
Kota yang biasanya tenang, pagi ini semua orang dikejutkan oleh kabar terbakarnya pasar budak di kota mereka.
“Semalam aku melihat tempat itu terbakar, tapi aku tidak berani mendekat ke tempat itu karena takut hal buruk terjadi padaku!”
Seorang pria yang semalam melihat kobaran api membakar pasar budak, dia bercerita pada teman-temannya.
Saat ini banyak orang yang melihat reruntuhan pasar budak yang telah hangus terbakar, termasuk pria barusan dan teman-temannya.
Jika mereka hanya melihat dari kejauhan, berbeda dengan prajurit kota yang pergi memasuki kawasan pasar budak untuk memastikan ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran.
Puluhan prajurit kota sudah cukup lama berada di kawasan pasar budak yang telah menjadi reruntuhan, dan mereka menemukan tumpukan mayat yang sudah hangus terbakar.
Puluhan prajurit segera mencari identitas siapa saja orang yang mati, tapi karena tak ada barang-barang yang bisa menunjukkan identitas mereka, prajurit kota memutuskan membuat kuburan massal untuk mereka.
“Siapa sebenarnya yang melakukan semua ini pada pasar budak? Orang itu sangat kejam!” ucap salah satu prajurit kota setelah selesai mengubur mayat yang ditemukan di kawasan pasar budak.
“Orang itu memang kejam, tapi anehnya tak ditemukan satupun mayat di penjara yang berisikan budak dari ras iblis! Berbeda dengan penjara lain yang ditemukan puluhan bahkan ada ratusan mayat,” ucap prajurit lainnya.
Selain puluhan mayat yang sudah di kubur, beberapa saat yang lalu ditemukan ratusan mayat di dalam penjara budak dari ras manusia, tapi tak ditemukan satupun mayat di penjara budak dari ras iblis, yang seharusnya jumlahnya budak di dalamnya lebih banyak dibandingkan di dalam penjara lainnya.
Tak ditemukannya budak yang berasal dari ras iblis di dalam penjara, semua orang yakin para budak itu berhasil pergi melarikan diri, bahkan ada yang merasa kebakaran di pasar budak berhubungan dengan para budak dari ras iblis.
Namun, pada akhirnya mereka memilih tak memperpanjang masalah di pasar budak, dan setelah semua mayat di pasar budak di kubur, semua orang kembali pada aktivitas masing-masing.
Saat semua orang kebali beraktivitas seperti biasa, lagi-lagi terjadi kejadian yang menghebohkan.
Orang-orang yang memperbudak iblis di rumahnya, tiba-tiba saja budak mereka menghilang tanpa jejak.
Bukan hanya satu atau dua orang yang mengalaminya, tapi semua orang yang dirumahnya terdapat budak dari ras iblis, mereka tiba-tiba saja kehilangan budak itu tanpa meninggalkan jejak.
Prajurit kota yang semula tak ingin repot mengurus sesuatu yang berhubungan dengan ras iblis, akhirnya mereka dibuat bekerja keras mencari para budak yang berasal dari ras iblis.
Seharian mencari, mereka benar-benar tidak menemukan petunjuk tentang keberadaan para budak dari ras iblis.
Para budak itu benar-benar menghilang seolah tanah menelan mereka tanpa meninggalkan jejak.
Pencarianpun dihentikan setelah seharian melakukan pencarian tanpa hasil. Banyak orang yang kecewa dengan keputusan prajurit kota, tapi pada akhirnya mereka hanya bisa menerima keputusan itu.
Sementara itu, di tempat lain masih di wilayah selatan Benua Barat, dua sosok terus bergerak menuju desa ataupun kota yang ada di wilayah selatan Benua Barat.
Tiap kali mereka keluar dari desa ataupun kota, tak lama setelahnya pasti terjadi keributan di desa ataupun kota yang mereka tinggalkan.
Keributan itu terjadi karena orang-orang di desa ataupun kota, mereka tiba-tiba saja kehilangan para budak yang berasal dari ras iblis.
Semua budak yang berasal dari ras iblis menghilang tanpa jejak, dan semua terjadi begitu cepat. Meski sudah dilakukan pencarian, pencarian yang dilakukan hanya akan bertemu jalan buntu.
Dalam dua hari ini saja sudah belasan desa dan ada lima kota yang tiba-tiba saja kehilangan seluruh budak dari ras iblis, bahkan di mana ada pasar budak di desa maupun kota itu, pasar budak itu akan terbakar dan menyisakan mayat, tapi tak pernah ditemukan mayat yang berasal dari ras iblis.
“Gege, sepertinya dalam dua hari ini kita sudah cukup membuat banyak kekacauan di tempat ini,” ucap wanita pada pria di sebelahnya, dan merekalah dua sosok yang dalam dua hari ini telah membuat kekacauan di wilayah selatan Benua Barat.
Merdeka adalah Zhou Tian dan Zhu Ying, dan rencananya hari ini mereka akan kembali membuat kekacauan di tempat lain, sebelum kembali berkumpul dengan Zhou Lin dan yang lainnya.
“Sebenarnya aku tidak ada niatan membuat kekacauan, tapi siapa sangka mereka sangat ribut begitu kehilangan para budak yang berasal dari ras iblis!” balas Zhou Tian sambil menunjukkan senyuman di bibirnya.
“Kita hanya membebaskan mereka yang memang harus kita bebaskan, tapi jelas mereka tidak terima dengan apa yang kita lakukan,” ungkap Zhu Ying.
“Abaikan saja mereka, lagipula mereka mengacau di tempat mereka sendiri, bukan mengacau di tempat kita!” ucap Zhou Tian.
Zhu Ying mengangguk lalu tersenyum tulus setelah mendengar ucapan Zhou Tian. Senyumnya sangat tulus, tak terlihat dibuat-buat.
“Sebaiknya sekarang kita pergi ke desa terdekat untuk kembali membebaskan mereka yang diperbudak di tempat itu, baru setelahnya kita hancurkan pasar bisa terbesar yang berada di wilayah selatan Benua ini!” ucap Zhou Tian.
“Aku akan ikut kemanapun Gege pergi!” ucap Zhu Ying lalu dia dan Zhou Tian pergi melanjutkan perjalanan.
...----------------...
Di pasar budak terbesar yang berada di wilayah selatan Benua Barat.
Hari ini keadaan tempat ini sangat ramai. Selain banyaknya orang yang membeli para budak yang berasal dari ras iblis, setelah apa yang akhir-akhir ini terjadi di seluruh kawasan Benua Barat, penjagaan di pasar budak diperketat, yang semakin membuat ramai keadaan pasar budak.
“Keadaan wilayah selatan tak jauh berbeda dengan wilayah lain, banyak orang kehilangan budak dari ras iblis, bahkan sudah ratusan pasar budak terbakar bersama seluruh penghuninya, tapi tak pernah ditemukan budak dari ras iblis diantara mayat yang ditemukan di pasar budak!”
“Apa orang yang melakukan semua itu bermaksud membebaskan seluruh iblis dari perbudakan?”
“Sudah jelas itu tujuan mereka, tapi mungkin ada tujuan lain kenapa mereka melakukan semua itu!”
“Apa kemungkinan lain kalau bukan untuk membebaskan seluruh iblis dari perbudakan?”
“Mungkin saja mereka sedang melakukan ritual kegelapan, yang membutuhkan ribuan jiwa ras iblis!”
“Itu hanyalah kemungkinan kecil. Aku lebih yakin jika mereka melakukan semua itu untuk membebaskan ras iblis dari perbudakan, dan kemungkinan orang-orang itu berasal dari Benua Timur dan Benua Selatan!”
Orang yang berbicara terlihat sangat yakin dengan apa yang dibicarakannya.
“Apa yang membuatmu yakin mereka yang melakukan semua itu?” tanya yang lain.
“Siapa menurut kalian yang menginginkan kesetaraan antara semua ras jika itu bukan orang-orang dari Benua Selatan dan Benua Timur?” Bukannya menjawab, dia justru bertanya balik.
“Memang mereka yang berasal dari kedua Benua itu yang sangat menginginkan kesetaraan antara seluruh ras di Alam ini. Oh iya, jangan lupa juga dengan keadaan Benua Tengah yang keadaannya hampir sama seperti yang ada di Benua Timur dan Benua Selatan.”
Semua orang mengangguk setuju, dan saat ini hanya tersisa Benua Utara dan Benua Barat yang masih menganggap iblis adalah budak rendahan.
“Mungkin tak lama lagi Benua ini akan bernasib sama seperti Benua Tengah!”
“Apa kau setuju jika Benua ini bernasib sama seperti Benua Tengah?”
“Apa Kalian yakin tidak ingin Benua ini bernasib sama dengan Benua Tengah dan dua Benua lainnya?”
Seorang pemuda dan wanita bercadar tiba-tiba muncul di tempat mereka, yang tentunya membuat semua orang terkejut.
Dua orang asing muncul diantara mereka, bahkan tak satu orang pun diantara mereka menyadari keberadaan keduanya, sebelum menunjukkan diri di hadapan mereka.
Dua sosok berbahaya, itulah yang ditekankan pada diri mereka, saat melihat dua sosok yang berdiri tenang di tempat kedatangannya.
Setelah beberapa saat semua orang terdiamterdiam membisu, salah satu dari mereka memberanikan diri membuka suara, “Siapa kalian berdua, dan apa tujuan kalian tiba-tiba datang ke tempat ini?” tanyanya.
“Apa kalian akan percaya jika kami adalah dua orang yang sudah membuat kekacauan di wilayah selatan ini selama dua hari terakhir?” ujar pria yang tak lain adalah Zhou Tian, dan wanita bercadar di sebelahnya adalah Zhu Ying.
Semua orang di tempat itu membuka lebar kedua mata mereka, begitu ucapan Zhou Tian keluar dari mulutnya. Mereka dibuat semakin terkejut oleh semua itu, meski ada beberapa dari mereka yang tak mempercayainya.
Bagi mereka yang tidak percaya, mereka menganggap sosok Zhou Tian dan Zhu Ying masih terlalu muda untuk membuat kekacauan yang benar-benar mengacaukan wilayah selatan Benua Barat.
“Anak muda, kau tidak perlu berbohong dan sebaiknya segera pergi tinggalkan tempat ini sebelum kami berubah pikiran!” ucap seseorang yang tak percaya ucapan Zhou Tian.
Bukannya pergi, Zhou Tian justru berkata, “Memang apa yang akan orang sepertimu lakukan pada kami jika sudah berubah pikiran? Apa kultivator ranah Saint tingkat Menengah sepertimu berpikir bisa membunuh kami?”
“Anak muda, sudah bagus aku memberi kesempatan padamu pergi dari tempat ini, tapi sepertinya kamu justru ingin segera mati!” Pria yang berbicara melangkah maju mendekati Zhou Tian.
Matanya menatap Zhou Tian, tapi tatapan matanya melembut saat menatap Zhu Ying. “Kau akan mati hari ini, tapi tidak dengan wanitamu! Aku akan mengangkat wanitamu menjadi Selir di kediamanku!” ucapnya dan dia terkekeh pelan.
“Membunuhku? Kau sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya!” Zhou Tian bergerak sangat cepat, melepaskan pukulan kuat, dan menghancurkan kepala pria yang berdiri di hadapannya.
“Orang lemah pantas mati, dan beruntung kamu mendapatkan kematian cepat di tanganku!” ucap Zhou Tian tenang tanpa rasa bersalah setelah membunuh salah satu teman orang-orang yang mulutnya masih menganga lebar setelah melihat kelakuannya.
Membersihkan tangannya yang terdapat bercak darah, Zhou Tian menatap semua orang di hadapannya sembil mengeluarkan aura ranah Immortal yang membuat semua orang jatuh berlutut, kecuali Zhu Ying.
Tak main-main seperti biasa, kali ini dia ingin cepat-cepat menyelesaikan semuanya.
Merasakan tekanan yang sangat kuat, semua orang yang tertekan oleh aura kekuatan Zhou Tian, mereka tahu jika pemuda itu tak mungkin mereka lawan.
Mereka hanyalah sekumpulan kultivator ranah Saint, dan tentu bukan lawan sepadan untuk seorang kultivator ranah Immortal.
Alhasil, mereka saat ini hanya bisa tertunduk, dan berharap pemuda di hadapan mereka tak menginginkan kematian orang-orang di hadapannya, seperti yang terjadi pada salah satu teman mereka.
“Tu-Tuan Muda, maafkan kami yang tidak bisa melihat keagungan Tuan Muda!” ucap salah satu dari mereka.
Zhou Tian melihat orang yang baru berbicara dengannya, lau dia sedikit menguatkan tekanan pada orang itu.
“Apa aku menyuruhmu bicara? Tanpa aku suruh bicara, sebaiknya kau dan kalian semua diam!” ucapnya tegas tak terbantahkan.
“Gege, bagaimana kalau ini semua diselesaikan dengan cepat, seperti yang kita lakukan pada semua orang di luar tempat ini?” Suara lembut Zhu Ying terdengar, dan dibalas anggukan kepala oleh Zhou Tian.
“Aku akan membereskan mereka dalam satu kali serangan!” ucap Zhou Tian sangat yakin dapat melakukannya.
“Lakukan sesuai keinginan Gege!” ungkap Zhu Ying lalu dia kembali diam dan menanti apa yang akan dilakukan Zhou Tian.
Sedangkan Zhou Tian yang ingin membunuh belasan orang dengan sekali serang, dia mengumpulkan kekuatan petir berwarna hitam keemasan di tangannya, lalu dia melambaikan tangannya ke arah orang-orang yang sama sekali tidak bisa bergerak akibat tekanan aura yang mengunci pergerakan mereka.
Zzzz.... Zzzz... Zzzz...
Kilatan petir melesat dari tangan Zhou Tian begitu dia melambaikan tangannya, dan kilatan petir melesat ke arah orang-orang yang sadar akan kematian sudah di depan meraka.
Kilatan petir menyambar mereka, dan teriakan kesakitan segera terdengar menggema di dalam ruangan.
Beberapa orang yang memiliki kemampuan bertahan dari serangan kekuatan petir, sementara waktu mereka masih bisa bertahan, tapi tak ada lagi nasib baik untuk mereka.
Sedangkan untuk mereka yang tidak memiliki ketahanan pada serangan kekuatan petir, mereka sudah mati dengan tubuh hangus mengeluarkan asap.
Hanya dalam sepuluh kali tarikan napas semua orang mati di dalam ruangan mati, tentu kecuali Zhou Tian dan Zhu Yin.
Segera ruangan itu dipenuhi bau daging yang hangus terbakar, dan Zhou Tian bersama Zhu Ying langsung saja pergi meninggalkan ruangan itu.
Tujuan mereka adalah penjara budak, yang didalamnya berisikan seluruh iblis yang sedang diperjualbelikan pasar budak terbesar di wilayah selatan Benua Barat.
“Benar-benar pasar budak yang besar!” ucao Zhou Tian melihat banyaknya iblis yang mendekam di penjara budak.
“Gege, banyak diantara mereka yang terluka, dan kondisi mereka jauh dari kata baik karena sebagian besar menderita kelaparan!” Zhu Ying sangat prihatin melihat keadaan ribuan iblis yang saling berdesakan di dalam penjara, yang sangat sempit.
“Sebaiknya kita segera bebaskan meraka!”
Zhou Tian dan Zhu Ying segera membebaskan ribuan iblis dari dalam penjara, dan memberi perawatan pada mereka yang membutuhkan perawatan.
Untuk mereka yang lapar, Zhou Tian telah membeli banyak makanan dan minuman siap konsumsi dari toko sistem, sehingga semua iblis bisa segera mengisi perut mereka yang kelaparan.
“Kalian semua setelah ini untuk sementara waktu akan tinggal di sebuah tempat, sebelum nantinya kalian akan tinggal bersama iblis lain di suatu tempat yang ada di Benua ini!” Zhou Tian segera membuka gerbang Dunia Jiwa, dan setelah memberi penjelasan singkat apa itu Dunia Jiwa pada semua iblis yang kini telah bebas, dia membiarkan mereka memasuki dunia jiwa dan di dunia jiwa sudah ada empat binatang kontraknya, yang akan membantu merekamereka mengenal lebih jauh tentang Dunia Jiwa.
Setelah beberapa waktu berlalu dan seluruh iblis telah pindah ke Dunia Jiwa, Zhou Tian yang telah menutup kembali gerbang menuju Dunia Jiwa, dia membawa Zhu Ying keluar dari dalam penjara.
“Gege, seluruh tempat di wilayah selatan telah kita jelajahi, dan sepertinya sudah saatnya kita menemui saudara Zhou Lin dan yang lainnya!” ucap Zhu Ying.
“Sebaiknya kita memang segera menemui mereka, dan setelahnya kita bisa melanjutkan apa yang sedang kita lakukan di Benua Tengah!” ucap Zhou Tian.
Sebelum pergi, sepeti biasa Zhou Tian membakar pasar budak terbesar yang berada di wilayah selatan Benua Barat, dan setelahnya dia bersama Zhu Ying pergi menuju wilayah tengah Benua Barat untuk bertemu dengan Zhou Lin dan yang lainnya.
...----------------...
Bersambung.