Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Keberadaan Ras Peri


Satu minggu kemudian, di Kerajaan Iblis Benua Timur.


“Kurang ajar! Siapa orang yang begitu berani menghalangiku mendapatkan wanita yang selama ini sudah ditakdirkan menjadi milikku? Aku akan datang untuk membunuhnya!”


Wajah mengerikan Raja Iblis Mo Sigui terlihat saat dia marah begitu mendengar laporan Mo Xin dan Mo Zhi tentang mereka yang berhasil menemukan keberadaan gadis suci, tapi keduanya tidak bisa membawa gadis itu ke hadapan Raja Mo Sigui karena ada sosok pria yang lebih kuat dari mereka.


“Sebaiknya Yang Mulia hati-hati dengan orang itu! Kami merasa kekuatan orang itu juga berada di ranah Saint tingkat Sempurna.”


Mengingat sebesar apa kekuatan pria yang ditemuinya di Kerajaan Teratai, Mo Xin mengingatkan Rajanya untuk berhati-hati dengan orang itu.


Raja Mo Sigui sendiri meski memiliki watak keras dan pemarah, dia senantiasa mendengar apa yang dikatakan anak buahnya karena baginya tak akan rugi mendengarkan mereka.


Termasuk saat ini. Mendengar apa yang dikatakan Mo Xin, dia semakin penasaran pada sosok pria yang sama sekali tidak takut dengan nama besarnya, dan lagi dua orang kepercayaannya mengatakan orang itu tak lebih lemah dari dirinya.


“Katakan padaku, apa pria itu mampu menciptakan pilar cahaya seperti yang pernah aku lakukan?” Raja Mo Sigui bertanya pada Mo Xin dan Mo Zhi dengan rasa penasaran.


“Yang Mulia, orang itu mampu menciptakan pilar cahaya seperti yang pernah Yang Mulia lakukan, dan...” Mo Xin yang menjawab terlihat ragu melanjutkan jawabannya.


“Dan apa? Apa pilar cahaya yang dia ciptakan lebih besar dari ciptaanku? Aku rasa itu tidak mungkin, pasti itu lebih kecil dari yang aku ciptakan!” ucap Raja Mo Sigui penuh keyakinan, tapi keyakinannya harus euntuh setelah mendengar lanjutan jawaban Mo Xin.


“Yang Mulia, itu sebenarnya pilar cahaya yang orang itu ciptakan sebenarnya lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan yang pernah Yang Mulia ciptakan.” Mo Xin lanjut menjawab sembari menundukkan kepala.


Mata Raja Mo Sigui terbuka lebar mendengarnya. Ingin dia tidak percaya, tapi dia sulit untuk tidak percaya karena yang mengatakan itu adalah orang kepercayaannya.


“Seharusnya aku tidak mempercayai itu semua, tapi karena semua jawaban itu keluar dari mulut kalian, sulit bagiku untuk tidak percaya karena selama ini kalian tidak pernah membohongiku,” ucap Raja Mo Sigui.


“Yang Mulia, kami tidak akan pernah berani berbohong! Semua yang kami katakan adalah sebuah kebenaran dari apa yang kami lihat dan rasakan. Sebuah keberuntungan kami dapat sampai tempat ini karena orang itu ingin kami menyampaikan semua pada Yang Mulia.” Kali ini Mo Zhi yang bicara.


“Lalu, apa ada yang belum kalian sampaikan padaku? Kalau ada yang belum kalian sampaikan padaku, segera sampaikan! Aku akan mendengar semua yang ingin kalian sampaikan padaku!” Raja Mo Sigui cukup penasaran dengan apa yang ingin disampaikan Mo Xin dan Mo Zhi.


“I-itu, orang itu mengatakan kapanpun Yang Mulia ingin melakukan pertarungan dengannya, dia siap bertarung dengan Yang Mulia,” ucap Mo Xin dengan kepala masih menunduk.


“Cih, beraninya dia melayangkan tantangan terbuka padaku.”


Apa yang baru disampaikan Mo Xin padanya, diartikan sebagai tantangan terbuka untuknya. Sebagai sosok yang bergelar Raja Iblis Benua Timur, Raja Mo Sigui tidak gentar dengan tantangan terbuka yang ditujukan padanya.


Namun, mengetahui seberapa kuat lawannya dari apa yang disampaikan Mo Xin dan Mo Zhi, dia tak buru-buru datang memenuhi tantangan terbuka dari orang itu.


“Dalam dua bulan, kalian berdua akan menemaniku memenuhi tantangan orang itu!” ucap Raja Mo Sigui sembari menatap tajam Mo Xin dan Mo Zhi.


“Baik Yang Mulia.” Bersamaan keduanya memberi balasan.


Dua bulan, dalam kurun waktu dua bulan Raja Mo Sigui akan berusaha meningkatkan kekuatannya, dan setelah berhasil meningkatkan kekuatannya dia akan mendatangi orang yang melayangkan tantangan terbuka padanya.


Namun, dia melupakan satu hal yang sangat penting. Dalam dua bulan saat dia mencoba meningkatkan kekuatannya, di sisi lain orang yang ingin dia lawan pasti juga melakukan hal yang sama, dan besar kemungkinan pencapaian orang itu jauh lebih baik dari pencapaiannya.


...----------------...


Di kawasan hutan siluman lapisan terluar.


“Setiap harinya ribuan iblis datang untuk menjadi bagian dari Desa Iblis, dan mereka yang sudah layak akan menjadi bagian dari Kota Iblis. Sampai sekarang sudah ada lima belas Desa Iblis di lapisan terluar hutan siluman, dan ada dua Kota Iblis yang dalam proses pembangunan. Kalau semua berjalan lancar, dalam dua bulan aku yakin misi membangun Kerajaan akan terselesaikan.”


Meski sedikit kesepian karena melakukan pengawasan seorang diri, tapi dia terhibur dengan pesatnya pembangunan di kawasan hutan siluman.


Puas dengan pesatnya pembangunan Desa Iblis maupun Kota Iblis, Zhou Tian pergi ke kawasan perbatasan hutan siluman dengan hutan biasa.


Di tempatnya saat ini dia bisa melihat interaksi antara manusia dan ras iblis yang mulai terjalin.


“Ras iblis tidaklah bodoh. Mereka jelas tahu siapa yang tulus ingin menjalin hubungan dengan mereka dan siapa yang hanya ingin menjalin hubungan demi mendapat keuntungan untuk diri sendiri.”


Tak sedikit manusia yang ingin menjalin hubungan dengan ras iblis penghuni hutan siluman, tapi hanya segelintir dari mereka yang bisa menjalin hubungan baik dengan ras iblis. Sebagian besar dari mereka tak bisa menjalin hubungan baik karena para iblis tahu orang-orang itu hanya menginginkan keuntungan dari ras iblis. Mereka tidak tulus ingin menjalin hubungan baik, dan sewaktu-waktu bisa saja menusuk dari belakang begitu keinginan mereka tercapai.


Zhou Tian jelas melihat semua itu dari ketinggian langit dengan menggunakan teknik mata emas miliknya, dan dia tersenyum senang karena para iblis sangat pintar memilah kawan.


Insting para iblis yang sudah sekian lama menjadi budak tentunya sudah terasah, dan mereka bisa membedakan siapa-siapa yang tulus serta siapa yang hanya mencari keuntungan dari mereka.


“Meski menjalin hubungan baik dengan para iblis, nyatanya mereka masih memiliki ketakutan yang nyata dengan hutan siluman.”


Dari apa yang dilihat olehnya, paling jauh para manusia hanya berani memasuki hutan siluman sejauh lima kilometer. Jika sudah melebihi jarak itu, mereka memilih mundur.


“Pengecut, sifat itu sepertinya sudah mendarah daging pada diri ras manusia di generasi saat ini. Namun, sebenarnya semua itu tidak hanya terjadi di generasi ini, tapi sudah terjadi sejak generasi nenek moyang mereka.”


Perang besar di masa lalu, disaat seluruh ras sepakat hanya menggunakan kekuatan ras masing-masing untuk berperang, ras manusia justru menyatukan kekuatan dengan ras siluman, padahal peraturan itu merekalah yang bersikeras membuatnya.


“Pengecut adalah sifat warisan dari nenek moyang mereka. Jadi jika sekarang mereka jauh lebih pengecut, itu bukanlah sesuatu yang aneh.” Sifat pengecut ras manusia di masa lalu membuat mereka berjaya dengan berhasil mengalahkan ras iblis dan memusnahkan ras peri yang saat itu sama sekali tidak ikut dalam peperangan.


Jika setelah kekalahan dalam perang ras iblis jatuh menjadi budak kedua ras pemenang perang, ras peri sampai saat ini tidak ada yang tahu keadaan mereka.


Dikatakan ras peri telah sepenuhnya musnah karena serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh ras manusia dan ras siluman. Namun, Zhou Tian menjadi satu dari segelintir orang yang meyakini ras peri masih ada, tapi bersembunyi dalam di suatu tempat.


“Ras peri, aku akan mencari keberadaan mereka begitu berhasil mendirikan kerajaan iblis, dan memilih sosok yang pantas menggantikan posisi Raja untukku! Jika di masa depan ada kesempatan bagiku bertemu mereka, aku akan membantu mereka bangkit dan bersama-sama melawan ketidak adilan Alam Semesta karena dominasi ras manusia dan ras siluman.”


Zhou Tian ingin pergi meninggalkan kawasan perbatasan, tapi saat ingin pergi dia melihat pertunjukan menarik saat puluhan kultivator manusia menyerang belasan iblis yang dari segi kekuatan jauh lebih kuat dari mereka.


“Hanya karena unggul jumlah, para manusia itu lupa jika kekuatan para iblis lebih unggul dari mereka!”


Puluhan kultivator manusia melawan belasan iblis. Dalam jumlah, kultivator manusia sangat unggul, tapi keunggulan itu tak berlangsung lama karena para iblis dengan mudahnya mendominasi jalannya pertarungan dengan kekuatan mereka.


Kekuatan masih lebih unggul dari jumlah, dan pada akhirnya para iblis berhasil memenangkan pertarungan.


“Sejak awal hasil pertarungan sudah terlihat jelas. Mereka para manusia bodoh datang hanya untuk mempercepat kepergian mereka ke Alam lain.” Zhou Tian bergumam sambil menggelengkan kepala, lalu dia segera pergi begitu pertarungan berakhir.


Sementara itu, keadaan kawasan perbatasan kembali tenang begitu pertarungan berakhir.


Ini bukan kali pertama terjadi pertarungan dalam skala kecil di kawasan perbatasan. Pertarungan hampir setiap hari terjadi, tapi pihak pemenang pertarungan senantiasa di menangkan oleh para iblis.


...----------------...


Bersambung.