
Di sebuah ruangan megah, dua sosok manusia marah setelah mendengar laporan dari salah satu anggota kekuatan elite prajurit suci ras manusia. Dua orang itu tidak lain adalah Shang Bolin dan Shang Boqin.
Mereka yang sebelumnya merencanakan penculikan terhadap iblis yang berasal dari Istana Dewa Iblis, rencana mereka gagal total, bahkan mereka harus rela kehilangan banyak kekuatan elite prajurit suci, yang mereka kirim untuk memperlancar jalannya rencana mereka.
Setelah rencana pertama mereka yang gagal, sekarang tidak ada jalan lain selain menjalankan rencana selanjutnya, jika mereka ingin memancing para iblis yang bersembunyi di Istana Dewa Iblis, terutama iblis yang telah begitu banyak merugikan ras manusia.
Shang Bolin berbicara, “Segera kita harus menjalankan rencana kedua, dan jangan sampai rencana kita kali ini gagal! Kalau sampai rencana kita masih gagal, kita hanya akan mendapatkan marah dari ayahanda, dan kita bakalan kehilangan kekuatan Dewa, yang akan kembali diambil ayahanda!”
Shang Boqin menganggukkan kepalanya pelan, “Kali ini kita benar-benar tidak boleh gagal!” ucapnya tegas.
Segera mereka menentukan hari yang tepat untuk melaksanakan rencana kedua, yang mana rencana kedua mereka berhubungan dengan ras Dewa. Rencananya mereka akan menculik Dewa Agung ras Dewa, dan akan menggunakan ancaman pembunuhan, untuk memancing keluar iblis yang ingin mereka bunuh, dari Istana Dewa Iblis.
Mereka tidak akan menyerahkan tugas penculik ini pada orang lain, melainkan mereka sendiri yang akan melakukannya, dan keduanya akan menjamin jika rencana kali ini bakalan berhasil, dikarenakan rencana kali ini dilakukan sendiri oleh mereka.
“Aku akan memimpin prajurit bayangan untuk mengalihkan perhatian prajurit penjaga Istana Agung, sedangkan kamu bertugas melumpuhkan dan membawa pergi Dewa Agung!” ucap Shang Boqin, sambil menatap adiknya. Sedangkan Shang Bolin yang ditatap kakaknya, dia hanya mengangguk sebagai balasan dikarenakan dia sudah tahu apa yang menjadi tugasnya.
Mereka berencana setidaknya membawa dua ribu prajurit bayangan, dan akan melakukan rencana itu di tengah malam, saat kebanyakan orang terlelap dalam tidur mereka.
“Setelah berhasil membawa Dewa Agung, kemana aku harus membawanya pergi supaya ras Dewa tidak tahu jika kita adalah sosok yang telah menculik sosok Dewa Agung mereka? Sangat tidak mungkin jika aku membawanya ke istana ini!” ucap Shang Bolin, yang mana dia tidak tahu harus membawa kemana begitu berhasil menculik Dewa Agung ras Dewa. Sejak awal rencananya penculikan ini belum benar-benar matang, dikarenakan mereka belum menemukan tempat untuk menyembunyikan keberadaan Dewa Agung ras manusia, untuk sementara waktu.
Jika membawa Dewa Agung ke Istana Dewa Manusia yang merupakan tempat tinggal mereka berdua, itu sama saja mereka menginginkan adanya perang terbuka antara ras Dewa dan ras manusia.
“Bukannya kita memiliki Istana tersembunyi, yang keberadaan hanya diketahui oleh kita dan orang-orang yang kita percayai! Bagaimana kalau untuk sementara waktu kita letakkan Dewa Agung di tempat itu, begitu kita berhasil menculiknya?” tanya Shang Boqin, dan dia sangat yakin tempat itu merupakan tempat yang tepat untuk menyembunyikan keberadaan Dewa Agung ras Dewa.
Selain sedikit orang yang mengetahui keberadaan tempat itu, tidak sembarangan orang bisa pergi ke tempat itu, dan lagi di tempat itu terdapat mekanisme pertahanan rumit, yang diciptakan langsung oleh ahli jebakan dan ahli pertahanan terbaik, yang pernah dimiliki oleh ras manusia. Dua orang yang begitu ahli dalam bidangnya pernah dimiliki oleh raa manusia, tapi keduanya mati di tangan Shang Boqin dan Shang Bolin, begitu keduanya selesai menyelesaikan pembangunan mekanisme pertahanan istana tersembunyi milik Shang Boqin dan Shang Bolin.
Keduanya sengaja membunuh para ahli setelah mereka berhasil menyelesaikan tugasnya. Mereka sengaja dibunuh, supaya mereka tidak membuat mekanisme pertahanan yang sama di masa depan. Selain alasan itu, Shang Bolin dan Shang Boqin juga memiliki alasan lain kenapa membunuh mereka. Alasannya itu adalah supaya mereka tidak berhasil menciptakan mekanisme pertahanan yang lebih kuat, daripada yang diciptakan untuk melindungi istana tersembunyi.
Kematian keduanya ditutupi meraka dari sang ayah, dikarenakan kedua orang itu merupakan sahabat ayah mereka. Jika nantinya ayah mereka bertanya kemana perginya kedua orang itu, mereka tidak akan ragu mengatakan jika mereka semua mati di tangan para iblis.
Shang Bolin sempat melupakan keberadaan istana itu karena terlalu lama melakukan kultivasi tertutup. Barulah dia mengingat istana itu setelah baru saja kakaknya mengingatkan tentang keberadaan istana itu. Mengingat mekanisme pertahanan di tempat itu, dia sangat setuju jika untuk sementara waktu Dewa Agung ras Dewa akan disembunyikan di tempat itu, begitu dia berhasil menculiknya.
Keduanya akhirnya sepakat akan menyembunyikan sosok Dewa Agung ras Dewa di istana tersembunyi, dan meraka akan menjaga tempat itu! Akan tetapi, semua itu baru bisa terwujud seandainya mereka berhasil melakukan penculikan terhadap Dewa Agung. Jika penculikan itu gagal, mereka terpaksa menggunakan rencana terakhir, yang sebenarnya mereka tidak berharap menggunakan rencana itu, dikarenakan rencana itu akan membuat kekuatan mereka turun sebanyak satu tingkatan.
Shang Boqin dan Shang Bolin akhirnya mengakhiri pertemuan mereka, setelah selesai mematangkan rencana yang telah meraka susun. Setelahnya, keduanya memilih pergi ke kediaman masing-masing, untuk bersenang-senang dengan para wanita yang meraka miliki.
Setidaknya masing-masing dari mereka memiliki lima ratus wanita, dan setiap malamnya mereka senantiasa ditemani lima sampai sepuluh wanita.
......................
Di Istana Dewa Iblis, Zhou Tian yang sedang mempersiapkan diri pergi ke Istana Agung untuk bertemu calon ayah mertuanya. Dia sedang mendengarkan sesuatu yang dikatakan Zhu Fei padanya.
Zhu Fei menyampaikan padanya tentang rencana dua Dewa ras manusia, yang mana mereka berencana menculik Dewa Agung. Kedua Dewa itu tahu jika putri Dewa Agung Song Bei memiliki hubungan dekat dengan Zhou Tian, dan mereka ingin memancing Zhou Tian keluar dengan mengancam menggunakan nyawa Dewa Agung Song Bei.
Zhou Tian yang mendengar itu terkekeh pelan, dan dia benar-benar tidak menyangka jika kedua Dewa ras manusia ternyata sangat licik.
Mendengar keseluruhan informasi yang diberikan Zhu Fei padanya, Zhou Tian tahu jika rencana kedua Dewa ras manusia akan dilakukan dua hari lagi, tepat si tengah malam. Mengetahui itu, Zhou Tian tiba-tiba saja terkekeh pelan, “Hehehe... aku akan pastikan rencana mereka berhasil, dikarenakan dimalam yang sama aku sudah berada di tempat itu untuk menyelamatkan calon ayah mertuaku!” ucap pelan Zhou Tian.
Dalam satu hari Zhou Tian dan mereka yang ikut dengannya pasti sudah sampai di istana Dewa Agung, milik calon ayah mertuanya. Jadi, saat kesua Dewa ras manusia menjalankan rencana mereka, bisa dipastikan saat itu dia sudah berada di Istana Agung, dan dia sudah tidak sabar betadu kekuatan dengan keduanya. “Aku sungguh tidak sabar betadu kekuatan dengan mereka dan, aku ingin tahu apa kekuatanku bisa mengimbangi kekuatan mereka, yang saat ini sudah berada di tanah Dewa Semesta tingkat awal!” gumam Zhou Tian.
Dengan kekuatan sejatinya memang sebuah kemustahilan Zhou Tian dapat mengalahkan mereka, tapi dengan menggunakan seluruh kekuatan Dewa Iblis yang dimilikinya, belum ada yang tahu apa Zhou Tian bisa mengimbangi kekuatan mereka, atau tetap kalah saat berhadapan dengan mereka. Kemungkinan menang jelas ada, tapi tidak ada yang tahu seberapa besar kemungkinan Zhou Tian menang saat berhadapan dengan mereka.
Sementara itu, apa yang membuat Zhou Tian ingin segera berkunjung ke Istana Dewa Agung menemui calon ayah mertuanya, itu dikarenakan dia telah memenuhi persyaratan yang diajukan Dewa Agung Song Bei, jika dia ingin menikahi Song Qian.
Ada dua syarat yang diberikan oleh Dewa Agung Song Bei, jika Luo Feng ingin menikahi Song Qian, dan hanya dalam waktu yang begitu singkat, Zhou Tian berhasil memenuhi kedua persyaratan itu.
Syarat pertama Zhou Tian memiliki kekuatan ranah Kaisar Dewa Surgawi, jelas dia sudah memenuhi persyaratan itu, dikarenakan kekuatannya saat ini sudah berada di tanah Dewa Agung tingkat Sempurna.
Untuk syarat kedua yang mana Dewa Agung Song Bei menginginkan Zhou Tian memiliki kediaman mewah, dengan Zhou Tian memiliki Istana Dewa Iblis, jelas persyaratan itu telah berhasil dia penuhi.
“Kedua persyaratan sudah berhasil aku penuhi, artinya sudah saatnya aku bertemu dengannya, dan sebentar lagi aku bisa meresmikan hubunganku dengan Song Qian!” gumam Zhou Tian, dan dia sudah sangat tidak sabar untuk meresmikan hubungannya dengan Song Qian, membuat ke-empat istrinya berkumpul bersama seperti di masa lalu.
......................
Bersambung.