
Beberapa hari berlalu dengan cepat.
Saat ini kapal yang merupakan artefak terbang sedang melintas di bagian tengah Lautan Sunyi yang terkenal sangat berbahaya karena keberadaan kabut tebal dan monster laut.
Ratusan kultivator bebas yang disewa pemilik kapal untuk melindungi kapalnya, mereka sudah siaga sejak malam, dan mereka harus terus terjaga sampai dua hari ke depan.
Di tengah kabut tebal yang begitu sunyi, sayup-sayup semua orang di luar maupun di dalam kapal mendengar suara gemuruh dari kejauhan. Suara gemuruh itu terdengar sangat mengerikan, membuat beberapa orang takut dengan apa yang kedepannya akan terjadi.
Zhou Tian dan Zhu Ying yang sejak kapal memasuki kawasan berkabut sudah merasakan firasat buruk, saat ini mereka berada di atas geladak bagian belakang, dan ternyata di tempat yang sama ada Ning Feifei.
Kali ini Ning Feifei tidak sendirian, dia didampingi dua pria dan dua wanita dengan kekuatan satu tingkat lebih lemah dibandingkan wanita itu.
“Kalian juga merasakannya?” Ning Feifei bertanya pada Zhou Tian dan Zhu Ying.
Zhou Tian dan Zhu Ying kompak menganggukkan kepala, dan tak ada pembicaraan lain diantara mereka.
Semua fokus melihat ke bagian belakang yang merupakan sumber dari suara gemuruh.
Kuaak... Kuaak... Kuaak... Kuaak...
Sekawanan Elang Perak mata merah yang merupakan binatang buas dengan kekuatan setara kultivator ranah Saint muncul dari balik kabut.
Jumlah mereka tidak main-main. Setidaknya mereka ada ribuan, dan suara gemuruh yang sebelumnya terdengar semua itu berasal dari kepalan sayap mereka.
Semua orang yang berada di luar kapal dapat melihat kedatangan kawanan Elang Perak. Alhasil, banyak dari mereka yang teriak karena ketakutan, terutama mereka yang sadar kekuatannya jauh lebih lemah dari Elang Perak.
“Sial! Bagaimana aku bisa lupa kalau akhir bulan ini adalah jadwal mencari makan kawanan Elang Perak?” Pemilik kapal menyesali kebodohannya karena melupakan satu hal yang sangat penting.
Tidak ada pemilik artefak yang begitu bodoh melakukan perjalanan di saat kawanan Elang Perak mencari makan, tapi karena lupa dia benar-benar menjadi bodoh.
Melihat jumlah Elang Perak, dia hanya bisa pasrah karena tidak mungkin dirinya dan semua yang berada di kapalnya selamat.
Sekalipun melawan sekuat tenaga, dengan jumlah Elang Perak yang saat ini memutari kapal miliknya, baginya kekalahan benar-benar tak bisa dihindarkan.
Sambil sesekali menelan ludah, dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, dan bersiap melawan musuh.
Boom... Boom...
Baru juga mengangkat pedang ingin melawan dua Elang Perak yang menukik tajam ke arahnya, dia dikejutkan dengan ledakan yang merubah dua Elang Perak menjadi abu.
Bukan hanya dua Elang Perak yang menukik ingin menyerangnya, yang berubah menjadi abu, melainkan banyak Elang Perak lain berubah menjadi abu setelah kilatan cahaya melesat ke arah mereka, dan kilatan cahaya itu berasal dari geladak belakang kapalnya.
“Mungkinkah ada kultivator kuat di belakang sana?” tanyanya pada diri sendiri.
Sementara itu di geladak belakang, dengan teknik Jari Petir Surgawi, tak sulit bagi Zhou Tian membunuh Elang Perak yang mendekati kapal.
“Tidak ada yang menakutkan dari kekuatan mereka, tapi mereka bukan sesuatu yang membuatku khawatir,” ucap Zhou Tian begitu santai sambil terus membunuh Elang Perak yang mendekati kapal.
Saat Zhou Tian begitu santai membunuh Elang Perak, tanpa dia sadari apa yang dilakukannya telah membuat Ning Feifei dan empat orang lainnya terperangah.
“I-itu, sekuat apa sebenarnya teman Nona, sampai dia dengan mudahnya membunuh Elang Perak hanya dengan sekali serang?”
Suara salah satu pengawalnya jelas terdengar oleh Ning Feifei, tapi dia hanya bisa menggelengkan kepala, dikarena dia sendiri tidak tahu sebesar apa kekuatan Zhou Tian.
“Yang jelas dia sangat kuat, jauh lebih kuat dariku!” ucap Ning Feifei memberi jawaban.
“Gege, sepertinya Elang Perak bukanlah sosok yang membuat kita khawatir! Kemungkinan apa yang membuat kita khawatir, apapun itu sepertinya dia belum sampai di tempat ini!” ungkap Zhu Ying.
Zhou Tian mengangguk. “Dia memang belum sampai, tapi tak lama lagi dia akan segera sampai!”
Baru juga Zhou Tian diam, dari kejauhan muncul kilatan cahaya merah, dan itu bergerak semakin mendekat.
Melihat itu membuat Zhou Tian segera menciptakan array untuk melindungi seluruh bagian kapal.
“Gege, apa kamu tahu benda apa itu yang semakin mendekat?”
Demgan mata biasa Zhou Tian tidak bisa wujud kilatan cahaya merah, tapi begitu menggunakan teknik Mata Emas, jelas dia melihat wujud dari kilatan cahaya yang terus bergerak mendekat.
“Kilatan merah adalah sosok iblis, tapi dia juga memiliki garis keturunan siluman dalam dirinya. Bisa dikatakan dia adalah makhluk setengah iblis dan setengah siluman. Untuk kekuatannya, kekuatannya setara kultivator ranah Immortal tingkat Menengah!”
“Gege, apa boleh jika aku yang melawannya? Sekalian aku ingin mencoba peningkatan kekuatanku padanya!” Zhu Ying semangat menghadapi sosok iblis setengah siluman.
“Bersenang-senang lah,” ucap Zhou Tian yang tak khawatir karena dia tahu kalau Zhu Ying mampu mengalahkan sosok iblis setengah siluman yang kian mendekat.
Mendapatkan izin dari Zhou Tian, tak ingin membuang waktu Zhu Ying langsung saja melesat cepat menghampiri sosok setengah iblis dan siluman.
Zhou Tian telah menghilangkan array yang melindungi kapal, sehingga Zhu Ying bebas bergerak menyerang musuhnya.
“Hahaha, manusia bodoh! Seharusnya kau tetap berada di balik perlindungan array yang mustahil aku tembus, tapi karena kamu justru datang padaku, dengan senang hati aku akan sedikit bermain denganmu, sebelum aku membunuhmu dan menjadikanmu sebagai makananku!”
Bergerak lincah, sosok yang seluruh bagian tubuhnya berwarna merah termasuk warna pakaiannya, dia segera menyerang Zhu Ying.
Sosok serba merah muncul di hadapan Zhu Ying dan langsung menyerang dengan menggunakan pukulan serta tendangan secara bergantian.
Serangannya sangat cepat, tapi Zhu Ying yang mendapatkan serangan bertubi-tubi, dia sama sekali tak kesulitan menghindari setiap serangan yang datang.
“Cukup menarik, tapi tak lama lagi kau akan mati!” Kuku tangan sosok itu memanjang dan dia semakin gencar menyerang Zhu Ying.
Terdengar suara benturan antara kuku tajam yang begitu kuat dengan pedang kayu Zhu Ying, saat keduanya saling melemparkan serangan.
Meski kekuatan Zhu Ying baru di tingkat Awal ranah Immortal, dia tak terlihat kewalahan atau kerepotan menghadapi musuh yang lebih kuat satu tingkat darinya.
Bukannya kewalahan, dia perlahan mulai mendominasi jalannya pertarungan.
Boom...
Ledakan kecil terjadi saat tendangan Zhu Ying berhasil membuat lawannya terdorong mundur puluhan langkah.
Meski hanya terdorong mundur puluhan langkah, sosok serba merah sadar jika musuhnya tidak selemah perkiraannya.
“Jangan dulu puas karena berhasil membuat aku terdorong mundur! Aku baru akan mulai serius!” teriak sosok serba merah.
Swung...
Aura sosok serba merah meningkat bersama dengan munculnya sepasang tanduk di kepala, dan sepasang sayap muncul di punggungnya.
Melihat perubahan wujud dan aura musuhnya, Zhu Ying kali ini serius menghadapi musuhnya
Menggunakan seluruh kekuatannya, dia berencana mengakhiri hidup musuhnya dengan satu kali serangan.
“Kamu menjadi orang pertama yang memaksaku menggunakan semua yang aku miliki, dan kamu juga akan menjadi orang pertama yang mati dengan seluruh kekuatanku!” Suara sosok serba merah terdengar jauh lebih berat dari sebelumnya.
“Jangan terlalu banyak mengucapkan omong kosong! Sebaiknya segera akhiri semua ini dan kita lihat siapa yang bertahan sampai akhir!” Zhu Ying adalah pemilik tiga akar roh elemen. Saat serius, disa bisa menggunakan kekuatan ketiga elemennya untuk melawan musuh.
Api, angin dan petir, tiga elemen itu sekarang menyelimuti tubuh Zhu Ying, dan baru kali ini dia menunjukkan kekuatan tiga elemennya di hadapan banyak orang.
Ning Feifei dan empat pengawalnya terkejut mendapati ada seseorang yang memiliki tiga akar roh elemen dalam tubuhnya.
Sedangkan Zhou Tian, dia terlihat biasa-biasa saja karena telah mengetahui semua yang ada pada diri Zhu Ying.
“Kekuatanmu sangat mwngejutkanku. Daripada saling membunuh, bagaimana kalau kamu menjadi salah satu Selirku? Aku janji akan memberimu kebahagiaan dan kepuasan!” Kali ini sosok serba merah berbicara lembut pada Zhu Ying.
Mendengar kata-kata menjijikkan keluar dari mulut musuhnya, Zhu Ying tak lagi mampu membendung amarahnya, dan tanpa banyak bicara dia langsung saja melesat maju menyerang sosok serba merah.
Melihat wanita yang menjadi musuhnya menyerang, sosok serba merah mengeluarkan tombak dari ruang kosong, lalu melesat maju melakukan perlawanan.
“Cih, aku menawarkan kehidupan baik untukmu tapi kau justru memilih kematian. Kalau begitu, aku tak akan sungkan.”
“Teknik Tombak Kematian!”
Sosok serba merah berteriak, dan bersamaan dengan itu aura kuat terpancar dari tombak di tangannya yang mata tombaknya mengarah pada Zhu Ying.
Yakin dapat memenangkan pertarungan, sosok serba merah penuh percaya diri maju menyambut serangan musuh dengan serangan terkuatnya.
Namun, kepercayaan dirinya haru dibayar mahal saat aura kuat terpancar dari pedang kayu yang berada di tangan musuhnya.
“Masih terlalu lemah!” Zhu Ying memadatkan energi tiga elemen miliknya di pedang kayu, lalu dia mengirim dua tebasan ke arah musuh.
Swush...
Tebasan pertama berhasil menghancurkan ujung tombak musuhnya, dan hanya menyisakan setengah bagian tombak.
“Ti-tidak mungkin! Senjata dan serangan terkuatku berhasil dikalahkan. Aaaargh....” Sosok serba merah berteriak marah, tapi belum juga dia melakukan apa-apa, tebasan kedua yang dilakukan Zhu Ying datang dan membelah tubuhnya menjadi dua.
Tubuh sosok serba merah terbelah menjadi dua, dan sebelum jatuh menyentuh air laut tubuhnya terbakar menjadi abu oleh elemen api milik Zhu Ying.
Memastikan musuhnya mati, Zhu Ying segera kembali ke tempat Zhou Tian.
“Apa kamu sudah cukup bersenang-senang?” tanya Zhou Tian pada Zhu Ying, sambil membunuh Elang Perak terakhir yang mencoba mendekati kapal.
“Sedikit puas, tapi aku ingin melawan musuh yang lebih kuat dari sosok itu!” jawab Zhu Ying.
“Di Alam Fana kita akan sulit menemukan musuh yang lebih kuat dari musuhmu barusan. Sepertinya kita harus segera pergi ke Alam yang lebih tinggi untuk memuaskan keinginan bertarungmu!” ucap Zhou Tian yang mendapat balasan anggukan kepala Zhu Ying.
Setelah sedikit melakukan pembicaraan ringan di geladak belakang kapal, Zhou Tian dan Zhu Ying bergegas kembali ke ruangannya, tanpa mempedulikan seseorang yang menatap Zhu Ying penuh minat.
“Wanita itu sangat pantas sebagai pendamping kakakku, sedangkan Zhou Tian, kakakku bisa menjadikan dia sebagai bawahannya!” gumam Ning Feifei, lalu dia memutuskan kembali ke ruangannya karena masih butuh empat hari lagi untuk sampai tujuan.
...----------------...
Bersambung.