
Suasana di dalam jurang binatang buas lama-kelamaan semakin ramai dengan pertarungan yang terus saja terjadi antara kelompok kecil Zhou Tian, melawan binatang buas penghuni jurang. Lima hari sudah suara pertarungan terdengar dari jurang binatang buas, dan sepertinya pertarungan belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Setidaknya sudah lebih dari lima ratus ribu binatang buas yang mati di tangan kelompok kecil Zhou Tian. Akan tetapi, dikarenakan kekuatan binatang buas yang mati sangatlah lemah, Zhou Tian belum juga berhasil mendapatkan terobosan, berbeda dengan ketiga istrinya dan Song Qian, yang mana masing-masing dari mereka sudah sekali mendapatkan terobosan, dan sepertinya tidak lama lagi mereka akan mendapatkan terobosan selanjutnya. Sebelumnya kekuatan mereka rata di ranah Kaisar Dewa Surgawi tingkat Puncak, dan untuk saat ini mereka sudah berada di tingkat sempurna. Untuk menerobos ke ranah yang lebih tinggi, mereka tinggal melakukan sedikit usaha.
Zhou Tian bertarung tanpa menahan diri, dan dengan begitu dia semakin cepat membunuh binatang buas penghuni jurang. Ketiga istrinya dan juga Song Qian, mereka juga sama sekali tidak menahan diri, sehingga jumlah binatang buas yang mati semakin banyak seiring waktu yang terus berjalan. Setidaknya, setiap satu jam berlalu, ada puluhan ribu binatang buas yang mati di tangan mereka, bahkan satu jam terakhir sudah lebih dari seratus ribu binatang buas mati di tangan mereka.
Sementara itu jumlah binatang buas penghuni jurang sepertinya tidak ada habisnya, meski sudah banyak dari mereka yang mati. Merasakan keseluruhan jumlah binatang buas penghuni jurang, Zhou Tian hanya bisa pelan menggelengkan kepalanya, dikarenakan dia bisa merasakan jumlah mereka yang begitu banyak.
Dia tidak bisa membayangkan jika seluruh binatang buas penghuni jurang terbebas dari segel, yang telah menjaga keberadaan mereka untuk tetap berada di dalam jurang. Meski banyak kultivator kuat, tetap mereka akan kewalahan dihadapkan pada banyaknya jumlah binatang buas.
“Tidak perlu menahan diri menghadapi mereka! Kerahkan seluruh kekuatan yang kalian miliki, dan semakin banyak binatang buas yang mati, semakin cepat pula kalian bisa menerobos ke tingkat yang lebih tinggi!” ucap Zhou Tian sambil menatap bergantian ketiga istrinya serta Song Qian.
Dia bisa merasakan jika tidak lama lagi mereka akan mendapatkan terobosan. Setidaknya dengan membunuh puluhan ribu binatang buas, mereka bakalan bisa menerobos ranah yang lebih tinggi, yaitu ranah Dewa Sejati. Sedangkan dirinya sendiri, Zhou Tian juga tinggal sedikit lagi untuk bisa menerobos tingkat Menengah ranah Dewa Agung.
Dengan membunuh setidaknya seratus ribu binatang buas, Zhou Tian yakin jika dirinya dapat menerobos tingkat Menengah ranah Dewa Agung. Namun, tingkat Menengah ranah Dewa Agung bukanlah tujuan akhir dia berada di jurang binatang buas. Tujuan akhirnya adalah membunuh seluruh binatang buas yang ada di jurang, dan dengan membunuh mereka semua dia berharap bisa menerobos setidaknya sampai ranah Dewa Agung tingkat Sempurna.
Rasanya memang sangat sulit untuk bisa menerobos sampai ranah Dewa Agung tingkat Sempurna. Bagaimanapun juga dia harus mengumpulkan poin pengalaman yang tidak sedikit, dan lagi jumlah poin pengalaman akan terus meningkat seiring tingkat kultivasi nya yang juga terus meningkat.
Zhou Tian terus saja membunuh binatang buas yang mendatangi kelompok kecilnya. Kali ini yang datang adalah puluhan ribu binatang buas yang kekuatannya setara kultivator ranah Kaisar Dewa Surgawi tingkat Menengah sampai tingkat Sempurna. Ketiga istrinya ditambah Song Qian, mereka semakin sulit mengalahkan musuh, sedangkan Zhou Tian masih mudah mengalahkan musuh, bahkan sesekali dia menyempatkan diri membantu mereka berempat.
Mereka baru akan berhenti saat malam cukup larut, dan mereka semua memanfaatkan keberadaan Dunia Jiwa sebagai tempat istirahat. Meski hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat, mereka benar-benar memanfaatkan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga dan kekuatan. ‘Tinggal sedikit lagi untukku bisa menerobos tingkat Menengah ranah Dewa Agung, dengan begitu, aku memiliki kesempatan sedikit lebih besar untuk bisa mengalahkan kedua Dewa ras manusia,’ batin Zhou Tian.
......................
Di Istana Dewa Iblis.
Perkembangan kekuatan lebih dari lima puluh ribu iblis yang akan menjadi prajurit Istana Dewa Iblis, kekuatan mereka berkembang sangat pesat, dan tidak lama lagi mereka dipastikan bisa dianggap sebagai prajurit Istana Dewa Iblis.
Dengan lengkapnya sumberdaya yang ditinggalkan Zhou Tian sebelum pergi ke jurang binatang buas, bukan hanya kekuatan calon prajurit Istana Dewa Iblis yang berkembang, tetapi kekuatan para saudara serta para binatang kontrak Zhou Tian dan Zhu Ying juga terus berkembang.
Zhou Lin dan Zhou Gang yang hari ini keluar dari Istana Dewa Iblis bersama seratus iblis calon prajurit Istana Dewa Iblis. Mereka berencana melawan binatang buas yang ada di sekitaran istana setelah belum lama ini mereka berhasil melakukan terobosan.
“Sepertiny aku tidak melihat ada prajurit suci, yang kekuatannya telah mencapai ranah Raja Dewa Surgawi! Kebanyakan kekuatan mereka berada di ranah Jenderal Dewa Surgawi,” gumam pelan Zhou Lin, yang dapat didengar oleh banyak orang di dekatnya.
“Apa kalian setuju jika kita menggunakan keberadaan mereka sebagai pengganti binatang buas, yang tidak kunjung kita temukan? Meski mereka unggul dalam jumlah, kita jauh lebih unggul dalam kekuatan, dan aku yakin kita pasti dapat mengalahkan mereka!” ucap Zhou Gang penuh dengan kepercayaan diri.
Mendengar itu Zhou Lin serta yang lainnya kompak menganggukkan kepala, setuju.
Sementara itu, ratusan prajurit suci, mereka belum mengetahui keberadaan Zhou Lin dan yang lainnya. Jangankan mengetahui, mereka bahkan belum sadar jika ada banyak iblis sedang mengintai keberadaan mereka, dan berencana menyerang mereka.
Mereka terus saja fokus pada keadaan sekitar, tanpa melihat ke arah bawah, arah tempat persembunyian Zhou Lin dan yang lainnya. Mereka baru sadar keberadaan Zhou Lin dan yang lainnya, saat Zhou Lin dan yang lainnya bergerak cepat menyerang mereka.
Zhou Lin dan Zhou Gang memimpin penyerangan, dan serangan dilakukan secara tiba-tiba serta cepat, sehingga membuat musuh tidak sempat mempersiapkan diri menyambut datangnya serangan mereka.
Menghadapi serangan yang begitu cepat dan datangnya secara tiba-tiba, membuat prajurit suci ras manusia benar-benar dibuat kewalahan dengan datangnya serangan itu. Mereka tidak siap menghindar ataupun melawan, sehingga banyak dari mereka yang menjadi korban dari serangan, yang dilakukan Zhou Lin dan yang lainnya. Sekali serang puluhan prajurit suci ras manusia mati secara mengenaskan, sedangkan puluhan lainnya mengalami luka yang tidak bisa dikatakan sebagai luka ringan.
Zhou Lin dan Zhou Gang terus saja melakukan serangan, begitu juga dengan setatus iblis yang mengikuti mereka.
Dengan berbagai jenis senjata yang berada di tangan seratus iblis, mudah bagi mereka membunuh sebanyak-banyaknya prajurit suci.
“Jumlah tidak melulu bisa memenangkan sebuah peperangan!” ucap Zhou Lin, dan dia menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Mereka cuma unggul dalam jumlah, soal kekuatan mereka bukan lawan yang dapat mempersulit kita! Sangat lemah, bahkan pondasi kekuatan mereka jauh dari kata sempurna. Jika seluruh prajurit suci ras manusia sama seperti mereka, kita tidak akan sulit mengalahkan mereka, sekalipun jumlah mereka jauh lebih banyak, dari mereka yang saat ini menjadi lawan kita!” ucap Zhou Gang, dan dengan mudahnya dia terus membunuh prajurit suci ras manusia yang menjadi lawannya.
Lima ratus prajurit suci ras manusia akhirnya musnah, dan jumlah mereka sama sekali tidak berguna saat berhadapan dengan Zhou Lin, Zhou Gang, dan seratus iblis calon prajurit Istana Dewa Iblis. Bukan hanya tidak berhasil membunuh satupun iblis yang menjadi lawan mereka, melainkan mereka sama sekali tidak bisa melukai iblis, yang menjadi lawan mereka.
“Bakar mereka semua, dan sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini sebelum datang prajurit suci dalam jumlah yang lebih besar!” ucap Zhou Lin, dan langsung saja mereka bekerjasama membakar seluruh mayat prajurit suci ras manusia, dan setelah memastikan seluruh mayat mereka terbakar, Zhou Lin dan yang lainnya segera saja pergi dari tempat, yang kini dipenuhi aroma daging bakar.
......................
Bersambung.