Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Menunda Terobosan


Zhu Ying, Zhu Meili, Shen Yiren, serta Song Qian, akhirnya mereka berhasil menerobos tanah Dewa Sejati tingkat Awal, dan kekuatan mereka saat ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah satu malam di Dunia Jiwa mereka habiskan untuk menyempurnakan pondasi kekuatan, yang mereka miliki. Saat ini mereka berempat telah keluar dari Dunia Jiwa, dan kembali dihadapkan pada ribuan binatang buas yang datang menyerang. Kekuatan mereka telah meningkat, menghadapi binatang buas dengan kekuatan setara kultivator ranah Kaisar Dewa Surgawi sama sekali bukan masalah berarti untuk mereka.


Keempatnya begitu cepat membunuh keberadaan binatang buas, meski kecepatan mereka belum bisa menyamai kecepatan Zhou Tian, yang tidak lama lagi akan bisa menerobos tingkat Menengah ranah Dewa Agung.


Zhou Tian telah menggunakan pedang Naga Kegelapan, dan dengan pedang Naga Kegelapan sudah berada di tangannya, semakin mudah dan semakin cepat baginya memusnahkan keberadaan binatang buas di sekelilingnya. Sekali dia mengayunkan pedang di tangannya, bisa dipastikan ratusan binatang buas dengan kekuatan setara kultivator ranah Kaisar Dewa Surgawi mati, dan ratusan lainnya terluka parah.


Zhou Tian tidak memilih-milih musuh mana yang akan menjadi lawannya. Siapapun binatang buas yang datang mendekatinya, artinya binatang buas itu adalah musuhnya, dan musuh harus dia musnahkan. Sekalipun yang datang adalah binatang buas dengan kekuatan setara ranah Raja Dewa Surgawi, Zhou Tian tetap memusnahkannya, meski poin pengalaman yang didapatkannya tidak seberapa, dibandingkan saat dia membunuh binatang buas yang lebih kuat.


Ini sudah mencapai hari ketujuh Zhou Tian dan yang lainnya berada di jurang binatang buas, dan sudah lebih dari sepuluh juta binatang buas mati di tangan mereka. Sebenarnya Zhou Tian sudah bisa menerobos ranah Dewa Agung tingkat Menengah sejak beberapa hari lalu, tapi dia terus saja mengumpulkan poin pengalaman supaya langsung bisa menerobos tingkat Puncak ranah Dewa Agung.


Dia mendapatkan informasi dari sistem jika poin pengalaman yang didapatkannya akan lebih sedikit setelah menerobos ranah Dewa Agung tingkat Menengah. Jika ingin mendapatkan banyak poin pengalaman setelah menerobos ranah Dewa Agung tingkat Menengah, setidaknya dia harus membunuh binatang buas dengan kekuatan di atas ranah Kaisar Dewa Surgawi. Jika dia tetap membunuh binatang buas di ranah Kaisar Dewa Surgawi atau yang lebih lemah setelah berhasil menerobos ranah Dewa Agung tingkat Menengah, maka dia hanya akan mendapatkan setengah poin pengalaman dari sebelum melakukan terobosan.


Oleh karena itu, dia tidak akan melakukan terobosan sebelum poin pengalamannya cukup untuk menerobos ranah Dewa Agung tingkat Puncak, atau tingkat yang lebih tinggi. Dengan begitu poin pengalaman yang didapatkan tidak akan berkurang, dan dia bisa terus mengumpulkan poin pengalaman sama besarnya dari binatang buas, dengan kekuatan setara kultivator ranah Kaisar Dewa Surgawi atau yang lebih lemah.


“Dengan kekuatanku saat ini, selama tidak bertemu binatang buas yang memiliki kekuatan di atas ranah Dewa Agung, aku tidak perlu memaksa diri untuk melakukan terobosan. Kekuatanku masih cukup untuk melawan binatang buas, yang kekuatannya setara kultivator ranah Dewa Agung, atau yang lebih rendah!” gumam Zhou Tian, dan dia kembali menyerang binatang buas, yang terus saja datang menyerangnya, dengan jumlah yang seolah tidak akan pernah ada habisnya.


......................


Waktu terus berlalu dan ini sudah hari ke dua puluh Zhou Tian dan empat orang lainnya berada di jurang binatang buas. Lebih dari empat puluh juta binatang buas telah mati di tangan mereka, membuat Zhou Tian begitu banyak mengumpulkan poin pengalaman, sedangkan ketiga istrinya dan juga Song Qian, mereka berhasil menerobos ranah Dewa Sejati tingkat Menengah, dan tinggal sedikit lagi mereka bisa menerobos tingkat Puncak Ranah Dewa Sejati.


Zhou Tian menargetkan mereka bisa menerobos ranah Dewa Agung begitu berhasil membunuh seluruh binatang buas penghuni jurang. Dengan kekuatan mencapai ranah Dewa Agung, tidak akan ada yang berani menganggap remeh keberadaan mereka, terutama para manusia yang selama ini meremehkan kekuatan iblis, meski Shen Yiren dan Song Qian bukanlah iblis, begitu juga dengan Zhu Meili.


“Gege, apa binatang buas di jurang ini masih sangat banyak?” tanya Zhu Ying yang melihat jika binatang buas yang menjadi lawannya tidak pernah habis. Meraka terus berdatangan, seolah jumlah mereka tiada batas.


“Masih ada lebih dari seratus juta binatang buas di jurang ini, dan mereka dalam perjalanan datang ke tempat ini!” jawab Zhou Tian, dan dia mengatakan sesuai kenyataan.


Mendengar itu, bukannya ketakutan atau gentar, Zhu Ying justru terlihat bersemangat, dan dia sudah tidak sabar membunuh sebanyak-banyaknya binatang buas, untuk secepatnya bisa menerobos ranah yang lebih tinggi. Saat ini dia merasa sangat kuat, tapi dia masih ingin jauh lebih kuat dari saat ini.


Zhu Ying kembali mengayunkan pedang kayu di tangannya, dan dengan cepat binatang buas di sekitarnya segera bertemu dengan kematian.


Meski hanya pedang kayu, tapi tidak ada yang meragukan ketajaman pedang Zhu Ying, dan dari sistem Zhou Tian tahu jika pedang kayu Zhu Ying bahkan jauh lebih baik dari pedang Naga Kegelapan miliknya, yang saat ini merupakan senjata terkuat miliknya.


Saat malam tiba dan pertarungan melawan binatang buas belum menunjukkan akhir dari pertarungan, Zhou Tian yang melihat ketiga istrinya serta Song Qian mulai kelelahan, dia segera saja membuka gerbang Dunia Jiwa, dan membiarkan mereka berempat sejenak beristirahat di Dunia Jiwa. Sementara dirinya yang tidak merasakan kelelahan, dia tetap melanjutkan pertarungan di tengah kegelapan malam.


Saat Zhou Tian selesai membunuh puluhan ribu binatang buas yang sebelumnya dia hadapi bersama ke-empat istrinya dan juga Song Qian, dari kejauhan dia bisa melihat lebih dari satu juta binatang buas, dan mereka bergetar cepat ke arahnya dengan di pimpin seekor binatang buas yang kekuatannya setara kultivator ranah Dewa Sejati tingkat sempurna.


Kekuatan dan jumlah mereka bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Mereka memiliki jumlah lebih dari satu juta, dan kekuatan yang sangat luar biasa. Menghadapi mereka semua Zhou Tian harus bersungguh-sungguh jika tidak ingin bernasib buruk.


Langsung membunuh mereka semua dengan sekali serangan memang tidak bisa dilakukan, tapi Zhou Tian bisa cepat memusnahkan mereka dengan menggunakan kekuatan pedang Naga Kegelapan, yang digabungkan dengan kekuatan elemen miliknya. Dengan semua itu, dia yakin dapat dengan cepat mengurangi jumlah binatang buas yang menjadi musuhnya.


Melihat musuh semakin mendekat, Zhou Tian segera menyelimuti pedang Naga Kegelapan di tangannya, dengan kekuatan elemen kegelapan abadi. Segera saja pedang di tangannya berdengung, pertanda jika pedang siap digunakan untuk membunuh siapapun yang menjadi musuhnya.


“Aku rasa ini cukup untuk membunuh mereka semua, dan sepertinya poin pengalamanku setelahnya akan membuatku semakin dekat dengan terobosan menuju ranah Dewa Agung tingkat Puncak,” gumam Zhou Tian.


Sejenak Zhou Tian merasa terintimidasi, tapi itu hanya sesaat, dikarenakan setelahnya dia mulai terbiasa dengan banyaknya jumlah binatang buas yang akan menjadi lawannya. Dia sudah kembali tenang, dan bersiap mengayunkan pedang di tangannya untuk membunuh, siapapun yang menjadi musuhnya.


Slash... Slash... Slash... Slash...


Zhou Tian melakukan empat tebasan, dan muncullah siluet sabit berwarna hitam, melesat cepat ke arah lebih dari satu juta binatang buas.


Saat siluet sabit berwarna hitam melesat cepat dan menghantam lebih dari satu juta binatang buas, ledakan besar terjadi.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Satu siluet sabit berwarna hitam dengan mudahnya musnahkan lebih dari seratus ribu iblis, dan empat siluet sabit berwarna hitam setidaknya berhasil membunuh lebih dari enam ratus ribu binatang buas, yang memiliki berbagai tingkat kekuatan. Mereka semua musnah dan berubah menjadi abu, setelah terkena serangan yang dilakukan Zhou Tian.


Senyum senang terlihat di wajah Zhou Tian dengan banyaknya binatang buas yang mati di tangannya, dia tidak menyangka jika mudah baginya membunuh lebih dari enam ratus ribu binatang buas, hanya dengan empat serangan beruntun.


Zhou Tian kembali mempersiapkan serangan selanjutnya, dan kali ini dia ingin memusnahkan seluruh binatang buas yang terlihat oleh kedua matanya. Masih menggunakan kekuatan kemenangan kegelapan abadi miliknya, dia sangat yakin dapat memusnahkan mereka semua.


Namun tanpa dia duga, ada salah satu binatang buas yang menyerangnya dari sisi belakang, “Ternyata ada yang sedikit kuat diantara mereka,” gumamnya.


Serangan itu sama sekali tidak mengejutkan bagi Zhou Tian, dikarenakan dia sedari awal sudah mengetahui keberadaannya. Lagipula binatang buas itu hanya memiliki kekuatan setara ranah Dewa Sejati, yang jelas jauh lebih lemah darinya, dan baginya, mengalahkan binatang buas itu bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan.


Mengabaikan ratusan ribu binatang buas yang bukan ancaman utama untuknya, sejenak Zhou Tian fokus menghadapi binatang buas yang terus saja menyerangnya.


Mudah baginya menghindari serangan binatang buas yang menjadi lawannya, dan merasa sudah bosan bermain-main, dia langsung saja mengayunkan pedang di tangannya, dan hanya sekali serang dia berhasil membelah tubuh lawannya, dan kemenangan mudah menjadi miliknya.


“Terlalu lemah, dan sekarang saatnya mengakhiri pertarungan malam ini!” Zhou Tian kembali bersiap melakukan serangan, dan targetnya adalah ratusan ribu binatang buas, yang kembali bergerak maju setelah sebelumnya melihat pemimpin mereka mati di tangan Zhou Tian.


Zhou Tian mengayunkan pedang di tangannya, dan kembali muncul empat siluet sabit berwarna hitam. Jika sebelumnya lesatan siluet sabit terlihat sedikit lambat, kali ini lesatan siluet sabit lima kali lebih cepat dari sebelumnya, dan tidak memberi kesempatan pada seluruh binatang buas yang ada untuk pergi menghindar.


Serangan Zhou Tian yang begitu cepat segera mengakhiri hidup siapapun yang menjadi musuhnya, dan hanya dalam waktu yang begitu singkat, tempatnya saat ini benar-benar terasa hening dan sepi.


Tidak lagi melihat keberadaan binatang buas yang mendekati lokasinya, Zhou Tian langsung saja membakar seluruh mayat binatang buas, lalu setelahnya dia pergi ke Dunia Jiwa untuk sejenak mengistirahatkan tubuhnya.


“Sebaiknya aku istirahat yang cukup, supaya esok aku bisa membunuh lebih banyak binatang buas, dibandingkan banyaknya binatang buas yang hari ini mati di tanganku!” gumam Zhou Tian, dan segera dia pergi ke Dunia Jiwa, menyusul ketiga istrinya dan juga Song Qian. Sampai di Dunia Jiwa, dia langsung saja beristirahat, mengabaikan keadaan di jurang binatang buas.


Sementara itu, tidak lama setelah kepergian Zhou Tian yang pergi ke Dunia Jiwa, muncul sosok pria tua berjubah putih di lokasi Zhou Tian membantai jutaan binatang buas. Melihatnya binatang buas yang mati do sekitarnya, pria tua itu tersenyum senang.


“Semoga semakin banyak binatang buas yang mati di tangan Yang Mulia Dewa Iblis, dengan begitu cepat atau lambat Yang Mulia bisa segera memulihkan kekuatannya, dan dengan begitu ras iblis akan segera terbebas dari ketidak adilan, yang selama ini dilakukan ras manusia pada ras iblis!” gumam pria tua berjubah putih, sebelum sosoknya menghilang begitu saja, seolah keberadaannya bukanlah sesuatu yang nyata.


......................


Bersambung.