
Di istana Kerajaan Teratai.
Kabar peperangan yang terjadi di hutan siluman telah terdengar sampai telinga Raja Li Rui. Awalnya dia mengira akan mendengar kabar buruk tentang keberadaan ras iblis yang beberapa waktu lalu membiarkan Jenderal Kerajaannya kembali dengan selamat, meski harus kehilangan seluruh prajuritnya. Meski harus mengalami kerugian yang tak sedikit, setidaknya dia tak harus kehilangan Jenderal kepercayaannya.
Namun, setelah mendengar hasil peperangan di hutan siluman yang sedang berlangsung, Raja Li Rui merasa kerugiannya tak sebesar kerugian belasan sekte yang terlibat dalam peperangan di hutan siluman. Dari puluhan mata-mata yang dia kirim untuk menyaksikan jalannya peperangan dari jarak jauh, dia mendapatkan laporan dari mata-matanya jika pemimpin utama penyerangan telah mati mengenaskan di tangan sosok iblis dengan senjata sebuah pedang berukuran besar.
Bukan hanya mati mengenaskan setelah melakukan pertempuran, tapi pemimpin penyerangan mati hanya dalam lima kali serangan musuh. Sebenarnya empat serangan sudah cukup untuk membunuhnya, tapi iblis yang menjadi lawannya menggunakan serangan terakhir untuk memastikan kematiannya.
“Seseorang dengan kekuatan di ranah Mortal tingkat Sempurna mati dalam lima kali serangan? Aku yang baru saja menerobos ranah Nirwana, belum tentu aku bisa melakukannya.”
Raja Li Rui napas dalam-dalam dan mencoba menebak seberapa tinggi kekuatan iblis yang menjadi lawan pemimpin penyerangan. Dapat membunuh kultivator ranah Mortal tingkat sempurna dalam lima serangan, dia mengira sosok itu tak lebih lemah dibandingkan dirinya, atau mungkin justru lebih kuat.
Membayangkan ada sosok iblis yang kekuatannya setara atau bahkan telah melampaui kekuatannya, Raja Li Rui merasa keputusanmu sangat benar saat tak melibatkan diri dalam rencana penyerangan hutan siluman.
Kalau saja dia terlibat dalam rencana penyerangan, bisa dipastikan saat ini Kerajaan Teratai akan mengalami banyak kerugian, dan kerugian itu bisa dimanfaatkan Kerajaan lain untuk mendapatkan keuntungan dari Kerajaan Teratai, terutama beberapa Kerajaan tetangga yang selama ini menunggu melemahnya kekuatan utama Kerajaan Teratai.
“Sebaiknya, aku mulai mempertimbangkan menjalin hubungan baik dengan ras iblis, lagipula orang-orang yang tersisa di Kerajaanku adalah mereka yang mendukung keputusanku saat aku ingin menghapus sistem perbudakan. Bukan hanya menghapus perbudakan terhadap ras iblis, tapi juga perbudakan pada manusia yang tak memiliki takdir untuk menjadi seorang kultivator.”
Raja Li Rui telah mengambil keputusan dan dalam waktu dekat dia akan merubah keputusannya menjadi peraturan baru yang berlaku di seluruh wilayah Kerajaan Teratai. Untuk orang-orang berkuasa yang selama ini menentangnya, mereka sebelumnya memilih bergabung dengan belasan sekte yang menyerang hutan siluman.
Bukannya tanpa alasan mereka bergabung dengan kekuatan belasan sekte. Mereka berencana akan menggunakan bantuan dari kekuatan belasan sekte untuk melakukan pemberontakan, dan tujuan mereka adalah melengserkan Raja Li Rui dari singgasananya.
Namun bukannya berhasil mencapai tujuan yang mereka inginkan, keberadaan mereka saat ini mungkin sudah musnah di hutan siluman, di tangan para iblis yang menjadi lawan mereka.
...----------------...
Di hutan siluman.
Para Patriark sekte dan tetua sekte yang sebelumnya yakin dapat memenangkan peperangan dan memainkan keberadaan ras iblis, kini justru keberadaan mereka yang telah musnah tak bersisa.
Zhou Tian sama sekali tidak terlibat dalam pertempuran yang hampir mendekati akhir dengan hanya menyisakan belasan ribu murid sekte. Bergerak lincah kesana kemari bersama Zhu Ying, Zhou Tian mengangguk puas melihat jalannya pertempuran yang sudah jelas terlihat siapa pemenangnya. Pertempuran memang belum sepenuhnya berakhir, tapi dari kekuatan yang ada Zhou Tian bisa menyatakan kemenangan telah menjadi milik ras iblis.
Setengah hari berlalu dengan cepat. Peperangan telah berakhir dan ras iblis hampir tidak mengalami kerugian. Hanya ada ratusan orang yang mengalami luka, tapi sebagian besar hanya mengalami luka ringan. Dalam satu sampai dua hari mereka yang terluka bisa dipastikan sembuh seperti sedia kala.
Selain mendapatkan kemenangan mudah, dalam peperangan yang baru saja berakhir ras iblis juga mendapatkan banyak barang jarahan dari para Patriark sekte, tetua sekte, serta dari seluruh murid sekte yang telah mati di medan peperangan. Dengan barang jarahan yang melimpah, bukannya ingin memperkaya diri sendiri, tapi mereka ingin memperkaya Kota Iblis dan dua Desa Iblis.
Seluruh barang jarahan rencananya akan dimasukkan ke ruang harta milik Kota Iblis, dan semua orang berhak menggunakannya saat benar-benar membutuhkannya. Sedangkan untuk keberadaan Desa Iblis, tak lama lagi akan berdiri desa ketiga yang nantinya akan membuat kekuatan ras iblis semakin meningkat.
Setelah seluruh benda berharga yang menempel pada mayat musuh telah diamankan, Zhou Tian menjentikkan jarinya dan bola-bola api seukuran bola mata manusia muncul di atas setiap mayat. Menggerakkan jari telunjuknya ke bawah, bola api meluncur jatuh membakar seluruh mayat yang berada di medan peperangan.
Tak ada satupun mayat yang terlepas dari cara Zhou Tian membersihkan keberadaan mereka. Semua mayat terbakar nyala api terang, dan dalam waktu singkat seluruh mayat berubah menjadi abu.
Saat ini bau darah juga telah menghilang karena begitu seluruh mayat berubah menjadi abu, hujan turun dengan derasnya membanjiri tempat yang semula menjadi mendan peperangan.
“Setelah hari ini, hanya manusia bodoh yang berani menyinggung kekuatan ras iblis di Benua Selatan!” Zhou Tian pergi meninggalkan medan peperangan di tengah hujan lebat, sedangkan Zhu Ying, dia sudah lebih dulu kembali ke Kota Iblis.
...----------------...
Satu hari berlalu, di ibukota Kerajaan Teratai sedang terjadi kegaduhan setelah Raja Li Rui menetapkan peraturan baru yang berlaku di Kerajaannya, dan dia menegaskan barang siapa yang menolak peraturan baru, siapapun itu dipersilahkan pergi meninggalkan wilayah Kerajaan Teratai.
Namun, dari banyaknya orang yang tinggal di ibukota, hanya segelintir orang yang memutuskan pergi setelah tidak menerima keberadaan peraturan baru Raja Li Rui. Mereka pergi meninggalkan ibukota bersama ratusan budak yang berasal dari ras iblis. Kebanyakan mereka yang pergi adalah pedagang budak, yang tentu tak bisa kembali menjajakan dagangan mereka di wilayah Kerajaan Teratai.
Mereka pergi tak lama setelah Raja Li Rui menetapkan peraturan barunya, tapi baru dua kilometer meninggalkan ibukota Kerajaan Teratai, rombongan yang terdiri dari puluhan kultivator dengan yang paling kuat berada di ranah Alam Kaisar, mereka mendapatkan serangan dari belasan pria bertopeng yang dari segi kekuatan jauh lebih kuat dari mereka.
Meski hidup mereka sangat menderita sebagai budak, tapi nyatanya mereka tetaplah makhluk hidup yang takut pada kematian. Namun, ketakutan mereka perlahan memudar belasan sosok bertopeng hitam membuka topeng mereka. Mengarahkan pandangan pada mata yang semula tertutup, sekarang mereka tahu kalau belasan sosok bertopeng hitam adalah iblis sama seperti mereka.
Dari takut mereka kini merasa lega dan senang karena satu persatu dibebaskan dari ratai yang mengikat tangan, kaki, serta leher mereka. Tak sampai di situ, mereka semakin senang karena diberi makanan layak, yang seumur hidup tidak pernah mereka rasakan.
“Setelah ini kalian akan kami bawa ke Desa Iblis, yang ke depannya akan menjadi tempat tinggal kalian!” ucap pemimpin belasan iblis yang kembali menggunakan topeng hitam untuk menutupi wajah mereka.
Mendengar seseorang menyebutkan tentang keberadaan Desa Iblis, ratusan iblis yang beru dibebaskan dari perbudakan dan saat ini sedang mengisi perut mereka dengan makanan, tak satupun dari mereka berhasil menahan keterkejutan begitu tahu ada Desa Iblis yang bisa mereka tempati.
“Tuan, apa Desa Iblis hanya diperuntukkan ras iblis, dan kami bebas tinggal di tempat itu?” Pria tertua dari ratusan iblis yang sedang menikmati makanan bertanya pada pemimpin iblis bertopeng.
“Untuk saat ini Desa Iblis memang hanya diperuntukkan untuk ras iblis dan kalian akan menempati Desa Iblis ketiga, yang sedang dalam proses pembangunan. Aku berharap kalian mau membantu proses pembangunan karena pada akhirnya tempat itu akan menjadi tempat tinggal kalian, dan di tempat itu juga kalian akan menjalani kehidupan baru. Bukan hidup sebagai budak, tapi hidup sebagai diri kalian sendiri.”
Bukan pemimpin kelompok bertopeng yang menjawab, melainkan sosok wanita yang sejak awal tidak pernah membuka topengnya.
Meski suara wanita itu terdengar datar dan dingin, mendengar jawabannya ratusan iblis benar-benar bahagia karena bisa menjalani kehidupan bebas, bukan lagi kehidupan sebagai budak, dan lagi bukan hanya ada satu Desa Iblis, melainkan sudah ada tiga Desa Iblis. Mengetahui itu, mereka yakin bisa berinteraksi dengan iblis lain yang selam ini tidak pernah bisa mereka lakukan.
...----------------...
Malam hari di Kota Iblis.
Zhou Tian sedang bersantai di atap istananya sambil melihat keindahan Kota Iblis di malam hari. Melihat pemandangan kota yang begitu hidup dan damai, dia merasa seperti melihat kota impiannya sejak kecil. Kota yang indah dan dipenuhi kedamaian untuk ras iblis, melihat keadaan Kota Iblis, dia merasa sebagian impiannya telah terwujud.
Namun, keadaan Kota Iblis saat ini masih belum sepenuhnya aman, apalagi dia merasa kekuatan para iblis saat ini masih terlalu lemah untuk bertahan dari kerasnya kehidupan.
Selain ancaman dari para manusia yang mungkin saja masih belum menerima keberadaan ras iblis di Benua Selatan, ancaman lain dari lapisan inti hutan siluman adalah ancaman terbesarnya untuk saat ini. Kekuatan mereka yang berada di dalam sana terlalu besar, bahkan dia sendiri tidak yakin mampu menghadapi mereka, meski sudah menerobos ranah Saint.
“Mungkin aku harus lebih kuat dari ranah Saint, tapi apa masih ada tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan ranah Saint?” Zhou Tian hanya tahu batas kekuatan berada di ranah Saint, dan dia tidak tahu ada tidaknya tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan ranah Saint.
Teringat sistem, Zhou Tian bermaksud bertanya pada sistem, tapi sepertinya ada yang marah padanya karena jarang diajak komunikasi.
“Sistem, apa masih ada tingkatan kekuatan di atas ranah Saint? Kalau ada, apa saja tingkatan itu?”
[Ding... Tuan bertanya? Tuan bertanya dan ingin mendapatkan jawaban? Selalu saja ingat hanya jika ada keperluan!]
Bukannya langsung memberi jawaban, sistem justru mengeluh. Suara siter yang terdengar seperti suara wanita yang sedang merajuk. “Itu, bukannya aku melupakanmu, tapi akhir-akhir ini kami tahu sendiri aku sedang mengurus banyak hal. Membebaskan para iblis dari perbudakan, mengatur kota, serta menyiapkan peperangan, semua itu sudah banyak menyita waktuku!”
[Ding.... alasan Tuan sangat masuk akal. Apa Tuan bisa mengulangi pertanyaannya sebelumnya]
“Hmm... apa masih ada tingkatan kekuatan di atas ranah Saint? Kalau ada, apa saja tingkatan itu? Satu lagi, apa kamu bisa menghilangkan suara ding yang muncul setiap menjawab pertanyaanku?”
[Sistem menuruti keinginan Tuan. Sedangkan untuk tingkatan kekuatan lebih tinggi dari ranah Saint, itu memang ada tapi biasanya seorang kultivator harus pergi ke Alam yang lebih tinggi untuk dapat menerobos tingkatan lebih tinggi dibandingkan ranah Sait]
[Namun, Tuan adalah pengecualian karena ada sistem yang berada dalam diri Tuan. Untuk tingkatan kekuatan setelah ranah Saint, masih ada ranah Immortal, ranah Immortal Bumi, ranah Immortal Langit, ranah Dewa, ranah Dewa Bumi, ranah Dewa Langit]
[Dikarenakan keterbatasan Versi yang sistem miliki, hanya sampai di disni yang sistem ketahui]
Zhou Tian menganggukkan kepala mendengar itu. “Melihat banyaknya tingkatan yang lebih tinggi dari ranah Saint, keberadaanku ini tak ubahnya seekor semut di luasnya Alam Semesta!”
...----------------...
Bersambung.