Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Kedatangan Salah Satu Jenderal Utama Ras Manusia


Zhou Tian yang melihat prajurit suci ras manusia tidak lagi memiliki semangat melanjutkan peperangan setelah kematian pria berzirah hitam yang merupakan salah satu Jenderal Besar ras manusia, ia tersenyum, meremehkan mereka yang tidak lagi memiliki semangat berperang, bahkan mereka terlihat selayaknya sekumpulan prajurit yang akan pasrah menerima kematian.


Bosan melihat mereka yang tidak memiliki semangat hidup, meski mereka tidak lagi memiliki semangat bertarung, bukane berarti mereka kelak di masa depan tidak lagi bermusuhan dengan ras iblis. Jadi, daripada berurur kembali dengan mereka di masa depan, Zhou Tian akan menyelesaikannya saat ini juga.


Tidak akan ada lagi esok untuk mereka semua, dan ia akan memastikan hari ini juga mereka semua bakalan mati. Mengeluarkan pedang naga kegelapan, Zhou Tian kembali bersiap menyerang siapapun yang menjadi musuhnya, begitu juga dengan Zhou Lin dan Zhou Gang.


Dsngan gerakan sangat cepat ia melesat maju untuk memulai serangan pada prajurit suci yang telah kehilangan semangatnya. Tidak peduli seperti apa keadaan mereka, ia dan kedua saudaranya langsung saja menyerang tanpa memberi ampun pada seluruh prajurit suci, yang datang sendiri menghampiri mereka.


“Sangat membosankan!” seru Zhou Tian dengan suara langang, lalu dengan pedang naga kegelapan di tangannya ia terus menebas musuh-musuhnya, memberi kematian tanpa rasa sakit pada mereka yang memang pantas mati.


Slash... Slash... Slash...


Pedang Zhou Tian terus memotong bagian tubuh mereka yang menjadi lawannya, dan setelah banyak lawan yang mati tanpa melakukan perlawanan, akhirnya mulai terjadi perlawanan, meski pada akhirnya mereka tetap saja mati di tangan Zhou Tian dan kedua saudaranya. Kematian mereka semua sudah pasti, dan hanya keajaiban yang mampu menyelamatkan mereka dari kematian.


Peperangan terus berlanjut, tapi ini bukanlah peperangan yang adil, melainkan yang terjadi adalah pembantaian terhadap prajurit suci ras manusia, dan yang melakukan semua itu adalah tiga iblis yang menjadi lawan mereka. Hanya tiga iblis berhasil mengalahkan banyak prajurit suci ras manusia, jelas ini adalah kerugian besar bagi ras manusia.


Banyak anggota prajurit suci yang mencoba pergi melarikan diri, tapi keberadaan Zhou Tian yang dengan cepat membaca apa yang akan mereka lakukan, pada akhirnya tidak ada yang bisa pergi melarikan diri.


Satu-persatu prajurit suci mati, dan tidak ada yang datang untuk mencoba menghentikan pembantaian yang sedang terjadi. Banyak anggota prajurit suci yang berharap datang sosok penyelamat hidup mereka, tapi harapan tinggal harapan karena tidak ada satu orang pun yang datang untuk menyelamatkan mereka.


Lari melarikan diri juga tidak bisa mereka lakukan, dan pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah menerima kematian, yang tidak lama lagi akan menghampiri mereka satu-persatu. Mereka semua pada akhirnya akan mati, dan mereka mati di tangan iblis, yang seharusnya mereka bunuh.


Perbedaan kekuatan yang begitu jauh antara Zhou Tian dan prajurit suci yang menjadi lawannya, peperangan yang terjadi memang selayaknya sebuah pembantaian, dan setidaknya sudah puluhan ribu prajurit suci mati di tangan Zhou Tian dad kedua saudaranya.


...----------------...


Sementara itu, jauh dari tempat peperangan, tepatnya di sebuah perkemahan besar prajurit suci ras manusia.


Seorang pria berzirah merah lari dengan napas terengah-engah menuju tenda terbesar yang berada di tengah-tengah perkemahan. Terlihat raut ketakutan karena ia jelas akan mengganggu pria yang berada di dalam tenda, tapi ia harus melakukannya untuk melaporkan keberadaan iblis yang sangat kuat.


Pria itu sebelumnya mendapatkan pesan telepati yang dikirim oleh saudaranya, yang diketahui saat ini saudaranya itu telah mati. Pesan telepati yang dikirim saudaranya adalah ia harus mengabari Jenderal Utama, dan mengatakan padanya kalau ada sosok iblis yang sangat kuat, bahkan Jenderal Besar telah mati di tangan iblis itu.


Berhasil masuk ke dalam tenda, pria berzirah merah itu bersujud di hadapan pria dengan aura yang sangat mendominasi, dan pria itu adalah satu dari 10 Jenderal Utama istana Dewa ras manusia. “Tuanku, mohon maaf atas kelangan hamba mengganggu kesenangan Tuan, tapi hamba benar-benar harus melaporkan ini pada Tuan. Kita telah kehilangan salah satu Jenderal Besar, dan ia mati di tangan iblis yang sekarang sedang melakukan pembantaian terhadap ribuan prajurit suci! Ratusan ribu prajurit suci akan mati ditangannya jika tidak ada yang segera membunuh iblis itu!”


Tenda yang kokoh bergetar begitu pria yang merupakan salah satu Jenderal Utama mendengar apa yang dikatakan pria berzirah hitam padanya. Ia tidak menyangka jika ada iblis yang memiliki kekuatan untuk membunuh salah satu Jenderal Besar, dan sekarang ia sedang membantai prajurit suci ras manusia.


“Sekuat apa iblis itu dan berapa jumlah anggota kelompoknya sampai ia bisa membunuh banyak prajurit suci? Apa ia memimpin cukup banyak orang-orang yang berasal dari ras iblis?” tanya pria yang saat ini sedang memakai zirah perang berwarna hitam legam, dengan garis-garis berwarna kuning keemasan.


“Tuanku, iblis itu jauh lebih kuat dari Jenderal Besar yang mati di tangannya, dan ia hanya dibantu dia iblis kuat membantai banyak prajurit suci. Dua iblis yang bersamanya tidak kalah kuat dengan iblis itu, ada kemungkinan kedua iblis itu memiliki kekuatan setara dengan yang dimiliki Jenderal Besar!”


Pria yang mendengar jika seorang iblis yang hanya dibant oleh dua iblis bisa membunuh begitu banyak prajurit suci nya, jelas saja ia terkejut dan ia merasa kekuatan iblis itu kemungkinan setara dengannya, dan benar adanya jika dua iblis yang bersamanya sama kuatnya dengan sosok Jenderal Besar istana Dewa ras manusia.


“Aku tidak akan langsung mempercayai semua ucapanmu sebelum memperlihatkan semuanya secara langsung padaku! Kau, antarkan aku ke tempat pertarungan yang sedang terjadi, dan aku akan membunuh semua iblis di tempat itu!” ucapnya.


Pria berzirah merah yang diminta mengantarkan pergi pria yang merupakan salah satu Jenderal Utama istana Dewa ras manusia, dengan senang hati ia mengantarkan pria itu ke tempat pertarungan yang sampai saat ini masih berlangsung. Ia sendiri awal memang ingin pergi ke tempat itu untuk membawa pulang jasad saudaranya.


...----------------...


Sementara itu, pertempuran antara Zhou Tian dan kedua saudaranya melawan ribuan prajurit suci ras manusia masih terus berlanjut, dan seiring berjalannya waktu jumlah lawan mereka semakin berkurang. Dari ratusan ribu, sekarang hanya tersisa belasan ribu prajurit suci yang terlihat dalam kondisi baik.


Saat ini mereka semua memang terlihat baik-baik saja, tapi sesaat lagi semua itu tidak akan lagi terlihat, begitu Zhou Tian dan kedua saudaranya mulai menyerang mereka. Selain akan segera babak belur, ada kemungkinan mereka semua akan langsung mati mengenaskan.


Meski banyak diantara prajurit suci yang memutuskan menyerah, tapi semua itu seolah tidak terlihat di mata Zhou Tian ataupun kedua saudaranya. Mereka yang menyerah tetap saja dipertemukan dengan kematian. “Aku hanya melakukan apa yang sering kalian lakukan pada raa iblis! Sekalipun banyak dari kami menyerah saat kalian tangkap, kalian tidak memberi ampun, dan langsung membunuh mereka!” ucap Zhou Tian.


Pedang naga kegelapan terus saja membunuh musuh-musuh Zhou Tian, dan tidak akan ada satupun musuh yang dapat lolos dari tebasan pedang naga kegelapan, yang digerakan oleh Zhou Tian.


Setelah membunuh prajurit suci di tempatnya, ia langsung pindah ke tempat lain, dan membunuh prajurit suci di tempat yang ia tuju. Sudah banyak prajurit suci yang mati di tangannya, tapi Zhou Tian sama sekali belum menunjukkan kepuasan sebelum ia berhasil membunuh seluruh prajurit suci ras manusia yang terlihat olehnya.


Zhou Tian yang masih melihat adanya musuh yang tersisa, ia langsung saja membunuh sisa-sisa musuhnya. Bukan hanya ia yang melakukan semua itu, melainkan hal yang sama juga dilakukan Zhou Lin dan Zhou Gang. Sama seperti dengan Zhou Tian, mereka juga terus membunuh saat melihat keberadaan musuh yang dimana mereka, musuh senantiasa menginginkan kematian.


Ratusan iblis berlarian kenjauhi Zhou Tian dan kedua saudaranya karena mereka belum menginginkan kematian. Melompat mundur, lari menjauh, semua mereka lakukan untuk menghindari Zhou Tian dan kedua saudaranya.


“Kalian tidak akan pernah ada yang bisa lari dari kematian!” teriak Zhou Lin, dan ia dengan mudahnya mengejar mereka yang pergi menjauhinya. Unggul dalam kekuatan dan kecepatan, tidak membuatmu kerepotan saat melakukan pengejaran.


Zhou Gang yang mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanannya, ia semakin brutal membunuh siapapun yang menjadi lawannya. Ujung tombak yang runcing, memudahkannya membunuh banyak musuh.


Dari ratusan ribu, menjadi puluhan ribu, dan terus saja berkurang sampai akhirnya sekarang hanya tersisa kurang dari lima ribu prajurit suci yang masih bertahan dari Zhou Tian dan kedua saudaranya, tapi bisa dipastikan hidup mereka tidak akan bertahan lama begitu Zhou Tian dan kedua saudaranya mulai menginginkan nyawa mereka.


“Hahahaha... kalian semua akan segera mati di tangan kami, dan jangan berharap mendapatkan ampunan atau menyerah. Kami hanya akan memberi kematian pada kalian, tidak dengan yang lain!” Di tengah tawanya Zhou Tian berkata pada lima ribuan prajurit suci ras manusia, yang tidak bisa pergi melarikan diri, meski kematian jelas sudah menanti di hadapan mereka.


Melihat jumlah musuh yang tersisa, Zhou Tian membiarkan Zhou Lin dan Zhou Gang yang maju menghadapi lima ribuan prajurit suci ras manusia. Sementara dirinya, ia hanya akan diam di tempat memantau keadaan, sambil menunggu lawan kuat yang saat ini masih berada di perjalanan.


“Sebentar lagi ia akan datang, dan semoga ia bisa membuatku lebih serius, saat berhadapan dengannya! Namun, aku tidak ingin terlalu banyak berharap karena aku takut nantinya justru kecewa, dikarenakan kekuatannya ternyata jauh lebih lemah dari yang aku bayangkan!” ucap Zhou Tian, dan ia mengarahkan pandangannya ke arah datangnya sosok kuat yang auranya dapat dirasakan, meski wujud dari sosok itu belum terlihat.


Meski memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat darinya, Zhou Tian tidak yakin pria itu bisa membuatnya mengeluark segenap potensi yang dimilikinya. Kemungkinan ia bisa mengimbangi kekuatan orang itu dengan kekuatannya saat ini, dan jika ingin mengalahkan pria itu, ia cukup mengaktifkan kekuatan Tubuh Dewa untuk mengalahkan pria itu.


Swush...


Zhou Tian dapat merasakan pria pemilik kekuatan besar datang, dan oriar itu langsung saja bergerak cepat ke arahnya. Bisa merasakan niat membunuh dan bahaya dari serangan pria yang kekuatannya berada di atasnya, melompat mundur lima langkah membuat ia dengan mudahnya berhasil menghindar dari serangan lawan, yang mana serangan itu hanya mengenai udara kosong.


Dengan gerakan yang cepat dan juga lincah, Zhou Tian terus saja menghindari serangan mematikan yang dilakukan lawannya. Ia masih belum melihat adanya celah yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan serangan balik. Semua celah tertutup oleh serangan lawan yang datang bertubi-tubi seolah tidak ada jeda waktu, walau itu hanya sesaat. Meski masih belum menemukan celah terbaik untuk melakukan serangan balik, Zhou Tian tidak membiarkan serangan musuh mengenainya, dan ia begitu lincah menghindar dan terus saja menghindar.


“Hahahaha... kau membuatku tidak bisa melakukan serangan balik, tapi sayangnya kau sampai kapanpun juga tidak akan pernah bisa melukaiku! Serangamu masih terlalu lambat dan tidak sulit bagiku menghindari seluruh seranganmu. Sebaiknya kamu bertarung lebih serius sebelum aku membunuhmu!” ucap Zhou Tian dan ia akan langsung membunuh pria yang baru datang, jika kekuatannya membuat dirinya kecewa.


Saat Zhou Tian baru saja menutup mulutnya, tanpa banyak bicara pria yang menjadi lawannya menambah kecepatan serangannya, dan ia juga meningkatkan daya hancur serangannya. Jika sampai serangan itu mengenainya, Zhou Tian akan menerima luka yang cukup untuk membuatnya sedikit merasakan kesakitan.


“Hah, kecepatanmu dan kekuatanmu masih terlalu lemah! Aku sama sekali tidak kesulitan menghadapi apa yang sedang kamu lakukan!” ucap Zhou Tian dengan senyuman miring yang menghiasi wajahnya.


Merasa cukup menghindar tanpa melakukan serangan balasan, sekarang bukannya menghindar, Zhou Tian justru menangkis seluruh serangan musuh menggunakan telapak tangannya. Tidak ada rasa sakit yang dirasakan Zhou Tian, saat telapak tangannya menahan pukulan lawannya. Menahan pukulan kuat tanpa merasak rasa sakit, ia sekarang faham jika kekuatan lawannya tidak sekuat apa yang terlihat.


“Ranah kekuatan Jenderal Dewa Surgawi, tapi kekuatan fisiknya terasa lebih lemah dari kekuatanku yang masih berada di ranah Dewa Surgawi. Sepertinya kali ini aku belum juga menemukan lawan, yang membuatku harus mengeluarkan semua potensi yang aku miliki!” gumam Zhou Tian.


Merasakan bahaya dari sosok Zhou Tian, pria yang merupakan salah satu Jenderal Utama istana Dewa ras manusia, ia melompat mundur kebelakang dengan keadaan tubuh gemetaran. Reaksi tubuhnya menunjukkan kalau saat ini ia sedang ketakutan, tapi ia tidak tahu kenapa ia bisa takut pada sosok iblis yang jelas-jelas lebih lemah darinya.


“Sekarang giliranku menyerangmu!” suara dingin Zhou Tian terdengar dari arah belakang pria yang menjadi lawannya, dan tidak ada yang tahu sejak kapan ia sudah berada di belakang lawannya, dengan pedang naga kegelapan terayun mengarah ke arah leher lawannya.


Pria yang sempat terkejut dengan keberadaan Zhou Tian, cepat ia mengambil pedang dari cincin penyimpanannya dan ia menggunakan pedang itu untuk menahan serangan Zhou Tian. Ia berharap pedang di tangannya bisa menghentikan serangan musuhnya, tapi di luar perkiraannya, serangan Zhou Tian tidak bergerak lurus ke arah lebar, melainkan bergerak turun dan pedang itu mengenai tubuhnya, memberi luka mengangga lebar di tubuhnya.


Pedang Zhou Tian mengenai pinggang pria itu, dan jika ingin, seharusnya pedang itu cukup untuk memotong tubuh lawannya menjadi dua bagian, tapi Zhou Tian tidak melakukannya karena di satu sisi ia harus menghindari pedang lawan yang berusaha memotong lengan tangannya.


“Uhuk... Uhuk... Uhuk...” Pria yang menjadi lawan Zhou Tian terbatuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Beruntung ia ceoat meminuk pil pemulih, yang membuatnya terhindar dari kematian.


Pria itu menengadahkan kepalanya menatap Zhou Tian yang di saat-saat terakhir dapat menghindar dari serangan pedangnya. “Kalau saja aku tadi tidak mengayunkan pedang di tanganku, bisa dipastikan aku bakalan mati di tangannya!” gumamnya.


Dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian sama besar, bisa dipastikan kalau dirinya bakalan mati. Namun, sekalipun tidak mati, tapi dirinya tetap saja harus merasakan rasa sakit, yang selama ini belum pernah dirasakannya.


“Hah, aku benar-benar tidak akan percaya jika tidak melihatnya secara langsung! Ternyata masih ada iblis sekuat dia di Alam ini, dan lagi usianya masih sangat muda!”


...----------------...


Bersambung.