
Zhou Tian tersenyum sinis sambil memandang puluhan kuktivator ranah Saint yang bersiap melakukan serangan padanya.
Dia merasa saat ini sedang dihadapkan pada puluhan ekor binatang bodong yang begitu menginginkan kematian.
“Apa sebegitu besar keinginan mereka mati sampai bersama-sama datang menyerangku?”
Hasil kerja keras mereka selama ratusan tahun untuk menjadi kultivator ranah Saint, semua kerja keras mereka hanya akan berakhir sia-sia, saat mereka memutuskan menyerang Zhou Tian.
“Menghadapi puluhan kultivator ranah Saint, aku yakin kali ini kau akan mati!” Dengan kekuatan kultivator yang berada di sisinya, Patriark Ji Hou percaya diri dapat mengalahkan Zhou Tian.
“Mati hanya dengan kekuatan kalian? Bukannya kau terlalu berharap? Bagaimana mungkin sekumpulan orang lemah seperti kalian dapat membunuhku?” Zhou Tian tertawa mengejek musuhnya.
“Ka-kau, sekarang silahkan tertawa karena tak lama lagi tak akan ada yang tersisa darimu!”
Memegang erat pedang di tangan kanannya, Patriark Ji Hou menatap tajam Zhou Tian sambil berteriak, “Saudara Hong Meng, mari tunjukkan kekuatan kita untuk mencabik-cabik orang itu!”
Hong Meng mengangguk. “Mari kita selesaikan dengan cepat!”
Puluhan kultivator ranah Saint menyerang bersamaan dari berbagai arah, dan semua serangan mereka tujukan pada Zhou Tian yang begitu tenang berdiri di tempatnya.
“Bodoh! Hanya dengan kekuatan ranah Saint tingkat Awal ingin melawanku? Kalian sama sekali bukan lawan sepadan untukku!”
Mengangkat tangan kirinya, aura mencekam terpancar dari tangannya yang terangkat, dan untuk pertama kalinya dia ingin menggunakan teknik Tangan Dewa Kematian.
“Tangan Dewa Kematian, bunuh mereka untukku!”
Saat Zhou Tian selesai bicara, puluhan kultivator yang menyerangnya, tiba-tiba saja mereka terdiam di tempat masing-masing, dan setelahnya seluruh energi kehidupan mereka tertarik ke tangan Zhou Tian yang terangkat di udara.
Swosh...
Seluruh energi kehidupan mereka terhisap ke dalam tangan Zhou Tian, dan tak lama satu persatu dari mereka jatuh dengan kondisi tubuh mengering.
Mati, puluhan kultivator ranah Saint mati setelah kehabisan energi kehidupan, bahkan kematian itu datang sebelum mereka sempat melakukan perlawanan.
“Ti-tidak mungkin! Bagaimana bisa mereka semua tiba-tiba mati hanya dengan dia mengangkat tangan kirinya?” Patriark Ji Hou tercengang dengan apa yang dilihatnya, dan dia bersama Hong menjadi dua orang yang selamat dari serangan Zhou Tian.
Selain mereka, semuanya telah mati saat Zhou Tian mengangkat tangan kirinya.
“Patriark Ji Hou, siapa sebenarnya pria itu? Teknik miliknya, seumur hidup aku belum pernah melihat teknik yang begitu mengerikan!” ucap Hong Meng terkejut dengan teknik milik Zhou Tian.
“Saudara Hong Meng, aku tidak tahu siapa dia yang sebenarnya, tapi yang jelas dia adalah bagian dari Kerajaan Iblis yang merupakan musuh terbesarku.”
Patriark Ji Hou berbicara sembari menggertakkan giginya marah karena sekali lagi dia menelan banyak kerugian dari musuh yang sama, seperti yang dimasa lalu menghancurkan kekuatan gabungan belasan Sekte.
“Kalian berdua jangan terlalu banyak membicarakan sesuatu yang tidak penting! Melihat kalian masih hidup, bagaimana kalau kita segera menyelesaikan pertarungan ini? Sepertinya Ying’er juga hampir menyelesaikan pertarungannya.”
Melirik pertarungan Zhu Ying, Zhou Tian melihat jalannya pertarungan yang berat sebelah. Dengan kekuatan ranah Immortal tingkat Awal, dengan mudahnya Zhu Ying membunuh anggota Sekte Menara Langit, dan tak terlihat kalau dia ingin memberi pengampunan pada musuhnya.
“Kalian berdua, aku tidak akan menggunakan cara yang sama untuk membunuh kalian. Masih banyak teknik yang bisa aku gunakan untuk membunuh kalian!”
Selesai Zhou Tian berbicara, seluruh tubuhnya tiba-tiba saja dikelilingi derak kilatan petir berwarna hitam, dan saat ini kedua matanya berubah warna menjadi merah menyala.
Aura yang sangat kuat meluap keluar dari tubuhnya, membuat semua orang di Sekte Menara Langit selain Zhu Ying, mereka dapat merasakan aura kekuatan yang membuat tubuh semua orang mati rasa dan tidak bisa bergerak.
Satu persatu orang mulai roboh, termasuk Patriark Ji Hou dan Hong Meng. Keduanya roboh saat tubuh mereka mengalami mati rasa.
“Jari Petir Surgawi tingkat kedua!” Dua kilatan petir melesat dari jari telunjuk Zhou Tian yang diarahkan pada kedua musuhnya.
Swush... Boom... Boom...
Dua kilatan petir yang melesat cepat ke arah Patriark Ji Hou dan Hong Meng, ledakan terjadi saat kilatan petir menghantam tubuh mereka. Ledakan begitu besar, dan sesaat setelah ledakan itu terjadi Zhou Tian tak lagi merasa hawa kehidupan dari kedua musuhnya.
“Ya, semua sudah selesai, tinggal menghancurkan tempat ini saja yang belum kita lakukan!” Zhou Tian tersenyum tulus menatap Zhu Ying, lalu dia mengarahkan pandangannya pada bangunan Sekte Menara Langit.
Membawa Zhu Ying keluar dari wilayah Sekte Menara Langit, menggunakan kekuatan elemen api kekacauan miliknya, Zhou Tian menciptakan kobaran api kekacauan seukuran genggaman tangan, lalu dia melemparkan kobaran api ke tengah-tengah wilayah Sekte Menara Langit.
Swush... BOOOMM...
Kobaran api kekacauan tepat mendarat di tengah-tengah wilayah Sekte Menara Langit, dan menyebabkan ledakan dahsyat beserta kobaran api besar.
Banyak bangunan di Sekte Menara Langit yang hancur, dan sisanya berubah menjadi abu karena kobaran api. Mayat-mayat anggota Sekte Menara Langit serta mayat bala bantuan dari Sekte Sembilan Menara, semua tempat bakar dan berubah menjadi abu.
Konaran api masih terus berkobar membakar apa saja yang berada di wilayah Sekte Menara Langit.
Tak sampai satu malam bersama dengan padamnya kobaran api kekacauan atas kehendak Zhou Tian, Sekte Menara Langit yang semula berdiri kokoh dan megah selayaknya sebuah Kerajaan, saat ini tak ada lagi yang tersisa dari Sekte Menara Langit.
Seluruh anggota Sekte telah mati, dan bangunan megah Sekte telah lenyap rata dengan tanah. Saat ini yang tersisa hanyalah abu bekas bangunan yang terbakar, serta lubang menganga lebar di tengah-tengah wilayah Sekte Menara Langit.
“Sekarang baru benar-benar sudah selesai.” Zhou Tian tersenyum puas melihat ancaman terdekat yang bisa mengancam Kerajaan Iblis telah berhasil dia hancurkan.
Zhu Ying yang melihat senyuman Zhou Tian, dia akhirnya juga tersenyum melihat hancurnya kekuatan yang bisa menjadi ancaman Kerajaan Iblis.
Merasa tak lagi ada yang harus mereka lakukan di wilayah Sekte Menara Langit yang kini sudah rata dengan tanah, Zhou Tian membawa Zhu Ying pergi meninggalkan tempat itu.
Rencananya mereka akan pergi ke Kota Batu Karang untuk menyewa artefak terbang, yang bisa membawa mereka pergi ke Benua Tengah. Sebenarnya mereka bisa terbang langsung ke Benua Tengah, tapi karena tidak terburu-buru dan ingin menikmati perjalanan, mereka memutuskan pergi dengan artefak terbang.
...----------------...
Sementara itu di Benua Tengah setelah kembalinya utusan Jiang Feng dengan membawa kabar yang mengejutkan, lima pilar kekuatan Alam Fana belum memutuskan apa yang akan mereka lakukan pada sosok yang kekuatannya diyakini setara dengan mereka.
Sama-sama berada di ranah Immortal seperti mereka, artinya sosok itu berhak menjadi bagian dari mereka. Namun, mereka tidak ingin menempatkan sosok itu setara dengan mereka karena selamanya hanya akan ada lima pilar kekuatan Alam Fana.
“Bagaimana kalau kita jadikan sosok itu menjadi wakil kita? Dia hanyalah seseorang dari ras iblis, posisi wakil dari salah satu lima pilar kekuatan Alam Fana aku rasa sudah sangat baik untuknya.” Song Nan membuka pembicaraan saat yang lain masih diam.
Pria berjubah merah yang tak lain adalah Hui Bei, dia menganggukkan kepala setuju setelah mendengar ucapan Song Nan, begitu juga dengan Xiao Xifang.
Sedangkan Ning Qiao dan Jiang Feng, keduanya masih diam dengan alasan masing-masing.
Jika Jiang Feng diam karena menyerahkan semua pada keempat saudara sumpahnya, beda dengan Ning Qiao yang memilih diam karena tidak setuju dengan pendapat ketiga saudaranya.
Ning Qiao adalah yang terlemah diantara mereka, jadi dia tidak bisa terang-terangan mengutarakan pendapatnya.
Aturan yang lemah lebih baik diam masih berlaku bahkan sampai di istana Lima Dewa, oleh karena itu Ning Qiao akan lebih banyak diam selama itu tidak bersinggungan langsung dengan dirinya dan orang-orang dibawah perlindungannya.
“Saudara Feng, apa kamu setuju dengan rencana kami?” tanya Song Nan.
“Kalau itu sudah menjadi keputusan kalian, lakukan saja seperti yang kalian inginkan.” Jawaban diberikan Jiang Feng sebelum dia pergi begitu saja meninggalkan istana Lima Dewa.
Sementara itu, Ning Qiao yang pendapatnya tak dianggap, dia memutuskan pergi meninggalkan istana Lima Dewa, tapi sebelum pergi dia menyempatkan diri berbicara, “Semoga keputusan kalian tidak menjadi bencana untuk kita semua!”
Selesai bicara, sosok Ning Qiao menghilang begitu saja dari pandangan tiga orang lainnya, dan sesuatu yang patut disayangkan karena mereka bertiga tak sedikitpun menganggap ucapan Ning Qiao.
“Dia akan menjadi wakilku, tapi karena dia adalah seorang iblis, dia akan menjadi wakil yang aku perlakukan seperti budak! Bagaimanapun juga seorang iblia hanya pantas menjadi budak!” ucap Song Nan.
Xiao Xifang dan Hui Bei yang mendengarnya tersenyum lebar sembari menganggukkan kepala setuju dengan rencana Song Nan. Bagi mereka, sekuat apapun seorang iblis, seorang iblis memang hanya pantas menjadi budak mereka.
...----------------...
Bersambung.