
Begitu sampai di istana Penguasa Alam Langit saat malam telah berganti pagi, Zhou Tian membawa ketiga istrinya ke sebuah rumah yang ia yakini ditempati Zhou Lin dengan yang lainnya. Meninggalkan pulau melayang, mereka melesat cepat pergi ke rumah yang terlihat pintunya masih tertutup rapat, tapi Zhou Tian dapat melihat adanya aktivitas di dalam rumah itu.
Sedangkan ketiga istrinya terus saja mengikuti kemanapun dirinya pergi, tanpa tahu tempat seperti apa yang menjadi tujuannya, dan kenapa ia pergi ke tempat itu.
Begitu sampai di rumah yang menjadi tujuannya, setelah memastikan ketiga istrinya berbaris rapi di belakangnya, Zhou Tian mengetuk pintumu rumah, dan tidak lama seseorang membuka pintu dari dalam.
“Saudara Lin, lama tidak jumpa!” ucap Zhou Tian dan ia tersenyum begitu melihat sosok yang membukakan pintu adalah Zhou Lin, sedangkan Zhou Lin ia masih diam ditempatnya karena terkejut. Ia terkejut karena begitu membuka pintu sudah melihat keberadaan Zhou Tian bersama tiga wanita di belakangnya.
Zhu Fei sendiri tidak ikut pergi menghampiri rumah yang ditempati Zhou Lin dan yang lainnya, sebab ia masih menikmati waktu tidur setelah semalaman ia menghabiskan banyak waktu bersama Zhu Ying, Zhu Meili dan Shen Yiren.
“Siapa yang datang?” tanya Zhou Gang datang menghampiri Zhou Lin, tapi tidak lama kemudian ia ikut terdiam setelah melihat keberadaan Zhou Tian.
“Kenapa kalian tiba-tiba jadi patung? Apa sebegitu terkejutnya kalian melihat keberadaanku?” tanya Zhou Tian membuat Zhou Lin serta Zhou Gang tersenyum.
Zhou Lin yang telah tersadar dari keterkejutannya, ia berkata, “Tentu saja aku terkejut karena tiba-tiba kamu sudah muncul di tempat ini, padahal hari ini kami berencana mencari keberadaanmu dan saudari Ying di istana Penguasa Alam Langit.”
Saat melihat keberadaan wanita di belakang Zhou Tian, Zhou Lin mudah mencari keberadaan Zhu Ying hanya dengan merasakan auranya saja, tapi saat ia memperhatikan wajah dari ketiga wanita di belakang Zhou Tian yang kebetulan hari ini tidak menggunakan cadar, ia ternganga begitu melihat wajah ketiganya sama persis, tidak ada sedikitpun perbedaan.
“Adik, apa setelah lama tidak bertemu kamu bertemu dengan saudari Ying yang lainnya?” tanya Zhou Lin setelah ia menarik napas panjang.
“Saudara Lin, mereka bukan Ying’er yang lain, tapi mereka adalah Zhu Meili dan Shen Yiren. Untuk status mereka, mereka memiliki status seperti Ying’er, mereka adalah istriku!” ucap Zhou Tian menjawab keingintahuan Zhou Lin.
“Baru juga beberapa waktu berpisah, kamu tiba-tiba saja sudah memiliki tiga istri. Apa ada keinginan untuk menjadi empat?” tanya Zhou Gang yang sudah kembali bersikap biasa saja, tidak seperti sebelumnya dimana ia terdiam karena terkejut.
Mendengarnya Zhou Tian mengangguk pelan. “Aku memang berencana menambah satu lagi, dan itu bukan semata karena kemauanku, tapi itu juga karena kemauan mereka.” Ia lalu menjelaskan tentang istrinya yang merupakan wanita dengan empat kembaran, dan masih ada satu lagi dari mereka yang sampai sekarang belum ditemukan.
Zhu Ning dan Zhu Rong yang baru datang saat Zhou Tian memulai ceritanya, mereka ikut mendengarkan cerita Zhou Tian tentang para istrinya, dan ia harus menikahi keempat wanita dengan rupa yang sama, tapi mereka berasal dari ras yang berbeda-beda.
Raa iblis, ras manusia, lalu ras binatang suci, bisa jadi yang keempat berasal dari ras silum, tapi tidak menutup kemungkinan berasal dari ras peri, atau bahkan berasal dari ras terkuat, ras Dewa. Jika itu ras Dewa, akan sangat sulit bagi Zhou Tian mendapatkan istri keempatnya, dikarenakan ia harus bisa mengalahkan sosok terkuat diantara orang-orang dari ras Dewa, jika ingin menikahi wanita yang berasal dari ras Dewa.
Mengetahui semua itu Zhou Tian berharap jika istri keempatnya bukan berasal dari ras Dewa, tapi semakin ia berharap, semakin ia merasa kalau istri keempatnya memang berasal dari ras Dewa.
Selesai mendengarkan cerita Zhou Tian, Zhou Lin serta tiga orang lainnya diajak pergi berkunjung ke pulau melayang, dan setelahnya mereka baru akan pergi ke istana Penguasa Alam Langit.
“Di sepanjang jalan menuju tempat ini aku sempat mendengarkan pembicaraan orang-orang tentang perebutan pulau melayang di Alam Langit, tapi aku tidak menyangka jika kamu memiliki salah satunya!” ucap Zhou Lin, begitu tahu Zhou Tian memiliki salah satu pulau melayang yang ada di Alam Langit.
Sedangkan Zhou Tian, ia hanya tersenyum kecil menanggapi apa yang diucapkan Zhou Lin padanya, perihal kepemilikan pulau melayang.
Sampai di pulau melayang milik Zhou Tian, Zhou Lin Dan tiga orang lainnya melihat pemandangan yang mirip dengan keadaan di kota, tapi yang berbeda adalah mereka sekarang melayang, dan bisa membawa semua yang ada pergi kemanapun selama itu masih berada di Alam Langit.
“Apa di tempat ini tidak pernah terjadi badai atau sesuatu yang buruk, yang berkaitan dengan Alam?” tanya Zhu Ning.
“Ada formasi pelindung yang melindungi tempat ini, jadi tidak akan ada hal buruk terjadi selama formasi pelindung tidak hancur!” jawab Zhou Tian.
Setelahnya para wanita berkeliling sendiri, dan sekarang Zhou Tian yang ditemani kedua saudara sumpahnya, mereka juga berkeliling, melihat-lihat keadaan pulau melayang. Jika para wanita melihat keindahan beberapa taman bunga, para pria justru pergi ke hutan untuk bertemu para binatang spiritual.
Tiba di hutan, kedatangan Zhou Tian dan kedua saudaranya disambut oleh para binatang spiritual, yang semakin hari kekuatan mereka semakin bertambah kuat, dan Zhou Tian merasa sangat pantas membawa mereka pergi ke Alam Dewa.
Mereka yang setelah hancurnya segel memiliki kekuatan di tingkat Awal ranah Kaisar Dewa, masing-masing dari mereka telah berhasil mendapatkan satu kali terobosan dalam waktu singkat, dan semua itu tidak lepas dari sumberdaya yang diberikan Zhou Tian pada mereka.
Zhou Lin dan Zhou Gang yang tahu seberapa besar kekuatan para binatang spiritual, mereka merasa seperti seekor semut di hadapan para binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang.
Zhou Tian yang melihat ekspresi keduanya, ia hanya tersenyum karena ia sudah memikirkan banyak cara untuk membantu mereka meningkatkan kekuatan, termasuk membuat mereka menjalin kontrak dengan salah satu binatang spiritual.
“Bagaimana jika kalian menjalin kontrak dengan salah satu binatang spiritual yang ada di tempat ini?” ujar Zhou Tian memberi penawa pada kedua saudaranya, dan baru juga ia selesai bicara, dua binatang spiritual datang menghampiri kedua saudaranya.
Rajawali petir datang menghampiri Zhou Gang yang didalam tubuhnya terdapat kekuatan elemen petir. Sementara Zhou Lin, ia didatangi harimau merah, yang merupakan harimau api. Untuk harimau putih, mereka adalah pemimpin para binatang spiritual, dan jika menjalin kontrak, mereka hanya menginginkan kontrak tuan hamba dengan Zhou Tian.
Zhou Lin dan Zhou Gang bingung dengan dua binatang spiritual yang mendatangi mereka, sedangkan Zhou Tian yang baru saja mendengar penjelasan dari harimau putih melalui telepati, ia segera menjelaskan maksud kedatangan kedua binatang spiritual itu pada Zhou Lin dan Zhou Gang.
“Saudara Lin, saudara Gang, mereka telah memilih kalian sebagai tuannya, dan mereka ingin menjalin kontrak tuan hamba dengan kalian! Mereka akan sakit hati jika kalian menolak keinginannya!” ucap Zhou Tian.
Zhou Lin dan Zhou Gang yang mendengar itu tentu saja tidak menolak menjalin kontrak dengan mereka, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara melakukan kontrak tuan hamba dengan binatang spiritual.
Tidak butuh waktu lama akhirnya kontrak telah terbentuk, dan sesuatu terjadi pada diri Zhou Lin Dan Zhou Gang begitu mereka menjalin kontrak dengan binatang binatang spiritual.
Keduanya segera duduk berkultivasi, dan Zhou Tian jelas melihat kekuatan keduanya terus saja meningkat, dan baru berhenti begitu mereka menerobos ranah Raja Dewa tingkat Awal. Memang masih jauh dari ranah Kaisar Dewa, tapi perkembangan kekuatan mereka sangat cepat karena sebelumnya mereka masih berada di ranah Dewa Bumi.
Sekarang mereka fokus meningkatkan kekuatan pondasi kekuatan, dan Zhou Tian membiarkan keduanya melakukan itu sampai pondasi mereka benar-benar kokoh untuk menunjang kekuatan besar.
...----------------...
Di Alam Dewa beberapa hari setelah ras siluman tidak lagi membantu ras manusia memusnahkan keberadaan ras iblis.
Dalam waktu beberapa hari ini sudah lebih dari lima puluh ribu prajurit suci ras manusia ditemukan mati, dan lebih dari dua ratus ribu ditemukan dalam keadaan terluka, dari luka berat sampai luka ringan, dan untuk apa yang terjadi pada mereka, semua terjadi karena serangan kelompok iblis pemburu prajurit suci ras manusia.
Jiang Sheng, Dewa Ras Siluman yang mendengar kabar banyaknya kasus kematian yang dialami prajurit suci ras manusia, ia sama sekali tidak peduli karena sekarang posisinya bukanlah sekutu dari ras manusia. Sekarang ia berada pada posisi netral, bahkan ia mengajarkan ras siluman untuk kembali menjalin hubungan baik dengan ras iblis.
Lagi dan lagi, ia yang mengajarkan para siluman untuk mulai menjalin hubungan baik dengan ras iblis, kembali ia mendapatkan tentangan dari ras manusia, bahkan secara terang-terangan para petinggi ras manusia menuduh ras siluman berkhianat, dan akan menyatukan kekuatan dengan ras iblis untuk melawan kejayaan ras manusia di Alam Semesta.
Jiang Sheng terkekeh pelan mendengar tuduhan para petinggi ras manusia. Bukan hanya dia yang terkekeh, para petinggi ras siluman juga terkekeh, bahkan ada sebagian dari mereka yang tertawa. “Mungkin tuduhan itu akan menjadi kenyataan jika mereka terus saja ikut campur apa yang menjadi keputusanku!” ucap Jiang Sheng dengan suara lantang.
“Yang Mulia, sejujurnya hamba tidak pernah suka dengan apa yang selama ini kita lakukan, saat masih berada di pihak para manusia. Bukan hanya hamba tapi kebanyakan para siluman tidak suka kita berpihak pada manusia yang arogan dan sombong, tapi tiap ada masalah mereka selalau berdiri di belakang, padahal mereka adalah penyebab adanya masalah itu!” ucap salah satu petinggi ras siluman.
“Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan saat ini? Apa kita akan benar-benar memberi dukungan pada ras iblis?” tanya Jiang Sheng pada para petinggi ras siluman yang saat ini berkumpul di aula istana Dewa Siluman.
“Untuk saat ini sebaiknya kita jangan terlalu jelas menunjukkan jika kita memberi dukungan pada ras iblis, tapi secara sembunyi-sembunyi kita bisa membantu ras iblis, seperti memberi mereka tempat tinggal yang aman, yang jauh dari keberadaan ras manusia. Mereka yang selama ini terkurung di dunia kecil, mereka pasti senang saat kita menawarkan mereka sebuah tempat tinggal, meski kebebasan mereka masih terbatas!” ucap satu-satunya siluman wanita, yang menjadi petinggi ras siluman.
“Aku setuju dengan itu, dan aku merasa Benua Selatan di Alam Dewa sangat cocok untuk tempat tinggal sementara mereka, selama ras manusia masih menginginkan musnahnya keberadaan mereka dari Alam Semesta ini!” ucap Jiang Sheng, mengingat Benua Selatan di Alam Dewa merupakan wilayah mutlak kekuasaan ras siluman, yang mana di masa lalu tempat itu merupakan wilayah kekuasaan ras iblis.
“Kalau begitu, hamba akan menyuruh prajurit suci mencari keberadaan kelompok iblis yang keluar dari dunia kecil, untuk memberitahu mereka jika Benua Selatan akan menjadi tempat tinggal yang aman untuk ras iblis.” ucap wanita yang sama, dan ia sangat senang karena pada akhirnya ras siluman tidak lagi terikat hubungan merugikan dengan ras manusia.
Sementara itu, di aula samping istana Dewa Ras Mansuai, saat ini sedang diadakan pertemuan seluruh petinggi ras manusai, yang dipimpin oleh wakil kedua Dewa ras manusia. Pertemuan dilakukan untuk membahas ras siluman yang tidak lagi menjadi sekutu ras manusia, dan memilih menempatkan diri pada posisi netral.
“Apa ada yang tahu alasan utama kenapa tiba-tiba Dewa ras siluman memutuskan tidak lagi berada si pihak ras manusia dan memilih berada di posisi netral? Jika ada yang bisa menjawab, segera saja menjawab!” teriak pria tua, wakil kedua Dewa ras Manusia, yang saat ini masih melakukan kultivasi tertutup, dan baru beberapa minggu lagi merska bakalan menyelesaikan kultivasi tertutupnya.
“Tuanku, sepertinya ini berhubungan dengan hubungan kurang baik yang akhir-akhir ini sering terjadi antara prajurit suci ras siluman dan prajurit suci yang kita miliki,” ucap salah satu petinggi ras manusia.
“Hubungan kurang baik diantara kedua pasukan? Jelaskan padaku lebih jelas, hubungan kurang baik seperti apa yang terjadi diantara meraka? Jika itu hanya permasalahan sepele, aku yakin tidak akan sampai membuat Dewa ras siluman mengambil keputusan menempatkan ras siluman di posisi netral!” ucap pria tua.
“Tuanku, sebenarnya hamba juga baru tahu tentang masalah yang akan hamba ceritakan. Selama ini banyak prajurit suci yang kita miliki mulai bersikap arogan dan sombong pada prajurit suci ras siluman, dikarenakan mereka menganggap posisi ras manusia adalah yang paling unggul, bahkan hamba juga baru tahu jika selama ini prajurit suci ras siluman sering dihina oleh prajurit suci milik kita!”
“Saat terjadi kekacauan, prajurit suci yang kita miliki juga tidak mau melibatkan diri, meski kekacauan itu terjadi antara para manusia, dan lagi-lagi prajurit suci ras siluman lah yang turun tangan membereskan kekacauan. Selain itu, faktanya Dewa ras siluman yang saat ini memang tidak menginginkan adanya permusuhan antara ras siluman dan ras iblis. Ia ingin kedua ras memiliki hubungan baik selayaknya di masa lalu, sebelum terjadi perang besar yang menghancurkan kekuasaan ras iblis!”
Pria tua tentu saja terkejut mendengarkan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia ketahui, dan setelah mendengar semua itu ia merasa wajar jika ras siluman pada akhirnya memilih berada dalam posisi netral, tapi entah kenapa ia merasa ke depannya ras siluman akan lebih memihak pada ras iblis dibandingkan pada keberadaan raa manusia yang selama beberapa ratus tahun terakhir menjalin hubungan baik dengan mereka.
“Aku tidak menyangka hal buruk seperti ini terjadi saat kedua Dewa sedang melakukan kultivasi tertutup!” gumam pria tua.
Pria tua yang tidak ingin hubungan ras manusia dan ras siluman semakin memburuk, ia menginstruksikan pada para petinggi ras manusia untuk terlebih dahulu tidak ikut campur apapun yang menjadi keputusan Dewa ras siluman, sekalipun keputusan itu merugikan ras manusia.
Dengan mereka terus-terusan ikut campur pada keputusan Dewa ras siluman, bisa dipastikan hubungan kedua ras akan semakin memburuk, dan bisa saja memburuknya hubungan bisa membuat kedua ras berperang.
Mendengar itu banyak petinggi ras manusia yang ingin memprotesnya, tapi pada akhirnya mereka hanya bisa diam saat melihat sorot mata tajam pria tua yang menatap mereka bergantian.
“Jika ada yang tidak setuju dengan apa yang sudah menjadi keputusanku, silahkan kalian maju dan kita akan menyelesaikan semua dengan pertarungan! Aku mau lihat sekuat apa orang yang tidak setuju dengan keputusanku!” ucap pria tua, dan tentu saja tidak ada yang berani maju karena mereka jelas bukan lawan sepadan untuknya.
Pada akhirnya pertemuan itu berakhir, dan pertemuan menghasilkan keputusan yang mana ras manusia tidak diizinkan ikut campur pada apa yang menjadi keputusan Dewa ras siluman.
Jika ada yang melanggar keputusan, siapapun itu ia akan mendapatkan hukuman berat dari pria tua, wakil dari dua sosok Dewa ras manusia.
...----------------...
Bersambung.