian sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi pada makhluk hidup yang ada di kapal raksasa.
Saat ini ia hanya berfokus mengalahkan ke-lima monster laut yang akan berguna untuk peningkatan kekuatannya.
“Baiklah, sudah saatnya menghajar mereka!” ucap Zhou Tian, dan ia segera melayang di sebelah rajawali perak. “Kembalilah lebih dulu ke Dunia Jiwa!” Ia mengirim rajawali perak kembali ke Dunia Jiwa, dan sekarang ia mengarahkan pandangan pada ke-lima monster laut yang sedang bertarung dengan ribuan prajurit suci ras manusia, penjaga kapal raksasa.
Swush... Blum...
Zhou Tian melesat turun dan ia langsung menyelami lautan, untuk melihat secara langsung keberadaan monster laut penghuni lautan. Akan tetapi, baru juga betada di kedalaman air laut, ia mendapatkan serangan monster laut yang wujudnya menyerupai ikan pari, dengan skor yang di ujungnya terdapat banyak diri beracun.
[Tuan harus berhati-hati dengan duri di ekornya, karena duri-duri itu dapat membuat Tuan lumpuh dalm beberapa waktu]
Zhou Tian menganggukkan kepalanya setelah mendengar semua itu, lalu ia dengan gesit menghindari monster laut yang terus menyerangnya.
Monster laut yang menyerangnya memiliki kekuatan setara kultivator ranah Dewa Surgawi tingkat Puncak. Memang kekuatannya jauh lebih lemah darinya, tapi karena ia belum terbiasa bertarung di dalam air, meski saat ini ia dapat bergerak cepat dan lincah selayaknya berada di permukaan air, dikarenakan belum terbiasa ia masih kesulitan menyerang musuh, jadi saat ini yang bisa dilakukannya hanyalah terus menghindari serangan musuh.
“Aku harus cepat beradaptasi dengan keadaan ini sebelum datang monster laut yang lebih kuat darinya!” gumam Zhou Tian.
Sementara itu, di permukaan, keadaan kapal raksasa saat ini semakin tidak terkendali. Semakin banyak orang dilanda ketakutan, yang mana keberadaan mereka justru sangat mengganggu orang-orang yang saat ini sedang berusaha mengusir keberadaan monster laut.
Boom... Boom... Boom... Boom...
Ribuan orang terus menyerang monster laut yang terlihat di atas permukaan air laut. Namun, serangan mereka terlalu lemah untuk dapat melukai monster laut, yang memiliki kulit tebal dan keras sebagai zirah alami. “Mereka terlalu kuat, kita pasti mati dan menjadi makanan mereka!” ucap salah satu prajurit suci ras manusia.
“Kalaupun harus mati dan menjadi makanan mereka, aku tidak akan mati tanpa perlawanan! Aku akan melawan mereka sampai datangnya kematian!”
“Kau benar, sekalipun pada akhirnya kita mati dan menjadi makanan mereka, setidaknya kita tidak menyerah begitu saja, dan pasrah menerima kekalahan. Kita harus terus melawan sampai nantinya tidak lagi bisa melawan!”
“Kerahkan seluruh kekuatan, dan gunakan senjata apa saja yang bisa digunakan untuk menyerang mereka!” teriak pemimpin prajurit suci, yang melindungi kapal raksasa.
Setelah sempat sedikit berputus-asa karena melihat kekuatan monster laut yang jauh lebih kuat dari mereka, prajurit suci kembali mendapatkan semangat mereka, setelah mendengar motivasi dari beberapa rekan mereka. Termotivasi untuk tidak menyerah sampai akhir, mereka kembali menyerang monster laut, meski hasil serangan mereka masih sama saja seperti sebelumnya. Namun, meski kecil kemungkinan mereka dapat mengalahkan keberadaan monster laut yang jelas lebih kuat dari mereka, mereka berharap dapat melukai monster laut, dan membuat mereka pergi menjauh.
Di waktu yang sama, di dalam air laut Zhou Tian yang mulai bisa beradaptasi dengan keadaan di dalam air, ia mulai mengimbangi monster laut yang menjadi lawannya. Dengan ukuran monster laut yang begitu besar, satu serangan biasa tidak akan cukup untuk membunuh mereka. Oleh karena itu Zhou Tian memutuskan menggunakan pedang Naga Kegelapan untuk menyerang monster laut yang menjadi lawannya.
“Sistem, apa tidak ada monster laut yang terpancing ke tempat ini, dikarenakan merasakan pertarungan yang terjadi di tempat ini?” tanya Zhou Tian pada sistem, bersamaan dengan ia mengeluarkan pedang Naga Kegelapan, yang saat ini sudah berada di tangan kanannya.
[Mereka sebenarnya tahu jika di tempat ini sedang terjadi pertarungan, tapi mereka tidak terburu-buru datang ke tempat ini, dikarenakan saat ini mereka masih fokus dengan makanan besar, yang ada di kapal raksasa. Akan tetapi, ada salah satu dari mereka yang saat ini bergerak cepat ke tempat ini, dan ia memiliki kekuatan setara kultivator ranah Jendral Dewa Surgawi tingkat Menengah]
“Kekuatannya setara denganku, tapi karena ini berada di habitat tempat tinggal mereka, dan mereka sudah terbiasa menjalani hidup keseharian di tempat ini, kemungkinan ia sama kuatnya dengan kultivator ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Puncak, atau bahkan mungkin setara tingkat Sempurna.
[Apa yang Tuan katakan ada benarnya, monster laut memang lebih kuat jika berada di habitat asli mereka, dan mereka akan sedikit lebih lemah saat berada dekat dari daratan. Dikarenakan saat ini kita berada di tengah-tengah habitat mereka, bisa dipastikan mereka sangat kuat di tempat ini, dan tidak akan mudah mengalahkan mereka]
Zhou Tian mengangguk kecil, lalu ia mengaktifkan kekuatan Tubuh Dewa Iblis miliknya, dan seketika kekuatannya meningkatkan sampai ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Menengah. Meski sudah meningkatkan kekuatan, ia masih belum yakin dapat dengan mudah mengalahkan dia monster laut yang menjadi lawannya.
“Akhirnya monster laut yang lebih kuat datang, tapi ia datang disaat aku sudah terbiasa dengan tempat ini, jadi aku tidak akan terlalu kesulitan menghadapi mereka!” ucap Zhou Tian, dan dengan pedang Naga Kegelapan di tangannya, ia telah siap menghadapi kedua musuhnya.
Seketika ia merasakan aura kuat dari arah belakang tubuhnya, arah dimana monster laut berwujud Naga dengan sisik berwarna hijau datang menyerang. Bergerak cepat, Naga Hijau membuka mulut dan mencoba menelan Zhou Tian hidup-hidup, tapi dengan sangat mudah Zhou Tian berhasil menghindarinya. Bukan sekedar berhasil menghindari serangan musuh, tapi ia juga berhasil melakukan serangan balasan.
Slash... Slash... Slash...
Tiga tebasan dilakukan Zhou Tian, dan seluruh tebasan yang ia lakukan mengarah dan mengenai bada Naga Hijau yang terlindungi sisik keras. Namun, kuatnya tebasan Zhou Tian, beberapa sisik Naga Hijau hancur, dan akhirnya ia mengalami sedikit luka.
Tidak berhenti menyerang, dengan gerakan yang sangat cepat Zhou Tian kembali menyerang, tapi kali ini serangannya ditujukan pada monster laut yang wujudnya menyerupai ikan pari. Ia melakukan banyak tebasan, tapi zirah alami yang dimiliki lawannya, senantiasa melindungi mereka dari dampak buruk serangannya.
Menyelimuti pedang Naga Kegelapan dengan kekuatan elemen kegelapan abadi, Zhou Tian kembali mengirim serangan ke arah lawannya.
Slash... Slash... Slash...
Tebasan Zhou Tian arahkan pada sosok monster laut berwujud ikan pari, dan kali ini serangannya berhasil membuat retakan di kulit tebal monster laut. Dari retakan yang terlihat, tidak lama lagi kulit yang begitu keras bakalan hancur.
Tidak melepaskan adanya kesempatan menghancurkan kulit yang begitu keras, Zhou Tian kembali mengirim tebasan untuk menghancurkan kulit yang sudah letak, dan serangannya kali ini berhasil menghancurkan kulit yang sudah retak, bahkan tebasan terakhir yang dilakukan berhasil melukai para monster laut berwujud ikan pari.
Bergerak cepat menghindari serangan Naga Hijau saat ia akan kembali menyerang monster laut berwujud ikan pari, akhinya ia melakukan serangan ke arah tubuh Naga Hijau yang terlindungi sisik tebal yang sangat keras.
“Jika sebelumnya aku menggunakan kekuatan elemen kegelapan abadi, sekarang aku akan menggunakan kekuatan elemen es untuk menghancurkan sisik tebalnya!” gumam Zhou Tian, dan ia segera menyelimuti pedang Naga Kegelapan menggunakan kekuatan elemen es, yang seketika membuat suhu di sekitarnya menjadi dingin.
Slash... Slash... Slash... Slash...
Berkali-kali Zhou Tian mengirim tebasan ke arah Naga Hijau, dan serangannya membuahkan hasil. Sisik Naga yang membeku karena terkena tebasannya, sisik itu hancur bersamaan dengan hancurnya lapisan es. Begitu sisik itu hancur, sekarang terlihat jelas kulit Naga yang tidak terlindungi oleh sisik tebalnya.
[Tuan harus cepat menyerang di tempat sisik yang hancur, sebelum sisik yang baru muncul di tempat itu]
Tidak menunggu lama Zhou Tian langsung saja ia kembali menyerang Naga Hijau yang terlihat mencoba menyembunyikan bagian tubuhnya yang tidak terlindungi sisik tebal. Namun, sebaik apapun ia menyembunyikan bagian yang terluka, tetap saja serangan Zhou Tian mengenai tepat di bagian tubuh Naga Hijau yang tidak terlindungi sisik tebal.
Gerakan Zhou Tian benar-benar sangat cepat meski ia berada di dalam air laut, yang merupakan tempat baru untuknya. Meski baru saja ia beradaptasi dengan keadaan lautan, tapi ia sudah bisa beradaptasi dengan keadaan di lauta, dan ia sudah bisa bergerak bebas selayaknya berada di atas permukaan.
Slash.... Slash... Slash...
Serangan Zhou Tian senantiasa tepat sasaran, membuat Nga Hijau mengerang kesakitan. “Luka sekecil itu belum cukup untuk mengakhiri hidupnya, aku harus lebih banyak mebuat luka di tubuhnya jika ingin cepat merubah keberadaannya menjadi poin pengalaman!” ucap Zhou Tian, dan ia lebih gencar menyerang Naga Hijau ataupun monster laut berwujud ikan pari.
“Sepertinya ada yang datang ke tempat ini karena mendengar suara teriakan kesakitan mereka!” Zhou Tian merasa jika ada dua sosok yang memiliki kekuatan lebih kuat dari Naga Hijau, sedang bergerak cepat ke tempatnya.
[Tuan, mereka yang mendekat adalah dua monster laut berwujud gurita raksasa, dan kekuatan mereka setara kultivator ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Awal, dan karena laut adalah habitat mereka, kekuatan mereka jadi lebih kuat dari kekuatan aslinya]
Zhou Tian sejenak terdiam mencerna informasi yang diberikan sistem padanya, ia merasa jalannya pertarungan akan semakin mempersulit nya, jika ia tidak segera mengurangi jumlah monster laut yang menjadi lawannya. Melihat monster laut terlemah, Zhou Tian memutuskan akan lebih dulu membunuh monster laut berwujud ikan pari.
“Dia akan lebih dulu mati di tanganku!” ucap Zhou Tian dan langsung saja ia menyerang monster laut berwujud ikan pari, ia mengirim tebasan terus menerus ke arah monster itu, dan mengabaikan Naga Hijau yang terus saja menyerang, tapi dengan mudah berhasil dihindarinya.
Slash... Slash... Swush... Boom...
Tubuh monster laut berwujud ikan pari terbelah menjadi beberapa bagian, dan potongan tubuhnya hancur setelah terkena pukulan Zhou Tian.
Sistem memberitahu Zhou Tian jika monster laut bisa hidup kembali jika tidak menghancurkan tubuhnya, oleh karena itu ia begitu saja menghancurkan potongan tubuh monster laut berwujud ikan pari begitu membunuhnya.
“Jiwamu akan menjadi tambahan poin pengalaman milikku!” ucap Zhou Tian, dan ia langsung saja menyerap jiwa monster laut berwujud ikan pari, merubahnya menjadi poin pengalaman.
Dengan menyerap jiwa monster laut berwujud ikan pari, Zhou Tian mendapatkan banyak tambahan poin pengalaman, tapi poin pengalaman yang ia butuhkan untuk bisa menerobos masih sangat banyak. Kemungkinan ia akan bisa menerobos tingkat Puncak ranah Jenderal Dewa Surgawi, begitu berhasil membunuh dan menyerap jiwa milik Naga Hijau.
Lalu ia bisa menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Puncak dengan menyerap jiwa dua monster laut berwujud gurita raksasa, yang saat ini sedang bergerak ke arahnya. Sedangkan jika ia ingin menerobos ranah Raja Dewa Surgawi, ia harus menyerap jiwa milik monster laut terkuat.
Melihat lawan yang harus dihadapinya untuk setelahnya bisa menyerap jiwa meraka, seharusnya Zhou Tian dengan mudah bisa melakukan itu, apalagi saat ini ia belum mengaktifkan kekuatan Darah Dewa Iblis miliknya.
“Mereka datang, dan aku tidak gentar menghadapi mereka yang akan menjadi pundi-pundi poin pengalaman untukku.
Swosh... Swosh...
Dua monster laut berwujud gurita raksasa muncul, dan langsung saja menyemburkan tinta beracun ke arah Zhou Tian. Ditambah keberadaan banyak tentakel yang bergerak cepat menyerang lawan mereka, melawan dan mengalahkan mereka tentu bukan sesuatu yang mudah dilakukan.
...----------------...
Bersambung.