
Di ruangan selanjutnya, setelah melewati lorong yang penuh jebakan, Zhou Tian dan Zhu Ying dihadapkan pada sosok ular berkepala lima yang langsung menyerang mereka begitu keluar dari lorong.
Kobaran api menyembur keluar dari mulut salah satu kepala ular, dan itu adalah salah satu kemampuan khusus kepala ular.
[Tuan, mereka adalah binatang buas lima elemen. Artinya, masing-masing kepala memiliki kekuatan elemen berbeda, salah satunya adalah elemen api, selain itu masih ada elemen air, elemen angin, elemen petir, satu lagi merupakan kekuatan racun]
Baru juga selesai mendengar informasi dari sistem, bola-bola angin dan bola-bola air melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi, membuat dirinya dan Zhu Ying harus menghindar dengan cara melompat ke arah yang berbeda.
Zhou Tian sangat mudah menghindari serangan yang tertuju padanya, begitu juga dengan Zhu Ying. Namun, serangan belum berakhir, cairan berwarna ungu disemburkan oleh salah satu kepala ular dan Zhou Tian tahu itu adalah cairan racun.
“Ying’er, hati-hati! Cairan ungu adalah racun,” ucap Zhou Tian.
Zhu Ying menganggukkan kepala mengerti, lalu dengan gerakan sangat cepat dia tak kesulitan menghindari semburan cairan ungu yang dalam waktu singkat membuat ruangan di penuhi cairan racun.
Terbang melayang, adalah cara yang digunakan Zhou Tian dan Zhu Ying menghindari cairan racun.
Cukup mengetahui kekuatan musuh, kini giliran Zhou Tian dan Zhu Ying menyerang.
Mengeluarkan Pedang Naga Kegelapan, Zhou Tian maju menyerang. Di sisi lain, Zhu Ying dengan pedang kayunya juga maju menyerang.
Slash... Slash... Slash... Slash...
Sama-sama mengirim tebasan pedang ke arah musuh, Zhou Tian berhasil memotong dua kepala ular berkepala lima, sedangkan Zhu Ying berhasil memotong salah satu kepala ular dan ekor ular yang mencoba menyerangnya.
Kehilangan ekor dan tiga kepala, gerakan ular yang hanya memiliki dua kepala tanpa ekor, gerakannya tidak stabil dan dengan mudah Zhou Tian dan Zhu Ying memotong sisa dua kepala ular, lalu tubuh ular dibakar menjadi daging bakar.
“Beruntung dia tidak memiliki kemampuan menumbuhkan lagi anggota tubuh yang telah terpotong, jadi kita dengan mudah bisa mengalahkannya,” ucap Zhu Ying.
“Ying’er benar, dan sebaiknya sekarang kita segera melanjutkan perjalanan,” balas Zhou Tian dan kembali mereka melanjutkan perjalanan.
...----------------...
Di jalan menuju pintu masuk reruntuhan istana Kaisar Naga, tiga kultivator masih berusaha menerobos array formasi yang membuat mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.
“Meskipun aku adalah ahli array, tapi aku benar-benar tidak bisa menyimpulkan berada di tingkat apa array yang menghalangi perjalanan kita,” ucap salah satu dari tiga kultivator.
“Sialan! Bagaimana mungkin serangan terkuatku tak berpengaruh pada array ini!” teriak yang lainnya.
Satu lagi diantara mereka tak bersuara, tapi terlihat dia sangat marah melihat array yang benar-benar mengganggu perjalannya.
“Sepertinya kita harus menunggu yang lain untuk menghancurkan array ini!” ucap ahli array yang sudah menyerah.
“Apa kalian tidak penasaran kemana perginya dua orang yang kekuatannya setara dengan kita? Kita memang lebih dulu meninggalkan arena kompetisi, tapi bukannya seharusnya mereka sudah sampai di tempat ini?” tanya orang yang sejak tadi diam menahan amarahnya.
“Benar juga, seharusnya mereka sudah sampai, tapi ini aku bahkan tidak merasakan keberadaan mereka di kejauhan.” ucap orang yang sedari tadi terus menyerang array formasi dengan segenap kekuatannya.
“Seharusnya dengan bantuan mereka, ada kemungkinan kita bisa menghancurkan array ini dan melanjutkan perjalanan!” ucap ahli array.
“Bukannya kamu ingin semua harta di reruntuhan hanya menjadi milik kita? Kalau kamu membiarkan mereka ikut melanjutkan perjalanan bersama kita, bukannya kita harus membagi apa yang ada di dalam sana dengan mereka?” Pria yang banyak diam, dia akan menjadi sangat berisik sekali membuka suara.
“Kita memang akan melanjutkan perjalanan bersama mereka, tapi siapa yang mengatakan mereka dapat membawa keluar harta yang didapatkan di dalam sana? Mereka akan bertemu kematian di dalam sana, tapi sebelum itu kita dapat bersenang-senang dengan wanita yang sejak awal melihatnya sudah membuatku ingin mencicipi tubuhnya!”
Ahli array memiliki rencana yang begitu matang, dan kedua temannya sama sekali tidak keberatan dengan rencananya.
“Kalau begitu, sambil menunggu mereka datang, sebaiknya kita memulihkan kekuatan!”
Ketiganya melakukan meditasi setelah menelan pil yang dapat memulihkan kekuatan mereka, dan untuk mempercepat pemulihan mereka sengaja melakukan meditasi.
...----------------...
Boom... Boom... Boom...
Di ruangan selanjutnya, Zhou Tian dan Zhu Ying dipertemukan dengan binatang buas Singa Api yang kekuatannya setara kultivator tingkat Awal ranah Immortal.
Seharusnya tak sulit bagi keduanya mengalahkan Singat Api, tapi kemampuan penyembuhan diri yang begitu cepat milik Singa Api, membuat keduanya sedikit kesulitan, apalagi dengan kemampuan menumbuhkan kembali anggota tubuh yang terpotong, membuat Singa Api sulit dikalahkan.
[Apa Tuan butuh saran dariku untuk mengalahkannya?]
Suara sistem terdengar jelas di kepala Zhou Tian, dan itu adalah suara yang dia tunggu-tunggu.
“Sistem, jelaskan padaku bagaimana mengalahkannya, sedangkan memotong tubuh atau memanggang hidup-hidup sama sekali tidak bisa mengakhiri hidupnya?” tanya Zhou Tian.
[Tuan, mengalahkannya tidaklah sesulit yang terlihat. Cukup dengan menghancurkan kristal inti kehidupan di dalam tubuhnya, maka dia dapat dikalahkan]
Mendengarkan saran sistem, Zhou Tian segera menggunakan teknik Mata Emas, dan tak sulit baginya menemukan letak kristal inti kehidupan milik Singa Api.
“Ketemu!”
Tak ingin membuang waktu untuk sesuatu yang sia-sia, setelah mengetahui kelemahan Singa Api, Zhou Tian langsung saja mengincar kelemahan yang dapat mengakhiri hidup musuhnya.
Dia tak suka main-main. Begitu tahu kelemahan musuh, dia akan membunuhnya tanpa ada niatan memberi sedikit pengampunan, pada siapapun yang menjadi musuhnya.
Menggunakan pedang Naga Kegelapan, Zhou Tian bergerak sangat cepat, lalu dengan satu kali gerakan dia menusukkan pedangnya ke arah kristal inti kehidupan yang berada di dalam tubuh Singa Api.
Merasa sudah menghancurkan apa yang ingin dia hancurkan, Zhou Tian menarik pedangnya lalu dengan gerakan cepat dia melompat mundur.
Booomm...
Baru juga Zhou Tian melompat mundur, tubuh besar Singa Api tumbang, dan tak lagi ada tanda-tanda kalau dia dapat bangkit kembali seperti sebelumnya. Lukanya bahkan tak terlihat akan sembuh seperti sedia kala, yang ada luka itu justru terus mengalirkan darah milik Singa Api.
Beberapa waktu tak melihat adanya pergerakan dari tubuh besar Singa Api, Zhou Tian yang sudah berkumpul kembali dengan Zhu Ying, dia langsung membakar tubuh Singa Api, dan memastikan tubuh besarnya berubah menjadi abu.
Dari membunuh binatang buas di setiap ruangan, Zhou Tian terus mendapatkan tambahan Poin Sistem dan Poin Pengalaman, tapi jumlahnya tak seberapa.
“Setelah melewati lorong di depan, kita akan sampai di ruangan terakhir!” ucap Zhou Tian pada Zhu Ying.
Zhu Ying hanya mengangguk dan setelahnya mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan.
...----------------...
Sementara itu, kompetisi di Kota Batu Apung baru saja selesai, dan telah didapatkan enam puluhan kultivator yang selanjutnya akan pergi ke reruntuhan istana Kaisar Naga.
Namun sebelum pergi semua orang dikejutkan dengan kedatangan Jiang Feng, sosok paling dihormati di antara lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana.
Kedatangannya yang begitu tiba-tiba jelas membuat terkejut semua orang, apalagi dia datang dengan wajah menunjukkan ekpresi kemarahan.
“Hanya ada jejaknya keberadaannya di tempat ini, dan dari jejak yang tertinggal dia belum lama pergi meninggalkan tempat ini!” gumam Jiang Feng, dan tanpa memperhatikan orang-orang yang bersujud padanya, dia begitu saja pergi mengikuti jejak yang ditinggalkan seseorang.
Sepeninggalan Jiang Feng, semua orang dibuat bertanya-tanya apa tujuan sosok yang begitu agung datang ke tempat mereka. Namun, tak lama mereka segera teringat keberadaan Song Nan, tapi sosok itu sudah dipastikan pergi meninggalkan arena kompetisi bersama dengan perginya lima kultivator yang lebih dulu mendapatkan tiket memasuki reruntuhan istana Kaisar Naga.
Menghubungkan keberadaan Song Nan, semua orang mulai berpikir jika Jiang Feng sedang mencari-cari keberadaan Song Nan, dan jelas itu bukan urusan mereka.
Sedangkan Jiang Feng yang terus mengikuti jejak yang ditinggalkan seseorang, yang tak lain adalah jejak Song Nan, jejak itu menghilang di hutan tak jauh dari Kota Batu Apung, dan terlihat adanya bekas pertarungan di tempatnya saat ini.
“I-Ini, siapa yang bertarung dengannya? Song Nan belum mati, tapi keadaannya juga tidak baik-baik saja. Berhasil melukai Song Nan cukup parah, siapa sebenarnya lawan yang dia hadapi?”
Selama ini kelima tidak ada kekuatan di Alam Fana yang mampu bersaing dengan kekuatan lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana, kalaupun ada, siapapun itu akan segera ditarik menjadi bagian dari Istana Lima Dewa, dan dia akan mengalami pengekangan untuk membuat kekuatannya tak lagi bisa meningkat.
Licik, itu adalah sifat asli lima sosok yang diberi gelar lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana.
Mereka akan menggunakan segala cara untuk tetap menjadi yang terkuat di Alam Fana, termasuk menghalangi orang lain tumbuh kuat, sehingga kekuatannya tak mampu melampaui kekuatan mereka.
Ketakutan mereka adalah ada sosok yang lebih kuat dari mereka, dan karena itu mereka akan melakukan segala cara untuk membuat tak ada orang yang bisa lebih kuat dari mereka.
“Aku harus merundingkan ini dengan yang lain! Semoga mereka tahu siapa sosok yang kekuatannya bisa membahayakan posisi lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana, yang selama ini menjadi kekuatan utama di Alam Fana!”
...----------------...
Bersambung.