Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Sosok Wakil Dewa Ras Manusia


Pulau Melayang Zhou Tian.


Zhu Ying, Zhu Meili, serta Shen Yiren, mereka segera mencari keberadaan Zhou Tian setelah merasakan keberadaannya di pulau melayang. Meski mereka memakai cadar, terlihat jelas mereka sangat bahagia karena orang yang mereka tunggu kedatangannya akhinya datang.


Bagi Zhu Ying ini adalah kali pertama ia terpisah cukup lama dengan Zhou Tian setelah mereka menikah, dan ia benar-benar tidak ingin mengulangi apa yang selama beberapa hari ini terjadi.


Selama beberapa hari tanpa melihat sosok Zhou Tian, rasanya ada yang hilang dari hidupnya, dan itu membuatnya sedikit kehilangan semangat meski senantiasa bisa berhubungan dengan Zhou Tian melalui telepati. “Sepertinya Gege sedang melihat perkembangan para iblis yang ada di pulau melayang miliknya!” ucap Zhu Ying.


Sementara itu, Zhou Tian yang merasakan keberadaan Zhu Ying dan dua orang lainnya, ia tersenyum karena tidak butuh waktu lama untuk mereka mengetahui keberadaannya di pulau melayang. “Mereka benar-benar seperti saudar yang saling terhubung!” gumamnya.


“Gege!” teriak Zhu Ying begitu ia berada cukup dekat dengan Zhou Tian, dan langsung saja ia bergerak cepat untuk memeluk pria yang begitu ia rindukan.


Zhou Tian tersenyum dan membalas pelukan Zhu Ying, sedangkan Zhu Meili dan Shen Yiren, terlihat mereka masih canggung.


Tidak lama pelukan pelepas rindu mereka berakhir, lalu pandangan Zhou Tian segera tertuju pada Zhu Meili dan Shen Yiren. “Apa kalian tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” tanyanya.


Zhu Meili terlihat masih canggung, sedangkan Shen Yiren, ia tersenyum dan berkata, “Kami ingin segera menikah dengan Gege!” Shen Yiren begitu tegas dengan apa yang ia katakan, dan tidak ada keraguan dalam perkataannya.


“Benarkah kalian ingin segera menikah denganku?” tanya Zhou Tian memastikan.


Keduanya menganggukkan kepala, sebagai jawaban apa yang ditanyakan Zhou Tian pada mereka.


Zhou Tian terdiam sejenak setelah melihat anggukan kepala dari Zhu Meili dan Shen Yiren. Ia tidak menyangka mereka dengan suka rela menawarkan diri sebagai istrinya, dan lagi Zhu Ying terlihat senang dengan keputusan mereka.


“Kita akan menikah, tapi aku mungkin tidak bisa memberi kalian pernikahan mewah, dan lagi saat ini aku bukanlah apa-apa di Alam Langit ini,” ucap Zhou Tian tidak menutupi segala kekurangannya.


“Kami tidak menginginkan pernikahan mewah. Kami hanya ingin menjadi istri Gege!” ucap Shen Yiren dan ia tersenyum, begitu juga dengan Zhu Meili.


Dengan penuh keyakinan dan kesadaran mereka menginginkan pernikahan dengan Zhou Tian. Tidak sedikitpun terlihat keterpaksaan atau kebohongan di mata mereka, Zhou Tian bahkan memiliki firasat keduanya akan sedih jika ia menolak pernikahan dengan mereka.


“Kalau begitu, besok kita akan menggelar pernikahan sederhana di kediaman utama!” ucap Zhou Tian dan ia tersenyum.


Ketiga wanita yang mendengar itu, mereka tersenyum bahagia di balik cadar yang digunakan. Meski Zhu Ying lebih dulu menjadi istri Zhou Tian, ia turut bahagia seolah memang ada ikatan diantara mereka bertiga, dan ikatan itu adalah ikatan keluarga.


Setelah memutuskan besok akan menggelar pernikahan dengan Zhu Meili dan Shen Yiren, Zhou Tian membawa ketiga wanitanya pulang ke kediaman karena ia telah puas melihat perkembangan para iblis di pulau melayang miliknya. Sampai di kediaman, ia memilih mandi terlebih dahulu, lalu ia akan lebih serius membicarakan perihal pernikahan dengan Zhu Meili dan Shen Yiren.


Saat Zhou Tian mandi, Zhu Ying, Zhu Meili dan Shen Yiren, ketiganya yang dibantu puluhan pelayan dari istana Shen Yiren, mereka segera mempersiapkan tempat di kediaman, yang akan digunakan sebagai tempat berlangsungnya pesta pernikahan.


Ketiga binatang kontrak Zhou Tian dan sosok wanita yang merupakan binatang kontrak Zhu Ying, mereka juga turut membantu persiapan acara pernikahan. Mereka datang membantu setelah menerima pesan dan Tuan masing-masing.


Aula kediaman dihias dengan hiasan mewah dan megah, begitu juga dengan jalan utama menuju aula kediaman.


Semua saling bekerjasama dan sebelum malam datang mereka ingin semuanya selesai. Mereka semua adalah kultivator, jadi tidak sulit menyelesaikan sesuatu yang bisa memakan waktu berhari-hari, jika dilakukan makhluk fana.


Kamar pengantin juga telah dipersiapkan, tapi khusus untuk mempersiapkan kamar pengantin, semua hanya dilakukan oleh Zhu Ying, Zhu Meili, serta Shen Yiren.


Untuk persiapan di tempat lain, mereka tidak keberatan mendapatkan bantuan dari orang-orang yang memang ingin membantu mereka, tapi khusus kamar pengantin, mereka tidak ingin orang lain ikut campur dengan persiapan kamar pengantin.


...----------------...


Setelah Zhou Tian selesai mandi.


Zhou Tian yang sudah merasa segar dan berganti pakaian, ia berkumpul dengan ketiga wanitanya di taman kediamannya.


Ia sengaja membawa ketiganya ke taman, dikarenakan kediaman mereka terlalu ramai. Taman yang cukup lenganh, menjadi tempat yang tepat untuk melakukan pembicaraan serius, yang berhubungan dengan acara pernikahan di keesokan hari.


“Ren’er, Li’er, apa kalian masih memilih anggota keluarga?” tanya Zhou Tian langsung ke intinya karena ia tidak suka berbasa-basi.


“Ge-Gege, aku tidak lagi memiliki keluarga terutama ayah dan ibu. Mereka semua sudah tiada sejak aku kecil, tapi aku tidak tahu apa penyebab kematian mereka!” Zhu Meili lebih dulu memberi jawaban.


“Aku juga sama seperti saudari Meili, tidak lagi memiliki ayah atau ibu, begitu juga dengan saudara lain. Mereka semua telah tiada karena pemberontakan di Klan Shen, yang mana Klan Shen telah hancur setelah terjadinya pemberontakan!” ucap Shen Yiren, menjawab pertanyaan Zhou Tian.


Zhou Tian menganggukkan kepala setelah mendengar jawaban mereka. Sebelumnya ia merasa perlu meminta restu dari anggota keluarga mereka sebelum prosesi pernikahan berlangsung. Namun, setelah mendengarkan jawaban mereka, ia merasa tidak perlu melakukan itu.


Mereka sudah tidak lagi memiliki anggota keluarga, jadi mereka bisa memutuskan apa yang ingin mereka lakukan.


Setelah tahu mereka tidak lagi memiliki saudara di luar sana, Zhou Tian merasa tidak perlu menunda pernikahan dengan mereka.


Besok tetap akan menjadi hari pernikahannya dengan mereka, dan ia sebelumnya seluruh persiapan pernikahan hampir selesai, dan semua itu tidak lepas dari kerjasama ketiga wanitanya.


Merekapun akhirnya menikmati makan siang bersama sambil melihat persiapan pernikahan di setiap sudut kediaman. Meski tidak semewah hiasan di aula kediaman, jalan menuju aula kediaman, atau kamar pengantin, tetapi bisa terlihat nuansa pernikahan di setiap sudut kediaman.


...----------------...


Keesokan harinya.


Seluruh rangkaian acara pernikahan telah terlewati dengan lancar tanpa adanya hambatan, dan sekarang Zhou Tian telah menjadi seorang pria dengan tiga istri.


Zhou Tian sendiri mencoba melawan aura yang menekan tubuhnya, bahkan ia sudah menggunakan kekuatan Tubuh Dewa miliknya. Meski begitu, ia masih dapat merasakan tekanan yang membuat tubuhnya bergetar.


Memandang ketiga wanitanya yang hampir bersamaan memuntahkan seteguk darah akibat tekanan yang menyiksa mereka, tiba-tiba mata merah Zhou Tian berubah warna menjadi kuning keemasan, bersama ledakan aura dari tubuhnya, yang membuat semua orang di kediamannya terbebas dari aura kuat yang membuat meraka semua jatuh tersungkur.


“Aku tidak pernah mengganggumu, tapi kau terang-terangan menantangku! Aku tau kau tidak di Alam ini, tapi tidak lama lagi aku pasti datang ke Alam yang kau tinggali, dan aku pastikan kau mati!” teriak Zhou Tian penuh amarah pada sosok yang telah berani membuat ketiga wanitanya terluka.


Zhou Tian saat ini tidak hanya menggunakan kekuatan Tubuh Dewa nya, tapi ia juga menggunakan setengah kekuatan Darah Dewa di tubuhnya, yang membuat kekuatannya jauh melampaui ranah Raja Dewa.


Kekuatannya setara dengan ranah Kaisar Dewa tingkat Puncak, tapi itu hanyalah kekuatan sementara dan tidak mungkin bertahan lebih lama. Beruntung ia sudah tidak lagi merasakan aura yang sebelumnya membuat dirinya kewalahan.


‘Pemilik aura itu tidak berasal dari Alam ini. Aku merasa ia berasal dari Alam yang lebih tinggi. Apa mungkin ia berasal dari Alam Dewa?’ tanyanya dalam hati, tapi ia lebih lama mencari jawaban dari pertanyaannya karena saat ini banyak hal yang harus ia lakukan.


Pertama-tama ia membantu ketiga wanitanya memulihkan diri mereka, baru setelahnya ia membantu yang lain memulihkan diri.


Zhou Tian membeli banyak pil pemulihan dan pil penyembuhan dari toko sistem, lalu ia membagikan semua pil pada mereka yang memang membutuhkannya.


Beruntung tidak ada yang mengalami luka serius, sehingga tidak ada yang memerlukan perawatan khusus. Semua orang hanya butuh memulihkan diri selama beberapa waktu, sebelum mereka pulih seperti sediakala.


...----------------...


Uhuk...


Seorang pri dengan pakaian yang seluruhnya berwarna biru, ia terbatuk dan menyemburkan darah segar dari mulutnya. Ia menelan sesuatu yang baru dikeluarkan dari cincin penyimpanan miliknya, dan tidak lama keadaannya sudah terlihat membaik.


“Kakak, apa yang terjadi denganmu? Apa ini ulahnya?” tanya wanita yang duduk di sebelahnya.


“Aku tidak menyangka dia sangat kuat! Kekuatannya sudah berada di ranah Kaisar Dewa tingkat Puncak, dua tingkat lebih tinggi dari kesadaran jiwa yang aku kirim untuk membunuhnya. Dengan kekuatan itu, pantas saja ia bisa mengalahkan orang-orang kuat di Alam Langit!”


Wanita yang duduk di sebelahnya terlihat sulit percaya akan kebenaran dari ucapannya. Akan tetapi, setelah melihat luka yang dialami olehnya, wanita itu mulai percaya, tapi masih saja ia menyimpan keraguan, dan baru sepenuhnya percaya jika melihatnya secara langsung.


“Kakak, apa perlu kita meminta bantuan yang lainnya, sebelum orang itu sampai ke Alam ini?”


“Percuma saja meminta bantuan pada yang lainnya, dikarenakan kekuatan mereka setara dengan kekuatanku, dan kekuatan seperti itu sama sekali tidak berguna saat dihadapkan dengan kekuatannya!”


“Lalu, apa sekarang yang harus kita lakukan? Apa kita hanya diam dan menunggu kedatangannya di Alam ini? Bukannya ia akan terus tumbuh jauh lebih kuat dari saat ini kalau kita tidak segera membunuhnya? Kakak, ia harus mati sebelum ia menjelma menjadi Dewa Kematian untuk kita semua!”


Ada sebuah ramalan tentang masa depan, yang mengatakan kurang dari sepuluh tahun lagi akan ada perang besar antar ras. Jika di masa lalu peperangan antar ras dimenangkan ras manusia yang bekerjasama dengan ras siluman. Peperangan yang akan berlangsung di masa depan, hasil akhir peperangan akan menjadi kebalikan dari peperangan di masa lalu.


Jika ramalan itu benar adanya, bisa dipastikan ras iblis lah yang akan keluar sebagai pemenang, sedangkan ras manusia dan siluman akan berada di pihak yang kalah. Ramalan itu sendiri mengatakan kalau ada sosok iblis yang memiliki kekuatan besar, dan ia adalah penentu kemenangan ras iblis.


Kekuatan iblis itu sangatlah besar, bahkan seluruh Dewa dari ras manusia dan ras siluman, tidak akan memiliki kesempatan mengalahkan iblis yang kelak di masa depan akan menjadi Dewa terkuat di Alam Semesta.


Sheng Yong, pria yang merupakan wakil dari Dewa ras manusia berpikir keras setelah mendengarkan pertanyaan beruntun dari adiknya. Ia telah mencurigai keberadaan iblis yang terlalu kuat, dan ia menganggap iblis itu adalah sosok yang ada dalam ramalan. Kecurigaannya semakin menjadi saat ia sendiri dibuat terluka oleh iblis itu.


Membunuh iblis itu saat ini jelas sulit dilakukan, tapi bukan berarti ia tidak bisa membuat iblis itu sulit meningkatkan kekuatannya. “Aku akan mengirim prajurit suci untuk mengganggunya selama di Alam Langit, dan keberadaan prajurit suci akan membuat ia kesulitan meningkatkan kekuatan, meski prajurit suci sangatlah mustahil dapat membunuhnya!”


Wanita yang duduk di sebelahnya terlihat setuju dengan rencananya, dan keduanya sepakat akan mengirim sepuluh ribu prajurit suci dengan kekuatan di ranah Raja Dewa tingkat Sempurna pergi ke Alam Langit.


...----------------...


Di pulau melayang Zhou Tian.


Dua hari berlalu sejak peristiwa yang membuat banyak orang di pulau melayang terluka, dikarenakan tekanan waktu itu bukan hanya dirasakan mereka yang ada di aula, melainkan dirasakan oleh semua orang yang ada di pulau melayang Zhou Tian.


Meski banyak orang yang terluka, beruntung tidak ada yang mati, dan saat ini semua orang terlihat berlatih semakin giat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Mereka sadar banyak musuh yang lebih kuat dari mereka, dan semua ingin tumbuh semakin kuat.


Sementara itu, di kediaman utama, Zhou Tian yang malam sebelumnya berhasil merenggut kesucian kedua istrinya dan melakukan malam panas bersama ketiga istrinya, saat ini ia sedang mengawasi pelatihan ketiga istrinya.


Zhou Tian dan ketiga istrinya sama-sama mendapatkan terobosan saat melakukan hubungan suami istri, dan Zhou Tian yang paling banyak mendapatkan terobosan dibandingkan ketiga istrinya yang masing-masing hanua mendapatkan dua kali terobosan.


Kekuatan Zhu Meili menerobos sampai ranah Dewa Langit tingkat Puncak, Zhu Ying saat ini telah mencapai tingkat Sempurna ranah Dewa Langit, sedangkan Shen Yiren yang paling kuat, ia berhasil menerobos ranah Raja Dewa tingkat Awal.


Sedangkan Zhou Tian yang berhasil mendapatkan tiga kali terobosan, ia berhasil menerobos tingkat Menengah ranah Raja Dewa, dan jika ia menggunakan kekuatan Tubuh Dewa serta kekuatan Darah Dewa, kekuatannya bakal melampaui ranah Kaisar Dewa, dan tentunya ia jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Saat sedang mengawasi ketiga istrinya yang sedang berlatih, Zhou Huang datang melaporkan keberadaan orang-orang yang sejak beberapa waktu yang lalu terus mengawasi pulau melayang Zhou Tian dan pulau melayang Shen Yiren.


Hampir seharian orang-orang itu terus mengawasi kedua pulau melayang, dan sebenarnya Zhou Tian sudah lama mengetahui keberadaan mereka. Namun ia sengaja membiarkan mereka, dikarenakan ia merasa aura orang-orang itu berbeda dari aura penghuni Alam Langit.


Ia merasa orang-orang itu bukanlah orang yang berasal dari Alam Langit, dan jika tebakannya itu benar, sepertinya orang-orang itu berhubungan dengan seseorang yang membuat ulah si hari pernikahannya.


Jika benar orang-orang itu bagian dari seseorang yang sudah ia anggap sebagai musuh, tentu ia tidak akan membiarkan orang-orang itu pulang dalam keadaan selamat. Ia baru mengizinkan mereka pulang setelah berubah menjadi mayat.


...----------------...


Bersambung.