
Ratusan prajurit suci mencoba pergi melarikan diri dari kematian, tapi mereka tidak bisa menembus formasi array yang mengurung mereka dalam satu wilayah.
Boom... Boom... Boom...
Zhou Tian datang dan langsung menyerang mereka yang mencoba pergi melarikan diri. Perbedaan kekuatan diantara mereka yang begitu mencolok, cukup sekali serang Zhou Tian berhasil membunuh lawannya, dan ia terus mengulangi serangannya membuat semakin banyak musuh yang mati di tangannya.
Melihat musuh yang tersisa kurang dari sepuluh orang dan mereka memutuskan menyerah, Zhou Tian sama sekali tidak membiarkan mereka menyerah. “Tidak ada kata menyerah untuk kalian yang sudah ditakdirkan mati di tanganku!” ucapnya tegas dan jelas.
Zhou Tian kembali menyerang mereka yang sebelumnya memutuskan menyerah. Sedangkan mereka yang sebelumnya menyerah, mereka kembali mengangkat senjata, mencoba memberi perlawanan pada lawan yang mustahil mereka kalahkan.
Zhou Tian mengayunkan tangannya, memukul siapapun yang menjadi lawannya, “Tidak ada yang bisa kembali hidup-hidup setelah berani mengusikku!” ucapnya.
Serangan Zhou Tian sama sekali tidak bisa ditahan oleh lawannya, dan pada akhirnya semua lawannya mati, dan ini adalah akhir dari sepuluh ribu prajurit suci, yang datang dari Alam Dewa.
Sebelumnya mereka datang untuk membunuh seluruh iblis di Alam Langit, tapi nyatanya justru mereka yang mati di tangan iblis, yang saat ini menghuni Alam Langit.
Menyelesaikan pertarungannya, Zhou Tian memandangi sekelilingnya mencoba mencari jika ada lawan yang terlewat. Beberapa waktu memandangi sekeliling, ia tidak menemukan keberadaan lawan, yang membuatnya yakin jika seluruh musuh telah musnah.
Yakin tidak lagi ada lawan yang tersisa, Zhou Tian memutuskan kembali ke tempat para binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang miliknya, yang mana kali ini mereka telah memberi banyak bantuan untuknya.
Meski tidak ada korban jiwa diantara ratusan binatang spiritual yang telah membantunya, Zhou Tian melihat beberapa dari mereka terluka, dan dengan cekatan ia mengobati siapapun yang terluka menggunakan obat-obatan yang dijual di toko sistem.
Setelah yang terluka mendapatkan perawatan, dengan dipimpin Zhou Tian mereka kembali ke pulau melayang, tapi sebelum kembali mereka tidak lupa membakar mayat seluruh prajurit suci yang mati di tangan mereka.
Kembali berada di pulau melayang miliknya, kedatangan Zhou Tian mendapatkan sambutan dari ketiga istrinya, yang ternyata sudah menyelesaikan pelatihan mereka, dan terasa aura kekuatan mereka saat ini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
“Gege, kenapa kami tadi tidak diberitahu jika ada musuh yang menyerang? Kalau tahu ada musuh yang menyerang, kami pasti bisa membantu Gege!” ucap Shen Yiren, yang sudah berani membuka suara lebih dulu saat bicara dengan Zhou Tian.
Mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya, cepat Zhou Tian memberi jawaban, “Aku sengaja tidak memberitahu kalian, dikarenakan musuh yang datang lebih kuat dari kalian! Aku tidak ingin kalian terluka, jadi aku putuskan melawan mereka bersama seluruh binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang.”
Jawaban yang diberikan Zhou Tian seketika membuat ketiga istrinya penasaran tentang seberapa kuat musuh yang datang menyerang. Apa mungkin mereka berada di tingkat Sempurna tanah Raja Dewa? tebak mereka.
Zhou Tian yang melihat ketiga istrinya menunjukkan ekspresi penasaran, ia tahu apa yang membuat mereka penasaran, dan ia berkata, “Kekuatan mereka berada di tanah Raja Dewa tingkat Sempurna, dan mereka bukan musuh yang berasal dari Alam ini!”
“Bukan musuh yang berasal dari Alam ini? Gege, apa mungkin mereka musuh yang berasal dari Alam yang lebih tinggi? Akan tetapi, bagaimana mereka bisa datang ke tempat ini?” Zhu Ying bertanya sembari menebak asal musuh yang baru saja dihadapi Zhou Tian dan seluruh binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang.
“Mereka memang musuh yang berasal dari Alam yang lebih tinggi, tepatnya mereka berasal dari Alam Dewa, dan mereka sepertinya merupakan utusan sosok yang membuat keributan di hari pernikahan kita!” ucap Zhou Tian sambil memandangi bergantian ketiga istrinya, dan ia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi khawatir tentang keberadaan musuh kuat di Alam Dewa, yang terang-terangan sosok itu sudah mengincarnya yang masih berada di Alam Langit.
“Untuk bagaimana mereka bisa sampai di Alam ini, sepertinya mereka yang masih berada di ranah Raja Dewa masih diizinkan datang ke Alam Langit, oleh karena itu mereka semua rata memiliki kekuatan di ranah Raja Dewa tingkat Sempurna.” Zhou Tian melanjutkan menjawab pertanyaan yang diberikan Zhu Ying padanya.
Mereka yang mendengar jawaban Zhou Tian, mereka merasa harus tumbuh lebih kuat sebelum nantinya mereka pergi meninggalkan Alam Langit. Dengan kekuatan mereka saat ini, hanya kematian yang akan mereka dapatkan jika pergi ke Alam Dewa.
Alam Dewa tentunya menjadi tujuan mereka setelah selesai dengan urusan di Alam Langit, tapi mereka harus jauh lebih kuat jika ingin selamat begitu sampai di Alam Dewa. Waktu, tentu saja mereka memilikinya, tapi mereka tidak tahu seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh lebih kuat dibandingkan saat ini.
“Gege, sepertinya kita harus kembali berlatih untuk menjadi lebih kuat, sebelum nantinya kita pergi ke Alam Dewa,” ucap Zhu Ying, sedangkan dua wanita lainnya memilih hanya mengangguk pelan.
“Ying’er, Li’er, Ren’er, kita memang harus lebih kuat sebelum pergi ke Alam Dewa, dan aku punya banyak hal yang bisa membantu meningkatkan kekuatan kita!” Sebelum pergi ke Alam Dewa, Zhou Tian ingin memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa, begitu juga dengan ketiga istrinya.
Membeli banyak sumberdaya berharga dari toko sistem, ia membagi sumberdaya berharga sama rata pada ketiga istrinya, dan ia juga akan memberikan sumberdaya berharga pada binatang kontraknya dan binatang kontrak Zhu Ying, dan ia juga akan memberikan sumberdaya berharga pada seluruh binatang spiritual penghuni hutan pulau melayang.
Sedangkan untuk puluhan ribu iblis yang untuk sementara waktu menghuni pulau melayang miliknya, dikarenakan kekuatan mereka yang masih rendah, Zhou Tian telah menyiapkan sumberdaya yang tepat untuk meningkatkan kekuatan, dan memperbaiki pondasi kekuatan milik mereka. Meski jumlah mereka tidaklah sedikit, semua mendapatkan jatah sumberdaya yang sama, dan hukuman mati adalah hukuman yang akan diberikan pada siapapun yang berani merampas sumberdaya milik orang lain.
Zhou Tian tegas menerapkan hukuman yang sudah ia tentukan, dan bagusnya sampai sekarang belum ada yang berani melanggar hukum tegas yang ditentukannya. Sampai sekarang belum ada yang mati karena melanggar hukum yang berlaku, meski sesekali terjadi keributan kecil diantara iblis yang tinggal di pulau melayang.
Keributan yang sering terjadi biasanya cuma karena kesalahpahaman diantara mereka yang tinggal di pulau melayang, dan begitu kesalahpahaman berhasil diatasi, permasalahan itu selesai secara damai.
Sudah memberikan apa yang dibutuhkan ketiga istrinya untuk meningkatkan kekuatan mereka, Zhou Tian pergi ke tempat berkumpulnya binatang kontraknya dan juga binatang kontrak Zhu Ying. Ia memberi mereka sumberdaya berharga, dan ia ingin mereka meningkatkan kekuatan di sela memberi pelatihan pada iblis yang sementara waktu ia tempatkan di pulau melayang miliknya untuk berlatih.
Mereka tentu saja menyanggupi apa yang diinginkan Zhou Tian, dan dengan senang hati mereka akan berusaha tumbuh lebih kuat, meski di lain waktu mereka harus melatih para iblis yang nyatanya sangat mudah mengikuti semua pelatihan yang mereka lakukan. Mereka bisa melihat jika ras iblis memang ras yang seolah ditakdirkan untuk menjadi yang terkuat diantara ras lainnya di Alam Semesta.
Dari tempat berkumpulnya para binatang kontrak, Zhou Tian pergi ke hutan tempat berkumpulnya para binatang spiritual, dan ia menemui langsung harimau putih yang merupakan pemimpin binatang spiritual di hutan pulau melayang miliknya. Meski sebenarnya mereka sudah kuat karena masing-masing sudah memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa tingkat Awal, ia ingin mereka tumbuh lebih kuat dari saat ini.
Ia berharap mereka semua sudah berada di ranah Kaisar Dewa tingkat Puncak saat ia melakukan perjalanan menuju Alam Dewa. Oleh karena itu, ia memberikan banyak sumberdaya berharga untuk mereka, dan ia yakin pemberiannya cukup untuk membuat mereka tumbuh semakin kuat.
Sampai di kediaman, ia disuguhi pemandangan hangat saat ketiga istrinya bekerjasama menyiapkan hidangan makan malam. Membiarkan mereka melakukan apapun yang ingin dilakukan, ia memilih pergi ke pemandian yang bersebelahan dengan kamarnya.
Membuka seluruh pakaiannya, ia segera merendam tubuhnya di kolam pemandian yang berisikan air hangat. Merebahkan tubuhnya di tepian kolam pemandian, ia bisa merasa keadaan tubuhnya sangat rileks.
...----------------...
Selesai berendam di kolam pemandian bahkan sempat membuat kolam pemandian semakin panas bersama ketiga istrinya, saat ini Zhou Tian sudah berkumpul dengan ketiga istrinya untuk menikmati makan malam bersama.
Saat acara makan malam berlangsung, semua orang hanya fokus pada makanan, dan tidak ada yang membuka suara untuk membicarakan sesuatu. Semua hanya membuka mulut untuk makan dan minum, kalaupun ingin bicara mereka harus menunggu setelah berakhirnya acara makan malam.
Begitu semua selesai makan dan tidak lagi memegang peralatan makan, barulah mereka diizinkan bicara satu sama lain.
Selesai acara makan malam, Zhu Meili yang lebih dulu membuka suara, dan ia langsung saja memberi pertanyaan pada Zhou Tian, “Gege, apa dengan terus-menerus melakukan seperti yang baru kita lakukan bisa membuat kita tumbuh kuat?”
Semua orang tahu maksud pertanyaan Zhu Meili, dan sebenarnya Zhu Ying dan Shen Yiren juga ingin menanyakan pertanyaan yang sama pada suami mereka, tapi sebelum bertanya Zhu Meili telah mewakili apa yang ingin mereka tanyakan.
“Melakukan itu memang bisa meningkatkan kekuatan kita, tapi hasil yang kita dapat tidak akan sebanyak saat pertama kali melakukannya. Semakin sering melakukan, kita hanya akan mendapatkan hasil yang jauh lebih sedikit dibandingkan saat pertama kali melakukannya.” Jelas Zhou Tian menjawab pertanyaan Zhu Meili.
Sekali melakukannya, mereka benar-benar mendapatkan peningkatan kekuatan yang luar biasa. Kedua kali melakukannya, mereka masih mendapatkan manfaat yang luar biasa. Setelah ketiga kali dan seterusnya, mereka masih mendapatkan manfaat tapi memang tidak sebanyak dibandingkan saat pertama kali melakukannya.
Meski manfaat yang didapat tidak sebanyak saat pertama kali melakukannya, ketiga istri Zhou Tian justru ingin terus melakukannya, dikarenakan mereka mulai ketagihan rasa nikmat saat terjadi penyatuan antara mereka dan Zhou Tian, meski jelas mereka tidak bisa merasakan nikmat secara bersamaan.
“Apa kalian masih kurang dengan apa yang tadi kita lakukan di kolam pemandian? Jika kurang, kita bisa melakukannya lagi, dan kali ini akan aku buat kalian terus berteriak, meneriakkan kepuasan!” ucap Zhou Tian dan ia tersenyum.
Terlihat wajah ketiga istri Zhou Tian seketika memerah setelah mendengar apa yang diucapkan Zhou Tian. Alih-alih malu, mereka langsung saja menarik Zhou Tian ke kamar yang sudah menjadi saksi pertarungan panas mereka.
Memiliki ketiga istri yang tergila-gila dengan keperkasaannya, Zhou Tian selalu bersemangat saat mereka menginginkannya, dan begitu sudah berada di kamar, mereka segera menganggap pakaian adalah sampah, dan merasa pakaian bukanlah sesuatu yang mereka butuhkan.
Tidak lama kemudian terdengar suara penuh kenikmatan keluar dari para wanita yang silih berganti menerima kenikmatan yang diberikan Zhou Tian pada mereka, dan aktivitas berburu kenikmatan yang mereka lakukan baru berakhir setelah mentari pagi terbit menggantikan gelapnya malam.
...----------------...
Saat ketiga istrinya masih tertidur dengan selimut tebal menutupi tubuh polos mereka, Zhou Tian sudah lebih dulu bangun dan membersihkan tubuhnya. Ia tidak tega membangunkan mereka, oleh karena itu ia membiarkan mereka tetap tertidur.
Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Zhou Tian keluar dari kamar, dan langsung saja ia disambut para pelayan yang bekerja di kediamannya. Mereka telah menyiapkan makan pagi untuknya, tapi dengan ramah ia menolak makan pagi, dikarenakan ia memang tidak merasa lapar.
Tidak mengisi perut di pagi hari, kali ini Zhou Tian mengarahkan pergerakan pulau melayang miliknya ke arah pusat benua tengah, yang mana di tempat itu terdapat istana Penguasa Alam Langit, yang selama ini tidak ada yang bisa memasuki tempat itu, sekalipun ia adalah seseorang yang mendapatkan gelar penguasa utama Alam Langit.
Pulau melayang milik Shen Yiren telah diatur akan bergerak mengikuti pergerakan pulau melayang milik Zhou Tian, dan kembali kedua pulau melayang bergerak beriringan menuju istana Penguasa Alam Langit.
Tidak lupa Zhou Tian membuat formasi array ilusi yang membuat keberadaan kedua pulau melayang tidak ada yang mengetahuinya, sehingga ia tidak perlu berhadapan dengan orang-orang bodoh yang berusaha mengambil alih pulau melayang miliknya.
“Sistem masih dalam proses peningkatan level, dan butuh waktu beberapa hari lagi untuk menyelesaikan semua. Aku penasaran apa yang akan terjadi pada sistem begitu selesai melakukan peningkatan level!” gumamnya sambil melayang tinggi di atas pulau melayang miliknya.
Ia benar-benar penasaran apa yang akan terjadi pada sistem begitu proses peningkatan level selesai. Level 10.0 adalah level tertinggi yang bisa dicapai sistem miliknya. Ia sebenarnya berharap sistem nantinya memiliki wujud begitu selesai melakukan peningkatan level. Akan tetapi, ia akan merasa aneh jika itu benar-benar terjadi.
Bagaimanapun juga sistem adalah bagian dari tubuhnya, dan tentunya akan terasa aneh saat ada sosok yang memiliki wujud, tapi berada dalam tubuhnya, apalagi jika ternyata sosok sistem adalah seorang pria, meski selama ini suaranya terdengar selayaknya wanita muda.
“Kalaupun memiliki wujud, semoga wujudnya adalah wanita!” ucapnya pelan dan kembali ia fokus pada perjalanan pulau melayang miliknya, yang bergerak cepat menuju istana Penguasa Alam Langit.
Ia akan mengadu keberuntungan dengan mencoba memasuki istana itu. Jika memang bisa melakukannya, itu bisa diartikan kalau ras iblis bisa segera bangkit. Namun jika sebaliknya, artinya ia harus bekerja lebih keras untuk membangkitkan kehidupan ras iblis di Alam Langit.
Shen Yiren adalah sosok yang menceritakan keberadaan istana Penguasa Alam Langit padanya, dan dari mendengar cerita Shen Yiren, itu membuatnya penasaran dengan istana Penguasa Alam Langit, yang selama ini berulangkali menolak siapapun yang ingin memasukinya, bahkan tidak jarang istana itu melukai orang-orang yang memaksa ingin memasukinya.
Namun entah kenapa Zhou Tian memiliki firasat baik jika istana itu bukannya akan menolak, tapi istana itu selama ini seolah-olah memang sengaja menunggu kedatangannya. “Entah kenapa aku tidak sabar melihat langsung istana yang dikatakan merupakan istana paling indah dan paling megah di Alam Langit.”
Dengan kecepatan pulau melayang, dibutuhkan waktu satu hari perjalanan ke tempat itu, dan kemungkinan ia sampai di tempat itu saat hari menjelang malam.
...----------------...
Bersambung.