Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Kedatangan Para Saudara Dari Alam Fana


Keesokan harinya di Alam Dewa.


Alam Dewa dikejutkan dengan ras siluman yang tidak lagi memburu keberadaan ras iblis yang diperkirakan sedang bersembunyi di beberapa dunia kecil, yang tersebar di banyak tempat, di Alam Dewa. Keputusan telah diambil, dan hari ini ras siluman berada di posisi netral.


Jika para siluman tidak ada yang keberatan dengan keputusan Dewa mereka, berbeda dengan para manusia yang marah pada keputusan Dewa Ras Siluman, yang lebih memilih berada di posisi netral, dibandingkan bersatu dengan ras manusia membasmi keberadaan ras iblis.


Banyak sosok penting ras manusia yang melayangkan protes pada keputusan Dewa Ras Siluman, tapi protes mereka tidak dianggap. Keputusan telah diambil, dan sampai kapanpun keputusan itu tidak akan dirubah kecuali ada hal besar yang mengharuskan peraturan itu dirubah.


Prajut suci ras siluman yang sebelumnya membantu prajut suci ras manusia mencari keberadaan sisa ras iblis di Alam Dewa, mereka telah menarik diri, dan kembali ke istana Dewa Ras Siluman yang merupakan rumah mereka. Di hari yang sama saat ras siluman memilih berada di posisi netral, salah satu prajut suci ras manusia dinyatakan musnah di tangan sekelompok iblis yang menyerang mereka, dan ini adalah serangan pertama ras iblis setelah ribuan tahun lamanya mereka terus berada di tempat persembunyian.


Kabar ras siluman yang berada dalam posisi netral sepertinya telah didengar oleh orang-orang dari ras iblis, dan mereka mulai melakukan pergerakan membalas perilaku ras manusia yang selama ini terus memburu keberadaan mereka.


Semakin beranjak siang, semakin banyak kelompok prajut suci ras manusia yang dikabarkan diserang dan dimusnahkan oleh sekelompok iblis. Setidaknya sudah ada ribuan prajut suci ras manusia yang mati dalam setengu hari, dan lebih banyak jumlah yang terluka.


Apa yang terjadi pada prajut suci ras manusia, membuat petinggi ras manusia di Alam Dewa semakin marah pada keputusan ras siluman yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi. Sekalipun mereka melakukan protes langsung di hadapan sang Dewa Ras Siluman, protes mereka hanya akan mendapatkan penolakan.


Terlebih lagi mereka melakukan protes tanpa menjaga kesopanan di hadapan sosok Dewa, membuat para petinggi ras siluman segera melarang manusia memasuki istana Dewa Ras Siluman.


“Keputusanku tidak bisa diganggu gugat, dan semua orang wajib menghormati keputusanku!” ucap Jiang Sheng tegas, di hadapan para petinggi ras manusia, sebelum mereka diusir dari istana Dewa Ras Siluman.


Sementara itu di suatu tempat di Alam Dewa, ribuan iblis yang merupakan iblis pemburu, mereka terus memburu prajut suci ras manusia yang lengah. Mereka tidak menyerang dari depan musuh, tapi mereka melakukan serangan secara sembunyi-sembunyi.


Apa yang mereka lakukan hari ini telah membuahkan banyak hasil. Ribuan prajurit suci ras manusia mati di tangan mereka, dan ada puluhan ribu prajut suci yang terluka. Jumlah itu akan terus bertambah seiring waktu yang terus berjalan.


Mereka mulai melakukan pergerakan setelah mendengar mundurnya prajut suci ras siluman, dan sikap ras siluman yang mulai hari ini memutuskan berada di posisi netral. Melihat situasi yang mendukung, mereka mulai melakukan pergerakan dan dimulailah hari pembalasan.


...----------------...


Di Alam Langit.


Zhou Tian dan ketiga istrinya sudah berada di pulau melayang terbesar yang ada di Alam Langit, dan pulau melayang itu adalah milik Zhou Tian. Rencananya hari ini mereka akan pergi melihat gerbang portal penghubung Alam Langit dan Alam Dewa, sebelum nantinya mereka akan pergi ke Alam Dewa, setelah semua urusan di Alam Langit terselesaikan.


Mereka yang berada di Alam Langit tentu saja belum tahu dengan apa yang terjadi di Alam Dewa, tapi mereka yang berada di Alam Dewa tidak akan sulit mencari tahu apa yang terjadi di Alam Langit.


Kalau saja Zhou Tian dan yang lainnya tahu apa yang sudah terjadi di Alam Dewa, kemungkinan saat ini juga mungkin ia dan yang lainnya akan pergi ke Alam Dewa, membantu perjuangan para iblis membalas apa yang selama ini sudah dilakukan ras manusia pada ras iblis.


“Gege, apa kekuatan kita saat ini sudah cukup jika kita pergi ke Alam Dewa? Bukannya terlalu berbahaya jika pergi ke Alam Dewa saat kekuatan kita masih lemah?” ujar Zhu Ying yang khawatir akan keselamatan Zhou Tian dan yang lainnya, termasuk keselamatan dirinya sendiri.


Mendengar itu, Zhou Tian tersenyum, dan ia berkata, “Kita akan pergi begitu kalian semua sudah berada di tingkat Sempurna tanah Kaisar Dewa. Sebelum kalian mencapai ranah itu, kita tidak akan pergi ke Alam Dewa!”


“Kalau seperti itu, sepertinya kita masih harus menunggu beberapa waktu untuk bisa pergi ke Alam Dewa, tapi kenapa sekarang kita pergi ke tempat gerbang portal penghubung Alam Langit dan Alam Dewa?” tanya Shen Yiren penasaran.


“Aku hanya ingin melihat seperti apa keadaan gerbang itu, dan jika ada kerusakan, bukannya kita bisa memperbaikinya sejak jauh-jauh hari sebelum kita menggunakannya untuk bepergian ke Alam Dewa!” ucap Zhou Tian.


Ketiga wanita menganggukkan kepala pertanda mereka mengerti, alasan Zhou Tian pergi mengunjungi gerbang portal penghubung antara Alam Langit dan Alam Dewa.


Swuush...


Pulau melayang bergerak cepat, dan saat ini hanya ada satu pulau melayang yang bergerak.


Pulau melayang milik Shen Yiren tidak ikut bergerak karena akan terlalu merepotkan jika tiap kali melakukan perjalanan, harus membawa dua pulau melayang.


“Kita akan menempuh perjalanan selama satu hari satu malam untuk sampai di tempat yang menjadi tujuan kita. Sambil menunggu pulau melayang sampai ke tempat tujuan, bagaimana kalau kita membuat panas ranjang?” tanya Zhou Tian yang langsung diangguki oleh ketiga istrinya.


Tanpa berlama mereka berempat masuk ke kamar di kediaman utama, dan mereka mulai melakukan apa yang biasa dilakukan pasangan suami-istri begitu berada di kamar.


...----------------...


Di Alam Fana.


Zhou Lin, Zhu Ning, Zhou Gang, dan Zhu Rong, keempat tokoh penting ras iblis di Alam Fana sedang melakukan perjalanan menuju Alam Langit. Di Alam Fana kekuatan mereka tidak lagi bisa berkembang, oleh karena itu mereka memutuskan pergi ke Alam Langit.


Dengan kekuatan berada di ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna, di Alam Fana mereka adalah yang terkuat, dan mereka juga bukan yang terlemah begitu sampai di Alam Langit. Dengan kekuatan meraka saat ini, mereka akan aman begitu sampai di Alam Langit, apalagi sekarang Alam Langit mulai ramah untuk keberadaan ras iblis.


Swush...


Swush...


Mereka berempat muncul di hutan, dan dari padatnya energi spiritual di sekitaran mereka, keempatnya yakin kereka telah sampai di Alam Langit, tapi belum juga bergerak, dua sosok pemilik sepasang mata berwarna merah datang menghampiri mereka.


Keduanya merupakan iblis yang sedang melakukan perjalanan, dan mereka dikejutkan dengan kemunculan tiba-tiba empat sosok yang muncul tepat di rute perjalanan mereka. Kedua iblis itu ingin pergi ke istana Penguasa Alam Langit, dan berencana tinggal di salah satu Kota, yang mengelilingi istana Penguasa Alam Langit.


Zhou Ken dan Zhu Sa, mereka menghampiri Zhou Lin dan yang lainnya, selain karena terkejut dengan kemunculan mereka yang begitu tiba-tiba, kedatangan mereka juga karena merasakan aura iblis yang terpancar dari tubuh Zhou Lin Dan tiga orang lainnya.


Saat keduanya saling berhadap-hadapan dengan Zhou Lin dan tiga orang lainnya, Zhou Ken bertanya pada mereka, “Saudara dan saudari, apa kalian juga sedang melakukan perjalanan menuju ke istana Penguasa Alam Langit dan berencana tinggal di salah satu kota yang mengelilingi istana Penguasa Alam Langit?”


Mendengar jawaban Zhou Lin membuat Zhou Ken dan Zhu Sa terkejut karena keduanya bisa merasakan kekuatan empat orang yang lebih kuat dari mereka, meski baru saja datang dari Alam Fana. Ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna jelas lebih kuat dari mereka yang berada di tingkat Awal ranah Dewa Bumi.


“Itu, apa saudara berminat ikut dengan kami pergi ke istana Penguasa Alam Langit? Di sana ada empat kota besar, dan semua iblis bebas tinggal di tempat itu,” ucap Zhou Ken.


Zhou Lin dan yang lainnya yang memang belum tahu harus ke mana, mereka akhirnya setuju ikut Zhou Ken dan Zhu Sa pergi ke istana Penguasa Alam Langit, dan entah kenapa mereka berempat yakin, di tempat itu mereka bakal bisa bertemu Zhou Tian dan Zhu Ying.


...----------------...


Di Alam Langit, setelah beberapa waktu berlalu.


Pulau melayang milik Zhou Tian akhirnya sampai di tujuan. Terlihat jelas gerbang portal di bawah pulau melayang, dan portal itu adalah penghubung antara Alam Langit dan Alam Dewa.


Menghentikan laju pulau melayang miliknya tepat di atas tempat yang menjadi tujuannya, Zhou Tian membawa ketiga istrinya melihat keadaan gerbang portal penghubung dua Alam, yang sudah sekian lama tidak dikunjungi oleh siapapun.


Terlihat tumpukan sampah di sekitaran gerbang portal yang masih berdiri kokoh, meski sudah sekian lama tidak pernah ada yang menggunakannya. Saat Zhou Tian dan ketiga istrinya menapakkan kaki di tanah, Zhu Fei keluar dari Dunia Jiwa milik Zhou Tian, dan kedatangannya disambut senyuman oleh para wanita.


Zhu Fei hanya membalas senyuman mereka dengan senyuman singkat, dan setelahnya ia menghampiri Zhou Tian yang meski saat ini berperan sebagai kakaknya, tetap saja sebenarnya hubungannya dengan Zhou Tian adalah hubungan Tuan dan pengikutnya.


“Gege, tidak ada masalah dengan gerbang portal, tapi untuk mengaktifkan portal Gege harus menggunakan banyak kristal roh tingkat tinggi. Setidaknya dibutuhkan satu juta kristal roh tingkat tinggi untuk mengaktifkan portal ini!” ucap Zhu Fei melalui telepati.


“Kalau hanya kristal roh, aku bisa membelinya dengan poin sistem, dan sepertinya tidak sulit mengaktifkan portal ini!” balas Zhou Tian lalu perhatiannya tertuju pada tumpukan sampah daun mengering yang membuat keadaan di sekitarnya terlihat tidak terawat.


“Apa kalian bisa membantuku membersihkan tumpukan sampah di tempat ini? Apa kita perlu meminta bantuan beberapa prajurit di pulau melayang?” ujar Zhou Tian sambil menatao bergantian ketiga istrinya.


“Kita akan membantu Gege, dan tidak perlu meminta bantuan prajurit di pulau melayang!” ucap Zhu Meili yang diangguki dua wanita lainnya, dan juga Zhu Fei.


Tidak perlu bersusah payah meyapu tumpukan daun kering, Zhou Tian dan ketiga istrinya yang dibantu Zhu Fei, menggunakan kekuatan elemen angin, meraka mengumpulkan semua daun kering di satu tempat, lalu setelah semua terkumpul api segera membakar tumpukan daun kering.


Setelah semua daun kering berubah menjadi abu dan keadaan di sekitar jauh lebih bersih, Zhou Tian membawa ketiga istrinya dan Zhu Fei kembali ke pulau melayang. Di pulau melayang Zhou Tian membiarkan ketiga istrinya bermain dengan Zhu Fei, sedangkan ia, baru saja ia merasakan aura empat orang yang sangat ia kenal.


“Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Alam Langit, dan dengan waktu yang ada sepertinya aku bisa membawa mereka waktu pergi ke Alam Dewas,” ucap Zhou Tian yang baru saja merasakan aura keberadaan Zhou Lin Dan tiga orang lainnya di Alam Langit, dan mereka sekarang berada tidak terlalu jauh dari istana Penguasa Alam Langit.


...----------------...


Di Istana Penguasa Alam Langit.


Swush... Swush... Swush...


Zhou Lin, dan lima orang lainnya dibuat terpana saat mereka baru saja melihat kemegahan kota yang mengelilingi istana Penguasa Alam Langit. Untuk istanany sendiri, mereka hanya bisa melihat istana itu dari kejauhan, tapi meski baru bisa melihat dari kejauhan, mereka sudah dapat melihat kemegahan istana Penguasa Alam Langit.


“Saudara Ken, apa kita bebas memilih tinggal di kota yang mana saja?” tanya Zhou Lin yang memang tidak tahu apa-apa tentang istana Penguasa Alam Langit, ataupun empat kota yang mengelilingi istana itu.


“Saudara Lin, kita memang bebas memilih tinggal di kota yang mana saja, tapi aku sarankan kita tinggal di kota sisi utara karena saat ini kota sisi utara merupakan kota paling sedikit penduduknya,” ucap Zhou Ken menjawab pertanyaan Zhou Lin.


Mengikuti saran Zhou Ken, Zhu Lin dan tiga orang lainnya akhirnya memutuskan tinggal di kota sisi utara istana Penguasa Alam Langit. Benar saja, kota sisi utara memang masih cukup sepi. Hanya ada puluhan ribu orang, dari kota yang seharusnya mampu menampung ratusan ribu orang.


“Entah kenapa aku merasa bangunan kota ini mirip dengan bangunan yang sering dimunculkan adik Zhou Tian,” ucap Zhou Gang yang tiba-tiba saja teringat bangunan yang sering dimunculkan secara tiba-tiba oleh Zhou Tian.


“Kamu benar, ini bukan hanya mirip, tapi sama persis. Mungkinkah seluruh kota ini dibangun oleh adik Tian?” ujar Zhu Ning, merasakan kesamaan bangunan kota dengan bangunan yang ada di Alam Fana, dan bangunan itu adalah hasil karya Zhou Tian.


Penasaran dengan siapa yang membangun keempat kota di sekeliling istana Penguasa Alam Langit, Zhou Lin memutuskan bertanya pada Zhu Ken yang sedang memilih rumah, untuk ia tempati bersama Zhu Sa, istrinya.


Menghampiri Zhou Ken, Zhou Lin langsung saja bertanya apa yang ingin ia tanyakan, “Saudara Ken, apa kamu tahu siapa yang membangun kota ini? Dari bangunan yang terlihat belum lama berdiri, sepertinya kota ini belum lama berdiri di tempat ini!”


“Kota ini memang belum lama di bangun, tepatnya kota ini dibangun tidak lama setelah formasi array yang mengelilingi istana Penguasa Alam Langit berhasil dihancurkan, dan yang membangun keempat kota adalah Yang Mulia Zhou Tian, sang Penguasa Alam Langit yang baru,” ucap Zhou Ken.


“Yang Mulia juga yang menetapkan jika seluruh iblis berhak memiliki marga dan nama. Untuk pria Yang Mulia memberikan marga Zhou, dan wanita bermarga Zhu,” lanjut Zhou Ken.


Mendengar jawaban Zhou Ken, Zhou Lin tersenyum senang lalu ia pamit pada Zhou Ken dan istrinya, dan setelahnya ia kembali ke tempat tiga orang yang menunggu kedatangannya, di rumah yang mereka pilih sebagai tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.


Begitu sampai di tempat tiga orang yang menunggu kedatangannya, Zhou Lin menceritakan sama persis seperti apa yang diucapkan Zhou Ken padanya, dan tentu saja itu membuat mereka senang karena yakin tidak lama lagi mereka bisa bertemu dengan Zhou Tian dan Zhu Ying.


“Sebaiknya kita hari ini istirahat, dan besok baru kita akan mencari keberadaan mereka!” ucap Zhou Rong.


“Baiklah, hari ini kita istirahat dan semoga saja ia tidak lebih dulu menemukan keberadaan kita!” ucap Zhou Lin.


Setelahnya mereka istirahat di kamar masing-masing, bersama pasangan masing-masing.


...----------------...


Bersambung.